Terpaksa Menerima Perjodohan

Terpaksa Menerima Perjodohan
Dia tidak punya mantan.


__ADS_3

Kenzo terus memperhatikan Tiara, raut wajah wanita itu terlihat murung karena dia tidak menceritakan siapa itu Azzura. "Hei, jangan memasang ekspresi seperti itu? Apa kau benar-benar penasaran siapa wanita itu?" tanyanya sambil menyentil kening Tiara. Bikin kesel saja, kenapa tiba-tiba menanyakan tentang Azzura.


"Aww, sakit tau!"


"Makanya jangan memasang wajah menyediakan seperti itu." omel Kenzo sambil mengambil ponselnya. Dia langsung melakukan panggilan pada Devan, dan lekas memberikan ponsel itu pada Tiara. "Nih! tanyakan langsung pada Devan. Sepertinya kau tidak akan bisa tidur sebelum mengetahui siapa dia." tuturnya memberi kesempatan. Devan yang membuat Tiara penasaran, biar lelaki itu pula yang menceritakan nya.


Tiara langsung mengambil ponsel Kenzo, mendekatkan ponsel itu pada telinganya menunggu panggilannya tersambung, tidak lama dia kembali menjauhkan ponsel itu saat Devan mengoceh di balik ponselnya.


"Sialan lo, Ken. Masa AFK begitu saja, mau apa lo sekarang?" tanyanya dengan suara keras, Devan masih kesal karena Kenzo AFK dalam permainannya.


"Heh, ini bukan Kenzo, ini aku." timpal Tiara dengan begitu sewot, ikut meninggikan suara, seenaknya saja Devan mengomeli suaminya. "Kau mengenaliku kan?" tanyanya memastikan. Dia langsung me-loadspeaker ponsel itu biar Kenzo mendengar ocehan temannya.


Sontak Devan langsung tercengang, bahkan bukan hanya Devan, Reno yang tahu kalau itu Tiara ikut bersuara. "Wah, wah, setelah membuat si Bos AFK kau juga berani mengambil ponselnya." oceh Reno tidak percaya, Kenzo yang mereka kenal tidak mudah memberikan barang pribadinya begitu saja, apalagi itu sebuah ponsel.


"Heh, bicara yang sopan, Tiara lebih tua dari mu bodoh." Kenzo yang menimpali, berdecak kesal mendengar ocehan Reno.


Sontak Reno langsung menciut ketakutan, "Ekh, si Bos. Ku kira Bos nya tidak ada," ucapnya dengan tersenyum kikuk, suaranya saja hampir tidak kedengaran karena begitu pelan, kembali memberikan ponsel Devan, biar lelaki itu yang bicara.


"Ada apa, Ken?" Devan kembali bicara, kali ini suaranya lebih bersahabat, sedikit penasaran juga kenapa Tiara tiba-tiba menelponnya.

__ADS_1


Di rasa kedua temannya sudah bicara santai, Kenzo beranjak berdiri. "Tanyakan saja, aku ke toilet dulu." ucapnya memberikan kebebasan untuk Tiara bicara. Dia memilih pergi karena malas mendengarkan ceritanya.


"Sebenarnya Azzura siapa?" Tiara langsung bertanya, basa-basi juga percuma karena hanya hal itu yang ingin dia ketahui. "Kenapa kau menandainya?"


Devan sontak tertawa, dia kira Tiara mau apa, "Dia merupakan putri dari seorang pengusaha fashion ternama, dia murid tercantik seantero SMA Trisakti." jawabnya masih sambil tertawa.


Tiara sampai jengah, "Heh, kalau itu aku juga sudah tahu. Di biodatanya juga sudah tertera dengan begitu jelas." decak nya kesal, bukan itu yang membuatnya penasaran. "Kenapa saat aku bertanya pada Kenzo dia malah terkejut, bahkan dia tidak mau menceritakannya dia siapa, apa ada sesuatu?" tanyanya lagi.


"Kau memang cukup peka, ku beri tahu ya, Azzura itu mantan pacar si Kenzo." ucap Devan memberi tahu, dia sampai kembali tertawa karena Tiara langsung terdiam tanpa kata. "Kau, cemburu? tenanglah ceritanya belum selesai." lanjutnya lagi, malah meledek Tiara.


"Jangan bercanda, aku serius?" Tiara sampai kaget, bagaimana tidak, Kenzo pernah berkata kalau dia tidak pernah punya pacar, kenapa sekarang tiba-tiba Devan mengatakan kalau itu adalah mantan nya Kenzo. Tidak mungkin kan kalau suaminya itu membohonginya.


"Azzura adalah sejarah terburuk bagi si Kenzo, dari sekian banyak murid wanita yang menyukai si brandal sekolah itu, hanya Azzura yang berani menyatakan cintanya dengan terang-terangan, bahkan si Kenzo di tembaknya di tengah-tengah lapangan olahraga setelah dia bermain basket dan kau tahu? saat itu banyak sekali orang. Gokil kan?" tutur Devan menceritakan dengan begitu antusias. Dia juga sampai mengacuhkan jempol dengan keberanian Azzura.


