Terpaksa Menerima Perjodohan

Terpaksa Menerima Perjodohan
Gara-gara camping.


__ADS_3

Tiara sudah masuk ke ruangan guru, lekas menghampiri meja guru BK, dan menyapanya. "Siang, Pak. Bapak memanggil saya?" tanyanya sambil menundukkan kepala.


"Iya, duduklah!" Guru BK itu langsung menunjuk kursi di depannya mengisyaratkan agar Tiara duduk di sana.


Tiara langsung duduk, menerka-nerka apa sebenarnya yang akan di sampaikan guru itu sampai memanggilnya ke kantor, ekspresi nya terlihat datar sampai dia tidak bisa menebaknya. "Ada apa ya, pak. Bapak memanggil saya?"


"Kau sudah mendengar kan kegiatan camping sekolah yang akan di laksanakan akhir pekan nanti, dari laporan yang bapak terima kamu tidak ikut dalam kegiatan itu." ucapnya to the poin, "Kenapa kamu tidak ikut?"


Tiara langsung menundukkan kepala, rupanya guru BK memanggilnya karena masalah itu. "Maaf, Pak." jawabnya singkat, dia tidak bisa banyak bicara, tidak mungkin menceritakan alasannya kenapa.


"Kenapa minta maaf, sekolah tidak di rugikan jika kamu tidak ikut dalam kegiatan itu. Tapi dirimu sendiri yang akan di rugikan." timpal guru itu dengan tegas. Mana semangat Tiara yang dulu begitu menggebu-gebu ingin menggeser posisi Trisakti sekolah, di saat ada kesempatan baik murid itu malah menyia-nyiakan nya. "Apa kau sudah tidak tertarik dengan posisi Trisakti?" tanyanya berusaha memastikan.


"Tidak, Pak. Saya ingin menduduki posisi itu." jawab Tiara dengan cepat. Dia tahu dalam kegiatan camping itu guru akan memantau perkembangan murid dan akan menambah nilai plus, dalam kegiatan nanti. Tapi apalah daya, dia harus mengikuti kemauan Kenzo untuk tidak mengikuti kegiatan itu. Dan tentunya dia tidak akan mendapatkan nilai tambahan.


"Lalu kenapa kau menyia-nyiakan kesempatan ini? Nilai kamu memang sangat baik, Tiara. Tapi jika kau tidak bisa mematuhi peraturan sekolah, nilai bagus pun percuma saja." timpal guru itu menjelaskan, sekolah Trisakti bukan sekolah main-main untuk murid yang tidak koperatif menuruti peraturan sekolah. "Camping di laksanakan selama tiga hari, jika kau tidak mengikuti kegiatan itu, berarti itu sama seperti kau bolos sekolah, Tiara." ucapnya lagi menegaskan.


Tiara sampai terperangah, selama itukah, dan selama itu pula dia akan divonis bolos sekolah, "Pak, saya mohon. Berilah sedikit keringkan, saya akan membuktikan kalau saya mampu menduduki posisi Trisakti tanpa harus mengikuti kegiatan camping itu." kilah nya berusaha memohon. Dia bukannya tidak mau mengikuti peraturan sekolah, tapi dia punya seorang suami yang harus dia patuhi, terlebih itu semua juga demi kebaikannya sendiri.

__ADS_1


"Sekolah ini bukan tempat untuk bernegosiasi dengan sebuah peraturan Tiara, Bapak hanya kasihan pada mu, kau sudah mengukir prestasi yang baik, nilai-nilai mu juga baik, alangkah baiknya jika kau ikut berpartisipasi dalam kegiatan sekolah untuk menyempurnakan semaunya. Kau sudah membantu Azzura kembali ke kelas unggulan, apa kau tidak takut jika kesempatan mu menduduki posisi Trisakti malah di rebut oleh orang lain, karena semakin banyak orang yang mengincar posisi itu." tutur Guru itu berusaha menasehati, dia melihat potensi baik dari murid wanita ini. Jadi jangan pernah menyia-nyiakan nya. Terlebih para Trisakti sekarang tidak mudah di kalahkan.


"Terima kasih atas nasehat, Bapak. Tapi maaf Pak, saya benar-benar tidak bisa mengikuti kegiatan camping." timpal Tiara dengan suara melemas, dia kembali menundukkan kepala. Iya, itulah resikonya bersekolah di tempat yang ketat, sekolah ini lebih mendahulukan kedisiplinan dari pada kemampuan. Sedangkan dia sedang berada di posisi sulit sampai tidak bisa memenuhi peraturan.


"Apa itu karena Kenzo, si brandal sekolah itu yang membuat mu tidak bisa ikut?" tebak guru BK itu. Pasalnya dari kemarin mereka berdua terlihat semakin dekat. Dia khawatir kalau Tiara mendapatkan tekanan dari brandal sekolah itu, terlebih lelaki itu juga tidak mau mengikuti kegiatan camping.


Tiara sampai kaget, bahkan guru BK bisa menebak nya. "Tidak Pak, Bukan seperti itu." kilahnya dengan cepat.


