Terpaksa Menerima Perjodohan

Terpaksa Menerima Perjodohan
Ciuman pertama yang begitu dramatis.


__ADS_3

"Tiara!" Kenzo terus memanggilnya, hatinya mendadak kutar ketir, jadi ini rasanya di abaikan. Setelah keluar dari ruangan penyiar Tiara terus diam, berjalan di depannya tanpa kata-kata. Bahkan beberapa kali dia memanggil nya Tiara masih diam tanpa menyahutinya. "Tiara!" panggil nya lagi. Kini dia mempercepat langkahnya untuk menghadang langkah Tiara. "Oke, maaf aku salah karena tiba-tiba mencium mu, aku hanya ingin membungkam mulut lelaki itu, aku ingin memberi dia pelajaran agar dia tidak berani mende-" ingin menjelaskan, tapi terhenti, haruskah dia bilang kalau Jonathan mencintai nya. Bagaimana kalau Tiara malah senang dan ingin mengakhiri hubungan dengan nya.


"Apa, kenapa berhenti?" timpal Tiara penasaran. Dia tahu Kenzo melakukan itu pasti bukan tanpa alasan, tapi haruskah lelaki itu mencium nya. Terlebih di muka umum. Dia begitu kesal.


Kenzo menghela nafas, dia akan sekeras mungkin mempertahankan Tiara, tapi bagaimana dengan wanita itu sendiri, maukah dia terus bersamanya, menjalani sebuah hubungan yang ambigu? "Hei, Jonathan menyukai mu, apa kau tidak tertarik dengan nya? Apa kau akan menerima cintanya?" tanya nya memastikan, jika Tiara merasa senang mendapatkan cinta dari laki-laki lain, maka tidak ada alasan untuk mempertahankan nya.


Tiara langsung menatap Kenzo dengan heran, "Apa lelaki itu tidak peka sedikitpun, setelah dia mencium ku dia malah membahas lelaki itu," gumam Tiara begitu kesal. Padahal sampai sekarang debaran jantungnya masih tidak karuan karena ciuman nya, tapi lelaki itu malah dengan santainya bertanya demikian. Ingin sekali dia memukul lelaki itu untuk memberinya pelajaran. "Dasar bodoh, haruskah sampai seribu kali ku ucapkan, aku sudah bertunangan dengan mu, aku tidak segila itu sampai harus menerima cinta dari laki-laki lain, dan tidak akan pernah mencintai laki-laki lain." tuturnya menjelaskan, bahkan nada bicaranya terdengar begitu lantang. Dia begitu kesal bahkan tangannya tidak diam dan refleks memukul lengan lelaki itu "Dasar es balok menyebalkan!" decak nya dengan begitu kesal. Bukan hanya sekali, bahkan sudah yang kedua kalinya dia memukul lengan lelaki itu.


"Kau berani mengatai ku." ucapnya dengan tersenyum kecil, alih-alih marah karena pukulan Tiara, Kenzo malah bernapas lega, dia teramat senang mendengar jawaban Tiara, "Lalu kenapa kau marah? aku hanya mencium mu dan kau malah mendiamkan ku dan pergi begitu saja." tanyanya, dia langsung meraih tangan Tiara agar wanita menghentikan pukulannya.

__ADS_1


Tiara langsung menghela nafas, "Aku tidak marah, hanya kesal saja. Kau mencium ku hanya untuk di jadikan alat pelampiasan kekesalan mu pada lelaki itu." jawabnya ketus, iya, dia hanya kecewa, alih-alih mendapatkan ciuman pertamanya yang romantis ciuman itu malah terjadi dengan begitu dramatis.


Wanita mana yang ingin ciuman pertamanya di ambil begitu saja tanpa persetujuannya, terlebih oleh lelaki yang tidak mencintainya. Sungguh itu sangat menjengkelkan. "Kau bisa kan melakukan hal lain, jangan malah mengambil cium-" kata-katanya tergantung, mendadak seluruh badannya menjadi berdesir jika mengingat ciuman Kenzo. Dia menjadi salah tingkah. Apalagi kalau mengakui kalau itu ciuman pertamanya.