"Jadi Kenzo menerima nya?" tanya Tiara makin penasaran. Tidak akan menjadi mantan kalau tidak menerima cinta wanita itu.


"Kau mungkin juga sudah tahu kan sifat asli si Kenzo seperti apa, dia tidak akan bertingkah gegabah apalagi sampai merugikan orang jika orang itu tidak pernah mengusiknya, jadi dia tidak bisa menolak nya secara langsung karena tidak ingin mempermalukan Azzura,"


Tiara sesaat terdiam, menghela nafas berat, fakta kalau Kenzo orang baik juga di rasakan oleh nya. "Iya aku tahu, walaupun terpaksa dia akan menerima nya, kan?" timpalnya dengan suara pelan. Dia langsung menyandarkan punggungnya di sofa, tiba-tiba menjadi lemas, Azzura dan dia bukankah sama, sama-sama di terima Kenzo karena keterpaksaan. Hubungan nya sekarang dengan Kenzo juga karena lelaki itu kasihan padanya, bukan asli karena kemauan nya apalagi di dasari rasa cinta. Kalau begitu apa bedanya dia dengan wanita lain.

__ADS_1


"Hei, kau benar-benar cemburu? tenang lah, hubungan mereka hanyalah kepalsuan dan itu tidak bertahan lama. Kenzo tidak pernah memperlakukan nya sebagai seorang pacar, bahkan dia tidak ingin mengakui nya dan tidak ingin mengingat ingat kejadian itu."


Iya, semoga saja, semoga saja apa yang di katakan Devan benar adanya, setidaknya dia sedikit berbeda dengan Azzura karena Kenzo memperlakukan nya dengan penuh perhatian, meski dia tahu kalau itu bukanlah sebuah rasa cinta. "Sudah tahu Kenzo tidak ingin mengingat hal itu, kenapa kau malah memberi tanda, apa kau sengaja agar aku mengetahui itu?" ucap nya penuh tanya.


"Iya, jaga-jaga saja, kau harus tahu itu karena sampai sekarang Azzura masih mencintai Kenzo. Jangan berurusan dengan nya karena sudah pasti kau akan kalah saing dari nya." tutur Devan memberi nasihat. Iya, dia melakukan itu bukan tanpa alasan, dia sudah membayangkan kalau dua wanita itu di sampai di pertemukan, pasti Tiara sendiri yang akan malu jika di bandingkan dengan Azzura. "Sebenarnya di awal aku curiga kalau hubungan kalian juga sebuah kepalsuan, sama seperti saat bersama Azzura, tapi setelah di perhatikan ternyata jauh berbeda, karena Kenzo memperlakukan mu selayaknya pasangan, berusahalah menjaganya karena di laur sana banyak Azzura-Azzura lain yang mencintai Kenzo mu itu." ledeknya lagi dengan tertawa. Terimalah nasib menjadi pasangan seorang Kenzo, wanita itu tidak akan hidup tenang karena banyak tatapan syirik dari banyak wanita-wanita lain di laur sana.


Tiara sampai menghela nafas panjang, apa memang serumit itu nasibnya, belum juga kelar masalah Shasa, sudah muncul lagi sebuah nama baru, padahal dia membutuhkan bantuan wanita itu, tapi belum juga apa-apa nyalinya sudah menciut karena ucapan Devan. "Sejak awal aku hanya ingin bersekolah dengan tenang, kenapa malah seperti ini, Argh."


Kenzo terlihat kembali, bisa dengan jelas melihat ekspresi Tiara yang begitu frustasi dia langsung mengambil ponsel itu dan memastikan apa yang Devan bicarakan. "Heh, apa saja yang kau ceritakan? Kenapa dia jadi lemas begitu," bisik nya dengan nada kesal. Dia kembali melirik Tiara yang sedang menatap ke arah nya. "Sebentar aku mau bicara dengan Devan." ucapnya pada Tiara, dia langsung maju tiga langkah sedikit menghindar dari Tiara.


"Haha. Gue menceritakan semuanya, dan kayaknya dia cemburu, Ken." jawab Devan singkat tanpa rasa bersalah, salah sendiri kenapa menyuruh dia yang menceritakan nya.


"Apa kau gila, kau bisa kan sedikit berbohong." timpal Kenzo geram.


"Berbohong tidak baik coi, bukankah itu lebih bagus. Jadi kau bisa tahu kalau Tiara memang mencintai mu." timpal Devan masih bicara dengan begitu enteng.


Kenzo sesaat terdiam, langsung menghadap ke arah Tiara masih dengan jarak sedikit jauh dari wanita itu, "Dia bicara apa saja?" tanyanya lagi.


"Tidak banyak bicara, dia sudah bisa menebak kalau kau menerima Azzura karena kasihan pada nya. Dia seperti sudah tahu betul siapa dirimu, di bilang walaupun terpaksa kau akan menerima nya," timpal Devan menceritakan.

__ADS_1


"Sial, jadi salah faham kan."


"Salah faham apanya, Ken?" Devan jadi bingung sendiri, bukannya menjelaskan Kenzo malah mengakhiri panggilan nya.


__ADS_2