Terpaksa Menerima Perjodohan

Terpaksa Menerima Perjodohan
Akan membalas dengan setimpal.


__ADS_3

"Argh. Sial." Arzan mengeram kesal, menyentuh rahangnya yang terasa nyut-nyutan, wajahnya begitu babak belur akibat pukulan Kenzo, dia langsung menyandarkan punggungnya di kursi mobil lekas mengambil ponselnya untuk menghubungi Shasa. "Heh, bukannya kau bilang sudah menguras Kenzo. Dia membawanya, bodoh." decak nya kesal saat wanita itu sudah mengangkat panggilan nya.


"Apa, Kenzo?" Shasa di sebrang sana langsung mangap tak percaya, "Kau yang bodoh, bukannya sudah ku bilang agar lebih cepat, kalau kau bergerak cepat Kenzo tidak akan menemukan nya, Arzan." decak nya tidak kalah kesal, sudah tahu itu kecerobohan lelaki itu, kenapa malah berbalik marah-marah pada nya. Rencananya hancur sia-sia karena kecerobohan Arzan. "Dasar tidak berguna."


"Apa? Kau mengatai ku. Asal lo tahu ya, bukan hanya Kenzo yang menyelamatkan Tiara, ada satu wanita lagi yang membantunya."


...~...


"Argh," Shasa langsung mengeram kesal, mencekam ponsel nya dengan begitu keras, dia tahu, pasti Azzura lah yang menolong Tiara, karena hanya wanita itu yang tadi bersama Tiara. "Dasar menyebalkan." Gagal total semua rencananya.


"Kenapa, Sha?" Alicia dan Jessica mendekat, mereka berdua baru kembali setelah menyelesaikan misi terakhir mereka.


"Hancur, Kenzo menyelamatkan Tiara. Si Azzura membantunya." Shasa sampai memijat pelipisnya. Dari awal dia sudah tahu kalau resiko rencana ini adalah amarah seorang Kenzo, tapi kenapa harus gagal begini, dia tidak apa menerima amarah lelaki itu, asalkan keadaan Tiara hancur. "Kenapa semua tidak sesuai rencana, si?" decak nya lagi dengan begitu geram. Tiara masih baik-baik saja, dan dia pun pasti akan kena amukan lelaki itu, bukankah itu kerugian yang begitu besar.


"Tenang, Sha." Alicia bersuara, dia melapas masker dan topi hitamnya setelah menyimpan tas Tiara dan bekas botol perangsang itu di loker Mario, lekas duduk di dekat Shasa mengistirahatkan tubuhnya setelah banyak hal yang dia lakukan, "Rencana kita tidak gagal sepenuhnya, kemarahan Kenzo tidak akan berarti karena dia tidak akan punya bukti yang pasti, dia tidak bisa menyalahkan kita tanpa bukti nyata." tutur nya dengan menyeringai, mereka sudah melakukan semua itu dengan hati-hati tanpa meninggalkan bukti, Kenzo tidak bisa semudah itu menyalahkan mereka. "Sesuai keinginan mu, Mario lah yang akan menjadi kambing hitam nya," ucapnya lagi dengan penuh percaya diri, lihatlah esok hari, dia akan membuat sandiwara baru untuk memojokkan lelaki itu. Seperti biasa mereka akan cuci tangan dengan apa yang mereka lakukan.


"Kau yakin dengan itu?" Jessica menimpali, ikut duduk bergabung dengan mereka. Selama ini memang akal bulus Alicia yang selalu menyelamatkan mereka.


"Iya, iya lah. Kita putar balikkan keadaan, kalau Kenzo terus menyalahkan kita, kita balik serang saja lelaki itu karena telah mencemarkan nama baik kita, kita punya alasan karena barang-barang itu sekarang ada di loker Mario." tutur nya dengan menyeringai. "Tinggal kau yang membereskannya, Sha. Kau mengerti kan maksud ku." lanjutnya lagi sambil menyenggol lengan Shasa, di sekolah wanita itu mempunyai kekuasaan lebih tinggi, apapun itu dia pasti bisa melakukannya.


"Iya," jawab Shasa dengan menyeringai, "Kali ini kau memang selamat Tiara, tapi awas saja, aku tidak akan pernah berhenti sampai melihat kau benar-benar hancur."


...*...


Sementara itu, mobil Azzura sudah berada di depan gerbang utama mansion milik keluarga Wijaya, dia sempat kaget saat ada satpam menghampiri mobilnya, tapi setelahnya dia sadar, siapa sih yang tidak mengenal keluarga Wijaya; miliarder nomer satu yang kekuasaannya sudah menyebar di mana. Pasti penjagaan keluarga mereka begitu ketat sampai satpam mereka mencurigai dia yang memegang orang luar yang baru menginjakkan kaki di mansion ini. Tunggu, dia baru menyadari sesuatu, "Ken! Jangan bilang kau memang bagian dari keluarga Wijaya?" tanyanya dengan penuh tanya. Dari tadi dia terlalu panik sampai tidak menyadarinya.


