
Dengan berat hati Alya terpaksa menerima perjodohan ini karna tak mau orangtua nya kecewa meski di awali perdebatan terlebih dahuli.
Ia pasrah saja, dan hanya menuruti semua perintah papa mama nya. Tapi ia bingung bagaimana bicara hal ini dengan sang kekasih.
ddrrrt drrtt
Agung calling
"hallo, assalamualaikum"
"waalaikumsam, al kamu kemana saja kenapa pesanku tak pernah kau balas, apa kau tidak merindukanku hmm"
"iya maaf y gung, kemarin aku ketiduran". bohong alya
"yaudah gpp yang penting sekarang aku bisa dengar suaramu, oya gimana kalo sekarang kira keluar?"
"maaf ya gung q gk bisa, assalamualikum"
"waalaikumsalam"
"alya kenapa ya kok aneh gitu, ah biarin lah mending gue seneng-seneng sama tia" ucap agung
sebenarnya agung berpacaran dengan alya karna taruhan dengan teman teman gengnya, tapi dia malah jatuh cinta beneran dengan alya dan sekarang dia ingin serius tapi belum bisa lepas dari tia begitu saja. (tia adalah kekasihnya sebelum mendekati alya)
flasback on
sore itu alya baru pulang kerja langsung d suruh mamanya ini dan itu.
"asslamualaikum"
"walaikumsalam, alya kamu sudah pulang sayang" ucap mama alya sambil menyerahkan tangannya untuk d cium sama alya.
"iya ma, capek banget hari ini"
"yaudah sana mandi terus rebahan bentar, karna nanti malam ada tamu penting" kata mama ayudia (mama alya)
__ADS_1
"siapa ma?" ucap alya karna penasaran.
"nanti kamu juga tau, udah sana cepet mandi"
"iya ma"
malam hari tepat pukul 7 tamu yg d tunggu2 datang.
ting nong ting nong
"assalamualaikum" ucap wanita baruh baya itu yg tak lain tante indira (calon mama mertua alya)
"waalaikumsalam, akhirnya kalian datang juga" ucap mama
"iya jeng maaf ya telat" tante indira tak enak hati.
"gpp jeng mari masuk"
semua kelurga sudah menunggu d ruang tamu. lalu berbincang bincang sebentar sbelum makan malam.
usai selesai makan malam mereka kembali ke ruang tamu.
"iya pak rendra (papa rafardhan calon suami alya) saya dan keluarga sudah setuju, dan alya sepertinya juga setuju, bukan begitu alya" sambil menatap alya
"iya pa" lirih alya
"alhamdulilh kami senang dengernya, gima rafa apa kamu juga setuju?" semua melihat kearah rafa
" iya saya setuju" ucap rafa datar
"syukurlah, alya kamu ajak nak rafa ngobrol d taman belakang sana" ucap papa alya
"iya pa" dengan berat hati alya menyetujuinya
sampai d taman dua sejoli ini saling diam hingga akhirnya rafa memecahkan keheningan ini.
__ADS_1
"echemm" deheman rafa
"iya"
"kalo kamu gak suka dengan perjodohan ini bilang saja, biar nanti aku yang ngomong sama mereka"
"jangan, aku takut mengecewakan mereka"
"lantas bagaimana hatimu, aku tau kamu sudah punya pacar"
"hah!!"
bagaimana dia bisa tau. pikir alya
"gak usah terkejut seperti itu, sebelumnya aku sudah menyelidiki dulu siapa calon aku, ternyata kamu sudah ada yang punya, kamu berhak bahagia alya" ucap rafa namun berbeda dengan hatinya
sebenarnya pertama kali melihatmu q sudah jatuh hati pdamu, tp apala dayaku yg hanya orang ketiga. pikir rafa
"seperti ucapanku tadi q menerima perjodohan ini karna tak mau mengecewakan mereka, bagaimana kalo kita buat kesepakatan, jika usia pernikahan 6 bulan sampai belum ada rasa cinta d antara kita maka kita pisah saja dan satu lagi tak ada melakukan hubungan badan jika belum saling cinta, gimana? dan q mohon padamu jangan libatkan perusahan papa dengan urusan kita" ucap alya panjang lebar sambil menunduk
"baiklah"
aku akan bikin kamu jatuh cinta kepadaku sebelum 6 bulan itu, lihat saja nanti. ucap rafa sambil tersenyum tipis
tanpa mereka sadari adik adik mereka menguping dan merekam pembicaraan mereka
"astaga kejem bener kaka gue tanpa pikir dulu kalo ngomong" ucapa adinata adik alya
"iya, tp q yakin kalo kakaku bakal bisa bikin kakamu jatuh cinta padanya"ucap myesha adik rafa
tiba tiba
"adinata , myesha " seseorang manggil dari arah tuang tamu
" aduh gawat, cepet kabur sebelum ketahuan"
__ADS_1
"cuzzz
flasback off