
Brrakkk
Jonathan dan Arzan sampai kaget, kalau tidak mengenakan sabuk pengaman mungkin badan mereka akan terpental ke depan. "Sial, apa orang itu tidak punya mata, hah?" decak Arzan mendengus kesal, dia tidak terima ada orang yang begitu ceroboh sambil menabrak mobilnya. Dia langsung bergegas keluar untuk memberi perhitungan pada orang itu.
Jonathan yang sama-sama kaget langsung menengok ke belakang, langsung membelalakkan mata saat melihat orang yang keluar dari mobil yang telah menabrak mereka, "Kenzo?" gumamnya kaget, dia tidak mengira orang yang akan di hampiri Arzan adalah temannya. Apa dia harus ikut keluar untuk memastikan keadaan? tapi takut malah memperkeruh keadaan.
Arzan menghampiri Kenzo dengan amarah, tambah kesal lagi karena orang yang menabrak mobilnya adalah bocah anak sekolah. "Heh, apa kau tidak punya mata? sudah tahu masih sekolah, berani sekali bawa mobil sendiri, karena kecerobohan mu mobil ku sampai lecet, dasar bocah." decak nya kesal, dia sampai tidak habis pikir, ni bocah berani sekali membawa mobil sendiri bahkan mobilnya terlihat sangat mewah, Jonathan yang merupakan putra Prawira saja ke sekolah masih di antar sopir.
Kenzo mengepalkan tangannya geram, tadinya dia mau bermaksud minta maaf, tapi orang yang ia tabrak malah menyebalkan bahkan sampai menghinanya. Kalau dia membawa uang tunai ingin sekali dia melemparkan nya pada wajah lelaki itu untuk mengganti rugi. "Heh, Gue males berdebat, berikan kunci mobil Lo, lo butuh ganti rugi kan? ambil mobil gue dan berikan mobil lo," ucap Kenzo tanpa basa-basi, dia menatap lelaki asing itu dengan dingin, bicara dengan begitu tegas tidak mau memperumit masalah, karena harus segera sampai di sekolah.
"What?" Arzan terkejut bukan main, ni anak santai sekali bicara seperti itu, menukar sebuah mobil seperti menukar sebuah pensil, dia sampai terpancing emosi, "Wah, Lo bocah sudah berani ngelunjak ya. Minta maaf, bodoh!" decak nya geram, keadaan mobil anak itu lebih mewah daripada mobilnya, bukankah perkataan bocah itu seolah-olah sedang menghina dan menjatuhkan harga dirinya.
"Bukannya anda yang bodoh, saya sudah menawarkan untuk menukar mobil, apa anda tidak mengerti?" timpal Kenzo dengan datar, dia sudah menunjukkan tanggung jawab dan rasa bersalahnya, mengganti rugi dengan mobilnya sendiri, apa itu tidak cukup? kenapa lelaki itu malah marah.
"Kau!" Arzan makin geram, anak sekolahan itu bahkan berani berbalik mengatainya bodoh, dia tidak terima dan langsung mendekat ingin mencekam bocah itu tapi sialnya secepat mungkin Kenzo langsung menghindar.
"Kenapa?" Kenzo sampai menyeringai penuh kemenangan, terbalaskan juga kekesalannya. "Anda sudah tua, harusnya anda lebih tahu tentang sopan santun." timpal nya lagi dengan ledekan. Mobilnya hanya lecet sedikit, tapi marah-marahnya sudah setinggi langit.
"Tua? aku baru berumur 25 tahun dia berani mengatai ku tua!" gumam Arzan geram, bocah itu tidak bisa di biarkan, dia harus memberi nya pelajaran, ingin kembali melawan tapi Jonathan malah menghentikannya.
"Arzan, hentikan! Ayo berangkat keburu kesiangan!" Jonathan tiba-tiba memanggil. Dia tahu Kenzo tidak akan mudah menyerah. Dan Arzan pun tidak pernah mau mengakui kalau dia kalah, kalau terus di biarkan mereka malah akan kesiangan, padahal ini hari Jum'at; hari tes ujian mingguan. Dan di antara mereka tidak boleh ada yang terlambat sekolah. Toh mobil hanya sedikit lecet dan itu tidak parah.
"Nathan?" Kenzo sampai kaget melihat keberadaan Jonathan di sana, dan lebih kaget lagi ternyata lelaki asing yang menyebalkan ini adalah Arzan. Sungguh kebetulan yang sangat menjengkelkan.
__ADS_1
"Kalian saling kenal?" Arzan sampai menyeringai, dia baru sadar ternyata seragam sekolah mereka juga sama, berarti dia tidak akan susah mencari bocah ini untuk memberinya pelajaran nantinya.