Kenzo enggan menjawab dia langsung membuka kaca mobil dan bicara pada satpam itu. "Cepat buka!" Titah Kenzo dengan suara keras. Tidak tahu keadaan sangat mendesak, malah ada acara di cegah segala.


"Baik, Den." Satpam itu langsung kutar ketir, kalau tahu itu tuan mudanya, dari tadi dia akan langsung membuka pintu gerbangnya.


Azzura sampai mangap tak percaya, jadi Kenzo dan Tiara beneran bagian keluarga Wijaya, dia sampai kehabisan kata-kata, malam ini banyak sekali hal yang terkuak dari seorang Kenzo yang tidak pernah dia tahu sebelumnya. Dengan cepat kembali menancap gas menuju pintu masuk mansion mereka. "Tunggu, biar ku bukakan," ucapnya sambil lekas turun, dia tahu Kenzo kesusahan membuka pintu mobil karena harus menggendong Tiara.

__ADS_1


"Thanks," Sungguh kalau bukan karena bantuan wanita ini, dia tidak yakin bisa menyelamatkan Tiara, "Masuklah! ada mommy di dalam." ucapnya sambil berlaju pergi.


Kenzo langsung bergegas masuk ke dalam, dan mendapati sang Mommy sedang duduk di ruangan keluarga. "Mom, ada teman Tiara di luar, tolong hampir dia, kita ke atas dulu." ucapnya dengan terburu-buru, dengan cepat langsung menaiki tangga agar Mommy nya tidak banyak tanya.


"Ken!" Ze hanya bisa geleng kepala, ada apa dengan mereka. Dan lagi, apa katanya barusan? "Teman?" Teriaknya penuh tanya, Sejak kapan putranya itu membawa seorang teman ke rumah, bukannya dia selalu ingin menyembunyikan identitas nya.


"Mom, suruh Pak Tono mengambil mobil ku, dia tahu di mana tempatnya." teriak Kenzo dari atas, dia yakin sang Mommy mengetahui apa maksudnya, dia pun bergegas masuk ke kamarnya.


"Dasar anak nakal." Ze langsung keluar rumah, dan benar saja, dia mendapati seorang gadis cantik yang sedang celingukan di depan rumahnya. "Hai cantik, teman Tiara ya? Ayo masuk!" ajaknya dengan tersenyum ramah, Kenzo tidak akan dengan mudah membawa seorang teman ke rumah kalau orang itu bukan orang baik.


"Malam Tante!" Azzura sampai kaget, Mommy yang di maksud Kenzo benar-benar Nyonya Wijaya yang dia kenal, dia langsung berbungkuk menyalaminya. "Tidak apa-apa, Tan. Aku langsung pulang saja." tolaknya dengan sedikit malu, ini sudah cukup malam dia harus segera pulang.


"Masuk dulu, kamu pasti lelah kan, apa putra Tante menyusahkan mu?" Jika Kenzo meninggalkan mobilnya berarti dia sudah menyusahkan gadis ini untuk mengantarkan nya ke sini, "Terima kasih telah mengantarkan mereka." ucapnya lagi dengan tersenyum lebar.


Azzura sampai terkagum-kagum, rupanya keramahan mereka tidak hanya tercatat di berita saja, keluarga Wijaya memang orang-orang baik. "Tidak apa-apa, Tante. Tiara dan Kenzo tidak menyusahkan sama sekali." timpal nya dengan tersenyum kikuk, karena sebenarnya bukan menyusahkan, lebih tepatnya mereka telah membuatnya cukup frustasi, dengan kegilaan yang mereka lakukan di dalam mobilnya. "Aku permisi dulu, Tan." pamitnya ingin bergegas pergi, tapi langkahnya terhenti.


"Tunggu, ini sudah malam bahaya loh anak gadis malam-malam pulang sendiri, biar sopir keluarga kami mengantarkan mu ya." pinta Ze menawarkan diri, ya mungkin ini tidak seberapa, anggap saja rasa terima kasih karena telah mengantarkan putra dan putrinya. Karena sepertinya ini yang Kenzo minta.


"Tidak apa-apa, sekalian sopir kami harus mengambil mobil Kenzo, katanya kamu tahu di mana tempatnya."


...*...


Sementara itu di dalam kamar, Tiara sudah terbaring sempurna, dia benar-benar melucuti sendiri pakaiannya karena rasa panas yang serasa membakar tubuhnya, tubuh putih nan mulus nya kini terekspos dan hanya terhalang bra dan benda segitiga yang menutupi miliknya. "Ken, lagi!" ucapnya dengan suara penuh sensual. Tidak ada lagi pergerakan karena Kenzo sedang melepas kancing kemejanya, kedua tangannya pun langsung merangkul tengkuk sang suami dan menariknya, kini dia sendiri yang berinisiatif mencium lelaki itu, melu-mat nya perlahan, dia langsung membuka mulutnya saat sang suami merespon ciumannya, menghisap dan membelit lidahnya dengan permainan yang sangat lembut, "Ken."


