
Belasan iblis menghadapi dua anak kecil, kurasa ini cukup menarik untuk dinikmati. Lagipula salah mereka karena tak mau menyingkir. Semua yg kuanggap musuh tak akan kubiarkan hidup.
Aku dan Kayn maju, berhadapan dengan para iblis. Sedang Elie bersembunyi dibelakang kami. Aku menyuruhnya untuk menutup mata, tapi entahlah apa dia benar-benar melakukannya.
" Zayn, counter" ucap kayn
" Baik..."
Setelah aba-aba dari kayn, aku segera melesat maju ke depan, menerobos ke depan formasi pasukan iblis. Terlihat seperti serangan tanpa rencana, tapi inilah formasi andalan kami.
Lawan kami adalah iblis, kemungkinan 99% mereka adalah pengguna sihir, atau biasa disebut magic user. Jika seorang magic user diserang secara fisik dari depan, mereka pasti akan membuat pelindung sihir untuk menahan serangan itu. Tapi itulah yg kuharapkan.
Aku mengarahkan tangan monsterku, dan seperti yg kuperkirakan para iblis itu menggunakan sihir pelindung. Disinilah Kayn unjuk kebolehan. Ia menembakkan peluru sihir putih kearah pelindung sihir tersebut. Seketika pelindung itu menghilang, dan seranganku melesat cepat menebas mereka. Cakarku kuputar melingkari tubuhku, menebas habis semua yg ada disekitarku. Aku menyebutnya Spinning Claw. Para iblis yg kebingungan itu mulai panik dan menyerah asal. Tapi itu memudahkan pekerjaanku. Tak sampai dua puluh menit, belasan iblis berhasil kami basmi
Sihir yg digunakan kayn adalah sihir suci penetral, Disspell. Dengan sihir itu ia dapat menetralkan segala jenis sihir, dengan syarat sihir tersebut aktif. Dengan sihir Kayn dan kemampuan bertarungku, kami adalah duet yg tak akan bisa dikalahkan dengan mudah.
Menghadapi regu pengintai dengan teknik ini cukup mudah. Regu pengintai adalah regu terlemah dalam klan iblis. Kemampuan mereka mungkin setara dengan prajurit kerjaan, tapi itu masih bukan tandingan untuk Magic Assosiation.
Dua puluh menit bertarung, tinggal tersisa tiga orang, termasuk didalamnya Mark.
__ADS_1
" Kemampuan kalian lumayan, tapi itu hanya berlaku untuk pengguna sihir saja" ucapnya " jangan remehkan kami! Kau pikir kami hanya bisa menggunakan sihir?!"
Yg dikatakannya memang benar. Tiga orang yg tersisa ini bukan iblis biasa. Mereka ada di tingkatan menengah. Kemampuan fisik dan kecepatan mereka cukup menyusahkan kami. Dengan kemampuan ini, sihir penetral Kayn tak banyak membantu. Saatnya mengganti formasi.
" Kayn, sepertinya kita harus menyerang secara bersamaan " bisikku
" Aku tahu..."
Kayn memunculkan pedangnya. Sebuah pedang cahaya yg panjang dan bersinar terang. Tapi ini masih senjata tingkat menengah bagi Kayn. Mereka beruntung karena Kayn belum menggunakan insomnia. Kalau Kayn menggunakan, itu berarti ia benar-benar sudah sangat marah. Tapi kali ini Kayn hanya menggunakan pedang cahaya dan zirah cahaya. Sepertinya ia cukup serius kali ini.
Aku memanjangkan lengan monsterku, melesat seperti lipan raksasa yg menggeliat. Tanganku dengan gesit mengejar dua orang lain, sedangkan Kayn yg akan mengurus Mark. Sebenarnya jika aku menggunakan teknik ini, otomatis badanku jadi sasaran empuk karena tak terlindungi. Tapi aku sama sekali tak cemas. Masih banyak teknik yg kurahasiakan dari mereka.
