Terpaksa Menerima Perjodohan

Terpaksa Menerima Perjodohan
Aku akan menjaga hubungan ini.


__ADS_3

Waktu sudah sore, sesuai jadwal Kenzo dan Tiara harus bersiap menuju kota A, mereka akan melakukan perjalanan malam dan di perkirakan akan sampai menjelang subuh nanti.


Kenzo terlihat sudah siap, menyeret sebuah koper, penampilannya terlihat modis dengan sebuah tas selempang yang bertengger di dada melengkapi penampilannya. "Tiara!" panggil nya sambil mengetuk pintu kamar sang istri, setelah kabur dari kamarnya wanita itu tidak lagi menemuinya. Pintu masih belum terbuka, dia langsung melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, kembali melihat waktu, apa dia yang terlalu cepat, atau memang Tiara yang telat, Tiara masih belum juga keluar, "Apa dia ketiduran?" tebak nya, dia jadi ragu apa harus terus menunggu, atau masuk ke dalam untuk memastikannya.


Jika harus menunda keberangkatan, tidak akan ada waktu untuk mereka istirahat sebelum mempersiapkan diri sebelum mengikuti perlombaan. "Akh, aku masuk saja, toh dia istriku." gumam nya sambil perlahan membuka pintu. Entah apa yang Tiara lakukan di dalam, dia harus memastikannya.


Pintu terbuka, Kenzo perlahan masuk, matanya masih belum melihat keberadaan Tiara, padahal barang-barang nya masih terlihat di kamarnya, "Dia kemana?" gumamnya heran, kembali melangkah untuk mencarinya tapi langkahnya terhenti karena wanita yang dia cari terlihat masuk kamar dari arah balkon. "Pantas saja dia tidak mendengar ketukan pintu."


"Astaga," Tiara yang kaget, handuk yang ia gunakan untuk mengeringkan rambut nya sampai terjatuh ke lantai, tanpa permisi Kenzo sudah ada di dalam kamarnya. "Kenapa tidak mengetuk pintu dulu, bikin kaget saja." omelnya sambil kembali mengambil handuknya.


"Sedang apa? Ini sudah sore, kau belum siap?" Tidak mempedulikan ocehan Tiara, Kenzo langsung bertanya, wanita itu benar-benar belum siap, bahkan rambutnya pun terlihat masih basah.


"Aku sudah siap kok, tinggal mengeringkan rambut saja." jawab dengan cepat.


Kenzo sampai gelang kepala, untuk apa mommy nya melengkapi segala keperluan Tiara, kalau wanita itu tidak menggunakan pasilitas nya. "Sini!" Kenzo menghampiri meja rias Tiara, meminta wanita itu untuk mendekat. Langsung menarik kursi agar Tiara duduk di sana. Sepertinya wanita itu tidak tahu apa gunanya hair dryer sampai harus susah-susah mengerikan rambutnya dengan handuk hingga membutuhkan waktu yang lama. "Cepat!" pintanya lagi karena Tiara masih mematung tanpa pergerakan.


"Kau mau apa?" Walau heran, Tiara mendekat, langsung duduk menuruti perintah suaminya. Setelah nya langsung di buat kaget, "Ken?" tanyanya heran apa yang akan dia lakukan.

__ADS_1


"Kau bisa menggunakan ini untuk mengeringkan rambut mu." jawabnya datar, walau bicaranya terdengar begitu dingin, tapi tangannya dengan lembut mengurangi setiap helai rambut Tiara dan mengeringkannya. "Gunakan seperti ini, maka rambut mu akan cepat kering." ucapnya lagi berusaha memberi tahu, kedua tangan nya bergerak lihai membantu Tiara mengerikan rambutnya. Entahlah padahal dia sendiri baru pertama kali, tapi terasa lebih mudah sampai rambut Tiara benar-benar kering di tangannya.


"Terima kasih," timpal Tiara sampai tersenyum manis, melihat jelas pantulan Kenzo di cermin, membuatnya makin terkagum-kagum pada sosok lelaki yang kini menjadi suaminya.


"Mana ikat rambut nya?" tanya Kenzo tiba-tiba.


