Terpaksa Menerima Perjodohan

Terpaksa Menerima Perjodohan
Apa yang kau lakukan?


__ADS_3

Brrakk....


Pintu ruangan penyiar terbuka dengan begitu keras, pintu itu sampai membentur tembok karena Kenzo menendangnya dengan begitu keras. Tanpa permisi lelaki itu langsung masuk dan membuat ricuh murid-murid yang ada di dalam sana.


"Ken-kenzo!" Mario sampai tersentak, dia yang sedang duduk di kursi kekuasaannya langsung tercengang kaget. "Mau apa dia kemari?" gumam nya penuh tanya, dia sampai memposisikan duduknya karena lelaki itu makin mendekat menghampiri nya dengan tatapan yang tidak bersahabat.


"Kenapa? kau terlihat kaget sekali melihat kedatangan ku." Kenzo langsung menyeringai, mengambil sebuah buku di meja Mario dan memainkannya. "Sepertinya kau sadar diri merasa punya salah sampai ketakutan seperti itu." ucapnya lagi, dia langsung menyandarkan tubuhnya di meja Mario dan menodongkan buku yang dia pegang di dagu lelaki itu. Wajah Mario sampai terangkat dan membuat dia bisa dengan jelas menatapnya.


Mario menelan keras saliva nya, seorang Kenzo tidak pernah basa-basi, kalau lelaki itu sudah marah maka habislah dia di tangannya. "Ken, aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan. Aku sudah menuruti semua kemauan mu, apalagi yang kau inginkan?" ucap Mario berusaha mengalihkan amarah Kenzo.


Walau masih tidak percaya kalau lelaki itu sampai menghampirinya, dia akan berusaha terlihat tenang seolah dia tidak bersalah.


"Tidak ku sangka kau masih punya nyali," decak Kenzo dengan begitu geram. Amarahnya makin tersulut, dia langsung mencekam kerah baju Mario. Bisa-bisanya lelaki itu terlihat percaya diri walau telah membohonginya "Katakan! dari mana kau mendapatkan foto itu?" tanya nya dengan begitu tegas, genggaman tangannya sampai makin keras mencekam lelaki itu.


Mario semakin kaget, badannya sampai bergetar lemas, ingin mencari bantuan tapi tidak ada yang berani melawan seorang Kenzo. Bahkan para jurnalis yang sama sama ada di sana tidak kalah terkejut melihat ketua mereka ada dalam bahaya, tapi apalah daya mereka, mereka tidak bisa berbuat apa-apa.


"Tenang Ken, bukannya sudah ku bilang kalau aku mendapatkan nya dari cctv." jawab Mario dengan cepat, tangannya refleks meraih lengan Kenzo untuk meregangkan cengkeraman lelaki itu.


"Lo pikir gue bodoh? Katakan! atau gue benar-benar akan menghajar lo!" decak Kenzo, dia sampai meninggikan suaranya karena lelaki itu tetap saja bungkam. Sebenarnya Kenzo sudah bisa menebak dari mana asal foto itu, hanya saja dia butuh kesaksian Mario agar dia bisa lebih mudah menghilangkan jejak foto itu agar tidak ada lagi masalah.


Badan Mario semakin bergetar lemas, tapi lelaki itu masih berusaha baik-baik saja. "Hanya karena sebuah foto dia sampai segila ini."

__ADS_1


keluh Mario mulai merasa terancam, keadaannya bagai simalakama. Kalau bicara yang sebenarnya dia harus bersiap-siap berurusan dengan si licik Shasa dengan ancaman keluar dari sekolah, tapi kalau tetap diam dia tidak bisa menjamin akan bertahan dari amukan Kenzo yang sudah mencekam keselamatannya.


"Ken, sudah ku bilang aku dapat dari cctv." tutur Mario masih berani berbohong lagi. Dia masih percaya diri kalau Kenzo dapat di bohongi.


"Jadi ini pilihan Lo!" Kenzo langsung menyeringai. Tanpa basa-basi dia langsung melayangkan kepalan tangannya dan mendaratkan tinju di pipi Mario.


Bug. Satu pukulan mendarat sempurna, wajah Mario sampai terpental karenanya.


Suasana semakin ricuh, keributan di ruang penyiar memancing perhatian murid yang lain.


Kehadiran Kenzo yang mengobrak-abrik ruang penyiar sudah terdengar di telinga murid murid lain, sampai memancing mereka untuk berkumpul di sana.


Jonathan sang ketua osis juga sudah tiba di sana, dia sama-sama tidak bisa melerai karena sudah tahu amarah Kenzo seperti apa. Shasa dan kedua kawannya juga sudah terlihat, mereka hanya berdiri dengan perasaan cemas takut Mario buku mulut dan selanjutnya mereka lah yang akan mendapat amanah Kenzo.


ucap satu murid laki-laki yang berdiri di dekat Jonathan, berusaha menasehati. Dia kasihan pada Mario, tapi tidak mampu membantu makanya dia menyuruh Jonathan yang notabene adalah sahabat Kenzo.


