
Waktu sudah hampir malam, Tiara dan Kenzo masih asyik dengan latihan basket nya, Tiara benar-benar penuh semangat sampai mengabaikan segala umpatan yang keluar dari bibir Kenzo.
Kenzo sendiri sama-sama antusias, sampai sesekali mengangkat tubuh Tiara agar gadis itu bisa melakukan shooting dengan benar. Iya, walau dalam aturan basket tidak ada kata bantuan untuk melakukan shooting, tapi Kenzo begitu kasihan melihat Tiara dengan tubuh yang begitu pendek sampai wanita itu tidak bisa melakukan shooting dengan sempurna.
Pluk...
Satu kali loncatan, akhirnya Tiara bisa memasukkan bola itu ke dalam ring tanpa bantuan sang suami, "Ye.... Aku bisa," gadis itu sampai bersorak riang. Langsung melihat ke arah Kenzo dengan tersenyum lebar, "Aku bisa, Ken." ucapnya lagi sambil menghampiri lelaki itu. Saking senangnya dia refleks memeluk tubuh kekar itu, berkat kerja keras sang suami mengajarinya, dia sedikit-sedikit bisa bermain basket.
Kenzo ikut tersenyum, iya, walau belum seberapa tapi istrinya itu sudah berusaha keras, "Hanya panggil 'Ken' saja?" timpal nya dengan tersenyum jahil. Dia sudah mengajari nya masa hanya memanggilnya dengan nama, "Tidak ada panggilan khusus?" pintanya penuh harap, kedua tangannya langsung melingkar di pinggang Tiara, membalas pelukan wanita itu.
Tiara langsung mengerutkan alis, "Panggilan khusus ya?" Mengulang nya lagi seolah penuh tanya. Setelah di pikirkan dia baru mengerti, "Terima kasih suamiku." lirihnya dengan tersenyum manis.
Tapi sepertinya Kenzo belum puas, dia mengharapkan panggilan mesra lebih dari itu, "Tidak ada panggilan lain? Sayang, mungkin?" pintanya memberi kode. Panggilan sayang dari bibir Tiara terdengar mesra, cuma sayangnya tadi dia tidak menanggapi nya.
Tiara sampai terkekeh menahan tawa, mau di panggil sayang ya, tapi sayangnya sekarang sudah tidak mood, "Panggilan itu limited, kesempatan yang tadi sudah expired." timpal nya malah meledak dengan tersenyum kecil, salah siapa tadi mengabaikannya.
"Wah, limited ya." timpal nya dengan tersenyum kecil, Kenzo malah semakin tertarik untuk mengerjai gadis ini, "Kalau itu limited, aku akan membuatnya menjadi unlimited." tegasnya dengan menyeringai. Lihat saja, dia akan membuat bibir itu terus mengucapkan kata sayang pada nya.
"Benarkah?" timpal Tiara malah menantang, bibir-bibirnya, dia yang akan mengendalikannya. "Coba saja," lanjutnya sambil menjulurkan lidah meledek sang suami.
"Aisst, kau menantang ku." Tangannya langsung bergerak, menggelitik pinggang Tiara membuat gadis itu menggeliat geli karena pergerakan tangannya.
__ADS_1
"Kenzo, hentikan! Geli tahu." protes nya sambil berusaha menghentikan pergerakan tangan lelaki itu. Tapi percuma, semakin protes lelaki itu semakin semangat mengerjainya.
"Panggil sayang dulu, baru aku hentikan." titahnya dengan menyeringai, kini bibirnya langsung bergerak mengecup kuping Tiara, dia tahu bagian sensitif wanita itu, saat dia sentuh wanita itu pasti tidak akan mengelak permintaannya. "Ayo panggil sayang dulu." titahnya lagi, bahkan kini lidahnya bergerak nakal men-jilat kuping itu.
"Sayang! sudah." Akhirnya terucap juga, bibir itu kalah karena kenakalan suaminya. "Kau curang." protes nya dengan wajah cemberut.
Kenzo sendiri malah menyeringai tanpa dosa, "Tidak ada persyaratannya kan," timpalnya dengan tersenyum penuh kemenangan, bagaimana pun caranya yang penting bisa membuat bibir itu mengucapkan kata sayang. Bahkan dia sampai menjulurkan lidahnya menirukan ledekan istrinya.
"Kenzo!" Tiara sampai kesal sendiri, kapan ya dia akan menang dari lelaki ini.
