Terpaksa Menerima Perjodohan

Terpaksa Menerima Perjodohan
Kau ada di pihak siapa?


__ADS_3

Kenzo yang sadar akan reaksi Tiara langsung menggenggam tangannya, "Bukannya kau mau membuktikan pada nya kalau aku adalah milik mu." bisik nya dengan tersenyum kecil, dia tahu Tiara mulai gugup karena menjadi perhatian banyak orang, dan sekarang malah ada Azzura di meja yang akan mereka tempati, "Sudah siap?" ucapnya lagi berusaha mengalihkan kegugupan Tiara.


"Iya, ayo bergabung dengan mereka." jawab Tiara dengan senyuman, sebenarnya nyalinya sudah sedikit menciut saat melihat kecantikan Azzura, memang benar apa yang di katakan Devan, dia sendiri yang akan malu jika di bandingkan dengan wanita itu. "Ayolah, Tiara. Kau memang tidak secantik dia, tapi kau harus pandai bicara." gumamnya menasehati diri sendiri, lakukan saja rencana awal untuk mendekati Azzura, persetan dengan dia adalah mantan pura-pura Kenzo atau tidak, yang penting dia bisa memang darinya.


Kenzo dan Tiara sudah mendekat, lelaki itu langsung menarik kursi kosong agar Tiara duduk di sana. Di sebelah kiri nya ada Azzura dan Kenzo sendiri langsung duduk di samping kanannya. Posisi meja yang bulat dan hanya tinggal dua kursi yang kosong membuat Tiara dan Azzura harus duduk bersebelahan.


"Wah, pemandangan yang tidak terduga." Azzura hampir tidak percaya, bukan hanya menggenggam tangan Tiara, Kenzo bahkan menyiapkan tempat duduk untuk wanita itu. Rasanya Kenzo yang sedingin es tidak berlaku untuk Tiara.


Tiara langsung memposisikan duduknya, menoleh ke arah Azzura dan memasang senyum pada wanita itu. Dan setelahnya langsung melihat ke arah Devan dan Reno, "Malam semuanya." ucapnya menyapa mereka.


"Malam Kak Tiara." Reno menyahuti dengan begitu riang, memanggil Tiara dengan begitu sopan gara-gara kejadian malam lalu saat Kenzo membentak nya agar lebih sopan pada Tiara, dan sekarang di menuruti nya.


"Kak Tiara!" Azzura sampai mengulang kata itu, bahkan kedua teman Kenzo sudah sangat dekat dengan nya. "Apa wanita ini benar-benar istimewa di mata Kenzo?" Tebaknya dengan tersenyum kecil. Dia semakin penasaran ingin berbincang dengan wanita ini.


"Hai, pacarnya Kenzo, kan?" tanyanya mulai mengawali pembicaraan, saat Tiara sudah menoleh dia langsung mengulurkan tangannya, "Mau berkenalan? Aku Azzura." ucapnya memperkenalkan diri, sebenarnya dia tahu Tiara pasti sudah mengenalnya, cuma basa-basi saja untuk membuka pembicaraan.


Tiara menerima uluran tangan Azzura, menatap wanita itu dengan seksama, "Hai, Tiara." ucapnya sama-sama memperkenalkan diri. Setelah di lihat-lihat, Azzura tidak terlalu menyeramkan seperti Shasa. "Dia terlihat lebih ramah, apa perasaan ku saja ya?" gumamnya masih dengan berjaga-jaga. Dia takut wanita itu tiba-tiba menyerangnya.


Azzura yang melihat jelas ekspresi Tiara hanya bisa tersenyum kecil, "Ayolah, jangan canggung seperti itu, pasti kau sudah tahu kan siapa aku." ucap nya dengan begitu santai, Azzura bahkan sengaja menatap Kenzo, apakah lelaki itu akan mencegahnya jika dia mendekati Tiara. "Kau tidak ingin memperkenalkan pacar mu, Ken?" ucapnya berusaha memancing Kenzo.

__ADS_1


Devan dan Reno sudah saling senggol khawatir, apa yang akan di lakukan Azzura, mereka terus memperhatikan Kenzo, tapi tetap tidak ada respon, Kenzo lebih fokus menundukkan kepala melihat ponselnya karena harus memastikan pergerakan orang-orang Shasa lewat cctv di ponselnya.


"Seperti biasa, si Kenzo selalu mengabaikan Azzura." gumam Devan sambil menyenggol lengan Reno yang duduk di samping nya. Peran mereka yang awalnya ingin ikut berjaga-jaga malah berubah profesi, mereka mendadak menjadi nyamuk di antara dua wanita yang sama-sama mencintai seorang Kenzo.


"Kenzo, aku pinjam pacar mu." ucap Azzura lagi karena Kenzo masih diam.


Tiara sampai mengepalkan tangannya kesal, bahkan wanita itu memanggil Kenzo dengan begitu santai tanpa keraguan. Kalau mau bicara dengan nya, bicara saja, kenapa malah mencari perhatian Kenzo. Dia kan sudah ada di depannya.


"Iya, bicara saja, asal jangan ke mana-mana." jawab Kenzo dengan datar tanpa mengalihkan pandangannya. Dia hanya menggerakkan tangan mengelus punggung tangan Tiara, meyakinkan sang istri kalau semua akan baik-baik saja selama dia di sampingnya. "Bicaralah!" bisik nya pada Tiara, sambil menoleh menatap wajah istrinya. Kalau di biarkan pun, Azzura akan terus bicara sebelum dia merespon perkataanya.


