Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
Tanda-tanda


__ADS_3

Pagi hari biasanya subuh Ara sudah bergelut di dapur.Nampaknya pagi ini Ara masih betah bergulung di selimut tebalnya.Dengkuran halus masih terdengar oleh Fandi padahal alarm sudah berbunyi berulang kali.


Fandi yang sudah beberapa kali menonaktifkan saja di buat heran denga Ara yang biasa nya tak betah jika alarm nya berbunyi terus.


Di tempelkan punggung tangan nya ke kening Ara,suhunya normal meski wajahnya terlihat pucat.


Fandi mencoba membangunkan,di cium seluruh wajah Ara,tapi tetap saja istrinya tak bergeming.Ara mengerjap ketika Fandi meremas benda kesukaan nya.


"Shh..sakit kak."


"Sakit atau terangsang?"


"Sakit,, Beberapa hari ini sering sakit,sakitnya seperti akan haid,tapi tid_ kunjung haid"


Fandi menyibakan baju tidur Ara,membuka pengait bra.Memposisikan dirinya seperti bayi yang haus.Tidak hanya itu tangan nya yang satu bekerja memainkan bagian pucuk yang satunya.


Mata Ara terpejam menikmati nya,karna Fandi melakukan nya dengan sangat lembut.Suara lenguhan Ara lolos begitu saja dari bibir indah nya.Fandi semakin intens menjelajahi, tak ada yang tertinggal satu pun.


"Ra .. aku masukan ya!" Hanya di balas Hemm saja oleh nya.


Fandi menancapkan miliknya di milik Ara,Menghantam dengan brutal dan penuh hasrat.Tidak tahu kenapa pagi ini gairah nya sangat tinggi.


Dia merasa ada yang berbeda dengan Ara,tubuhnya semakin berisi dan Fandi semakin gemas.


"Akhh.. pelan kak!"


Fandi terus mendorong miliknya,memasuki lebih dalam lagi.Dia benar-benar menggila pagi ini.


"kak pelan,sakit!" Ara merintih,tapi Fandi seakan tuli tak mendengar kan Ara.


Hingga Ara mendorong dada Fandi,tapi tangan nya di cekal oleh Fandi. "Arghhhh sebentar lagi sayang".


Ara meringis merasa ada yang tidak beres,karna sedikit sakit tidak biasanya seperti ini.


Hingga Fandi mencapai puncaknya,Ara langsung mendorong Fandi dan berhambur masuk ke kamar mandi.


Hoek..hoek,perutnya seperti di aduk tidak karuan.Wajahnya semakin pucat.Fandi menghampiri dan memijit tengkuk nya.


"Kenapa sayang?"


" Seperti nya aku masuk angin,"


"Kenapa bisa,kau tidak kemana-mana kan beberapa hari ini?"


"Tidak kemana-mana,tapi beberapa hari ini nafsu makan ku menurun,bahkan kemarin seharian perutku tidak terisi apapun,kecuali apel"


Hoek..Hoek..hoekk.. lagi-lagi Ara mengeluarkan isi perutnya,yang hanya cairan putih sedikit kuning yang terlihat di wastafel,dan kini Ara memegangi perutnya.


"Kita ke dokter ya"


"Ara menggeleng" Fandi menggendongnya membawa ke atas kasur lagi.

__ADS_1


"lalu bagaimana?"


"Kalau di dokter nanti aku di suntik,aku tidak mau,takut"


"Yang benar saja,umurmu berapa taku di suntik.Kalau pakai suntikan ku kamu nagih,minta trus" Ara yang tersindir pun menggigit dada Fandi.


"Aww sakit sayang!"


"Kak,bisa tidak hari ini libur.Aku ingin di peluk saja" Fandi kaget dengan perubahan Ara yang sedang di mode manja.


"Nanti aku telfon Allan untuk menghandle semua pekerjaan ku, sekarang kau pakai baju,dan istirahat lagi." Fandi pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Ara bukannya berganti baju malah nyelonong ke dalam kamar mandi. Dia ikut mandi bareng dengan suaminya.bergegas mandi dan bilas,karna Ara terlihat pucat.


Hendak menyatukan kembali miliknya tapi mengingat Ara sedang tidak sehat,Fandi menahannya mati-matian.


