Terpaksa Menerima Perjodohan

Terpaksa Menerima Perjodohan
Pil kontrasepsi.


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam, Ze dan Kenan terlihat duduk di ruang keluarga menunggu kedatangan kedua putra dan putri nya pulang dari luar kota, tadi siang mereka sudah memberi kabar, dan seharusnya sekarang mereka sudah sampai.


"Mommy," Tiara memanggil nya dengan begitu riang, tersenyum senang melihat sang Mommy, dua hari tidak bertemu Ze rasanya terasa hampa, dia sampai tak sadar langsung melepaskan genggaman tangan Kenzo, dan berjalan cepat menghampiri Ze bergegas memeluk sosok ibu pengganti yang begitu ia rindukan "Kita rindu Mommy." ucapnya lagi sambil mempererat pelukannya.


"Mommy juga merindukan kalian, sayang, pasti lelah ya melakukan perjalanan yang jauh." timpal Ze langsung mengelus kepala Tiara, merangkul lengan gadis itu mengajaknya bergabung bersama Kenan sekalian mengistirahatkan tubuhnya di sofa.


"Mommy sudah tidak ingat pada ku." ketus Kenzo tiba-tiba bersuara, menatap dingin sampai geleng kepala, dua wanita di depannya benar-benar mengabaikan nya. "Tadi merengek-rengek aku milik nya, sekarang aku di abaikan begitu saja." umpat nya bagai anak kecil yang tidak kebagian jatah.


Sontak Ze langsung tertawa, "Iya, iya sini. Seperti anak kecil saja," ucapnya sambil menoleh, ingin meraih tangan Kenzo tapi putranya itu langsung melangkah pergi mendahuluinya. "Dasar anak itu!"


Kenzo langsung menyalami sang Daddy, di ikuti Tiara yang sama-sama ikut bergabung di sana, "Malam Dad." sapa Tiara dengan tersenyum, langsung membungkukkan kepala menyalami Kenan, bertapa senangnya setelah melakukan perjalanan jauh ada orang yang menyambutnya dengan kasih sayang, masih terasa seperti mimpi karena Tiara tidak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya.


"Kerja bagus, kalian pasti lelah kan? Istirahatlah!" Kenan langsung mengelus kepala Tiara, gadis ini benar-benar mengubah kehidupan putranya. Saat tahu mereka mengikuti perlombaan awalnya begitu kaget, sedikit tidak percaya kalau putranya mau mengikuti hal yang menurutnya sangat merepotkan, dan pada akhirnya dia mengikutinya juga.


"Jangan dulu di suruh istirahat dong, Mas. Aku kan penasaran cerita mereka selama di sana." timpal Ze bersuara, dan lagi ada hal yang harus ia pastikan pada keduanya.


"Bercerita nya besok saja, Mom. Kita harus segera istirahat, besok kita harus sekolah." Kenzo yang menimpali, dia pun beranjak bangun, dan mengajak Tiara sama-sama naik ke atas untuk istirahat.


"Mommy mau bicara, biarkan saja dia istirahat terlebih dulu." Ze berbisik mencegah Tiara, dia harus memastikan sesuatu sebelum mereka masuk ke kamarnya.


"Ken, duluan saja," Sepertinya ada hal penting, Tiara pun menuruti permintaan mommy nya.


Kenzo sudah naik ke atas, sedangkan Kenan sudah masuk tempat kerja memastikan beberapa dokumen yang harus dia kerjakan, kini tinggal Tiara dan Ze yang masih duduk di sofa.


"Kenzo belum apa-apain kamu kan, sayang?" Ze langsung bertanya pada intinya, iya, ini hal yang dia pikirkan dari kemarin dan terus terngiang di kepalanya. Bagaimana kalau putranya ceroboh sampai merugikan Tiara.


Sontak Tiara langsung terkejut malu, dia kira mommy nya mau membicarakan apa, rupanya hanya bertanya hal itu saja, "Tidak, mom." jawab Tiara sambil menggaruk tengkuknya malu, "Emm, hampir tapi tidak jadi," lanjutnya lagi berucap dengan ragu, dia tahu apa yang di pikirkan Ze, maka dia harus memberi tahu kalau putranya tidak se-ceroboh yang Ze pikiran.

