
"Aku tidak tahu apa-apa, Ken. Aku mengikutinya karena melihat keadaannya yang tidak baik-baik saja, bahkan saat berjalan dia hampir terjatuh, aku ingin menghampirinya tapi keburu ada Shasa, dia memasukkan Tiara kedalam mobil itu." Azzura berusaha menjelaskan, jangan mencurigai nya, dia tidak tahu apa-apa. Dia yang sudah berpengalaman di kerjain Shasa langsung tahu kalau semua itu pasti kelakuan wanita licik itu, "Rencana Shasa sangat rapih bahkan kalian sendiri tidak mencurigai nya kan?"
"Argh, sial. Dasar bedebah sialan." Kenzo sampai mencekam keras setir mobil nya geram, tidak ada waktu untuk menyesal, tidak ada waktu menerka-nerka kenapa Tiara sampai seperti itu, yang penting sekarang dia harus menyelamatkan Tiara, dia langsung menancap gas dengan kecepatan tinggi, menuju jalanan yang di katakan Azzura, "Sebentar lagi gue sampai, kau bisa kan menghadangnya agar mobil itu tidak semakin jauh." ucapnya berusaha meminta bantuan Azzura, dia tidak akan memutuskan panggilannya untuk terus memastikan keadaan.
"Aku akan mencoba, tapi jangan terlalu berharap, orang yang membawa Tiara laki-laki, aku tidak ingin mengusiknya, bisa-bisa aku juga yang terkena masalah." timpal Azzura dengan tegas, dia terus mengikuti mobil yang membawa Tiara, sesekali ingin menyalib mendahului saat jalanan sepi, tapi percuma nyalinya tidak seberani itu. "Akh, aku tidak bisa." decak nya kesal. Kenapa dia bisa terlibat dalam masalah ini si.
...~...
Di dalam mobil Arzan, lelaki itu terus menoleh ke belakang memperhatikan Tiara yang sudah terbaring lemas.
"Ken, Kenzo!" Bibir Tiara bergumam, matanya masih terpejam, wanita itu berada di luar kesadaran nya, pengaruh obat sepertinya sudah beraksi. Walau dalam keadaan tidak sadar, nama Kenzo yang keluar dari bibirnya. Keadaan tubuh nya mulai memanas, tubuhnya terus menggeliat mencari kenyamanan, bahkan mini dress yang awalnya menutupi lututnya kini perlahan terbuka karena pergerakannya. "Kenzo." Desahannya bahkan semakin terdengar penuh sensual.
Arzan yang mendengarnya sampai menyeringai senang, "Tahan baby, sebentar lagi kita sampai." Lelaki itu langsung menancap gas semakin kencang. Anggap saja ini balasan karena wanita itu telah berani memukulnya, maka dia akan memberikan wanita itu sebuah pengalaman yang tidak pernah dia bayangkan.
"Kenzo kau masih di mana sih? Orang itu semakin mempercepat laju mobilnya," Azzura kembali memberi tahu situasi, tanpa ragu dia menancap gas dengan lebih cepat lagi untuk menyusul mobil itu, matanya langsung terbelalak sempurna saat sadar kalau jalanan itu menuju sebuah hotel, "Jalanan ini menuju hotel, Ken." ucapnya dengan begitu cemas. "Aku akan menghadangnya, kau harus secepat mungkin ke sini." pintanya lagi. Dia seorang wanita, walau mungkin akan beresiko tapi dia tidak tega melihat keadaan Tiara, orang mana yang akan tega melihat seorang wanita tidak sadarkan diri di bawa oleh seorang lelaki yang tidak di kenal, dan tempat tujuannya sebuah hotel, dia yang melihatnya saja merasa telah di lecehkan.
Amarah Kenzo sampai meluap-luap, "Bajingan sialan!" decak nya geram. Tega sekali Shasa melukai Tiara yang notabenenya masih terikat hubungan saudara, "Oke, gue secepat mungkin ke sana, bukan hanya Tiara, aku pastikan kau juga akan baik-baik saja." ucap nya dengan tegas. Iya, mungkin itu yang bisa dia lakukan, dia akan memastikan Azzura baik-baik saja sebagai tanda terima kasih karena telah membantunya menjaga Tiara.
