
Kayn menghela nafas. Aku hanya diam melihat ketika Kayn akan menjelaskan semuanya ke Liana. Dia yg memulai masalah ini, dia yg harus bertanggung jawab
" Baiklah Liana...apa kau tahu makhluk bernama Iblis?" Tanya Kayn memulai penjelasan.
" Iblis? Makhluk seperti apa mereka?"
" Mereka adalah makhluk bengis yg haus darah. Pikiran mereka sudah dipengaruhi oleh sihir hitam. Sebagian berwujud manusia, dan sebagian lainnya berwujud seperti monster " jelasan Kayn " biasanya mereka keluar dan menghancurkan satu pemukiman, memangsa manusia, merampas semua yg mereka miliki. Tujuannya adalah untuk kepuasan mereka sendiri..."
" Apa mereka sama seperti vampir?" Tanya Liana.
" Kalau soal kejahatannya, mereka itu sama" jawab Kayn.
" Lalu, apa hubungan mereka dengan kalian?"
Kayn kembali menghela nafas. Ini yg kedua kalinya.
" Ki adalah kelompok pembunuh bayaran yg secara khusus membasmi para Iblis. Organisasi rahasia bernama Magic Assosiation." Jawabnya " Magic Knight No 12 The Holy, Kayn Endarker"
" Magic Knight No 13 The Monster, Zayn Endarker..." Ucapku sambil duduk dibangku ruangan ini " apa penjelasan kami cukup Liana?"
Liana masih diam menatap kami. Sepertinya mengetahui pekerjaan kami akan membuatnya berbalik membenci kami. Tentu tak ada satu orangpun yg ingin hidup bersama seorang pembunuh.
Tapi perkiraan ku salah. Sebaliknya, Liana malah menerima kami dengan antusias.
" Itu hebat " ucapnya kagum " kalian melakukan itu untuk melindungi orang lain. Untuk menjaga ketentraman penduduk kota dan negara. Itu sudah seperti pahlawan saja. Itu luar biasa"
" Walau kau berkata seperti itu, kami tetaplah pembunuh.. kami bukan orang baik yg bisa hidup dengan tenang" ucap kayn. aku setuju dengannya. Kami adalah pembunuh, mau sebaik apapun kami, pembunuh tetaplah pembunuh.
" Tidak, selagi kau melakukannya dengan niat baik, kau bukanlah orang yg jahat. Walaupun memang benar kalian tetaplah pembunuh, tapi kalian bukanlah pembunuh yg jahat. Kalian melakukan kebaikan tanpa orang lain sadari. Kalian melindungi orang lain, sedang orang yg kalian lindungi tak tahu siapa yg telah melintasi mereka. Itu adalah hal yg luar biasa." Ucap Liana tersenyum lebar. Kayn terdiam dan ikut tersenyum tipis. Aku tak mengerti jalan pikir gadis ini. Ia begitu polos.
" Ya, mungkin kau ada benarnya Liana..." Ucap Kayn.
Liana tersenyum. Kami diam sejenak.
Kayn kembali menghela nafas untuk yg ketiga kalinya. Kami mulai masuk ke topik utama kami.
" Liana, iblis memiliki beberapa tingkatan. Mulai dari yg terlemah adalah iblis biasa, mereka adalah manusia biasa yg berubah menjadi iblis karena emosi gelap yg begitu besar menguasai pikiran mereka. Kemudian, prajurit, iblis biasa yg diperkuat dengan sihir dan senjata. Lalu general, pemimpin pasukan iblis. Lalu lord, dan yg terkuat diantara mereka adalah kaisar atau biasa kami sebut Raja iblis. Selain itu, ada satu iblis yg kami pisahkan dari tingkatan iblis itu. Dikarenakan kekuatannya yg tak bisa diperkirakan. Kadang mereka lemah, dan dalam beberapa kasus, kemampuan mereka sekuat raja iblis, bahkan lebih kuat." Jelas Kayn " kami menyebutnya, Iblis kutukan...iblis yg terlahir dari kutukan iblis..."
__ADS_1
Liana terdiam. Ia seperti menyadari sesuatu. Aku bisa lihat dari ekspresi wajahnya. Ia terlihat seperti mendengar sesuatu yg tak asing di telinganya.
" Kami sudah menyadarinya sejak awal. Kami juga sudah mengawasimu akhir-akhir ini." Ucap Kayn serius. Liana diam membatu " ditubuhmu itu, terdapat sebuah kutukan berbahaya..kutukan iblis"
Liana sedikit tersentak. Kemudian diam tak mengatakan apapun
" Kau tidak membantahnya ataupun mengatakan sesuatu... sepertinya kau sudah menyadarinya ya Liana..." Ucapku " sebenarnya, bagaiman kutukan itu bisa ada di dalam tubuhmu?"
" Aku tak tahu " jawabnya lirih. Aku dan Kayn diam menyimak " aku tak tahu bagaimana benda itu bisa ada ditubuhku..ia sudah lama ada ditubuhku...aku tidak tahu..."
Tak kusangka, Liana meneteskan air matanya. Ini pertama kalinya kulihat Liana yg biasanya tegar dan selalu tersenyum itu menangis. Ia menangis tersedu-sedu.
" Aku sudah tahu tentang itu..aku sudah tahu tentang kutukan itu. Itu kutukan yg bisa mengubahku menjadi makhluk mengerikan yg kalian sebut iblis itu ...aku tahu kalau akhirnya aku pasti akan mengalami ini. Tak ada yg bisa kulakukan... Tak ada yg bisa menghilangkannya..." Ucap Liana tersedu " apa kalian datang karena kutukan itu? Kalau memang benar maafkan aku...tolong hentikan penderitaan yg kualami ini..bunuh aku, kalau kutukan ini aktif.orang lain akan berada dalam bahaya, dan aku juga bisa menyusahkan kalian..tapi kalau aku mati, otomatis kutukannya juga akan hilang kan? Aku tak mau orang lain menderita hanya karena aku....karena itu tolong bunuh aku..."
