Terpaksa Menerima Perjodohan

Terpaksa Menerima Perjodohan
Amarah Kenzo.


__ADS_3

Mobil Jessica melaju memecah jalanan. Dia, Alicia dan Sahsa memutuskan pulang di satu mobil yang sama setelah mereka pulang sekolah. Ada yang harus mereka rayakan sampai membuat mereka enggan untuk berpisah.


"Shasa, Shasa, bukan kau namanya kalau tidak memiliki ide brilian seperti ini." ucap Jessica berdecak kagum. Sedikit pun dia tidak pernah berpikir kalau wanita itu akan memberikan foto itu pada jurnalis sekolah untuk di jadikan berita yang menggemparkan. "Opini publik sudah di buat kacau dengan berita itu." ucapnya lagi.


Dia sudah penasaran akan seperti apa respon murid di sekolah besok pagi saat melihat Tiara; seorang gadis cupu mendadak menjadi Cinderella karena menjalin asmara dengan sang ketua osis yang merupakan orang nomor satu di sekolah. Pro kontra sudah bermunculan dari sekarang.


Shasa tidak henti memasang senyum di bibirnya, hatinya benar-benar puas, berita di forum sekolah bukan hanya akan membuat Kenzo ilfil pada Tiara, ada kemungkinan berita itu pun bisa sampai pada Pak Kenan, karena forum sekolah juga bisa di akses oleh para orang tua murid tanpa terkecuali. "Puas kau Tiara," ucapnya penuh kesenangan. Berharap besar berita itu bisa sampai di telinga Pak Kenan, agar dia tidak perlu bersusah payah menyingkirkan Tiara dari keluarga itu.


"Kau terlihat begitu senang, Sha." timpal Alicia, dia bisa melihat jelas raut kegembiraan di wajah wanita itu. "Sepertinya kau sudah membersihkan jejak mu sampai terlihat percaya diri seperti itu?" tebak nya lagi. Shasa tidak akan sebahagia itu, jika dia tidak merasa kalau misi nya begitu sempurna.


"Aku tidak sebodoh itu sampai meninggalkan jejak, Al. Aku sudah membayar mahal anak jurnal itu untuk tutup mulut." jawab Shasa dengan begitu lugas. Dia sudah mempertimbangkan segala kemungkinan, bisa menebak pasti ada pihak yang akan mempertanyakan dari mana sumber foto itu berasal. Dan dia sudah mengurus itu agar nama mereka tidak terseret dalam masalah itu.


"Kau tenang saja, kalian aman." ucapnya lagi meyakinkan kedua temannya. Walau mereka biang dari semua kejadian ini, dia sudah memastikan kalau mereka tidak akan di curigai sedikit pun.


"Kau memang hebat." decak kagum Alicia dan Jessica bersamaan. Mereka sampai geleng kepala melihat kepintaran Shasa, memang tidak salah jika mereka menjadi pengikut wanita itu.


...*...


Sementara itu, Kenzo terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia di kuasai amarah sampai menancap gas dengan kecepatan di batas normal.


"Ken!" Tiara sampai kaget, kemarahan Kenzo sampai terlihat jelas dari cara dia mengendarai mobilnya. "Ken, tolong dengarkan aku." mohon Tiara dengan begitu lirih, dia akan terus bicara sebelum Kenzo mendengarkan penjelasannya.


"Kenzo!" Tiara sampai meninggikan suaranya, lelaki itu memang sudah tidak waras. "Kau boleh marah pada ku, tapi bisakah kau lebih berhati-hati. Kita bisa celaka kalau kau mengemudi seperti ini," ucapnya lagi dengan penuh penegasan, napas nya sampai terengah-engah, karena membujuk lelaki itu.


Kenzo masih diam enggan bicara, dia hanya memperlambat laju mobilnya sampai kini melaju dengan kecepatan normal. Rasanya ia ingin segera sampai rumah dan menghindari wanita itu.


Tiara sedikit bernafas lega, kalau dia menjelaskan semuanya Kenzo mungkin tidak akan semarah ini padanya.

__ADS_1


"Ken, itu hanya sebuah kecelakaan. Kenyataannya hubungan ku dengan Jonathan tidak sedekat itu." ucapnya berusaha menjelaskan. Dia sudah bingung harus bagaimana meredakan amarah Kenzo agar lelaki itu percaya padanya.


Kenzo masih diam, sekeras apapun dia ingin mengabaikan Tiara, tapi suara wanita itu terdengar jelas di telinganya.


