
hari pertunangan pun tiba, semua sudah sepakat bahwa pernikan juga akan d lakukan seminggu lagi, karna rafa setelah nikah ada perjalan bisnis keluar negri jdi sekali bilan madu, pikir rafa
hari pernikanpun d adakan semeriah mungkin, karna rafa anak pertama dan pewaris terbesar d keluarga abiputra
pesta telah usai pengantin baru memasuki kamarnya..
"alya jika memang kamu belum siap, q akan menunggu sampai kamu siap seperti kesepakan kita tempo hari"
rafa maafkan aku, beri aku waktu"
"baiklah tapi apa boleh kalo hmm" rafa berjalan mendekati alya, semakin dekat dan
cup
rafa mencium bibir alya, tak ada penolakan rafa memperdalam ciumannya, setelah kehabisan nafas barulah mereka melepaskan ciumannya
hos hos hos (kayak habis lari ae hehe)
"makasih"ucap rafa sambil mencium kening alya
"sama sama" wajah alya bersemu merah
tiba tiba ada ketukan dari luar kamar mereka, ternya pelayan mengantarkan makanan malam karna mereka belum makan sedari acara berlangsung
mereka lalu melahap makanannya, setelah selesai, tiba tiba badan keduanya panas
hmmm sepertinya ada yang sengaja naruh obat perangsang d makan kita, pikir rafa
"mas kok panas y" ucap alya sambil mengkibas kibaskan tangannya ke muka
"sama nie, gerah banget, q mandi dulu ya"
"q juga mau mandi mas, panas banget gak tahan aku"
__ADS_1
"eh alya tunggu"
akhirnya mereka masuk kamar mandi bersama, selesai mandi tetap saja mereka kepanasan, untung rafa bisa tahan, jika tidak habis alya d dalam kamar mandi (hehehe), namun pertahanannya luntur kala alya melepaskan kimononya dan tiba tiba mencium rafa duluan..
eemmmmhh
astaga, kau duluan jdi jangan salahkan aku. batin rafa
ciuman panas pun terjadi, rafa lalu menggendong alya ketempat tidur, dan melanjutkan alsinya..
diciumnya lehernya sambil meninggalkan bekas tanda kepemilikannya (ckckck)
dan terjadilah adegan panas ranjang, yg memang seharusnya terjadi sampai mereka puas, entah berapa ronde yg mereka lakukan, hingga jam 5 pagi mereka baru selesai,,
akhirnya rafa tumbang d sebelah alya, dan tidur, hingga tak.menyadari bahwa sekarang sudah jam 10 pagi..
ketukan pintu membangunkan mereka.
"biarinlah ganggu saja"
akhirnya rafa melanjutkan tidurnya tanpa memperdulikan ketukan pintu
jam 1 siang alya bangun tidurnya, ia menrjapkan matanya, dan terasa ada yang berat d atas perutnya, dilihatnya betapa terkejutna dia tubuhnya polos tanpa sehelai benang pun, dan
"aaaahhhkkkk rafa bangun, apa yang semalam terjadi" sambil menggoyang2 kan tubuh rafa
"hmm ada apa alya"
"a_apa yang teejadi semalam"
"ya yang seharusnya terjadikan"
"haiss kan kita sudah sepakat rafa"
__ADS_1
"iya iya q tau, tapi kamu sendiri semalam yang menggodaku, yasudah" jawab rafa santai
"tanggung jawab kamu"
"iya aku tanggung jawab dan sekarang aku mau lagi"
tanpa menunggu jawaban alya, rafa langsung mencium bibir alya, dan terjadilah olah raga mereka d siang bolong (haha)
cup "terimakasih sayang, q berjanji akan mencintaimu dan membahagikanmu seumur hidupku"
"hmmm aku pegang janjimu, tp maaf q belum bisa...
"sstth jangan d lanjukan lagi, q mengerti san sekarang q mau lagi hehe"
dan terjadi lagi dan lagi hingga sore hari baru mereka berhenti karna cacing2 perut mereka pada berontak minta d isi.
"sayang makasih kamu telah menjaga kesucianmu untukku" ucap rafa bahagia karna dia yg pertama untuk alya
"sama2 " dengan senyum manisnya alya
"jangan senyum seperti itu jika d luar, karna sekarang kamu milikku seorang, oy lusa kamu ikut aku perjalanan bisnis ke berbagai negara sekalian bulan madu"
"lalu pekerjaanku bagaimana?
"kamu berhenti kerja, q sudah mengurusnya"
"haiss kau ini ambil kepusan sendiri tanpa persetujuan dariku hmmm" kesal alya dengan memanyunkan mulunya
cup
"itu hukuman bagimu karna mulutmu kau monyong2kan hahaha" tawa rafa
alya diam saja, sebenarnya dia mulai membuka hatinya untuk rafa, dan sekarang mulai tumbuh benih benih cinta itu d hati alya
__ADS_1