Terpaksa Menerima Perjodohan

Terpaksa Menerima Perjodohan
Di tantang bermain basket.


__ADS_3

Esok harinya.


Shasa duduk dengan gelisah di depan guru BK, kedua tangannya memegang beberapa lembar kertas nilai evaluasi murid-murid Trisakti kelas unggulan, "Jadi pagi-pagi begini bapak memanggil saya karena sebuah nilai." ucapnya mulai bicara, sebenarnya dia tahu apa maksud guru BK hanya tidak ingin mengakuinya saja.


"Kau anak pintar, kau pasti tahu apa maksud bapak kan. Nilai mu merosot Sha, dan itu akan mengancam posisi Trisakti mu, di tambah lagi hari ini Azzura dipindahkan ke kelas unggulan, kini semakin banyak yang mengincar posisi mu." tutur guru BK menjelaskan. "Satu bulan lagi babak penentuan akhir Sha, kalau nilai mu masih seperti ini, otomatis posisi Trisakti akan lengser dan jatuh pada murid yang memiliki nilai lebih tinggi dari mu." jelasnya lagi.


Shasa kembali menunduk melihat lembaran hasil evaluasi itu, disitu terpampang jelas kalau nilai Tiara lebih tinggi dari nya, "Jadi maksud bapak, Tiara yang akan menduduki posisi tiga Trisakti?" tebaknya tidak percaya.


"Iya, untuk sementara ini dia kandidat satu-satunya, itupun jika tidak ada lagi yang mengalahkan kepintarannya." ucap guru BK lagi. Dia tidak mungkin kembali mempersulit Tiara setelah ada ancaman keras dari sekretaris keluarga Wijaya.


Seketika Shasa langsung mengepalkan tangannya kesal, kenapa harus Tiara lagi, kenapa wanita itu selalu saja mengambil sesuatu yang menjadi miliknya, apa tidak cukup setelah mengambil lelaki yang di cintai nya, apa tidak cukup mengambil posisi di keluarga Wijaya yang seharusnya menjadi milik nya dan sekarang malah ingin mengambil posisi nya di sekolah, dia tidak terima, dia tidak boleh kalah dari wanita itu untuk yang kesekian kalinya.


"Pak, seharusnya pihak sekolah memberikan nilai plus pada saya karena saya punya peran penting di sekolah, bukan malah dengan begitu mudah ingin menjatuhkan posisi Trisakti saya." protes Shasa tidak terima, sampai kapanpun, dengan cara apapun dia akan mempertahankan posisi itu, dia tidak sudi kalau Tiara kembali mengambil semua miliknya.


Guru BK sesaat terdiam, iya apa yang di katakan Shasa memang benar, wanita ini seorang waktos, dedikasi nya terhadap sekolah patut di hargai, dan posisi Trisakti memang pantas untuk nya. "Iya, bapak hanya menasehati mu saja, Sha. Dan tingkatkan kembali nilai-nilai mu." seru nya memberi saran, melengserkan posisi Shasa memang tidak mudah melihat posisinya di sekolah sebagai apa, maka tingkatkanlah nilainya agar tidak bisa di jatuhkan Tiara.


Shasa mengangguk, lihat saja, Tiara tidak akan bisa dengan mudah mengambil posisinya, bukan hanya karena ada jaminan dari sekolah, tapi dia akan pastikan wanita itu tidak akan mudah mengalahkannya.


...*...


Sementara itu di kelas unggulan, Azzura mulai memasuki kelas dan langsung menghampiri Tiara. "Tiara!" panggilannya dengan begitu girang, dia harus banyak-banyak berterima kasih karena wanita itu dia bisa kembali ke kelas unggulan. "Akhirnya aku bisa kembali ke sini," ucapnya sambil merangkul Tiara dan memeluknya, ikut duduk di samping Tiara, tidak mempedulikan dua sorotan pasang mata yang menatap tajam ke arah nya.


"Bisa kecilkan suara mu, ini di dalam kelas, bukan tempat pentas." umpat Jonathan sambil menggelengkan kepala melihat tingkah teman wanitanya itu. Kalau Azzura di pindahkan ke kelas ini otomatis setiap saat dia akan mendengar ocehan-ocehan wanita itu yang selalu terdengar nyaring.