Kenzo terkekeh, ini pertama kalinya dia melihat ekspresi Tiara yang terlihat malu-malu, dia malah ingin menggoda wanita itu penasaran akan seperti apa reaksinya. "Jadi kau kesal karena aku mengambil ciuman pertama mu? Mau kau ambil lagi? Aku bisa mengembalikan nya, dan melakukan nya lebih baik lagi," tuturnya dengan wajah datar tanpa dosa, dia bahkan sudah mencondongkan badannya lebih mendekat ke arah Tiara.


"Apa kau gila, pergi sana! awas saja kalau kau sampai berani mendekat." titah nya dengan cepat, dia langsung mendorong tubuh Kenzo bahkan kedua telapak tangannya sampai menutup bibirnya takut Kenzo benar-benar nekat.


"Terserah, pokoknya untuk kedepannya jangan berani-berani melakukan hal yang melebihi batasan lagi." titah Tiara, mau Kenzo bercanda atau tidak dia harus berjaga-jaga, lelaki itu kapanpun bisa menjadi predator yang berbahaya.

__ADS_1


Kenzo lagi-lagi mengangkat sudut bibirnya, "Kalau tahu dia akan se-kesal ini aku akan langsung menerima tawaran Daddy untuk secepatnya menikahi nya, biar aku tidak punya batasan, dan punya hak untuk menyentuh nya." gumam nya dalam hati, mendadak apa yang harus dia pertimbangkan sudah mendapat jawaban. Wanita itu memang harus ia ikat dengan pernikahan.


"Jika rasa kesal mu bisa hilang, Kau bisa menghukum ku." pinta Kenzo dengan kaku, dia sadar dia salah, dia tidak mau Tiara kembali mengabaikannya. Besar hati ingin maaf, tapi gengsi harus mengungkapkan nya.


Tiara kembali menghela nafas, dia tahu Kenzo sedingin es balok, tapi dia tidak mengira kalau lelaki itu akan sekaku itu untuk mengekspresikan penyesalannya. "Bahkan dia tidak tahu cara meminta maaf." umpat nya, entah dia harus tertawa atau makin kesal melihat ekspresi datar lelaki itu.


"Iya, aku pikirkan dulu hukuman apa yang pantas untuk mu." ucapnya lagi tanpa kepastian. Itu sama saja, kalau Tiara akan kembali mendiamkan lelaki itu. Dia langsung bergerak ke samping, ingin kembali berjalan tapi Kenzo ikut menggegerkan tubuhnya sampai dia tidak bisa melangkah. "Kenzo! minggir kau menghalangi jalan ku," sewotnya kesal, dia sampai refleks kembali memukul lengan Kenzo sehingga lelaki itu tidak menghalanginya.


"Sakit, Tiara!" rengek nya mencari simpati. Dia sampai terkekeh melihat ekspresi jutek Tiara. Terlihat galak tapi menarik. Bahkan wanita itu sampai pergi meninggalkan nya.

__ADS_1


Kenzo langsung geleng kepala, Tiara memang wanita menarik, kepergiannya malah menjadi tantangan tersendiri untuk nya, "Lihat saja, aku akan menerima tawaran Daddy untuk secepatnya menikahi mu. Aku jadi penasaran akan seperti apa reaksi mu nanti." gumamnya dengan tersenyum kecil, dia tidak akan melepaskan Tiara begitu saja, apalagi Jonathan sudah terang-terangan mengusik nya.


"Tiara! Aku penasaran sampai kapan kau akan mendiamkan ku," gumamnya lagi, tanpa sadar dia langsung menyentuh bibirnya. mengingat kembali sentuhan lembut bibir Tiara yang terasa begitu hangat, "Bibir nya manis sekali,"


__ADS_2