Terpaksa Menerima Perjodohan

Terpaksa Menerima Perjodohan
Calon tunangan yang tidak jadi.


__ADS_3

Wajah Tiara sudah berbinar cerah, secercah menteri pagi yang bersinar cerah hari ini. Keinginannya untuk bermain di pantai terkabul juga, pagi ini dia sudah berpakaian rapi dengan style yang terlihat begitu casual; tank top warna abu-abu di padukan dengan celana jeans pendek warna biru pucat sebagai ootd ke pantai nya, hingga membuat Tiara terlihat begitu cantik dan seksi.


"Ken, apa sudah siap?" tanyanya setelah keluar dari kamar gantinya, dia langsung menghampiri sang suami yang sama-sama sudah terlihat rapi dengan ootd pantai nya. "Astaga, apa dia benar-benar suamiku. Dia tampan sekali." batin nya dengan mata melongok melihat penampilan Kenzo.


Lelaki itu mengenakan celana jeans hitam sampai lutut di padukan dengan kemeja putih lengan panjang yang di gulung sampai sikut, bahkan kaca mata hitam yang di sematkan di belahan kancing kemejanya menambah kegagahan lelaki itu.


"Ken, ayo aku sudah siap." ajaknya lagi karena lelaki itu tetap diam dengan mata fokus menatap ponselnya. Masih tidak ada jawaban sampai membuat nya kesal, suaminya itu pasti sedang asyik bermain game sampai tidak mendengar panggilannya. "Kenzo, sayang!" panggilannya semakin mendekat.


Kenzo sendiri sesaat menoleh, "Cantik," ucapnya tanpa ekspresi. Dia kembali menatap layar ponsel karena sedang fokus dengan permainan nya. "Itu terlalu seksi, ganti!" titahnya tanpa menoleh lagi.


Tiara sampai geram, "Ini sudah ganti yang ketiga kalinya nya, Ken. Masa harus ganti lagi!" protesnya tidak terima. Jangan salahkan dirinya jika penampilannya terlihat seksi, salahkan para pelayan karena mereka yang menyiapkan pakaiannya. "Ini lebih baik dari pada yang tadi." ucapnya sambil mengenakan topi pantai yang sedari tadi sudah di siapkan pelayan di meja kecil di depan suaminya.


"Ganti!"


"Akh, dasar menjengkelkan. Kau sengaja kan menyuruh ku terus berganti pakaian biar kau ada waktu untuk bermain." cecar nya menebak akal bulus sang suami, bagaimana tidak, selama dia bersiap lelaki itu masih saja fokus dengan ponselnya. "Bermain game saja sampai puas!" ucapnya dengan penuh sindiran. Dia tidak ingin kembali mengganti pakaiannya dan memilih langsung duduk di samping sang suami, benar saja, lelaki itu sedang asyik bermain game online favoritnya.

__ADS_1


"Haha. Dia memang terlalu pintar sampai tidak bisa di bodohi," gumamnya dengan tersenyum kecil, sesaat dia menoleh melihat ekspresi Tiara yang terlihat begitu cemberut, "Sebentar lagi, Yang. Tanggung, lagi review skin baru." ucapnya tanpa dosa. Orang sudah tidak sabar ingin segera main air laut, dia malah santai-santai dengan skin barunya.


Tiara sampai geleng kepala, ternyata ada masanya sebuah skin lebih penting dari pada dirinya. "Iya, main saja sampai puas. Tapi setelah ini giliran kamu yang menuruti kemauan ku." timpal nya dengan tegas, kemarin lelaki itu lulus tidak bermain game sama sekali dan sepertinya hari ini dia sedang memuaskan hobinya yang tertunda kemarin.


Kenzo sampai tersenyum, tidak di minta pun dia memang selalu menuruti kemauan sang istri, "Siap, nona Wijaya."


Belum juga permainan selesai, permainan itu malah terganggu karena sebuah panggilan masuk di ponselnya, "Aisst," Kenzo sampai mengendus kesal, dia lupa memblokir panggilan dan pada akhirnya permainannya menjadi kacau balau, mau di reject pun tidak bisa karena ternyata itu panggilan dari Daddy nya. "Apa, Dad?" tanyanya langsung saat panggilan itu sudah dia angkat.


