
Ku langkahkan kaki ku berlahan . Berpapasan dengan banyaknya orang yang sebagian tidak ku kenal .
Dengan membawa barang bawaan , aku menuju ke dalam pondok . Riuh , banyak cerita , tawa dan air mata ku temukan di perjalan menuju kamar . Berpapasan dengan banyak teman , mengucap salam rindu atau sekedar sapaan . Hingga aku sampai di kamar Al A'Rof , yang artinya tempat yang tinggi .
Jika di pondok lainya mungkin kamar yang di namai Al A’Rof adalah kamar para pengurus pondok . Tapi di sini malah sebaliknya . Aku sekamar dengan santri-santri yang terkenal dengan kenakalan di pondok . Atau mungkin aku adalah salah satunya .
Ada Mbak Tika , dia gendut tapi cantik . Sangat kaya raya . Tapi sedikit sombong . Di seperti Ratu dalam kamar ini . Duduk di bantalan yang sudah di robohkan dan di depannya ada beberapa teman menggerumbulinya . Mendengarkan cerita semasa liburannya.
“ Assalamualaikum . “ Salam ku pada teman lainya seraya menyalami satu persatu teman di dalam kamar . Termasuk mbak Tika .
“ Telat kamu Wa ? “ Kata Mbak Tika . Sesaat setelah aku bersalaman . Wajar , aku masuk kamar di atas jam 11 malam . Sedang akhir hadir di pondok jam 10 malam.
“ Mboten mbak . Tadi lama sowan ku. “
“ Oalah . Iya iya . “
Tidak ada pertanyaan lagi . Dia kembali fokus pada cerita yang sempat tertunda karena kehadiran ku . Teman-teman sudah menunggu bak santri yang antusias siap mendengar ceramah lagi .
Aku menuju pojok kamar , membereskan barang-barang ku . Aku tidak ingin menunda membereskan barang seperti teman lainya , yang sampai tapi langsung menggerombol membentuk lingkarang dan bercerita panjang lebar dengan teman lainya.
Setelah selesai beres-beres aku langsung menunaikan sholat isya’ . Kebetulan ada beberapa mbak yang juga mau sholat jadi aku ma'mun padanya .
Sudah lewat tengah malam . Aku mengelar kasur lantai ku dan siap tidur . Badanku letih , dan aku fikir tidak akan menunggu lama nanti untuk aku terpejam. Tapi tidak , aku terganggu oleh ceramah Mbak Tika , maksud ku cerita Mbak Tika . Entah sudah berapa jam dia bercerita . Tidak usai-usai juga.
Dia menceritakan tentang wisata yang baru saja ia kunjungi. Aku juga tidak tahu di mana . Tapi yang aku dengar , tempat itu seperti hutan di taman , atau taman di hutan. Ada air terjun kecil dan anak sungai yang bening . Di tengah-tengah anak sungai itu ada meja dan kursi dari bambu , berjajar rapi . Orang-orang duduk di sana , menikmati hidangan , menikmati air yang mengguyur kaki mereka karena memang itu di tengah sungai . Cafe, tapi tempatnya di tengah sungai . Ada jembatan bambu yang melengkung di atas sungai itu . Tidak hanya untuk penyeberangan , tapi juga sebagai tempat Selfi pengunjung .
Sayup-sayup dia juga bercerita tentang mushola di sana seram , hanya bangunan kotak dan di depannya ada pagar besi membentuk segi panjang , memageri satu buah batu nisan yang bertuliskan aksara Jawa yang tidak ia ketahui bacaannya. Di tambah patung macan yang berukuran besar. Aku membayangkan saja sudah merasa seram , apalagi harus benar ada di sana .
“ Ah ! Aku penasaran . Pengen kesana “ Seru Afi .
Diantara yang lain dia yang terlihat tidak takut akan cerita Mbak Tika . Malah antusias dan membuatnya penasaran .
“ Takut ah . Serem musholla nya . “ Celetuk Lida , membuat yang lainya juga menyetujui. Tapi juga ada yang sama penasaran seperti Afi.
Setelah itu aku benar-benar tertidur , tidak lagi mendengar cerita selanjutnya. Entah sampai jam berapa mereka akan seperti itu.
******
Kegiatan pondok berjalan kembali aktif . Pagi sekolah , hingga pukul 12. 30 , balik ke pondok langsung jama'ah , istirahat sampai habis ashar dan melanjutkan Diniyah . Malamnya di penuhi kegiatan mengaji , dan terakhir adalah jam belajar . Hingga pukul 22. 30 , semua kegiatan baru selesai .
Di Ma Al Hasan ini semua murid di pisah kelasnya antara Laki-laki dan perempuan . Sudah menjadi kebijakan pesantren yang masih berbasis salaf .
__ADS_1
“ Dari kemarin kamu di cariin Salwa Lo , “
Ais , nama lengkapnya Aisyah Putri . Mungkin orang tua tabarukan kepada Siti Aisyah , istri Rosululloh . Dia pintar , cekatan , mudah bergaul dan juga cantik .
Aku menoleh , melihat ia mulai membuka chochollatos dan langsung memakannya . Kelas Bahasa 2 memang sedang kosong . Dan ini juga jam terakhir . Teman lainya ada yang sedang ngeloyor pergi begitu saja keluar kelas . Ada juga yang tidur , dan mengobrol mengerumbul di belakang . Mereka melakukan sesuatu yang di anggap asik .
“ Kenapa Salwa mencari ku ?. " Tanya ku heran
“ Lah , gosip soal Abinya Salwa meminta Mas mu kan sudah menyebar ke seluruh pondok " Jawab Ais dengan mengerutkan dahinya .