Azzura benar-benar menancap gas dengan kecepatan tinggi, dia sampai menarik nafas dalam-dalam, dan menghembuskan nya dengan perlahan untuk mengumpulkan keberaniannya, saat jalanan kosong, dia langsung menyalib mendahului mobil itu dan langsung menghadangnya.
__ADS_1
Suara gesekan ban dengan aspal sampai terdengar keras, setelah mendahului mobil lelaki itu, Azzura langsung menginjak rem menghentikan mobilnya menghalangi mobil itu. "Untung saja ini tempat ramai, kalau tempat nya sepi, sumpah gue gak akan melakukannya. Ken." ucapnya memberi tahu Kenzo. Dia langsung menoleh ke belakang melihat keadaan.
Arzan sendiri sampai kaget, "Sial, siapa si hah?" decak nya kesal. Langsung turun dari mobilnya untuk memastikan siapa yang berani menghalangi mobilnya. Lelaki itu langsung menghampiri dan mengetuk pintu mobil itu, tapi tidak ada suara tidak ada pergerakan. "Heh, keluar bodoh!" ucapnya dengan suara keras.
"Kau mendengarnya kan, cepat Ken!" Azzura sudah mulai gugup, dia tidak tahu siapa lelaki itu, yang jelas dia sudah memancing amarah.
"Arzan?" Kenzo tahu persis suara itu, "Jangan turun sebelum gue sampai di sana," titahnya dengan begitu tegas. Dia benar-benar menancap gas dengan kecepatan tinggi melebihi batas normal agar secepat mungkin sampai di tempat tujuan.
"Woi, budek lo ya. Turun! Mau apa lo tiba-tiba menghalangi jalan ku hah?" decak Arzan dengan begitu keras, dia tidak tahu kalau seorang wanita yang ada di dalam sana.
Suasana sedikit ramai, karena suara Arzan yang begitu keras memancing perhatian banyak orang, lelaki itu langsung mengendus kesal dan memilih pergi, tidak ada gunanya terus melayani orang yang misterius ini.
Arzan seketika langsung menyeringai, bukannya takut, keberanian wanita itu malah terlihat menarik di matanya. "Kau pikir aku takut, coba saja." ucapnya dengan tersenyum tipis, dia langsung melangkah kakinya semakin mendekat ke arah wanita di depannya.
Azzura sampai memundurkan langkahnya, lelaki ini memang begitu menakutkan, "Aduh, si Kenzo mana si." gumamnya sambil terus melihat jalanan, baru juga ia harapkan kedatangannya, Kenzo benar-benar sudah sampai dan langsung menepi kan mobilnya.
"Dasar lelaki kurang ajar!" Bug. Tanpa basa-basi Kenzo langsung menghampiri Arzan dan memukul nya, meninjunya dengan begitu keras sampai lelaki itu tersungkur ke aspal. "Apa kau belum puas terus mengganggu kita hah?" Dia langsung mencekam kerah Arzan, menarik lelaki itu untuk berdiri dan kembali melayangkan tinjunya.
Azzura yang melihat kedatangan Kenzo langsung menghampiri mobil lelaki misterius itu lekas membuka pintu mobil melihat keadaan Tiara, "Astaga, Tiara." Dia begitu kaget, wajah Tiara sudah memerah, urat urat tubuhnya bahkan terlihat mengencang menahan rangsangan obat di dalam tubuhnya. Bahkan bibir Tiara berkali kali mendesah memanggil nama pacar nya. "Kenzo, cukup! Biarkan saja dia, kita harus bawa Tiara ke rumah sakit!" teriaknya pada Kenzo agar lelaki itu melihat keadaan Tiara.
__ADS_1
Kenzo langsung mendekat, "Tiara." Amarah nya kembali meluap-luap saat melihat keadaan Tiara, tanpa di beri tahu pun dia bisa tahu kalau istrinya itu sudah di pengaruhi obat, "Bajingan sialan!" decak nya geram, dia lekas masuk untuk menggendong Tiara, mengeluarkan istrinya dari mobil bedebah itu. "Maaf." lirihnya sambil menggendong Tiara dengan begitu erat, bisa-bisanya dia lengah sampai hampir mencelakai Tiara.
"Ken!" Bibir Tiara kembali mendesah, tangannya langsung merangkul pundak Kenzo, dan memeluknya dengan erat, "Akh, panas Ken!" lirihnya dengan suara sensual yang begitu berat, seakan dia menahan keras hasrat di tubuhnya. Rangsangan di dalam tubuhnya sungguh sangat menyiksa.