"Akhem." Suara Ze tiba-tiba terdengar, dia
Tiara sampai kaget, apa mommy nya mendengar dan melihat apa yang di lakukan putranya ini, dia sampai refleks menjaga jarak dari Kenzo karena malu tapi belum juga menjauh, lelaki itu malah tanpa malu kembali melingkarkan tangan di pinggangnya. "Ada apa, Mom?"
"Maaf ya, Mommy harus mengganggu!" ucapnya dengan tersenyum kecil. Ze tahu kalau kedatangannya pasti mengganggu kemesraan mereka, tapi bagaimana lagi, putra dan putrinya itu terlalu fokus bermain basket sampai lupa waktu, "Ini sudah hampir malam, pesawat nya sudah siap. Kalian harus segera bersiap-siap, ya!" serunya menjelaskan.
Tiara sampai menohok, "Pesawat?" ucapnya penuh tanya, dia sampai menatap Kenzo dan Ze bergantian membutuhkan jawaban "Emang mau ke mana, Mom?" tanyanya lagi, kenapa menggunakan pesawat.
"Kalian mau liburan kan? Apa Kenzo tidak memberi tahu mau ke mana." ucap Ze menjelaskan. Dia kembali berbalik tidak ingin menggangu mereka berdua, "Cepat ya Mommy tunggu." pintanya sambil berlaju pergi. Dia hanya ingin mengingatkan mereka saja, tidak mau sampai mengganggu kemesraan mereka.
"Kita mau ke mana?" Tiara langsung menatap Kenzo, suaminya itu memang mengajaknya liburan, tapi dia tidak pernah berpikir akan menggunakan pesawat jet pribadi untuk menuju tempat tujuan, "Apa sejauh itu sampai menggunakan pesawat?" tanyanya lagi karena Kenzo masih diam tanpa kata. "Kenzo?" kesal sendiri, orang sedang bertanya lelaki itu malah senyam-senyum tanpa kata. Jangan bilang kalau dia harus kembali menggunakan kata sayang, agar lelaki itu mau bersuara.
__ADS_1
"Aisst," hanya bisa mengumpat dalam hati, apa yang di inginkan lelaki itu memang selalu terjadi. Masalahnya bukan karena apa-apa dia fobia ketinggian, dan belum pernah naik pesawat, dia sudah membayangkan kalau dia pasti akan mabuk udara. "Sayang, kita mau liburan ke mana?"
"Haha mengalah juga," Kenzo sampai menyeringai yang kedua kalinya, sudah di bilang kan kalau dia bisa membuat bibir itu terus mengucapkan kata sayang. "Yang tulus!" pintanya sambil mencolek hidung Tiara, panggilan yang tulus dan terpaksa terdengar berbeda.
"Sayang, kita mau liburan ke mana?" Semanis mungkin kata itu keluar dari bibirnya, dia sudah terlalu penasaran mereka akan ke mana.
Kenzo kembali tersenyum senang, "Kita akan ke Bali." jawabnya sambil mengelus kepala Tiara.
"Bali?" Tiara sampai terkejut, Kenzo memang mengajaknya liburan tapi dia tidak pernah membayangkan suaminya itu akan mengajaknya liburan ke Bali. "Benarkah kita akan ke Bali?" ucapnya lagi dengan raut wajah senang.
"Iya. Kau mau liburan ke pantai kan. Malam ini kita berangkat ke Bali," timpal Kenzo memberi jawaban. Dia tidak memberi tahu Tiara lebih awal karena ingin memberi sedikit kejutan pada nya. "Kau tidak keberatan kan?"
"Tidak sama sekali, justru aku sangat senang," timpalnya dengan cepat, bahkan dia langsung berjinjit merangkul pundak Kenzo, dan mengecup bibir lelaki itu dengan cepat, "Terima kasih, sayang." ucapnya dengan tersenyum manis. Setelah membuat lelaki itu berdiri mematung, dia langsung berlaju pergi meninggalkan nya.
"Aisst, setelah mencium ku dia pergi begitu saja. Awas kau, Tiara."
☘️☘️
...Selamat hari raya idul Fitri, Bastie. Taqobbalalloohu Minna waminkum siyamana wa siyamakum. Mohon maaf lahir dan batin^-^...
...Maaf ya update nya dikit-dikit. Banyak kesibukan di dunia nyata.🙏...
__ADS_1