"Sewot amat si," Azzura kembali berdiri, menengok sekeliling mencari tempat duduk yang pas. "Aku sebangku dengan ketua osis saja ya," pintanya dengan menyeringai, tanpa ada jawaban, dia langsung duduk di kursi di samping Jonathan persis di depan Tiara. Sebenarnya ingin duduk sebangku dengan wanita itu, tapi tidak mungkin karena Kenzo sudah menatap tajam dirinya, seolah berkata jangan pernah duduk di samping Tiara karena itu adalah tempatnya.


"Aisst, kenapa hobi amat si dekat dekat dengan gue, duduk di bangku lain sana." Jonathan tidak terima, tapi apalah daya, Azzura sudah duduk nyaman bahkan sudah menyimpan tas nya.


Tiara sampai tersenyum kecil, di matanya mereka malah terlihat sangat cocok, "Bukannya mereka sangat serasi?" ucapnya pada sang suami.

__ADS_1


Kenzo sendiri menanggapinya dengan acuh tanpa ekspresi, "Setidaknya sekarang aku bisa sedikit lebih tenang jika meninggalkan mu sendiri, kini akan ada Azzura yang menemani mu." ucapnya dengan datar, orang bicara apa dia malah membahas apa.


...~...


Jam olahraga di mulai, Azzura dan Tiara sedang berganti pakaian bersama, untuk mengikuti kegiatan olahraga, karena di ruangan ganti hanya ada mereka berdua mereka tidak ragu membuka seragam masing-masing dan menggantinya dengan seragam olahraga.


"My God," Azzura sampai geleng kepala, sedikit kaget melihat bekas merah di dada Tiara, pikirannya otomatis langsung traveling ke mana-mana. "Apa se-buas itu suami mu saat di ranjang, lihat! bekasnya bertebaran di mana-mana, Tiara." ucapnya dengan tertawa jahil menggoda Tiara, gadis itu sampai refleks secepat mungkin mengenakan kaus seragamnya.


"Bekas apa si?" kilah Tiara pura-pura tidak tahu, langsung memalingkan muka, dia mendadak malu sendiri, karena semalam sang suami tidak mendapatkan jatah, pagi tadi langsung uring-uringan sampai menggerayangi tubuhnya sesukanya. Dia tidak sadar kalau itu masih membekas.


"Ya elah, pura-pura tidak tahu lagi, aku tidak se-polos itu, Tiara," timpal Azzura dengan cengengesan.


"Sudah akh, ayo! Yang lain pasti sudah menunggu." ajak Tiara, setelah memasukkan seragamnya ke dalam loker, dia langsung beranjak keluar di ikuti Azzura di belakangnya.


Pintu terbuka, Tiara dan Azzura kini ada di tengah area ruangan ganti wanita, ingin bergegas keluar dari sana tapi tiba-tiba ada sebuah bola yang melayang pas mengenai kepala Tiara.


"Aww," Tiara sampai meringis kesakitan, tangannya refleks menyentuh keningnya yang terkena bola. Langsung menoleh kearah arah dari mana bola itu berasal, "Kalian!" decak nya kesal, rupanya itu Jessica, Alicia dan Shasa.


"Duh sorry Tiara, tangan ku licin sampai bola itu terlepas begitu saja." timpal Alicia dengan menyeringai, iya dialah sang pelaku yang melempar bola itu, targetnya memang kepada Tiara, dan lemparannya mendarat dengan sempurna. "Apa sakit?" ledeknya dengan tersenyum jahil.


Shasa sampai tersenyum girang, bukan Alicia kalau gadis itu tidak punya ide cemerlang.


Tiara sampai mengepalkan tangannya geram, mereka memang tidak akan pernah puas untuk mengerjainya, di tatapnya bola yang menggelinding di depannya, dan dia tendang dengan begitu keras.


Buk.


Tepat sasaran, bola itu melayang pas mengenai kaki Alicia. "Sorry, kaki ku licin." timpal Tiara tidak kalah menyeringai, jika mau main pukul-pukulan ayo! Dia akan melayaninya dengan senang hati.


