Terpaksa Menerima Perjodohan

Terpaksa Menerima Perjodohan
Cerita masa lalu


__ADS_3

Tiara terus berjalan mengekor di belakang Kenzo, setelah keluar dari ruangan sang Daddy suaminya itu terus diam dengan ekspresi wajah yang begitu datar, rasanya dia kembali melihat sosok Kenzo si es balok yang begitu dingin sama seperti saat pertama kalinya dia di pertemukan dengan lelaki ini.


Ingin bertanya tapi tak bisa, ingin bicara tapi tak mampu berkata-kata, dia hanya bisa diam seribu bahasa tanpa tahu apa yang sedang di rasakan suaminya. Dia hanya bisa menuruti nasehat sang Daddy untuk memberi Kenzo waktu, suaminya itu masih membutuhkan waktu untuk bicara.


Pintu kamar terbuka, Kenzo bergegas masuk kamar berjalan menuju sofa, langsung mengambil ponselnya sambil merebahkan tubuhnya di sana. "Sungguh mengejutkan, pantas si Arzan begitu menggila ingin menjatuhkan perusahaan Wijaya." decak nya kesal. Dia langsung loading dalam permainan dan mulai memainkan game online favoritnya. Pikirannya benar-benar kacau, dia butuh hiburan untuk menghilangkan benak dalam pikirannya.


Tiara sama-sama masuk kamar, matanya langsung tertuju ke arah suaminya berada, dia semakin penasaran, ada apa dengan masa lalu keluarga Wijaya sampai membuat Kenzo kembali terpuruk dalam dunianya sendiri, lelaki itu seperti kembali menjadi Kenzo si dingin yang tidak bisa terjamah orang lain bahkan dia sendiri merasa terabaikan.


Pintu kamar telah tertutup, walau Kenzo masih diam Tiara akan tetap menemani lelaki itu dan lekas duduk di bawah sofa yang di tempati sang suami. Langsung mengeluarkan ponsel dan mulai memainkannya. Dia akan tetap sabar menunggu Kenzo bicara walau belum tahu lelaki itu kapan akan bersuara.


"Kenapa di bawah?" Kenzo tiba-tiba bersuara, matanya sesaat melihat ke arah Tiara, lalu kembali fokus pada game nya, "Tidurlah terlebih dulu!" titahnya singkat.


Tiara yang awalnya bersandar di sofa kini membalik posisinya menghadap Kenzo, "Tidak aku akan menunggu mu," ucapnya masih dengan menatap wajah sang suami. Dia tidak tahu kapan Kenzo akan bercerita, tapi dia tidak mungkin membiarkan suaminya itu sendirian saja.


"Bangun!"


"Hem."


"Bangun!"


Tiara akhirnya berdiri, sepertinya Kenzo memang merasa terganggu karena keberadaannya. Dia pun mulai melangkah untuk pergi tapi langkahnya tiba-tiba terhenti, tubuhnya tertarik sampai jatuh ambruk di atas tubuh sang suami, "Ken?" Dia sampai kaget, Kenzo menariknya sampai dia tengkurap di atas tubuh lelaki itu. "Aku berat, Ken." ucapnya karena Kenzo malah melingkarkan tangan memeluknya.

__ADS_1


"Makanya jangan banyak bergerak!" lirihnya sambil merubah posisinya dengan nyaman. Membuka lebar pahanya dan menghimpit tubuh Tiara agar wanita itu bisa lebih nyaman berada di atasnya. "Aku malas kembali mengingatnya karena aku hanya korban dari masalah Daddy dan Mommy." ucapnya tiba-tiba.


"Masalah?" Tiara sampai kaget, yang awalnya bersandar di dada bidang sang suami kini kepalanya terangkat, dagunya bertumpu pada dada Kenzo, sepertinya suami nya itu sudah mau bercerita membuat dia ingin terus menatap wajahnya, "Apa yang sebenarnya terjadi?" lirihnya dengan begitu ragu.


Kenzo sampai menghela nafas, ceritanya cukup panjang, ini berawal dari masalah Daddy dan Mommy nya di masa muda, kedua orang tuanya pernah menghukum seorang wanita anak pengusaha yang berani mengusik kehidupan mereka, pengusaha itu sampai jatuh bangkrut sampai hidup terpuruk dalam kesusahan. Dan dari saat itulah masalah di mulai. Sosok Wiranto yang merupakan sodara dari korban sang Daddy mulai muncul untuk membalas dendam adiknya.


"Wiranto adalah musuh Daddy yang paling gila. Karena dendam nya pada Daddy dia dan putra pertamanya; Mario, melampiaskan kekesalannya dengan menculik ku saat aku masih kecil."


Deg, Tiara sampai terkejut, "Di culik? Kenapa bisa? Bukannya penjagaan keluarga Wijaya selalu ketat?" Entah itu akan menyinggung perasaan suaminya atau tidak, dia begitu terkejut, kenapa bisa sang Daddy dan Mommy bisa melepaskan pengawasan nya sampai ada kejadian seperti itu.


Wajah Kenzo sampai tertekuk, kalau bukan Tiara dia enggan menceritakannya karena luka itu masih membekas sampai dia dewasa, "Mereka bermain dengan halus, putra pertama Wiranto menyelusup masuk dalam kehidupan Daddy dan Mommy dengan berpura-pura baik sampai aku yang masih kecil percaya begitu saja pada sosok bajingan itu, dan menganggap dia sebagai Om teman Mommy yang baik."


