
Brrakk
Suara pintu terbuka dengan keras, Shasa memasuki sebuah ruang osis yang menjadi tempat khususnya. Dia di ikuti Jessica dan Alicia yang sama-sama masuk ke dalam sana. "Tutup pintunya!" titah Shasa dengan rasa kesal. Dia lekas duduk di sebuah kursi yang menjadi tempat kekuasaannya.
"Apa kalian belum mendapatkan sebuah ide?" tanya nya kepada Jessica dan Alicia yang duduk di sofa ruangannya.
"Belum Sha," timpal Alicia dengan penuh sesal. Dia belum mendapatkan ide bagus untuk menjalankan misi yang Shasa perintah kan.
"Tenang, Sha. Masih banyak waktu. Kita hanya membutuhkan waktu yang tepat."
sambung Jessica, berusaha meyakinkan Shasa kalau mereka bisa melakukan apa yang Shasa inginkan.
"Akh, ini terlalu menyiksa," Shasa mengeram kesal karena terus di abaikan Kenzo, dia harus memikirkan cara yang cepat untuk memberi pelajaran pada Tiara.
"Terserah apa yang akan kalian lakukan. Tapi bisakah kalian mendapatkan sebuah foto. Foto kedekatan Jonathan dan Tiara. Entah itu sedang dalam keadaan seperti apa, aku ingin mendapatkan foto yang memperlihatkan kalau mereka memiliki hubungan lebih dari sekedar teman." titah Shasa lagi. Entah apa yang di pikirkan nya sekarang. Yang jelas dia begitu kesal karena Tiara telah menginjak harga dirinya.
"Siap, Sha. Itu bukan hal yang susah."
timpal Alicia mengiyakan keinginan Sahsa. Kepalanya langsung berpikir bagaimana melakukannya agar terlihat sempurna.
...*...
Waktu pulang sekolah telah terlewat beberapa jam yang lalu, Tiara baru terlihat keluar dari sebuah ruangan komentar. Sore ini dia mendapatkan jadwal ekstra kulikuler di bidang IT. Dia mengambil jurusan komputer dan hari ini adalah hari pertama nya masuk pembelajaran.
"Ra," suara Jonathan terdengar, lelaki itu sama-sama keluar dari ruangan karena mengambil jurusan yang sama dengan Tiara. "Mana Kenzo, kok gak bareng?" tanya nya. Padahal Kenzo juga mengambil ekskul yang sama, tapi lelaki itu tidak terlihat ikut pembelajaran bersama.
"Entahlah, mungkin dia terlalu pintar sampai melewati pembelajaran hari ini."
Tiara menjawab dengan nada kesal.
Bagaimana tidak, saat bel pulang tadi lelaki itu memilih pergi menemui Devan untuk main game bersama. Tidak bisa di tahan dan tidak bisa di nasehati, bagi lelaki itu bermain game lebih seru dari pada ikut ekskul bersamanya.
__ADS_1
Jonathan sampai tertawa kecil melihat ekspresi Tiara, terlihat jutek dan menarik di matanya. "Mau pulang bareng!" ajak nya. Baginya ini kesempatan yang bagus untuk lebih mengenal Tiara.
"Pulang!" Tiara sampai kaget. Dia bahkan sampai lupa bagaimana dia akan pulang kalau Kenzo malah asyik dengan teman Mabar nya. Bahkan sebelum Kenzo pergi lelaki itu tidak bicara apa-apa. "Emh, maaf, Jo. Sepertinya aku harus menunggu Kenzo." tolak Tiara, walau tanpa kepastian, akan lebih baik jika dia menunggu Kenzo dari pada menerima ajakan Jonathan.
Dia yang akan tidak enak jika malah pulang ke rumah Kenzo dengan lelaki lain dan tidak ingin pula kalau Jonathan tahu sebenarnya mereka tinggal di satu rumah yang sama.
"Tidak apa-apa. Mungkin lain waktu. Mau ku temani sambil menunggu Kenzo." tawar Jonathan lagi. Dia sudah tahu kebiasaan Kenzo yang suka lupa waktu kalau sudah bermain game, dan itu pasti akan membuat Tiara lama menunggunya.
"Itu lebih baik, terima kasih, Jo." Tiara menimpali dengan senyuman. Dari pada dia menunggu tanpa kepastian seorang diri, lebih baik menerima tawaran Jonathan dengan senang hati. Mungkin dia tidak akan terlalu bosan jika ada yang menemani nya.
Sementara itu, Jessica dan Alicia terlihat tersenyum senang melihat Jonathan dan Tiara yang berbeda di depan mereka.
"Jes, sepertinya keberuntungan ada di pihak kita." ucap Alicia dengan seringai nya, dua wanita itu langsung saling menatap dengan penuh arti, memberi isyarat apa yang harus mereka lakukan dalam kesempatan emas seperti sekarang.