__ADS_1


"Akh, syukurlah. Dasar anak nakal itu, awas saja kalau dia bertingkah sesukanya." Raut wajah Ze sampai terlihat tenang, dia tahu putra lelaki nya normal, dan dia sendiri yang mengusulkan mereka untuk segera menikah tapi tetap saja ada kegelisahan takut hal tidak di inginkan terjadi. "Tunggu ada sesuatu yang harus mommy berikan pada mu," lanjutnya, sambil menyuruh pelayanan mengambil barang yang sudah dia beli dari kemarin-kemarin.


Tiara sampai terheran-heran, apa lagi sekarang, tadi tiba-tiba bertanya tentang hal yang membuatnya malu, sekarang ingin memberi nya sesuatu dan itu terdengar serius.


Salah satu pelayan menghampiri mereka, memberikan sebuah barang yang Ze minta, Ze pun langsung menerima barang itu dan memberikan nya pada Tiara. "Nih, sebenarnya mommy mau memberikan ini dari kemarin sebelum kalian ke luar kota, tapi mommy lupa." ucapnya dengan tersenyum kecil.


Tiara pun dengan cepat menerima barang itu dan lekas memeriksa apa isinya karena penasaran. "Pil kontrasepsi?" Wajah Tiara sampai memerah, ternyata sang Mommy begitu perhatian bahkan sudah mengantisipasi semuanya.


Ze, yang melihat ekspresi Tiara langsung tersenyum tipis, "Iya, kalian kan sudah menikah, mommy tidak ingin masa depan mu terhalang karena tingkah anak nakal itu, jadi kamu harus mengkonsumsi itu untuk berjaga-jaga." tutur Ze memberi nasehat, dia tahu gairah anak muda seperti apa, dia tidak ingin ada yang di rugikan akibat kecerobohan mereka. Memikirkan untuk memiliki keturunan masih jauh, mereka masih sangat muda, dan masih banyak yang harus mereka capai.


"Terima kasih, Mom." Antara malu dan terharu. Tiara menerimanya dengan senang hati apa yang di berikan Ze.


"Sekarang istirahatlah, dan jangan lupa untuk meminumnya tiap hari, jangan terlewat satu hari pun, bila perlu kamu harus pasang alarm biar tidak lupa." tegas Ze kembali memberi nasehat, "Kalau sudah habis, bilang mommy, biar mommy belikan lagi."


"Siapa, mom."


...~...


"Mommy bicara apa?" Suara Kenzo tiba-tiba terdengar, rupanya lelaki itu belum istirahat dan malah berdiri di depan pintu kamar Tiara. Dia penasaran apa yang di bicarakan sang Mommy pada istrinya.


"Astaga, Ken?" Tiara sampai kaget, dia kira Kenzo sudah rebahan istirahat di kamarnya, ternyata suami nya itu masih menunggunya, "Ini, mommy memberi ku ini, kau mau?" jawabnya dengan candaan, langsung mengeluarkan pil kontrasepsi itu, biar suaminya tahu apa yang mommy nya berikan.


Auto langsung tersenyum girang, rupanya tanpa di minta mommy nya sudah tahu apa yang dia butuhkan, "Aku tidak mau itu, aku mau orang nya." timpal Kenzo dengan tersenyum penuh arti.


"Akh dasar mesum, awas! kau menghalangi jalan ku." Tiara malah salah tingkah, malu sendiri karena Kenzo terus menatapnya. "Bersihkan badan mu sana!" serunya lagi karena Kenzo masih berdiri tanpa pergerakan.


Kenzo sendiri malah tersenyum kecil, yang memulai bercanda siapa, yang salah tingkah siapa? "Kau tidak ingin tidur di kamar ku?" Seolah bertanya padahal meminta, Kenzo masih berdiri tanpa pergerakan sebelum Tiara memberikan jawaban kalau wanita itu akan tidur di kamarnya.

__ADS_1


"Emm, Kau saja yang ke kamar ku!" jawabnya dengan sedikit malu, memang seharusnya kan lelaki yang menghampiri wanita, bukan malah terbalik. "Kau mau orang nya kan?" tanyanya lagi malah kembali menggoda.