"Cepat, Ken! Bawa ke mobil ku. Kita harus membawanya ke rumah sakit. Kalau tidak di obati, efek obat perangsang itu akan merusak organ tubuhnya." Azzura sudah kutar ketir, langsung membukakan pintu mobil bagian tengah, kembali menutup pintunya setelah Kenzo dan Tiara masuk, dia sendiri langsung bergegas untuk mengemudikan mobilnya.
"Ken," Tiara yang berada di pangkuan Kenzo kembali mendesah, tangan yang awalnya merangkul pundak Kenzo mulai terlepas, "Panas." lirihnya dengan tangan yang bergerak ingin membuka mini dress nya. Rasa panas di dalam tubuhnya menghilangkan kesadaran nya.
Kenzo sampai tidak tega melihatnya, "Tiara." panggilnya dengan lirih, dia perlahan mencegah pergerakan tangan Tiara, terserah di dalam mobil itu ada Azzura, dia harus meringankan rasa sakit yang di tahan istrinya.
Azzura yang melihat tingkah Tiara langsung terperangah, efek obat itu benar-benar sudah membuat Tiara kacau, "Tahan Tia--" ingin bicara tapi bibirnya langsung bungkam, dia langsung memalingkan wajahnya saat melihat Kenzo tanpa ragu mencium bibir Tiara, melu-mat bibir wanita itu dengan begitu lembut bahkan tanpa mempedulikan keberadaan nya lelaki itu terus mencumbu Tiara. "Kenzo aku tahu dia pacar mu, tapi jangan melewati batas, aku akan mengantarkan Tiara ke rumah sakit, jangan macam-macam!" ancamnya dengan tegas, dia sampai tidak berani menoleh kebelakang. Berusaha menasehati Kenzo dan lekas menancap gas menuju rumah sakit terdekat.
"Jangan banyak bicara, jangan banyak bertanya, antarkan saja kita ke kediaman keluarga Wijaya." pinta Kenzo dengan begitu datar. Dia sudah kacau melihat keadaan Tiara, jangan lagi ada orang yang mengusiknya. "Aku bisa mengobatinya dengan caraku sendiri." ucapnya dengan begitu tegas.
Azzura sampai menelan keras saliva nya, "Jangan berpikir yang macam-macam, Ken. Kalau kau seperti itu, kau sama bejatnya dengan lelaki tadi." timpal nya geram. Dia tidak bisa membiarkan Kenzo menyentuh Tiara melebihi batasan nya.
"Dia istri ku." timpal Kenzo berusaha menepis prasangka Azzura. "Jadi jangan banyak bicara! Lakukan saja apa yang aku suruh!" lanjutnya kembali menegaskan dengan begitu dingin. Persetan wanita itu mengetahui status mereka, yang penting sekarang dia bisa mengobati Tiara. Dia tidak tega melihat keadaan Tiara yang terlihat begitu tersiksa.
"What! Istri?" Azzura kaget bukan main, refleks menoleh, Kenzo sedang tidak main-main kan? Tapi Kenzo tidak mungkin berbohong, dia tahu siapa lelaki itu. "Oh my God," hampir tidak percaya, dia kembali memalingkan muka, mata dan telinga nya sudah ternodai melihat pemandangan di belakangnya. Apa mereka benar-benar suami istri? Tapi kalau tidak, Kenzo tidak akan sebejat itu menyentuh Tiara, bahkan tanpa di sengaja dia melihat kaca spion depan dan memergoki tangan Kenzo yang sudah bergelayar menyentuh dan mere-mas dua gundukan milik Tiara, sampai des-ahan wanita itu menggema di dalam mobilnya. "Akh, ini gila." Situasi macam apa ini, dia benar-benar dibuat frustasi, langsung memalingkan kaca spion itu dan menancap gas dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
"Terserah apa yang akan kalian lakukan, tapi bisakah jangan mengeluarkan suara, aku akan secepatnya mengantarkan kalian ke kediaman keluarga Wijaya. Jadi tahan lah dan lakukan di rumah saja." Azzura sampai berteriak frustasi, mimpi apa dia semalam sampai bisa terjebak dalam situasi seperti ini. Dia berusaha menutup telinga nya rapat-rapat, pura-pura tidak tahu apa yang terjadi dengan kedua orang yang sedang duduk di kursi mobil penumpang nya.