Aku melongo . Lupa dengan kejadian malam sowanan itu . Bahkan aku tidak terpikir lagi , ku kira itu hanya goyonan semata . Walaupun tidak di pungkiri kalau malam itu juga aku galau , memikirkan pinangan Kyai Anwar untuk Mas Albi yang secara spontan .
“ Kamu kok gak pernah cerita to kalau punya Mas Guanteng . “
Ais menyenggol lengan ku dengan cemberut. Seakan aku telah sengaja menyakitinya .
“ Kamu gak tanya . “
“ Padahal kita sudah berteman sejak pertama kali mondok Lo , tapi kamu gak pernah bahas Mas mu . Ku kira kamu anak tunggal . “
“ Walah , Ya sudah aku bilang sekarang . Aku punya Mas. Udah “
“ Telat . Udah di samber sama Salwa . “
Aku memang tidak ingin ada yang tahu soal Mas Albi . Tidak tahu mengapa , jika teman ku selalu menceritakan keluarga mereka aku hanya diam mendengarkan . Aku tidak mempunyai keinginan bergantian menceritakan keluarga , ada siapa dan bagaimana mereka .
“ Hari terakhir sekolah . Gak terasa besok udah puasa saja . “
Kulihat Ais merapikan buku-bukunya di meja , memasukan ke dalam tas . Aku melakukan hal yang sama . Tinggal beberapa menit lagi ,bel pulang berbunyi .
“ Udah beli kitab kamu ? “
“ Masih kurang dua , bingung mau ngaji kitab apa"
“ Wasiatul Musthofa tahun ini di bacain Neng Nada . Kamu gak ambil kitab itu ? “
Tahun lalu aku sudah mengaji kitab itu , tapi ustadz putra yang membacakannya . Tahun ini untuk pertama kali Neng Nada , ikut mengisi pengajian kitab romadhonan. Ada rasa penasaran tersendiri , dan aku memutuskan untuk ikut mengaji kitab itu lagi .
Kitab washiyatul musytafa merupakan kitab kumpulan wasiyat nabi Muhammad Saw kepada ali bin abi thalib karraomallahu wajhah, yang dikarang oleh abdul wahab assay’roni. kitab tersebut memiliki susunan bahasa arab yang sangat Sederhana.
“ Eh , itu Salwa . “
__ADS_1
Ais menyenggol lengan ku lagi . Menunjuk ke arah luar ruang kelas . Tepat di depan kelas Agama 1 yang bersebrangan dengan kelas kami , Salwa sedang berbicara dengan beberapa teman lainya . Di kelas mereka sepertinya sedang kosong juga. Entah, apa yang sedang mereka bicarakan. Merekareka terlihat tertawa lepas .
Salwa seperti tuan putri yang di kelilingi dayang-dayang yang setia menemaninya . Tidak pernah ku lihat dia sendiri. Di berbaur dengan caranya , bukan karena identitasnya. Bahkan mungkin sebagian teman yang bersamanya sekarang tidak mengetahui jika dia seorang Neng . Tapi , kenapa bisa ? Gosip tentang dirinya dan kakak tersebar begitu cepat.
“ Dia akan jadi kakak mu nantinya , kamu bakalan jadi Neng juga kalau adiknya . “
Aku berganti menoleh ke arah Ais , dia masih menatap Salwa .
“ Kamu tahu kalau Salwa Neng ? “
Kali ini ganti Ais yang terlihat heran dengan pertanyaan ku .
“ Ya iyalah . Semua tahu , siapa juga yang tidak tahu jika dia Neng . Dia putri dari kyai Anwar . Sepupu nya Abah . “
Aku terkejut . Ais tahu soal itu . Atau memang aku yang selama ini tidak mengetahui nya . Kemana saja aku sampai tidak mengetahui kabar seperti itu .
“ Jangan bilang kamu gak tahu ,”
Ais menebak isi pikiran ku dari mimik wajah ku yang menunjukkan keterkejutan .
“ Aku baru tahu kemarin , pas Sowan . “
Ais menepuk jidatnya . Tidak menyangka dengan ketidak tahunan ku .
“ Mangkane to , sesekali kumpul Karo arek-arek . Gosip saitik , Ben gak katrok “
Aku tersenyum simpul . Saran itu memang tidak pernah aku realisasi kan. Aku akan memilih tidur , baca novel atau melakukan sesuatu lainya dari pada ndopok bersama teman lainya . Bukan karena tidak ingin bersama , tapi kadang aku menganggap itu semua sia-sia . Beda , saat berkumpul bernyanyi menghilangkan penat , atau bermain teka teki SOS , atau mungkin membahas sesuatu yang di kira perlu . Aku akan ikut nimbrung . Tapi kalau dhopok gosip , apalagi yang gosipin santri putra , itu sama sekali Ndak minat blas.
Sejurus kemudian Salwa tiba-tiba menoleh ke arah kami . Dia melambaikan tangannya . Aku dan Ais langsung tersenyum membalas dan mengangukkankan kepala , tanda mengiyakan lambaiannya. Mungkin dia menyadari jika kami memperhatikan dirinya sedari tadi .
Bel pulang berbunyi . Bersahutan dengan teriakan teman-teman lainya yang girang . Dengan gesit ada yang langsung keluar dari kelas , ada juga yang masih membereskan buku-bukunya . Ada juga yang masih santai , menikmati hari terakhir sekolah .
*****
*Assalamualaikum Teman-teman
Jangan Lupa Like , komen dan Vote yak .
Dukungan kalian sangat berarti buat Author .
Semoga keberkahan selalu menyertai kita semua .
__ADS_1
Amin
Terimakasih 🙏*