"Lo yang maju, gue ambil foto dari sini." titah Alicia pada Jessica. Mereka membagi tugas untuk menjalankan misi nya. "Ok." timpal Jessica dengan penuh percaya diri
Alicia dengan cepat mengambil ponselnya, sedangkan Jessica mulai melangkahkan menghampiri Tiara dan Jonathan yang akan menjadi target nya.
Langkah demi langkah Jessica lewati dengan begitu pelan, pergerakan nya tidak boleh sampai di ketahui oleh keduanya. Setelah di rasa sasaran sudah dekat dia langsung mengacungkan jari memberi isyarat pada Alicia untuk bersiap memfoto mereka.
Tubuh Tiara tiba-tiba terdorong, bersandar pas di tubuh Jonathan. Kedua tangannya sampai menempel sempurna di dada bidang Jonathan, Jonathan sendiri sampai refleks menggerakkan tangannya merangkul pinggang Tiara agar wanita itu tidak terjatuh karena tubuhnya oleng.
Ckrek...
Beberapa jepretan berhasil di ambil dengan sempurna tanpa di ketahui keduanya. Alicia sampai tersenyum girang karena berhasil menyelesaikan misi pertamanya.
"Astaga, maaf Tiara. Aku tidak sengaja."
ucap lirih Jessica sambil membungkukkan kepala. Sandiwara mode on di mulai.
Tragedi yang begitu tiba-tiba membuat Tiara sendiri tidak tahu apa yang telah terjadi bahkan sesaat tidak sadar dengan posisinya sekarang. "Akh, maaf Jo." Tiara kembali berdiri tegak. Langsung melihat Jessica yang masih membungkukkan kepala menunggu tanggapannya. "Tidak apa-apa, Jess." timpal nya.
__ADS_1
"Kamu tidak apa-apa kan? Aku beneran tidak sengaja. Aku sedang terburu-buru sampai tidak sadar menabrak mu. Sekali lagi maaf." ucap Jessica lagi dengan memohon. Mimik wajahnya pun sampai terlihat penuh penyesalan.
"Tidak apa-apa, Jess. Aku hanya kaget."
timpal Tiara. Dia sampai tidak curiga sedikitpun karena kejadian itu terlalu alami.
Merasa tugas mereka sudah selesai, Alicia kini menghampiri Jessica.
"Jess, kenapa? Kau buat onar lagi?"
tanya nya penuh teguran. Kali ini dia yang akan menyempurnakan sandiwara mereka. "Maaf ya Tiara. Dia memang suka ceroboh." ucapnya sambil merangkul pundak Jessica seolah dia juga akan memberi pelajaran pada temannya itu.
"Tidak apa-apa kok." timpal Tiara.
"Kalau begitu kami duluan ya. Lain kali kalau dia berbuat onar jangan sungkan untuk memarahinya." ucap Alicia untuk pamit pergi, dia sampai memasang senyum seramah mungkin untuk memperlihatkan kesungguhannya. "Ketua osis maaf ya. Kita duluan." ucap nya lagi.
Kini mereka berdua benar-benar pergi, meninggalkan Jonathan dan Tiara dengan penuh kemenangan.
"Apa ya yang akan di lakukan Shasa dengan foto ini?" tanya Alicia penasaran. Dia langsung menunjukkan hasil fotonya pada Jessica.
"Wih, terlihat natural sekali. Memang tidak salah kau ngambil jurusan fotografi," ucap Jessica dengan penuh pujian. Padahal dia juga ada di antara mereka, tapi dengan keahlian Alicia dia sampai tidak ikut terfoto bersama mereka tanpa mengurangi kualitas foto nya.
"Jonathan dan Tiara sampai terlihat begitu mesra." ucapnya lagi dengan penuh kagum.
"Langsung kirimkan pada Shasa, dia pasti akan senang melihat ini." titahnya lagi.
Tidak ingin membuang waktu, Alicia langsung mengirimkan foto itu, agar Shasa tahu kalau misi mereka sudah di selesaikan dengan sempurna.
Sementara itu. Jonathan langsung menatap Tiara, sesaat dia terhipnotis, tubuh Tiara yang terjatuh dalam dekapannya membuat nya merasakan debaran yang aneh, dia menjadi serakah. "Tidak ada yang sakit, 'kan?" tanya Jonathan untuk memastikan. Bisakah wanita itu benar benar jatuh dalam pelukannya. Bukan karena kecelakaan, tapi kenyataan yang di dasari dengan perasaan sayang.
"Jo, Jangan berlebihan, aku tidak jatuh tersungkur. Jadi tidak apa-apa." timpal Tiara dengan sedikit tertawa. Dia tidak ingin suasana menjadi canggung jika Jonathan terus berlebihan pada nya.
__ADS_1
"Syukurlah. Mau mencari tempat duduk. Sepertinya ini bukan tempat yang nyaman untuk menunggu Kenzo."
ajak Jonathan. Sepertinya dia mulai maju satu langkah untuk mencapai keinginannya.