"Sadar Ken, dari awal ini hanya sebuah perjodohan yang di dasari dengan keterpaksaan." gumam nya meyakinkan hatinya sendiri, dari awal dia sudah bertekad untuk tidak mengenal cinta, maka dia harus melakukan itu sampai akhir. Karena lengah sedikit saja, dia yang pusing sendiri memikirkan nya.


Sebelumnya Kenzo tidak pernah merasakan kekecewaan seperti ini, baru saja dia melambung tinggi karena wanita itu memperlihatkan kepeduliannya seketika perasaannya langsung terhempas jatuh bagai terbanting dengan begitu keras. Dia sudah sekeras mungkin menjaga Tiara memastikannya baik-baik saja, tapi wanita itu malah mengecewakan nya dengan berhubungan dengan laki-laki lain.


"Diam! mau kau bicara seperti apapun aku tidak peduli." timpal Kenzo dengan begitu dingin, dia harus bicara agar wanita itu tidak terus mengoceh dan semakin membuatnya kesal.


Hati Tiara bagai tersayat, sikap Kenzo yang begitu dingin malah semakin membuat dia harus bicara agar lelaki itu percaya padanya. "Ken, tolong percayalah, foto itu hanya sebuah kecelakaan. Tidak ada hubungan apa-apa di antara kita. Aku terus bersamanya karena kau menghilang, dia hanya membantu ku." ucapnya dengan begitu lirih, walau Kenzo menyuruhnya diam dia akan berusaha menjelaskan.


Amarah Kenzo makin tersulut, semakin Tiara terus bicara, semakin kesal pula dirinya karena merasa di khianati wanita itu. "Sudah ku bilang diam! Apa kau tidak punya pendengaran? Mau memiliki hubungan apapun dengan lelaki mana pun terserah. Itu hak mu." decak nya dengan begitu keras, suaranya sampai menggema di dalam mobil nya. Rasanya dia sudah tidak mau ikut campur dengan urusan Tiara, terserah apa yang akan di lakukan wanita itu asal jangan pernah melibatkan nya.


Kini Kenzo menggerakkan kepalanya melihat Tiara menatapnya dengan begitu tajam untuk memberi dia peringatan. "Perlu kau ingat, kalau kau berhubungan dengan laki-laki lain setidaknya jangan terang-terangan seperti ini! Aku muak jika harus mempertahankan mu kalau berita ini sampai pada Daddy dan Mommy." ucapnya dengan penuh penegasan. Seolah mengatakan kalau tingkah Tiara sudah di luar batasan. "Kau mengerti!" ucapnya lagi sambil membuang muka, dia kembali fokus mengendarai mobilnya.


kilah Tiara, sesaat amarahnya meluap, dia sampai meninggikan suaranya karena lelaki itu sedikitpun tidak percaya padanya.


Suasana semakin memanas, Kenzo bicara dengan penuh amarah sampai suaranya begitu keras, begitupun dengan Tiara yang sama sama emosi dan berusaha membela diri. Mereka yang terus berdebat sampai tidak sadar kalau mereka sudah sampai di depan rumah.


Kenzo diam tanpa kata tidak ingin makin memperpanas suasana, dia langsung menghentikan mobilnya. Sekeras apapun wanita itu bicara, itu tidak akan bisa mengubah bukti yang ada, wanita itu hanya perlu bersiap jika saja kedua orang tuanya mengetahui itu, jelaskan saja pada mereka, jangan pernah menjelaskan semua itu padanya.


Kenzo membuka pintu mobil beranjak keluar, tapi Tiara menarik lengannya dengan begitu keras sampai dia terduduk kembali.


"Kau mau pergi begitu saja, kau harus percaya pada ku, Ken. Walau sejak awal kau bilang tidak akan bisa memberi ku cinta tapi aku juga masih punya hati untuk menghargai pasangan ku sendiri, aku tidak akan pernah mencari cinta dari laki-laki lain." ucap Tiara kembali meyakinkan. Bahkan sekeras apapun Kenzo memperlakukannya dia tidak akan mungkin mengkhianatinya. "Percayalah." pintanya lagi. Tiara terus berusaha, bahkan kedua tangannya terus memegang lengan Kenzo agar lelaki itu tidak beranjak pergi sebelum menyelesaikan semuanya.


Tiara ingin masalah ini di bereskan sekarang juga sebelum mereka masuk ke dalam rumah, dia tidak mau kalau Ze atau Kenan sampai mengetahui perdebatan mereka. Dia akan lebih malu jika keduanya juga mengetahui perihal foto itu. Akan menjelaskan seperti apa dia pada kedua orang tua Kenzo kalau lelaki itu sendiri tidak mempercayainya. "Ken, aku hanya ingin kau percaya pada ku."