"Hei, kau seperti binatang buas Tiara." Kenzo sampai tersenyum kecil, Tiara yang seperti ini malah membuatnya semakin senang. Dengan cepat melepaskan kemeja dan celana nya, begitupun dengan bra Tiara kini sudah ia lepas dan ia buang entah ke mana, "Kau suka ini?" bisik nya dengan penuh damba, saat kedua tangan nya menangkup sesuatu yang kenyal milik Tiara dan mere-mas dengan perlahan.


Tiara mengangguk, badannya sampai meregang karena gairah yang suaminya ciptakan, "Ken..." des-ahan-nya sampai membuat Kenzo tersenyum senang, lelaki itu langsung membenamkan wajahnya dan meng-hi-sap dua benda kenyal itu dengan bergantian.


"Tiara..." gairahnya semakin tersulut, tangannya bergerak menarik benda segitiga yang menghalangi milik Tiara, ia buang sembarang dan mulai memposisikan kaki sang istri karena dia sendiri tidak bisa terus menahan gairahnya yang sudah meluap-luap. "Aku mulai, sayang."


...~...

__ADS_1


Kenzo langsung membaringkan tubuhnya di samping Tiara, wanita itu sendiri sudah terkapar lemas dengan mata yang terpejam sempurna setelah pergulatan panas nya.


"Argh, dia benar-benar binatang buas, dia sampai mencakar punggungku." ucapnya sambil menggerakkan punggungnya yang terasa perih, tidur menyamping menghadap sang istri, sambil mengelus wajah nya, "Istirahat." lirihnya dengan tersenyum puas, dia langsung menyelimuti tubuh polos Tiara dan perlahan mengecup kening nya. Beranjak bangun membiarkan Tiara untuk beristirahat.


Dia sendiri harus memastikan sesuatu sebelum ikut mengistirahatkan tubuhnya. Langsung mengambil celananya dan mengenakannya. "Jas, dimana si?" Bibirnya kumat kamit mencari jas yang tadi ia lempar entah ke arah mana, dia ingin mengambil ponselnya untuk menghubungi Mario. Saat matanya menemukan kebenaran jas nya dia langsung meraih itu dan mengambil ponselnya.


"Angkat bodoh!" decak nya kesal karena tak kunjung ada jawaban, setelah beberapa lama akhirnya Mario mengangkat panggilan nya. "Kau sudah melakukan apa yang ku suruh?" tanyanya tanpa basa-basi. Perlahan menuju sofa dan langsung duduk menyandarkan punggungnya.


"Sudah, Ken. Gue bela-belain gak ikut pesta demi sebotol sirup minuman yang kau inginkan." jawab Mario dengan sedikit sewot, namun terdengar penuh penegasan. Iya, dia tadi di perintah Kenzo mengambil sisa sirup minuman yang telah di campurkan dalam minuman Tiara, "Gue lagi di ruangan Laboratorium, bareng sama di Devan, sesuai dugaan Lo, obat dalam sirup minuman dan air mineral yang di bawa Devan memang sama, Ken." jelasnya menceritakan.


"Pastikan minumannya tetap ada di tangan kalian, mereka harus membayar setimpal dengan apa yang mereka lakukan." titah Kenzo dengan tegas, dia tidak mengira setelah rencana pertama mereka gagal mereka membuat rencana baru yang bahkan dia tidak mencurigai nya.


"Tapi dari cctv tidak ada bukti yang menunjukkan mereka pelukannya, Ken. Kau tahu kan mereka sangat licik. Kau tidak bisa seenaknya karena tidak punya bukti kalau itu ulah mereka." timpal Mario mengutarakan keluhan nya, dia tahu Kenzo marah pada mereka, tapi tidak bisa bergerak gegabah seperti saat kasus foto yang dulu, kerena Kenzo tidak punya bukti.


"Itu biar gue urus besok, lo hanya perlu menjaga kedua minuman itu agar tidak tumpah atau sampai hilang!" titah nya dengan penuh penegasan. Sekarang dia begitu lelah, pikiran menjadi buntu dan tidak bisa berpikir jernih.


"Ken!" Suara Devan terdengar jelas memanggilnya, bahkan nada suaranya terdengar begitu antusias.


"Apa?"


"Gila, itu obat perangsang, cuy." Devan sampai mangap tak percaya, bahkan Mario pun demikian. Tapi Kenzo yang mendengarnya cuek-cuek saja karena sudah mengetahui nya.


"Tiara tidak apa-apa kan, Ken?" Tanya serempak dua laki-laki itu, mendengar kata obat perangsang pikiran mereka langsung traveling ke mana-mana.


"Tidak apa-apa, aku sudah mengobatinya." timpal nya dengan begitu santai, Kenzo langsung menoleh Tiara yang sedang tertidur pulas di tempat tidur nya.


"Kau tidak macam-macam kan?" Mereka kembali bicara dengan penuh tanya.


"Tidak, aku membawanya ke rumah,"


"Apa, Ken?"

__ADS_1


"Rumah sakit, bodoh! Kepo banget kalian hah. Gue istirahat dulu. Awas ya, gue hajar kalian kalau minuman itu sampai hilang." ancamnya dengan begitu kesal. Ngapain coba nanyain keadaan Tiara, mau di apa-apain juga itu hak nya, orang wanita itu istrinya.


__ADS_2