Sayap di bahuku melekat dan membentuk perisai kulit yg sangat keras. Kulit keras itu menutupi tubuhku dan menangkis serangan mereka. Kulit sekeras baja ini mampu menahan semua serangan mereka. Melihat saypku, mereka sontak kaget.
Aku membuat dua clone diriku yg segera bergerak mengejar dua orang itu. Mereka juga melancarkan serangan yg sama sepertiku, cakar memanjang. Kami mengejar mereka habis-habisan. Tubuh mereka sudah mulai terluka parah. Disaat itu, tubuh asliku melesat keatas langit-langit gua, bersiap menyerang. Tapi kali ini aku tak berniat menyerang dengan tangan monsterku, melainkan dengan kaki. Kedua kakiku beruabah menjadi kaki monster, membuat kecepatan dan kekuatan kakiku meningkat drastis.
Menyadari seranganku, dua iblis itu buru-buru membuat tameng sihir. Masih di udara, aku aku memperkuat serangan kakiku dengan sihir. Dan dengan satu tendangan lurus, tameng sihir itu pecah. Dari belakang mereka , empat buah tangan monster melesat hendak mencabik-cabik tubuh mereka. Sontak mereka menghindar. Tapi itu membuat mereka melupakan keberadaanku. Tangan monster kuluncurkan secepat kilat bagaikan tombak yg meluncur kearah musuh. Serangan itu melubangi tubuh mereka. Mereka kalah telak.
__ADS_1
Aku menyelesaikan tugasku. Tapi Kayn sepertinya masih bertarung dengan Mark. Apa dia memang sekuat itu sampai membuat Kayn berusaha sekeras ini? Aku harus segera membantunya.
Tapi keadaan semakin memburuk.
Ritual pengaktifan kutukan iblis selesai. Aura kegelapan yg sangat besar menyeruak memenuhi gua ini. Rasanya sesak sekali. Dari kejauhan, aku melihat wujud iblis Liana yg perlahan muncul. Sepasang sayap naga muncul di bahunya. Giginya menjadi runcing. Dua buah tanduk tumbuh di kepalanya. Kulit ditangani juga mengeras membentuk tangan monster yg besar dan juga mengerikan. Kemunculan wujud iblis Liana membuat pertarungan terhenti.
" Akhirnya...akhirnya kau bangkit!!" Teriak Mark girang " Iblis Diablo yg perkasa, hancurkan semua yg menghalangimu!!"
Keadaan semakin memburuk. Iblis yg terlahir dari kutukan ditubuh Liana mengeluarkan aura kekuatan yg begitu kuat. Setara dengan aura raja iblis. Kami tak akan bisa melawannya. Lagipula kami tak mau melakukannya. Kami tak sanggup menyakitinya. Dia adalah teman kami.
Dari belakang, Elie menatap tak percaya. Sahabat baiknya kini sudah bukan manusia lagi. Ia sudah menjadi monster mengerikan yg membawa bencana. Aku yakin, saat ini hatinya pasti sangat terluka. Kayn juga pasti merasakannya, begitu juga denganku.
" Hancurlah kalian organisasi brengsek! Orcholenius mungkin enggan menyingkirkan kalian, tapi dia ini pasti akan memusnahkan kalian! Bersiaplah!!" Teriak Mark " nah...tunduklah pada kehebatan Diablo yg perkasa..."
Sebuah tebasan tangan menebas udara. Tanpa disadari, kepala Mark terpotong dan jatuh ketanah. Ia berhenti bicara. Tak ada yg bisa melakukannya kecuali Liana. Itu adalah tebasan tangan Liana. Padahal ia hanya menggerakkan tangannya di udara. Tapi gerakan itu mampu membunuh orang ini? Kekuatan yg mengerikan. Kami bisa cepat mati kalau begini jadinya.
Liana meraung keras, bergerak tak jelas. Ia memegang kepalanya seperti sedang menahan sakit. Tapi tunggu dulu, ada yg aneh. Liana berubah menjadi iblis dan membunuh Mark yg juga iblis. Pada dasarnya iblis tak bisa membunuh sesama iblis.
" Eh...apa yg terjadi?"
__ADS_1
" Iblis...membunuh iblis?"