"Aku tidak pernah meminta dia melakukan itu, karena foto di forum sekolah tidak merugikan ku sama sekali." timpal Jonathan begitu santai. Dia seolah membenarkan kalau dia sedang berhubungan dekat dengan Tiara.


Murid murid yang mendengar pernyataan Jonathan langsung di buat heran, bertanya-tanya "Lalu, apa yang membuat Kenzo sampai semarah itu?"


"Entahlah." jawab Jonathan begitu enteng, sebenarnya dia tahu kalau Kenzo semarah itu pasti karena ingin membersihkan nama Tiara tentang gosip kedekatan dia dengan dirinya.

__ADS_1


Mario sudah meringis kesakitan, tapi amarah Kenzo tidak terlihat meredam, badan nya semakin gemetar, berusaha mencari bantuan tapi orang orang di sana sedari tadi hanya menonton saja. "Jonathan, bahkan lelaki itu masih diam saja," decak nya kesal. Dia semakin lemas, dia tidak punya keberanian untuk melawan seorang Kenzo.


"Lo jujur atau tidak itu tidak merugikan gue, karena gue tahu siapa di balik semua ini, dan orang itu juga yang berhasil mengancam Lo sampai bungkam seperti ini, kan?" tebak Kenzo dengan tersenyum miris. Amarahnya bukan karena Mario tidak buka mulut, dia hanya kesal karena lelaki bodoh itu berani sekali membohonginya. "Dasar banci lo." decak nya kesal. Mario malah lebih takut pada ancaman Shasa dari pada dirinya.


"Kenzo hanya menggertak atau memang sudah mengetahui nya. Mampus lah gue kalau Sahsa mengira aku yang mengatakan nya." gumam Mario dalam hati, terserah Kenzo akan mengatainya banci atau apapun itu, yang dia takutkan sekarang bukan lah pukulan Kenzo, dia lebih takut ancaman Sahsa karena bayarannya adalah keluar dari sekolah.


"Kalau lo benar-benar laki, ambil ponsel Shasa dan berikan pada ku, sekarang!" titahnya dengan berbisik di telinga Mario, "Cepat!" ucapnya lagi dengan penuh penekanan. Kenzo makin geram karena lelaki itu masih saja diam. Dia hanya butuh ponsel Sahsa, dia harus memastikan foto itu benar-benar menghilang agar Sahsa tidak kembali menggunakan foto itu untuk ia jadikan senjata untuk mencelakai Tiara.


"Tapi, Ken." Mario terlihat ragu. Ingin mencari alasan tapi Kenzo keburu mencekam kembali kerah bajunya.


"Kau masih berani mengabaikan ku, hah!" decak Kenzo makin geram. Di mana sebenarnya otak lelaki itu sampai begitu takut pada sosok Sahsa. "Sepertinya kau butuh pukulan agar otak mu tidak terlalu bodoh seperti ini." ucapnya dengan begitu geram. Dia benar-benar sudah melayangkan kepalan tangannya bersiap-siap mendaratkan tinju yang kedua kalinya.


"Akh, habislah gue." Mario sampai memejamkan mata, dia sudah bersiap menahan rasa sakit yang kedua kalinya.


"Kenzo! Apa yang kau lakukan?" suara Taira tiba-tiba terdengar begitu jelas memasuki ruangan. Mata nya sampai melebar sempurna melihat kelakuan tunangannya itu, tanpa ragu dia langsung berjalan cepat menghampiri Kenzo.


Kenzo langsung melihat ke sumber suara, dia tidak menyangka kalau Tiara bisa datang ke ruangan penyiar, padahal dia sudah menyuruh nya untuk tidak kemana-mana. "Sial, kenapa dia bisa ke sini?" keluh Kenzo begitu kaget melihat kedatangan Tiara, dia langsung menurunkan kepalan tangannya sebelum wanita itu benar-benar menghampirinya. Bisa-bisa dia kena omel Tiara karena ketahuan sedang berbuat onar.


"Kali ini kau selamat, banci!" decak nya kesal menatap Mario dengan begitu tajam, dia langsung melepaskan cengkraman nya dan mendorong tubuh Mario.


"Dia melepaskan ku?" gumam Mario tidak percaya. Bukannya lega karena lepas dari cengkeraman Kenzo, Mario malah tercengang, matanya melebar sempurna melihat kedatangan Tiara.

__ADS_1


"Situasi macam apa ini, siapa dia sebenarnya? bahkan seorang Kenzo langsung menghentikan kegilaan nya, hanya karena sekali teguran saja." gumam nya lagi penuh kekaguman, di antara sekian banyak murid yang menonton mereka tidak ada yang berani menghentikan kegilaan Kenzo, tapi wanita itu terlihat begitu santai melerainya bahkan wanita itu sekarang benar benar berdiri tegak di samping Kenzo tanpa rasa takut.


"Assist....Jangan bilang kalau sebenarnya Kenzo juga menggila bukan karena Jonathan? melainkan karena wanita ini." tebak nya tidak percaya.


__ADS_2