Tiara yang duduk di dalam ikut kaget, rupanya ada Jonathan di dalam mobil yang Kenzo tabrak. Dia sampai khawatir, apa Kenzo akan baik-baik saja, apalagi lelaki asing itu tadi sampai mau mencekam nya. "Haruskah aku keluar?" ucapnya bingung, takut Kenzo kenapa-kenapa tapi lelaki itu sudah menyuruhnya untuk tetap diam di sana.
"Iya, kita saling kenal, makanya jangan mempersulit keadaan. Ayo pergi!" ajak Jonathan berusaha meredam emosi Arzan, keadaan dia dengan Kenzo masih terasa canggung karena kejadian tempo lalu, dia tidak ingin hubungan mereka makin kacau hanya karena Arzan yang kekanak-kanakan.
"Baiklah, karena kalian juga harus segera sampai di sekolah, kau aku lepaskan," decak Arzan, dia harus mundur terlebih dulu, masih ada hari esok atau nanti untuk membalaskan kekesalannya, apalagi sudah tahu kalau mereka satu sekolah, dia bisa menghampirinya dengan mudah.
Arzan dan Jonathan masuk mobil, mereka pergi terlebih dulu, Kenzo pun kembali ke mobilnya dan lekas masuk.
"Pagi yang mengejutkan," gumamnya dalam hati, dia langsung menyalakan mobilnya dan bergegas menancap gas menuju sekolah.
"Kau tahu siapa orang itu, Jonathan terlihat bersama nya?" tanya Tiara penasaran, beruntung Jonathan melerai mereka, Kenzo pun bisa kembali dengan baik-baik saja.
...*...
Mobil Kenzo sudah memasuki gerbang sekolah, dia langsung melaju menuju tempat parkiran, dan menyimpan mobilnya di sana. Langsung turun di ikuti Tiara yang sama-sama keluar dari mobil nya.
"Wah, wah, wah. Rupanya kau membawa seorang wanita ya." Suara Arzan tiba-tiba terdengar dari belakang. Sebuah tawa bahkan mendominasi perkataanya.
"Sial, dia sampai menunggu!" gumam Kenzo geram, tidak percaya Arzan se-menjengkelkan itu sampai menunggu nya di parkiran. Dia langsung menghampiri Tiara, dan menyembunyikan wanita itu di belakangnya.
"Ken, bukannya dia orang yang tadi." bisik Tiara mulai merasa tidak nyaman.
__ADS_1
"Jangan takut," timpal Kenzo singkat,
lelaki itu berurusan dengan nya dia akan memastikan Tiara baik-baik saja.
"Apa yang anda inginkan?" tanyanya to the poin, lelaki itu membuatnya semakin kesal karena matanya terus memperhatikan Tiara.
"Hahaha, ini menarik, rupanya bocah ini memiliki kelemahan juga." gumam Arzan sambil tertawa puas, hanya menatap wanita itu saja bocah itu langsung terlihat semakin agresif, tidak sesuai dugaannya, "Lumayan, cantik." gumamnya lagi. Seketika dia langsung tertarik untuk bermain dengan anak-anak sekolah ini.
"Ayolah jangan memasang tampang menakutkan seperti itu, aku hanya ingin minta maaf, sepertinya tadi aku terlalu berlebihan," tutur Arzan dengan santai, dia langsung tersenyum tipis, "Boleh aku berkenalan dengan kalian." tanyanya sambil mengulurkan tangan. "Arzan!" ucapnya memperkenalkan diri.
Kenzo tidak ingin memperkeruh suasana, persetan apa maksud lelaki itu, dia tidak ingin terus berdebat, dan langsung menerima uluran tangan Arzan, "Kenzo." timpal nya, sama-sama memperkenalkan diri.
"Kau tidak ingin memperkenalkan wanita yang ada di belakang mu?" tanya Arzan dengan mata yang tidak berpaling memperhatikan Tiara, wanita itu terlihat menarik, sampai dia ingin mengetahui namanya.
"Dia tidak ada hubungan nya dengan masalah tadi jadi maaf saya harus segera masuk, permisi" jawab Kenzo dengan datar, dia langsung meraih tangan Tiara dan mengajaknya pergi dari sana. Bahaya kalau terus di sana, dia bisa-bisa tidak bisa menahan emosi karena lelaki itu terus memperhatikan Tiara.
"Hahaha, menarik sekali. Apa wanita itu juga teman Jonathan, aku akan tanya nanti pada nya." tutur Arzan dengan tersenyum kecil, dia langsung menghampiri mobilnya sambil bersiul-siul riang.
☘️☘️☘️
...Jangan lupa kasih vote dan hadiah nya ya teman teman semua. ...
...^-^....
__ADS_1