
"Apa sudah lebih tenang?" Kenzo masih setia menunggu Tiara di dalam kamar. Menunggu sampai gadis itu merasa lebih baik dan yakin kalau menuruti kemauan nya adalah hal yang terbaik. "Jika pun kau kembali pada mereka apa kau yakin mereka tidak akan menyakiti mu?" tanya nya lagi. Meminta Tiara untuk berpikir logis, mengikuti mereka dan menuruti apapun keinginan mereka tanpa adanya kebebasan, atau mengikutinya walau akan banyak masalah tapi setidaknya mereka bisa sama-sama melaluinya.
"Bagaimana dengan Daddy dan Mommy mu?" Kenzo memang bisa mengerti dirinya tapi bagaimana dengan kedua orang tuanya. Dia hanya wanita pembawa sial, bisakah mereka menerima itu, "Apa mereka akan rela jika putranya terus di persulit karena mempertahankan wanita yang malah menjadi beban untuk nya?" tanya dengan ragu.
"Jangan terus merendahkan diri mu sendiri, Tiara." Kenzo sampai menghela nafas, bisakah wanita itu jangan terus menyalahkan dirinya sendiri, semakin wanita itu mengalah dari keadaan, semakin dia ingin membantunya, "Aku adalah gambaran dari mereka, jangan pusing memikirkan bagaimana pendapat Daddy dan Mommy karena keputusan kita pasti sama." jawab Kenzo dengan tergesa. Dia yakin kedua orang tuanya pasti akan mengikuti keputusannya, terus mempertahankan Tiara, tanpa mempedulikan ocehan dari keluarga Arya, yang terus menjelekkannya. "Tinggal kau sendiri yang harus yakin, kalau kau mau mengikuti ku, kau harus berani melawan mereka, karena kalau kau masih ragu, aku tidak bisa jamin kedepannya aku masih bisa membantumu."
Tiara sesaat diam, menarik napas dalam-dalam dan perlahan menghembuskan nya. Tidak apa-apa kah jika dia terlalu serakah terus di samping Kenzo, walau mungkin akan menyusahkan nya, "Iya, aku akan mengikuti mu." Akhirnya Tiara memberikan keputusan. Jikapun nanti keluarga pamannya akan terus mencaci nya, setidaknya masih ada Kenzo yang akan ada untuknya.
"Kita menikah sekarang?" tanya Kenzo kembali meyakinkan, di bawah sana masih ada keluarga Arya, mungkin mereka tidak akan tinggal diam karena Tiara tidak mengikuti keinginan mereka, jadi siapkan dia untuk melawan nya?
Tiara mengangguk, apapun yang akan terjadi kedepannya, dia yakin ada Kenzo yang akan membantunya.
"Ayo!" Kenzo mengulurkan tangannya, meminta Tiara untuk berpegangan dengan erat, karena goyah sedikit saja dia tidak akan kembali mengulurkannya.
"Terima kasih, Ken." ucap Tiara dengan lirih, sungguh, tanpa bantuan lelaki itu dia tidak akan merasakan ketenangan seperti ini, dia langsung meraih uluran tangan itu, dan mengikuti langkah nya.
Tiara dan Kenzo sudah menuruni anak tangga, kedatangan mereka sontak membuat semua orang yang di bawah tercengang melihat nya. Tidak terkecuali sang penghulu yang sudah harap harap cemas harus pulang begitu saja.
"Mas, bukankah putra kita sudah dewasa sekarang?" Ze sampai tersenyum senang sambil menggandeng lengan suaminya, menatap ke arah Kenzo dengan penuh bangga, putranya yang hanya tahu tentang cara bermain game dan bolos sekolah kini benar-benar tahu apa artinya sebuah tanggung jawab.
"Ini berkat mu karena mempunyai ide untuk menjodohkan nya," timpal Kenan ikut terharu, Kenzo yang menggenggam erat tangan Tiara, sudah menunjukkan kalau putranya itu tidak akan membiarkan hubungan mereka berakhir begitu saja.
"Bukan karena aku, mas. Melainkan karena Tiara yang sudah meluluhkan hatinya, sebelumnya dia tidak pernah se-peduli itu kepada seorang wanita." Ze sampai heran, kenapa bisa keluarga Arya segitunya membenci Tiara, padahal gadis itu bak sebuah hadiah yang di kirimkan Tuhan untuk keluarganya.
__ADS_1
Ze dan Kenan tersenyum senang, tapi tidak dengan Arya dan keluarganya. Orang tua paruh baya itu sampai berdiri, tercengang melihat Tiara yang masih berani melawan nya, "Kau masih berani mempermalukan kita, mana barang-barang mu, Tiara?" Belum juga mendekat, Arya sudah bicara keras dengan menatap tajam ke arah gadis itu.
"Pak Arya! Apa anda bisa sedikit lebih tenang, ini rumah saya, bukan sebuah sirkuit yang bisa berteriak sesuka anda." Kenan menimpali dengan begitu dingin, semakin di biarkan Arya semakin ngelunjak, lelaki itu tidak tahu apa itu sebuah tata krama, bahkan tidak menghargai keberadaan dirinya. "Saya bisa mengusir anda kapan saja!" decak nya lagi, sontak Arya langsung diam dan duduk kembali.
