
Diselingi suara gesekan pedang dari pertarungan kak Marry dengan dua gadis iblis, suara raungan monster terdengar keras diatas langit. Aku mendongak keatas. Sebuah pertarungan fisik yg tak seimbang.
Zayn dengan wujudnya yg sekarang melesat terbang, sembari menyerang Orcholenius dengan tangan dan cakar besarnya. Itu serangan yg benar-benar brutal. Walaupun begitu, Orcholenius sama sekali tak terlihat kewalahan. Ia malahan tersenyum puas, seperti sedang bersenang-senang. Semua serangan ia tahan, dan kemudian di balikkan. Kulitnya sama sekali tak tergores. Semua serangan Zayn berhasil ia prediksi. Tapi Zayn tetap saja berusaha menyerangnya.
" Gaya bertarungmu seperti iblis saja bocah, tapi kau menarik juga ya. Kau sama sekali tak kenal lelah." Ucapnya " kau cukup menghiburku walaupun lemah"
Dari mulut monster Zayn, sebuah sinar laser merah keluar menembaki Orcholenius. Beberapa sembura bola api juga melesat keluar, Seperti seekor naga. Ia juga meningkatkan kecepatannya, sampai-sampai mataku tak bisa mengikuti pergerakannya. Walaupun begitu, Orcholenius hanya terkena sedikit luka gores. Itu tidak masuk akal!
Gerakan Zayn perlahan mulai melambat. Apa yg terjadi? Apa dia kehabisan tenaga? Kalau benar begitu ini buruk!
Orcholenius muncul didepan mukanya, dengan tangan yg ia hadapkan tepat di muka Zayn. Ia membuat Zayn berhenti, kemudian tersenyum lebar.
" Senang bisa bertarung denganmu, monster"
Sebuah ledakan yg sangat besar terbentuk diatas sana. Itu serangan yg sangat dahsyat. Tubuh Zayn terhempas ke tanah, tak bergerak sama sekali. Tubuhnya mulai kembali seperti semula. Dan tentunya, itu membuat kak Marry kehilangan konsentrasi.
" Zayn!!!" Teriaknya, begitu juga denganku yg dari tadi menyaksikan pertarungan tak masuk akal itu.
" Sialan kalian...beraninya kalian melukai mereka!!"
Atmosfer disekitar kak Marry berubah drastis. Selain itu, hawa membunuh menyeruak keluar darinya. Sepertinya, amarahnya mulai terpancing. Gerakan pedang-pedangnya juga berubah. Dua gadis itu sontak berhenti bergerak.
Serangkaian sihir mulai terbentuk mengelilingi tubuh kak Marry. Pedang-pedang itu juga berputar mengitarinya, membentuk gelombang tornado yg terbuat dari pedang-pedang sihir.
" Exchange : Flame Queen"
Zirah putih yg dikenakan kak Marry perlahan berubah. Warnanya mulai menjadi merah menyala, bagaikan kobaran bara api. kristal merah yg membentuk mahkota kecil menempel di atas rambutnya. Semua pedang yg mengelilinginya juga ikut berubah menjadi merah menyala. Seketika, semua pedang-pedang itu mengeluarkan kobaran api yg sangat panas. Api itu menyelimuti semua pedang-pedang itu. Kak Marry menatap tajam kearah iblis-iblis itu, sambil mengarahkan tangan kanannya.
" Teknik ke -5 : Tarian pedang merah "
Seluruh pedang api itu mulai bergerak, berputar kencang membentuk gelombang tornado api yg dipenuhi ratusan pedang. Gelombang tornado itu menyeret tubuh dua gadis iblis itu kedalamnya. Mereka tak bisa menghindar, ataupun menahan arusnya. Seketika, ratusan pedang itu menyayat-nyayat tubuh kedua gadis iblis itu didalam gelombang tornado api tersebut.
Beberapa menit kemudian, tornado api itu menghilang. Terlihat disana, dua gadis iblis dengan kondisi terluka parah dengan keadaan yg kacau balau. Akan tetapi mereka masih hidup dan masih bisa bergerak. Mereka masih bertahan.
" Uh...sakit sekali"
" Ini salahmu Anna, kan sudah kubilang cepat lari dari benda itu"
" Tapi, benda itu mengagumkan sekali.. lagipula tubuhku tak bisa bergerak"
Jenny yg terlihat lebih segar dari Anna kembali berdiri. Ia melompat dan hendak menyerang balik. Tapi hal aneh lain terjadi.