Tiara langsung mengangguk, kembali menatap Azzura ingin tahu sebenarnya apa yang di inginkan wanita itu, "Iya, aku tahu cerita kau dan Kenzo dari Devan." ucapnya mulai bicara.


"Iya, dan aku juga tahu alasan kau bisa di keluarkan dari kelas unggulan, itu karena hubungan mu dengan Kenzo kan?" ucap Tiara mulai membuka kartu wanita itu, dia tidak ingin banyak basa-basi, situasi sekarang sedang harap-harap cemas dengan ancaman Shasa, dia tidak ingin memperkeruh suasana kalau Azzura malah mempersulit nya. "Apa kau tidak ada niatan untuk membersihkan nama mu dan memberikan bayaran yang setimpal pada Shasa." ucapnya dengan berbisik, dia sampai menyeringai melihat ekspresi Azzura yang begitu kaget setelah mendengar ucapannya.


"Gila, wanita ini memang beda, pantas saja si Kenzo mempertahankan nya," Azzura sampai tersenyum kecil, rasa penasaran nya pada Tiara kini sudah terjawab, "Aku ingin lihat, sampai mana kau bisa melawan Shasa?" ucapnya lagi sama-sama berbisik. Padahal tadinya dia ingin mengingatkan wanita ini agar tidak bernasib sama dengan nya, tapi sepertinya wanita ini sudah tahu seperti apa Shasa, dan wanita itu pasti bisa berjaga-jaga. "Ku harap kau berhati-hati!" timpal nya lagi dengan tersenyum tipis.


Tiara sampai terkejut, tidak sesuai ekspektasi, rupanya Azzura tidak sejahat yang dia kira, "Apa maksud mu? Apa kau berpihak pada ku?" tanyanya penasaran. Sikap Azzura terasa ambigu.


Belum juga terjawab, acara pesta sudah di mulai, membuat mereka langsung menghentikan percakapan nya.

__ADS_1


Acara demi acara telah di lalui, sambutan dari salah satu guru sudah mereka dengar, rasa bangga sekolah dan semua murid Trisakti sudah tercurahkan kepada Tiara dan Kenzo. Kini memasuki bagian paling seru, yaitu bersulang bersama untuk merayakan keberhasilan Kenzo dan Tiara. Bahkan sekarang di semua meja sudah di sajikan minuman yang baru di siapkan oleh panitia penyelenggara pesta.


Satu, dua Cisse. Dentuman suara gelas terdengar jelas, semua murid langsung meneguk habis minuman nya. Tapi tidak di meja yang di duduki Kenzo dan yang lainnya.


"Jangan di minum!" cegah nya sambil mengambil gelas minuman milik Tiara, lekas membuangnya ke bawah meja, bahkan minuman milik nya pun sama-sama dia buang. "Simpan di depan mu biar orang-orang yang mengincar mu mengira kau telah meminumnya." bisik nya lagi pada Tiara, gadis itu hanya bisa mengangguk mengiyakan saran suaminya, menyimpan gelas kosong itu di depannya.


Azzura yang melihat tingkah mereka hanya bisa geleng kepala, dia langsung bisa menebak apa yang ada di pikiran lelaki es batu itu, yang dulu mengabaikannya dengan begitu kejam, sekarang memperhatikan Tiara dengan kasih sayang. "Kenzo-Kenzo! Ku kira kau tidak akan berubah."


Di sudut lain, rupanya Shasa dan kedua kawannya melihat jelas pergerakan Kenzo yang membuang minumannya, Shasa sampai mengeram kesal, masa rencananya harus gagal begitu saja, sejak kapan Kenzo mencurigai nya, sampai tanpa ragu langsung membuang minuman itu padahal dia sudah berhati-hati melakukan misinya. "Argh, dasar menyebalkan." decak nya kesal.


"Sha, tenang lan. Plan B belum di laksanakan, yang ini pasti akan lebih seru." timpal Alicia dengan menyeringai licik, ini hanya plan A, rencana yang keduanya akan lebih menyenangkan meski itu bukan rencana yang Shasa usulkan.


"Kau punya rencana lain?" tanya Shasa dengan penuh harap.


"Ada lah! Bukan gue namanya kalau tidak punya rencana jitu." tutur Alicia dengan penuh percaya diri. Shasa harus tahu seberapa pintar kelicikannya. Dengan berbisik dia langsung menjelaskan apa yang akan dia lakukan.


"Kau lihat, di meja mereka ada Azzura, bagaimana mengecoh nya?" timpal Jessica menanggapi rencana Alicia, mengecoh tiga laki-laki yang ada di meja itu mungkin mudah, lalu bagaimana dengan wanita itu?


"Dia hanya wanita polos, lagi pula dia tidak mengenal Tiara, tidak mungkin kan seorang Azzura si model Trisakti, mau ikut campur urusan si cupu itu, jangan menghiraukan nya, kita lakukan saja rencana kedua kita," tutur Alicia dengan penuh percaya diri. "Aku sudah berhati-hati mengaturnya, tidak ada seorang pun yang akan mencurigai ini."lanjutnya lagi dengan penuh penegasan. Dia hanya perlu memanggil bawahnya untuk melanjutkan rencananya.

__ADS_1


__ADS_2