"Dasar anak pembawa sial." decak Arya geram.
Kenzo mulai duduk di tempat yang tadi, masih dengan menggenggam tangan Tiara, wanita itu pun ikut duduk walau masih dengan perasaan gelisah karena Arya masih saja menatapnya tajam.
"Mana barang-barang mu, kita harus segera pulang, Tiara." Arya kembali bicara, menatap Tiara dengan tajam. Wanita itu hanya pembawa sial tapi kenapa masih punya nyali melawannya. Bahkan Kenzo masih saja mempertahankan wanita itu setelah apa yang sudah mereka katakan.
"Bisa jaga tatapan anda!" decak Kenzo geram, dia sampai kembali menatap Arya dengan tajam, persetan yang ada di hadapannya adalah orang tua, lelaki paruh baya itu harus di beri pelajaran, "Dia tidak akan kemana-mana karena di sinilah rumahnya." ucapnya lagi dengan penuh penegasan.
"Nak Kenzo, Tiara sudah memutuskan hubungan ini," Widia yang menimpali, dia sudah yakin bisa menekan Tiara untuk keluar dari rumah ini, dia harus bisa memutar balikkan keadaan seolah Kenzo lah yang memaksa Tiara, dan mempersulit keadaan mereka, "Nak Kenzo harus menjaga tata krama, kami keluarga nya, jangan terus memaksa Tiara untuk tinggal di sini."
"Bi, Kenzo tidak pernah memaksa ku, aku sendiri yang ingin bersama nya. Jangan menyalakan Kenzo jika dia tidak bersikap baik karena kalian sendiri yang memulai nya, aku terus menyusahkan nya, karena kalian sendiri yang mempersulit keadaan ku." Tiara yang menjawab, bicara dengan begitu tegas, walau hati sudah teramat gelisah, tapi genggaman tangan Kenzo seolah memberi nya kekuatan untuk lebih percaya diri, melawan bibi dan paman nya.
"Kau, dasar wanita tidak tahu malu," Arya sampai membentak Tiara, bisa-bisanya wanita itu melawannya. "Kau sama murahan nya seperti ib--"
Brakk, belum selesai bicara, Kenzo dengan cepat menggebrak meja menghentikan ocehan pria tua itu, "Cukup! Saya masih bisa bersabar karena Tiara masih menganggap kalian sebagai keluarga, jadi bisakah diam!" decak nya geram, heran, akan sampai mana mereka terus mempersulit Tiara. "Anda hanya perlu menjadi wali, dan menikahkan kami." titah nya lagi sambil menatap Arya dengan penuh penegasan.
"Tiara hanya akan menjadi beban untuk keluarga Nak Kenzo, saya tidak bisa menikahkan kalian." tolak Arya dengan tegas. Dia masih kukuh akan membawa Tiara keluar, jadi tidak akan ada sebuah pernikahan.
"Dad. Bisakah Daddy mengambil kembali semua aset milik Pak Arya, sepertinya dia sudah tidak mau berhubungan baik dengan keluarga kita." Kenzo sampai menyeringai, bicara pada sang Daddy tapi matanya menatap tajam ke arah Arya. Dia benar-benar mengeluarkan ultimatum nya, karena teramat kesal.
__ADS_1
Glekk... Arya sampai menelan keras saliva nya, tidak bisa berkutik, dia bagai di sekak mati. Dengan cepat mengulurkan tangannya sebelum Kenan mengambil tindakan. "Kita mulai ijab qobul nya."
Kenan dan Ze sampai terkekeh melihat tingkah Arya, kelakuan anaknya memang patut di puji, bukan keturunan keluarga Wijaya kalau tidak tahu bagaimana cara menjatuhkan lawan yang terus membangkang.
"Kenapa tidak dari tadi? Setidaknya pekerjaan anda bisa di pertahankan, karena tidak berbuat onar." Kenzo kembali memberikan peringatan, terimalah! dia masih berbaik hati hanya memecatnya dari perusahaan Wijaya! itu balasan karena keluarga mereka telah menyakiti Tiara.
"Nak Kenzo..."
"Pak penghulu, saya sudah siap." Tidak mempedulikan rengekan Arya, Kenzo langsung menerima jabatan tangan Arya untuk melangsungkan ijab qobul nya.
Pernikahan yang begitu dramatis, Pak penghulu yang menjadi saksi perdebatan mereka sampai geleng kepala, walau begitu dia langsung menuntun acara dengan khidmat, mengucapkan kata-kata sakral, menuntun Arya untuk mulai mengucap ijab nya.
"Saya nikahkan engkau ananda Kenzo Julian Wijaya bin Kenan Ardi Wijaya dengan Tiara Lestari binti Anggara dengan mas kawin uang sebesar dua miliar di bayar tunai."
"Saya terima nikahnya Tiara Lestari binti Anggara dengan mas kawin uang sebesar dua miliar di bayar tunai." Dengan satu tarikan nafas Kenzo mengucapkan qobul, dari detik itulah hubungan nya dengan Tiara menjadi berubah.
"Bagaimana para saksi sah?"
"Sah!"
"Alhamdulillah..."
Semua orang tersenyum bahagia, tapi tidak dengan Arya dan keluarganya, mereka hanya bisa gigit jari dengan kebodohan yang mereka lakukan.
__ADS_1