Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
Kamar 991


__ADS_3

Tiga puluh menit sebelumnya. Yoga dan Azia melangkah cepat ke penginapan di sudut kafe.Dengan sangat percaya diri nya mereka memasuki lorong penginapan. Sudah memutari mereka baru ingat CCTV.


Mereka sudah bertanya kepada receptionis di depan jawaban nya hanya "Maaf,di sini terlalu banyak pengunjung.Terlebih lagi ada even reuni.Jadi kami tidak bisa memastikan cek in jam segitu benar saudari Bapak atau bukan".


Yoga memakai alternatif lain,dia menyebutkan nama Ara atau Reno,barangkali salah satu identitas itu terpakai untuk cek in.Jawaban Receptionis tetap "tidak ada".


Jika pun menyebutkan satu per satu sangat tidak mungkin untuk karyawan hotel itu. Privasi pengunjung adalah tanggung jawab mereka.


"Maaf mas,bisa saya melihat CCTV? " Yoga kembali ke receptionis.


"Kami usahakan,tapi kami tidak berjanji.Silahkan bicara kepada Manager kami.Seseorang akan mengantar Bapak ke ruangan Manager"


Receptionist meminta tolong kepada temannya untuk mengantarkan Yoga.Azia masih menunggu di sana sedangkan Yoga mencoba menego dengan atasan hotel.


Setelah beberapa menit,Yoga muncul dan melambai ke arah Azia,Azia yang tahu langsung mendekat.


"Gimana mas?" Azia sudah panik,dia meremas kedua tangan nya yang terkepal.


Beberapa saat lalu Azia sudah menelfon suaminya untuk pulang saja dan membawa keluarga yang lain.Dia sudah menjelaskan semuanya.


"Kita lihat CCTV nya"


Mereka memasuki ruang monitoring di sana,manager dan security pun ikut mendampingi,akan lebih aman security terlibat,karna takut terjadi sesuatu.


CCTV di putar dari dua jam yang lalu,di percepat hingga satu jam ke depan masih belum ada tanda-tanda.

__ADS_1


Diputar untuk ke dua kalinya di jam berikutnya,pada menit ke 21.15 terlihat seseorang mengangkat Ara yang tidak sadarkan diri ala bridal mengikuti seorang perempuan.


Kamar VIP 991,terlihat mereka bertiga memasuki kamar.


Mata Yoga dan Azia membulat sempurna.Tangan nya mengepal,rahangnya mengeras.


"Mas.." Azia takut melihat perubahan raut wajah kakak nya.Dia mengelus lengan,untuk menenangkan.


Ketika Yoga hendak melangkah.. "tunggu mas!" Azia menunjuk layar.


Terlihat seorang Wanita menutup pintu,dan mencabut akses masuk dengan terburu-buru.Yoga yang mengetahui segera bergegas melangkah ke kamar 991,langkahnya sangat cepat hingga Azia,manager dan security itu sulit untuk menyamai nya.


🍀


🍀


🍀


Untung saja manager cepat bertindak memerintahkan security untuk mengambil kartu akses darurat.


Azia menarik tangan Yoga. Mata Yoga membeliak "Kenapa?"


"Aku saja yang masuk dulu mas" Perempuan itu tau kakak nya sudah sangat marah.Akan sangat murka jika Yoga yang lebih dahulu masuk.Sudah di pastikan pria di dalam sana tidak akan lepas dari kemarahan.


Azia melangkah perlahan,sepertinya hanya lampu tidur saja yang menyala.Setelah beberapa langkah Azia berhenti "Araaa.. ini mbak. Apa kau di dalam sana?".

__ADS_1


Ara yang mengenali suara itu pun mendongak ke arah pintu,walau sama sekali belum terlihat tapi mereka tahu ada yang memaksa masuk ke kamarnya.


Ara dan Yoga saling menatap. "Berhenti di sana mbak!.."


"Kau tidak apa-apa kan Ra?mbak dan mas Yoga mencemaskan mu.Akhirnya kami mencari dan seseorang memberitahu kami jika melihat mu dibawa kemari.Kami sudah tahu kau bersama seseorang di sana.Mas Yoga meminta melihat CCTV kepada manager penginapan ini"


Suara Azia di sebalik tembok cukup jelas dan lugas.Betapa berhati-hati nya dia.Segala kemungkinan bisa saja terjadi.Akan lebih baik seperti ini,berbicara di sebalik tembok untuk melindungi privasi adik nya.


Azia tidak ingin seorang pun melihat Ara dengan remeh,terlebih lagi mengetahui jika adiknya berada di dalam dengan seseorang lelaki.


Sudah pasti mereka berpikiran,apalagi yang dikerjakan lelaki dan perempuan dewasa di dalam satu kamar.


Hening,Ara tidak menjawab.


"Ra.. kau tidak apa-apa kan??"


Ara menunduk dan sedikit panik.


"Ra jawab mbak!!"


"Ii-Iyaa aku baik-baik saja mbak!" Ara menjawab dengan suara yang bergetar.


Hingga suara seseorang ikut menjawab menimpali Ara.


"Siapapun saudari Ara disana,adikmu bersama ku,aku pastikan untuk mengantarkan nya pulang...." suaranya berhenti.

__ADS_1


"Aa-aku akan mempertanggung jawabkan dan menjelaskan semua ini.Aku berjanji."


_TBC_


__ADS_2