"Kau gila, ini bola basket Tiara, seenaknya saja kau menendangnya." Alicia geram, bukan hanya karena rasa sakit di kakinya, tapi bola basket kesayangannya di tendang Tiara dengan sesukanya.

__ADS_1


"Terserah itu bola apa, yang jelas kau sendiri yang memulainya." kecam Tiara dengan tegas. Yang memulai siapa yang mengoceh siapa, "Dasar pecundang."


"Pecundang?" Alicia sampai menyeringai, sekarang Tiara benar-benar berubah, dia semakin tertarik untuk menantangnya. "Ayo kita buktikan siapa yang pecundang di antara kita, aku tantang kau bermain basket tiga lawan tiga." tuturnya menantang Tiara, gadis itu sekarang tidak lemah, cara mudah untuk melawannya adalah dengan menjatuhkan dia dengan beradu kemampuan. "Kita bertiga, dan kau bebas mengajak dua murid wanita lainnya untuk menjadi tim mu."


"Basket?" Azzura yang kaget, Alicia adalah kapten basket putri sekolah Trisakti, jika Tiara menerima tawaran itu jelas lah Tiara yang akan kalah, terlebih dia tidak pernah melihat murid pindahan itu bermain basket. "Tiara tinggalkan saja mereka!" Dia langsung menarik lengan Tiara dan mengajaknya pergi keluar dari sana.


Shasa langsung terbahak, "Hahaha, mana yang katanya akan melawan ku dengan senang hati, aku baru mau mulai kau sudah menciut ketakutan, dan lari begitu saja. Pecundang kau, Tiara." cecar nya dengan penuh kemenangan. Ide Alicia memang selalu memuaskan. Dia benar-benar bisa menjatuhkan harga diri Tiara dengan mudah.


"Aisst, dasar wanita menyebalkan," Tiara langsung menghentikan langkahnya, kembali menoleh ke arah mereka. Dia tidak ingin melayani mereka, tapi Shasa malah menyulut emosi nya.


Azzura sampai menggelengkan kepala, "Jangan, apa kau bisa bermain basket untuk melawan mereka?" tanyanya dengan berbisik. Dia terus menggandeng lengan Tiara agar gadis itu tidak termakan omongan mereka.


"Tidak bisa," jawabnya dengan tersenyum kikuk, tantangan mereka bak bumerang bagi nya, jika di terima bisa menjadi ancaman jika di biarkan pun bisa menjadi hinaan. Shasa pasti akan semakin gencar menghina dan merendahkan nya.


"Bagaimana, kau mau menerima tawaran kita?" ucap Shasa kembali bersuara, seolah bertanya, padahal jelas itu ledekan untuk Tiara, dia tahu Tiara tidak akan pernah bisa merima tantangan mereka. "Rasanya aku puas sekali melihat raut wajahnya yang ketakutan seperti itu." gumamnya dengan menyeringai.


Tiara malah semakin geram, "Iya, aku akan terima tantangan kalian, tapi waktu match nya aku yang tentukan, aku harus mencari partner ku, setelah itu aku tentukan waktunya," jawab Tiara dengan tegas. Dia tidak mau di perdaya mereka, setidaknya dia bisa meminta Kenzo untuk mengajarinya, dan dia akan menentukan waktunya.


"Oke, deal." tiga wanita langsung tersenyum senang.


Sontak Azzura langsung terperangah, "Hei kau benar-benar menerima tantangan mereka, kau tidak bisa bermain basket kan? kau pasti kalah Tiara?" bisik nya tak percaya, wanita ini benar-benar nekat.


"Kita lihat saja nanti, aku akan berlatih keras oke. Jadi jangan terlalu khawatir," bisik Tiara sambil mengajak Azzura berlaju pergi meninggalkan tiga wanita itu. "Kau ingat kan target murid yang akan kita dekati?" timpal nya dengan menyeringai.


Sesaat Azzura terdiam, "Priscilla Annabell?" ucapnya berusaha menebak, Tiara langsung mengangguk mengiyakan, "My God, saat seperti ini pun, pikiran mu masih cemerlang, Tiara."


☘️☘️


...Maaf ya Bastie, menjelang idul Fitri aku selalu banyak kerjaan, jadi gak bisa up banyak banyak^-^...

__ADS_1


__ADS_2