__ADS_1


Kenzo terbungkam, hatinya mulai luluh, perkataan Tiara seolah menyeret dirinya kalau sebenarnya dia juga salah. Seharusnya dia tidak sampai semarah itu sebelum dia membuktikan kebenarannya. Tapi tetap saja dia masih kesal karena wanita itu terlihat begitu nyaman bersandar di pelukan laki-laki lain.


"Kau bilang menghargai? Lalu apa ini?" timpal Kenzo penuh tanya, langsung mengambil ponselnya seolah meminta pertanggungjawaban atas foto yang sudah beredar.


"Sudah ku bilang itu kecelakaan, itu hanya sebuah kecelakaan Kenzo. Tubuh ku tiba-tiba terdorong dan Jonathan bermaksud membantu ku agar tidak terjatuh." jawab Tiara kembali menjelaskan membuat lelaki itu terdiam, suasan sepertinya sedikit membaik karena lelaki itu terlihat sedikit lebih tenang, bahkan tatapan matanya pun tidak terlalu menakutkan. "Kau tidak marah lagi kan?" tanya Tiara lagi membutuhkan jawaban.


"Lepaskan!" titah Kenzo, dia malah melirik kedua tangan Tiara yang terus memegang keras lengannya. "Sampai kapan kau akan memegang lengan ku?" tanya nya.


"Sampai kau bilang kalau kau percaya pada ku." jawab Tiara dengan cepat. Tidak ada yang bisa menenangkan hatinya selain kepercayaan Kenzo pada nya.


Suara nada dering tiba-tiba terdengar memecah perdebatan mereka, kali ini bukan ponsel Kenzo, melainkan ponsel Tiara yang berbunyi karena ada panggilan masuk di sana.


"Ponsel mu berbunyi, lepaskan!" pinta Kenzo lagi. Kesempatan bagus untuknya kabur dari Tiara saat wanita itu harus mengangkat panggilan nya. "Cepat angkat, suaranya sangat berisik!" titah nya lagi. Dia bukan bermaksud mengabaikan Tiara karena tidak mempercayainya, hanya saja dia ingin menghindari Tiara dan mendiamkan wanita itu untuk memberinya pelajaran. Jera lah dengan kejadian ini agar dia tidak ceroboh dan kembali membuatnya kesal.


Tiara hanya melepaskan satu tangannya untuk mengambil ponselnya, satu tangannya lagi masih memegang lengan Kenzo agar lelaki itu tidak keluar meninggalkan nya. "Nomor baru?" gumam nya kaget. Perasaan hanya keluarga Arya dan Ze yang mengetahui nomornya, dan dari semua orang itu dia sudah menyimpan nya dengan nama.


"Apa mungkin ini-" Tiara refleks menyembunyikan ponselnya, kemungkinan besar kalau panggilan itu dari Jonathan karena hanya lelaki itu yang baru saja ia kasih tahu nomor ponsel nya. "Kenapa harus di saat seperti ini?" decak nya ketakutan. Kalau benar ini dari Jonathan itu akan memperkeruh suasana. Padahal dia sudah sedikit meredakan amarah Kenzo dan menarik kepercayaan nya, tapi kenapa sekarang ada-ada saja yang akan memancing kembali amarahnya. Dia harus menyembunyikan itu agar Kenzo tidak makin salah faham padanya.


"Kenapa sampai kaget seperti itu, siapa?"


Kenzo langsung bertanya, dia tidak buta, dia bisa melihat dengan jelas ekspresi Tiara. Ada sesuatu yang di sembunyikan wanita itu darinya.


Tiara makin gugup, dia tidak bisa apa-apa selain me-reject panggil tersebut, "Bukan siapa-siapa, ini tidaklah penting dari pada jawaban mu, aku hanya butuh pengakuan mu kalau kau percaya pada ku dari pada foto yang beredar itu." jawab Tiara dengan begitu cepat. Dia berusaha mengalihkan pembicaraan agar Kenzo tidak membahas kembali tentang panggilan masuk itu.


Drtttt... Drtttt.... Sial, bukannya menghindar, ponsel Tiara malah berbunyi kembali. "Akh, kenapa harus berbunyi lagi" keluh Tiara, dia sampai menggigit bibir bawahnya menahan kegelisahan.


Kenzo kembali mempertajam tatapan nya, tingkah Tiara benar benar mencurigakan. "Sini biar aku yang angkat." pintanya dengan kesal. Dengan cepat merampas ponsel Tiara dan lekas mengangkat panggilan masuk nya.

__ADS_1


"Ya Tuhan, kumohon itu jangan Jonathan." gumam nya dalam hati, dia sampai menahan nafas sudah harap harap cemas.


__ADS_2