🍀


🍀


🍀


Hingga sore Fandi di buat di atas ranjang nya terus oleh Ara,sama sekali tidak boleh beranjak dari sana.


Jika mencoba bergeser pun Ara akan merasakan.Ara merebahkan tubuhnya di pelukan Fandi berbantal lengan nya yang kuat,hingga tidak terasa atau kebas.


Hingga sore Ara masih tidak ingin makan apapun kecuali buah, padahal Fandi sudah merayunya.Perut nya juga sudah beberapa kali mengeluarkan cairan.


Matanya mengerjap,Fandi yang tahu itu segera menyentuh pipi nya.


"kenapa,,Hem?"


"pusing kak,mual sekali..mulut ku rasa nya tidak enak" Ara menitikan air matanya.Semakin sedih Fandi di buat nya.Baru kali ini Ara sakit seperti ini,biasanya hanya pusing yang tak berarti.


"Jangan menangis Ra,aku bingung kalau kamu seperti ini.Kedokter tidak mau,aku bergerak kamu rewel,makan tidak mau,dari tadi hanya mengemil buah saja"


Ara semakin sedih.." sudah jangan menangis lagi,mau nya apa sekarang?"


"Aku mau bubur ayam saja kak,yang ada dipertigaan depan jalan kantor yaa"


Akhirnya istrinya mau makan juga,pikirnya.


"aku pesan kan dulu ya sayang" Ara mengangguk,matanya terpejam lagi.


Setalah menghubungi Allan,untuk membelikan bubur.Fandi merebahkan tubuhnya lagi, Ara yang tahu itu langsung memeluk nya, padahal matanya terpejam.Fandi saja terheran dengan tingkahnya.


Matanya melirik kalender di atas nakas,pikirannya langsung tertuju pada deretan tanggal dan bulan.Dia menyadari gejala istrinya sakit adalah gejala orang hamil.


Tanpa pikir panjang,dia meraih ponselnya mengirimi pesan.Bercerita Kepada Maria,siapa lagi pasti mamah nya tau Ara kenapa.


"mamah vc ya Fan,siapa tahu perkiraan mamah benar,Ara tidak tidur kan?"

__ADS_1


"Tidak mah,matanya hanya terpejam,pusing katanya"


Panggilan vc pun di lakukan oleh Maria,,


"Hallo,menantu mamah" Nampak wanita parubaya tersenyum merekah.


"sayang,mamah video call.Katanya mau bicara dengan mu" Fandi mencoba membangun kan Ara.


"Hallo mah" Ara mencoba bangun bersandar di sandaran kasur.


Ting.. Ting ... Bel berbunyi.


"Mungkin Allan,aku ke depan dulu ya,kamu mengobrol dengan mamah" satu kecupan mendarat di kening Ara. dan di angguki oleh Ara.


Maria bahagia melihat anaknya yang begitu menyayangi menantu nya itu.


.


.


"Nih pesanan mu" Allan memberikan dua kantong "Ara sakit Fan?" dijatuhkan tubuhnya di sofa.


"Awalnya aku mengira begitu,tapi aku tidak yakin dia sakit" Tangan Fandi bergerak sambil menyiapkan bubur ayam di piring.


"Tidak yakin maksut mu bagaimana?" dahi Allan berkerut.


"Sepertinya Ara hamil,aku bingung Lan.Makan tidak mau, berobat tidak mau,ke dokter juga tidak mau.Itu dia sedang di rayu oleh mamah,mereka melakukan video call"


"mama maria?"


"Iya,mama maria.. Ara yatim piatu,hanya ada kakak perempuan dan laki-laki di kota kelahirannya" Allan mengangguk.


"Aku antar ini dulu ke kamar" Fandi mengantar semangkok bubur dan tidak lupa satu gelas air hangat.


Allan menyelusuri apartemen Fandi,batinnya mengatakan apartemen ini terlalu mewah tapi tidak ada CCTV.


Fandi keluar dari kamar,melihat Allan yang sedang melihat-lihat jendela dan juga setiap sudut nya.


Allan yang tahu diperhatikan pun menoleh


"Fan,lebih baik kau pasang CCTV di dalam sini Fan!"


"Hah??!"


.


.


.


_to be continue..

__ADS_1


__ADS_2