"Ken, Daddy dan Mommy harus ke Singapura, perusahaan membutuhkan pekerja seperti Om Roni, mau tidak mau kita menemui keluarga mereka untuk membujuknya kembali ke Indonesia." tutur Kenan menceritakan di balik ponselnya.


Iya, Kenzo memang sudah tahu, posisi yang biasanya di duduki Arya di perusahaan masih kosong, membutuhkan seseorang yang berkompetensi tinggi agar perusahaan bisa lebih maju terlebih sekarang sedang gencar-gencarnya di persulit oleh perusahaan Prawira di bawah kuasa Arzan. Sang Daddy membutuhkan orang-orang cerdas seperti Roni.


Jika keluarga Roni pindah, otomatis putrinya pun ikut pindah, dan tentunya wanita itu juga akan pindah sekolah dan akan sekolah disekolah yang sama dengan mereka.


"Daddy tahu apa yang kamu khawatirkan, tapi jangan di jadikan beban, masalah Chelsea biar mommy yang urus. Daddy tetap membutuhkan Om Roni, hanya dia yang bisa Daddy percaya." ucap Kenan kembali bicara. Keputusannya sudah matang dan itu sudah di pertimbangkan dengan baik.

__ADS_1


Kenzo sendiri hanya bisa diam, apapun keputusan sang Daddy dia akan menerimanya, itu pasti bukan tindakan gegabah dan itu juga pasti demi kebaikan semuanya.


Panggilan berakhir, dari tadi Tiara terus memperhatikan sang suami, ekspresi wajah nya yang berubah membuat dia bisa menebak ada hal yang tidak mengenakkan, "Ada apa?" tanyanya langsung.


"Aku pernah menceritakan tentang Om Roni pada mu kan?" jawab Kenzo dengan cepat, iya dia memang harus mencerminkan sesuatu yang belum pernah Tiara ketahui. "Om Roni akan kembali, Daddy membutuhkannya di perusahaan." timpal nya dengan menghela nafas.


Tiara sampai heran, bukannya itu bagus karena ada yang akan membantu sang Daddy, kenapa suaminya itu sampai menghela nafas, seperti akan menghadapi sebuah masalah saja. "Terus, kenapa kau terlihat murung begitu?"


"Putrinya, sebelum di jodohkan dengan mu, keluarga Om Roni terus meminta perjodohan antara aku dan putrinya." jawabnya dengan tegas. Tiara harus tahu, kalau sebelum di jodohkan dengan putri keluarga Arya, dia pernah di jodohkan dengan putrinya Om Roni. "Chelsea, itu namanya, dia berbeda dua tahun dengan ku, aku tidak pernah mau di jodohkan dengan nya karena sudah menganggap dia seperti adik sendiri." jelasnya lagi menceritakan.


Tiara sampai terdiam, rupanya hubungan keluarga mereka sedekat itu, "Jadi maksudnya ada kemungkinan Chelsea akan membenciku karena aku merebut calon tunangannya." timpal nya berusaha menebak.


Kenzo tidak bisa menjawab karena tebakan Tiara benar adanya, "Iya, ku harap kau bisa memaklumi sikapnya jika dia benar-benar akan kembali ke sini." ucapnya lirih. Hanya itu yang bisa dia ucapkan.


Deg, jantung Tiara sampai berdenyut kencang, perkataan Kenzo membuat nya bisa menyimpulkan kalau sang suami tidak bisa mengabaikan wanita itu walau statusnya sekarang sudah beristri. "Jangan bilang aku harus membagi cinta mu dengan wanita itu," ucapnya dengan kelu.

__ADS_1


Kenzo sampai tersentak, tidak mengira Tiara akan berpikir sejauh itu, "Kau gila, aku bukan lelaki seperti itu Tiara. Selamanya kau istri ku. Jangan berpikir yang tidak-tidak. Aku menceritakan semuanya bukan untuk menyakiti mu, aku hanya tidak ingin kau kaget jika Chelsea benar-benar kembali." Tangannya langsung merangkul Tiara, mendekapnya dengan erat membuktikan kalau tidak akan ada wanita lain yang akan menggeser posisi nya.


"You are my wife, forever my love is only for you." lirihnya sambil mengecup kening Tiara.


__ADS_2