Kenzo sampai mengusap kasar rambutnya, kalau tidak mengingat ada yang harus dia kerjakan sekarang dia benar-benar akan langsung melahap Tiara, "Baiklah, tunggu dan bersiaplah." timpal nya dengan tersenyum simpul, membiarkan Tiara masuk kamar, dia sendiri harus kembali ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya.


Kenzo sudah memasuki kamarnya, melihat waktu yang sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam. "Ku harap si Mario belum tidur." gumamnya sambil mengambil ponsel untuk menghubungi lelaki itu. Dia langsung duduk di sofa karena harus membereskan sesuatu sebelum menghampiri Tiara.


Tut....Tut.... Tur... Membutuhkan waktu lama, bahkan Kenzo kembali melakukan panggilan karena tidak kunjung ada jawaban.


"Ada apa, Ken?" Akhirnya Mario mengangkat panggilan, suaranya terdengar berat, karena terganggu dengan panggilan di ponselnya.


"Aku butuh bantuan mu." ucap Kenzo tanpa basa-basi, waktunya sudah mepet, dan hanya lelaki itu yang bisa membantunya.


"Apa?"


"Hack semua cctv sekolah dan sambungkan ke ponsel ku, sekarang?" pintanya dengan begitu enteng.


Mario sampai tercengang, yang tadi nya begitu ngantuk sekarang matanya langsung melek sempurna "Kau gila! untuk apa Ken?" tanyanya kaget, lebih kaget lagi kenapa harus sekarang. Di kira membeli gorengan bisa di lakukan dengan mudah, "Nge-hack cctv membutuhkan waktu lama, Ken?" protes nya tidak bisa.


"Lo juga tahu kan, acara pesta yang akan di gelar malam besok, gue harus memastikan pergerakan mereka. Untuk lo nge-hack cctv bukan perkara yang susah, kan? timpal Kenzo menjelaskan, dia harus memastikan semua baik-baik saja agar Tiara tidak terkena masalah, dia tahu anggota osis semuanya adalah konco-konco Shasa. Maka dia harus mengamati pergerakan mereka, karena mereka semua yang berperan menyiapkan pesta.


"Tapi ini sudah malam, Ken. Lo mau gue di gebukin satpam sekolah di kira maling, besok sajalah."


"Gue kasih harga tinggi, lakukan sekarang!" titahnya kembali menegaskan. Dia belum bisa tenang sebelum bisa memastikan semuanya.


Mario sampai menghela nafas, seorang Kenzo memang tidak bisa di ajak negosiasi, tapi dia harus bisa meyakinkan nya. "Gue gak butuh uang, Ken. Gue mau membantu lo dengan senang hati, tapi jangan sekarang, resiko nya terlalu tinggi." tolaknya dengan memohon, dia juga mau membantu Kenzo, tapi tidak dengan resiko mengorbankan dirinya, "Besok saja, gue pastikan sebelum jam enam pagi lo bisa mengakses cctv sekolah dengan mudah, kirimkan saja IP ponsel lo. Gue kerjakan besok." tutur nya meyakinkan, kali ini dia tidak akan mengecewakan Kenzo jadi percayalah.


"Oke, Gue tunggu!" Kenzo mengalah, itu lebih baik dari pada tidak sama sekali. Dia pun langsung mengakhiri panggilannya.

__ADS_1


Beberapa menit berlalu, Kenzo sudah membersihkan tubuhnya dan bergegas menghampiri Tiara, langsung memasuki kamar sang istri dan lekas mengunci kamarnya.


"Apa dia ketiduran," Kenzo sedikit kaget, saat masuk kamar dia mendapati Tiara sudah terpejam meringkuk di sofa, sepertinya tadi dia terlalu lama berbicara dengan Mario, sampai Tiara ketiduran menunggu nya. "Kalau lelah tidur di ranjang saja, kenapa malah tidur di sini?" gumamnya sambil perlahan mengangkat tubuh Tiara untuk memindahkan nya ke tempat tidur. Menyelimuti nya dengan hati-hati, dia pun ikut berbaring di samping nya. "Istirahat lah, Sayang." lirihnya sambil memeluk Tiara, wajah sang istri terlihat begitu tenang saat terpejam dalam tidurnya sampai dia tidak tega untuk membangunkan nya. Masih banyak waktu, tidak apa jika Making love nya harus di tunda lagi.


__ADS_2