
Suara yang dinantikan oleh calon Oma itu terdengar keras.Lebih tepat nya di nantikan sejak dahulu.Cita-citanya tercapai sembilan bulan yang lalu,sejak Ara di nyatakan mengandung.
Selang beberapa menit,suara itu terdengar lagi.Kali ini benar-benar suara yang bersahutan.Mereka telah lahir ke dunia.
Maria sangat senang dan haru hingga menitikkan air mata,ia memeluk Jelita.Menyalurkan rasa bahagia.
Sementara hanya bisa melihat dari kaca kecil yang sudah di buka.Kedua cucu nya sedang di bersihkan, Ara yang sedang menjalani jahitan pada miliknya.
Melahirkan anak laki-laki kembar dan normal.Benar-benar hal yang sangat luar biasa.Pasalnya ini adalah yang pertama untuk Ara.
Masih dengan suami nya yang selalu menenangkan nya, Ara menggenggam lengan Fandi ketika jarum itu menusuk kulitnya berkali-kali.
"Sakit sayang?" Fandi memandangi Ara yang terus meringis.
"Sedikit sih,aku tidak mau lagi mas!"
Mendengar itu,Fandi hanya memberikan senyuman tipis.
Bagaimana mungkin tidak mau lagi,padahal aku mau bikin keluarga kesebelasan.hahhaa
"jahitan ini hanya tiga hari nyonya,jangan kapok punya anak lagi.Banyak anak banyak rejeki loh" Dokter itu tersenyum.
"Banyakin makan ikan,nanti obat nya juga bisa membuat luka cepat mengering.Cuma sebentar jahitan nya akan sempurna menutup" Dokter menambah ucapannya,dan menjelaskan.
Ara dan Fandi mendengar kan dengan khidmat penuturan dokter.Keduanya mengangguk paham.
"Tuh sayang,dokter juga bilang tidak apa-apa kan.Nanti kita bikin langsung tiga ya?" mata Fandi mengerling.Di balas dengan tabokan di bahunya.
"Itu,mereka baru keluar mas.Kamu enak,aku yang berdarah-darah"
__ADS_1
"Ikhlas.. biar dapet surga yank!" suaminya mengulum senyum.
Dokter dan para perawat tersenyum-senyum mendengar obrolan keduanya.
"Sudah selesai nona,mungkin sebentar lagi kedua nya bisa di adzanin dan melakukan skin to skin dengan papah nya,dengan syarat bergantian ya,karena ada dua" Dokter itu tersenyum.
Setelah selesai dengan jahitan dokter keluar ruangan.Ia tersenyum kepada keluarga pasien nya.
"Selamat,anak dan cucu anda berhasil kami tangani.Mungkin nanti bisa di tengok atau menunggu saja di ruang rawat.Karna sebentar lagi akan di pindahkan"
Maria mengangguk "Terimakasih dokter"
Dokter pun berlalu dan meninggalkan mereka.
🍀
🍀
🍀
Hampir semua nya di desain dengan balon dan pernak pernik Spiderman dan Kapten amerika,lucu dan menggemaskan sekali bukan?
Mata Maria,Allan dan Jelita membola.Sudah pasti terkejut dengan itu.
"Ini siapa yang bikin Lan?Fandi dan Ara sengaja memesan jauh-jauh hari atau bagaimana?"
"Saya tidak tahu nyonya,seperti nya tidak.Karna tidak ada perintah".
Seseorang perawat membawa salah satu Bayi dengan box yang sudah di siapkan,hanya satu karna di ruangan itu sudah di siapkan box khusus untuk bayi kembar.
__ADS_1
"Sus,maaf kamar ini siapa yang desain ya?kami tidak memesan nya"
"Ohh,Tuan Besar Brahmana yang sudah memesan seminggu lalu melalui pimpinan kami langsung"
Mereka bertiga hanya ber "oh " ria.Jelas saja,ternyata Opa lah dalang dari dekorasi yang ada di ruang rawat Ara.
Tak berselang lama,Fandi yang mendorong kursi roda Ara datang,tak lupa baby yang sangat menggemaskan ada di gendongan Ara,si Ibu muda.
Semua mata tertuju pada mereka,tak lupa senyum yang merekah di tiap bibir.Terlihat sekali mata yang berbinar dari Maria,cucu yang ia damba dari dulu,tak sia-sia menunggu lama,sekalinya dapat langsung dua.
Keduanya di letakan di box,Ara rebahan di ranjang.Tak jauh darinya Fandi yang sedang membuka plastik wrap di makanan Ara.
Di anjurkan banyak makan,karena sudah mengeluarkan tenaga banyak.
"Melahirkan dan membuat sama-sama memerlukan tenaga banyak ya sayang?" Celoteh Fandi membuat Ara menggeleng dan mendadak pusing tentunya.
Bukan hanya Ara yang mendengar,se isi ruangan itu dengar dan menggeleng bersamaan.
"Hemmm,Hadeuh...benar-benar papah baru yang absurdt" Suara dari bibir Allan di abaikan begitu saja oleh Fandi.
"Welcome to the world my nephew muach..muach"
.
.
.
to be continue_
__ADS_1