" Kau hebat ...berani mengorbankan dirimu agar orang lain yg tak kau kenal bisa hidup dengan aman..aku terkesan padamu Liana..."
Seketika Kayn mendekat ke tubuh Liana dan segera memeluknya erat-erat. Liana sempat terkejut dengan gerakan tiba-tiba Kayn, begitu juga denganku. Entah kenapa ia bslisa jadi seberani itu.
" K-kayn?!"
" Kayn...teri.. terimakasih banyak..."
Dipelukan Kayn, Liana menangis sekuat-kuatnya. Ia terus menangis dan Kayn dengan senang hati menampung semua kesedihan yg Liana emban selama ini. Benar-benar kejadian yg tak terduga.
___________________________________________
Sejak kejadian malam itu, Liana dan Kayn jadi semakin dekat. Liana jadi semakin percaya diri dengan perasaan yg ia pendam pada Kayn. Perasaan sayang yg dilapisi cinta dari seorang gadis bangsawan bernama Liliana Rossweis.
" Eh?! Yg benar?!" Tanya Elie sedikit berbisik. Ia melirik ke Liana yg saat ini sedang mengobrol dengan Kayn didepan kelas. " Jadi Liana benar-benar menyukai Kayn?"
" Ya, itulah kenyataannya " jawabku " kabar baiknya, Kayn dengan senang hati menerima perasaan Liana. Dia hanya perlu keberanian untuk memulai hubungan"
" J-jadi...Kayn mau menerima Liana jika Liana mengungkapkan perasaannya pada Kayn? Itu yg kau maksud?" Tanya Elie.
" Ya, begitulah " jawabku " karena dia itu sahabat baikmu, sebaiknya kau memberinya dorongan agar dia mau melakukan itu "
" Serahkan saja padaku" jawab Elie. Entah kenapa ia jadi lebih ceria dan semangat setelah mendengar kabar dariku.
__ADS_1
Yah, menurutku ada dua alasan kenapa ia jadi begitu senang. Alasan pertama adalah ia senang karena perasaan sahabat baiknya itu terbalaskan. Sebagai sahabat, sudah pasti dia akan merasa senang kalau Liana senang
Alasan kedua, ini alasannya yg tak Kusuka. Jika apa yg dikatakan Liana waktu itu benar, tentang Elie yg diam-diam menyukaiku mendengar kalau Liana sebagai satu-satunya gadis selain dirinya yg dekat denganku menyukai Kayn, itu berarti ia tak punya saingan lagi untuk mendekatiku. Itu kabar bagus untuknya
Tapi aku lebih setuju dengan alasan pertama. Itu lebih logis kalau mereka benar-benar sahabat. Lagipula alasan kedua itu hanya pemikiranku saja.
" Tapi rahasiakan ini dari Liana. Bisa-bisa dia balik memarahiku" ucapku .
" Tenang saja, rahasiamu aman bersamaku"
Keseharian kami pun berjalan sebagaimana mestinya. Si Elie masih sering mengomel padaku, tentu saja tentang topik yg berhubungan dengan pertemanan. Liana sering mencuri kesempatan untuk melihat atau berbicara dengan Kayn. Dan tentu saja Kayn tak merasa terganggu. Tapi dibalik itu semua, aku mulai merasa ada yg aneh. Perlahan perasaan tak nyaman kurasakan. Seperti ada yg sedang mengintai kami.
Kejadian pertama, ketika aku pergi ke kota bersama Elie dan Liana seperti biasa. Sering kali kulihat ada orang yg sama di dekat kami. Terlihat seperti sedang mengawasi kami. Walaupun begitu, aku tak bisa menyadari kehadirannya. Aku hanya bisa mengandalkan ketajaman mataku saja.
Kedua, setiap kali kami berpisah dan hendak kembali ke rumah masing-masing. Aku sengaja mengirim clone untuk mengawasi kediaman Liana dan Elie yg kebetulan saling berdekatan. Disana, lagi-lagi terlihat gelagat orang mencurigakan sedang mengawasi kediaman Liana.
Dari dua kejadian itu, aku bisa menyimpulkan kondisi saat ini. Para iblis sudah menemukan informasi tentang kutukan iblis di tubuh Liana. Tapi bagaiman mereka bisa tahu? Tak ada waktu untuk memikirkannya. Waktu kami semakin sempit. Tinggal hitungan hari lagi, para iblis itu pasti akan melancarkan serangannya.
Dan disaat kami lengah, sesuatu yg buruk terjadi.
___________________________________________
" Hujan ya..."
Kayn bergumam sendiri. Suara rintihan hujan ini sedikit mengganggu belajarnya. Kami tak punya kegiatan dirumah, hanya duduk-duduk di kursi ruang depan. Ini sudah seminggu sejak kejadian malam itu, dan empat hari setelah orang-orang mencurigakan mengawasi gerak-gerik kami.
Disela-sela suara rintihan hujan, terdengar suara ketukan pintu di depan. Suara seorang gadis memanggil kami.
" Kayn! Zayn! Tolong buka pintunya!"
Suara ini, ini suara Elie. Apa yg dilakukannya malam-malam begini, hujan pula? Tanpa pikir panjang, aku segera membuka pintu dan membawanya masuk. Kondisinya basah kuyup. Nafasnya tersengal-sengal.
" Apa yg terjadi Elie?" Tanyaku
Elie memegang pundakku, kemudian mengangkat wajahnya kearahku.
" Tolong... L-liana menghilang!"
__ADS_1