Tiara sampai melongo, setelah mengeringkan rambut, jangan bilang lelaki itu juga mau mengikat rambutnya. "Aku bisa mengikat nya sendiri, Ken." tolaknya merasa tidak enak, dia akan semakin malu jika lelaki itu terus berkutat dengan rambutnya. Bahkan bukan hanya malu, debaran jantungnya mulai tidak bersahabat karena tangan lelaki itu terus membelai rambut nya.


"Berikan!" Tidak banyak bicara, Kenzo langsung mengulurkan tangan meminta ikat rambut Tiara. Tanpa mempedulikan ocehan nya.


"Kau pikir aku lelaki macam apa?" Kenzo langsung menatap Tiara melalui pantulan cermin, menatapnya kesal, bisa-bisanya wanita itu melontarkan pertanyaan aneh seperti itu. Dia bukan lelaki yang bisa dengan mudah bersikap baik pada wanita.


Tiara sampai tersenyum kikuk sambil memalingkan tatapannya, tidak mengira suaminya itu langsung terusik hanya dengan pertanyaan seperti itu, "Ya, mungkin sebelumnya kau memperlakukan mantan mu seperti ini juga," tebaknya dengan ragu. Paras Kenzo yang begitu tampan pasti membuat nya memiliki banyak mantan.


"Hanya kau," jawab Kenzo singkat. Tiara sampai mengerutkan keningnya, butuh waktu lama untuk mencerna maksud ucapan nya. "Jangan memasang ekspresi seperti itu, aku tidak pernah punya pacar." timpal nya dingin menjelaskan. Dia memang tidak punya mantan. Sebelumnya dia tidak pernah bersikap baik pada wanita, dan selanjutnya hanya Tiara yang akan mendapatkan perhatiannya.


"Benarkah?" Tiara sampai tertegun, hatinya semakin terhanyut, benarkah demikian, benarkah dia wanita beruntung yang mendapatkan perhatian lelaki itu, hampir tak percaya, membuat wajahnya sampai tersipu karena teramat senang.

__ADS_1


"Se-senang itu?" Kenzo sampai tersenyum kecil melihat ekspresi Tiara. Sampai lupa dengan tujuannya menemui Tiara, dia harus memberikan sesuatu sebelum mereka pergi keluar kota. Dia langsung membuka tas selempang nya, mengambil sebuah cincin dan bergerak meraih tangan Tiara.


Tiara sampai kaget, debaran jantungnya saja belum bisa kembali normal karena sentuhan lembut tangan Kenzo saat mengeringkan rambut nya, sekarang malah tanpa aba-aba meraih tangan nya begitu saja, "Ken?" Jantungnya bisa-bisa meloncat keluar. Tangan lelaki itu menyentuh lembut tangannya dan menyematkan cincin di jari manisnya.


"Awas kalau kau sampai melepaskan nya lagi!" ancam nya dengan tergesa.


Tiara sampai langsung menatap Kenzo,


"Ini?" ucapnya penuh tanya. Ini bukan cincin yang kemarin, cincin ini terlihat lebih mewah dengan sebuah permata yang mempercantik bentuk nya, bahkan dia baru sadar kalau Kenzo pun mengenakan sebuah cincin di jari manisnya.


"Ini cincin pernikahan kita, jadi jangan pernah melepaskan nya." pintanya lagi dengan begitu tegas, bukan karena masalah cincinnya yang lebih mewah, tapi mana dari cincin itu yang lebih istimewa, jadi jangan pernah melepaskan nya. "Kau tidak akan melepaskannya lagi kan?" tanyanya lagi memastikan. Jangan membuatnya kecewa setelah banyak hal yang dia lakukan untuk nya.


Tiara langsung mengangguk, "Iya, aku akan menjaganya. Aku akan menjaga hubungan ini." jawabnya dengan tegas, dia berjanji, apapun yang terjadi, dia tidak akan melepaskannya. Dia adalah istrinya, dia akan terus bersamanya, "Terima kasih, suamiku." timpal nya lagi dengan tersenyum manis.


"Argh..." Kenzo sampai terpesona, "Kau sedang merayu ku!" ledek Kenzo dengan tersenyum simpul, panggilan Tiara terdengar begitu menggoda, bahkan senyuman manisnya membuatnya hampir salah tingkah.


"Bukan merayu, itu kan faktanya." kilah Tiara dengan cepat, tersenyum kikuk sambil beranjak berdiri untuk menghindar, sepertinya atmosfir di ruangan itu sudah mulai berada.

__ADS_1


__ADS_2