Tapi percuma, Tiara tidak pandai menyembunyikan kebohongan, guru BK itu bisa langsung tahu kalau itu semua memang gara-gara lelaki itu, "Jangan menuruti kemauan nya, Tiara. Kau gadis baik, dan dia hanya brandal sekolah yang selalu membangkang peraturan, pihak sekolah pun sudah memakluminya. Kau mungkin dekat dengannya, tapi tidak harus selalu mematuhi keinginan nya, jika itu malah merugikan mu."


"Iya, itu semua terserah kamu, bapak tidak akan memaksa, jika kau mau menduduki posisi Trisakti kau harus bisa lebih disiplin lagi dengan peraturan sekolah, tapi jika kau sudah tidak tertarik lagi kau bisa bertingkah sesuka mu." timpal guru BK dengan tegas.


Perkataan guru itu bak tamparan keras bagi Tiara. Wanita itu sampai semakin menundukkan kepala dengan tubuh yang lemas, "Baik, Pak."


"Walau Kenzo selalu bertingkah sesukanya tapi dia mempunyai kemampuan tinggi dan dia pantas menduduki posisi Trisakti, Tiara. Sedangkan kau, kau berbeda dengan nya, bahkan kau tidak memiliki latar belakang dan dorongan dari keluarga, kau hanya mampu mengandalkan kedisiplinan dan kemampuan untuk mendapatkan semua itu." tutur guru BK, ini adalah penegasan terakhir untuk Tiara, agar murid itu bisa lebih disiplin lagi dan itu semata-mata untuk kebaikannya.


Tiara tanpa sadar mengepalkan tangannya, kenapa harus membawa-bawa keluarga, kenapa harus membawa latar belakang, apa semua orang memandangnya serendah itu karena dia hanya gadis sebatang kara? apa selemah itu kedudukannya hanya karena dia tidak mempunyai apa-apa? sungguh kehidupan ini sangatlah tidak adil untuk nya.

__ADS_1


"Sudah kau bisa kembali," tutur guru itu membiarkan Tiara pergi, percuma terus berlama-lama menasehatinya, murid wanita ini sudah terdiam, dan sepertinya dia mengerti apa maksud perkataannya.


"Baik Pak. Terima kasih atas nasehatnya." Tiara pergi, melangkah dengan kaki yang lemas, dia tidak mengira guru BK itu memanggilnya hanya karena masalah camping dan kedisiplinan yang pada akhirnya malah membuat hatinya cukup terluka.


Tiara keluar dari ruangan guru, melangkah dengan lemas menuju kelas, di lihatnya sosok Jessica yang sama-sama ingin masuk kelas.


"Ekh Tiara. Kelihatannya baru di panggil guru BK, apa karena masalah camping?" tanyanya tiba-tiba. Dia sudah dari tadi berdiam diri di sana menunggu Tiara keluar.


Mood Tiara yang sudah kacau tak mampu bicara ataupun menanggapi perkataan Jessica, dia memilih melaju pergi meninggalkan wanita itu.


"Kenapa tidak ikut, kau merasa tidak percaya diri kalau Kenzo tidak ikut, jangan jadi pecundang dong Tiara." ucap Jessica dengan begitu keras, dan jelasperkataan nya itu sukses membuat Tiara terusik dan wanita itu langsung menghentikan langkahnya. "Akh, Atau mungkin Kenzo nya yang terlalu mengatur kebebasan mu?" ucapnya dengan menyeringai senang, sepertinya Tiara sudah tersulut omongan nya.


Sontak Tiara langsung mengepalkan tangan dan kembali menoleh ke arah Jessica, "Apa kau tidak bisa diam, hah. Urus saja hidup mu, dan jangan ikut campur urusan orang lain!" decak nya geram sambil menatap Jessica dengan tatapan tajamnya. Pikirannya sudah cukup kacau gara-gara perkataan guru BK, kenapa sekarang ada Jessica yang malah memperburuk suasana hatinya.


Jessica langsung tersenyum puas, karena itu yang dia harapkan, langsung melangkah dengan perlahan untuk menghampiri Tiara, "Aku hanya kasihan saja pada mu, tanpa Kenzo kau terlihat begitu lemah, Tiara. Akh, atau mungkin Kenzo sendiri yang menganggap mu lemah," ucapnya dengan begitu santai, dia langsung menepuk pundak Tiara, sepertinya perkataan itu cukup untuk memperkeruh pikiran Tiara, dia tahu Tiara bukan gadis bodoh yang tidak akan mengerti dengan perkataannya.


"Bukannya yang patut dikasihani itu kau. Kau yang iri dengan kehidupan orang lain sampai mau saja repot-repot ikut campur urusan orang lain. Bahkan kau tidak sadar kalau kau lah yang terlihat menyediakan, dasar pecundang." Akh Tiara benar-benar kesal, dia langsung pergi, sudah sangat muak dan pikirannya sudah sedang kacau, tidak ingin terus melayani perkataan Jessica karena itu pasti akan terus memperkeruh suasana hatinya.

__ADS_1


__ADS_2