Kenzo menceritakan semuanya, masa lalu yang begitu pahit kini teringat kembali di kepalanya. Di usia balita yang baru menginjak tiga tahun dia harus terseret dalam masalah orang tuanya. Dia jadi korban pelampiasan kekesalan orang-orang yang membenci sang Daddy sampai dia yang di celakai.


Tiara sampai tersentak, "Ya, Tuhan." se-menakutkan itukah masa kecil suaminya, se-kejam itukah keluarga Wiranto sampai begitu tega melukai anak kecil yang tidak tahu apa-apa.


"Beruntung aku bisa selamat karena Om Pano mulai mencurigai gerak-gerik bajingan itu, dan langsung menghubungi Daddy. Sahabat dekat Daddy yang merupakan Ayah kandung Chelsea itu mengikuti pergerakan Om Mario yang tengah mengurung ku di sebuah bangunan tua yang jauh dari keramaian kota."


Tiara kembali tercengang, rupanya banyak fakta yang terkuak dari cerita Kenzo, di balik kecelakaan sang suami rupanya ada cerita sahabat-sahabat sang Daddy yang tidak dia ketahui. "Tunggu, Chelsea putrinya Tante Rani, dan Ayah kandungnya adalah Om Pano. Lalu sekarang Om Pano ke mana? Kenapa Tante Rani dan Om Roni menjadi pasangan suami istri?"


Mata Kenzo sampai terpejam, tangannya langsung merangkul tengkuk Tiara menarik kepala itu agar kembali bersandar di dekapan nya. "Om Pano sudah meninggal, saat ingin menolong ku orang-orang suruhan Wiranto langsung menyerangnya karena mengira itu Daddy." lirihnya dengan suara berat. Bahkan tangan nya langsung memeluk Tiara dengan begitu erat seolah sedang menahan rasa sakitnya.

__ADS_1


"Ya, Tuhan." Tubuh Tiara sampai ikut bergetar, dia bisa merasakan apa yang di rasakan suaminya. Sekarang terjawab sudah kenapa sang Mommy dan Daddy nya begitu menyayangi Chelsea bahkan Kenzo pun demikian.


"Kemarahan Daddy tidak bisa di toleran. Bukan hanya merenggut nyawa Om Pano, aku pun sampai kritis selama satu minggu akibat obat bius itu. Bak sebuah racun, obat itu memporak porandakan organ tubuh kecil ku, hingga membekas menjadi sebuah penyakit yang di derita ku sampai sekarang."


"Astaga..." Hati Tiara ikut teriris, tangannya langsung bergerak membalas pelukan sang suami. Sungguh dia tidak akan bertanya jika itu malah akan kembali menguak luka di hati suaminya. "Maaf...."


"Tidak apa-apa, kau juga harus tahu perjalanan hidup ku. Itu cerita lama, Tante Rani dan Chelsea sudah bahagia berkata bantuan Om Roni yang mau menjadi suami dan Ayah pengganti untuk mereka. Mereka yang sama-sama kehilangan orang yang di sayang bisa saling melengkapi hingga menjadi keluarga bahagia seperti sekarang." Iya, hati Kenzo sedikit lebih tenang. Masa lalu yang kelam terbayar dengan kebahagiaan, rasa terima kasihnya pada Om Pano akan iya bayar dengan perhatiannya pada putri semata wayangnya dengan menganggap gadis itu sebagai adiknya sendiri. "Dan lagi penyakit ku sekarang sudah membaik berkat mu." lirihnya sambil mengecup puncak kepala sang istri. Masa lalunya begitu kelam, tapi dia tidak mau terlihat lemah di mata istrinya.


"Mereka yang salah, kenapa sekarang Arzan muncul dan malah menyerang kita?" Tiara ikut kesal pada sosok Arzan, kenapa memancing peperangan padahal jelas orang tuanya yang biadab.


"Saat itu amarah Daddy meluap-luap. Daddy sampai membantai seluruh keluarga Wiranto sampai perusahaannya bangkrut tidak tersisa, Wiranto dan Mario di tahan dengan hukuman lima belas tahun penjara, keadaan Wiranto yang lemah membuat lelaki itu sampai meninggal dunia di balik jeruji. Dan mungkin itu yang membuat Arzan menaruh dendam sampai sekarang."


Tiara sampai mangap, dia kembali bangkit ingin melihat raut wajah sang suami, benar-benar cerita masa lalu yang tidak terduga. "Apa mungkin ini alasan kau menyembunyikan identitas mu." ucapnya berusaha menebak. Kalau pernah ada kejadian seperti ini, pasti rasa takut Daddy dan Mommy nya akan lebih tinggi takut putranya kembali terseret masalahnya.


"Iya, semenjak hancurnya keluarga Wiranto, ada banyak teror membuat Daddy memutuskan untuk menyembunyikan identitas ku, bahkan aku sampai harus homeschooling sampai lulus SD agar tidak ada yang tahu seperti apa sosok pewaris keluarga Wijaya takut aku kembali terluka."


"Lalu bagaimana sekarang, mungkin besok semua orang akan tahu siapa kamu?" tanya Tiara begitu khawatir, setelah mendengar cerita itu dia menjadi takut suaminya itu akan kenapa-kenapa.


"Tidak perlu khawatir, Sayang. Sekarang aku bukan anak kecil. Aku bukan Kenzo kecil yang bisa mereka perdaya. Aku tidak lemah. Siapa pun mereka, mau mengajak berperang sekalipun aku akan dengan senang hati melayani nya."


To be continue......

__ADS_1


☘️☘️☘️


__ADS_2