Sebuah sinar pipih melesat mengenai tubuh Jenny. Sinar itu seperti laser kecil yg membuatnya terpental cukup jauh. Ketika ia mencapai tanah, sebuah lingkaran sihir putih muncul dibawahnya, dan juga Anna. Seketika tubuh mereka menjadi sangat berat dan tertarik menempel ketanah. Mereka sama sekali tak bisa mengangkat bahkan satu jari mereka.
" A-apa ini? Kenapa tubuh Anna jadi berat?!"
" Ini...sihir Gravitasi"
__ADS_1
" Gravitasi itu...apa?"
Beberapa saat kemudian, seorang gadis seumuran kami muncul. Ia memiliki rambut berwarna pink panjang yg dipintal kebelakang. Ditangannya, sebuah benda aneh berbentuk tabung ia pegang dengan erat. Ia datang bersama dengan seorang pemuda berambut pirang yg juga terlihat seumuran kami. Tapi, pemuda itu melayang di udara.
" Kak Marry!! Apa kakak baik-baik saja?!!" Teriak gadis berambut pink.
" Wow, kak Marry sampai memakai armor itu. Ada apa? Sepertinya serius sekali" tanya pemuda yg datang bersamanya.
Orcholenius kembali muncul di hadapan kami. Wajahnya terlihat lesu tak bersemangat. Dua orang tadi segera mentap tajam kearahnya.
" Oh, jadi beneran datang ya..." Ucap pemuda itu " sang Raja Iblis merah, Orcholenius"
" Menyebalkan...hari ini banyak sekali pengganggu yg muncul..." Gerutu Orcholenius " apa aku juga harus menghadapi kalian berdua?"
" Fiera, Tony, tolong lindungi mereka" ucap kak Marry.
Tiba-tiba lingkaran sihir lain berwarna biru muncul di tanah, didekat dua orang tadi. Dan seketika dari lingkaran sihir tersebut, 7 orang lain muncul. 3 wanita dan 4 pria. Mereka semua mengenakan pakaian dan perlengkapan yg aneh. Terlihat seperti sekelompok pengelana. Orcholenius menatap mereka, begitu juga dengan kami. Ke-7 orang itu pun berjalan perlahan mendekati Orcholenius, dipimpin oleh seorang wanita berambut putih panjang.
" Orcholenius, kami tak berniat menyerangmu. Jadi, bisakah kau pergi meninggalkan kami?" Tanya wanita itu.
" Hei, kau tahu kan? Aku paling malas bertemu dengan kelompok pengganggu milikmu ini. Tapi anak itu menyerangku duluan. Kau kira itu bisa dibiarkan?" Tanya Orcholenius balik.
" Mereka adalah anggota baru kami, masih belum banyak pengalaman. Dan mungkin mereka juga belum mengenalmu.." jawabnya " lagipula, aku yakin bertarung disini bukanlah ide yg bagus"
Orcholenius diam dan berpikir sejenak.
" Ya, tentu saja"
" Jenny, Anna, ayo pergi" ucap Orcholenius " lagian kenapa kalian malah tiduran disana disaat aku sedang bersenang-senang?"
" Kami tidak tidur, ini efek sihir Gravitasi" jawab jenny.
" Oh begitu ya" ucapnya " kalau begitu ayo bangun"
" Sudah kubilang ini efek sihir Gravitasi" balas jenny lagi.
" Makannya kubilang Gravitasi itu apa?! Lihat, tuan Nel saja tidak mengerti!!" Teriak Anna.
" Tony...lepaskan sihirmu"
" Huh, baiklah..."
Orcholenius dan bawahannya segera pergi setelah sihir itu dihilangkan. Ancaman telah tiada, akhirnya ini semua selesai. Walaupun begitu, apa yg akan terjadi pada Elie, Kayn dan Zayn? Kuharap mereka baik-baik saja.
" Jadi...kau anak yg dimaksud itu ya?"
Aku tersentak ketika wanita berambut putih itu menyapaku. Dengan segera aku pun memperkenalkan diriku.
__ADS_1
" A-ah, namaku Liliana Rossweis. Terimakasih sudah datang menyelamatkan kami" ucapku
" Kami hanya datang untuk menjemput kembali anggota kami yg bermasalah ini" Jawab seorang gadis berambut pirang yg dikuncir dua. "Namaku Zero, salam kenal"
" Wah, jarang-jarang kau mau berkenalan dengan orang lain Zero. Apa kau tertarik padanya?" Tanya seorang pria tampan dengan rambut abu-abu.
" Tidak, aku hanya merasa sepertinya mereka akan terikat dengan kita"
wanita berambut putih yg tadi menghampiriku kemudian menoleh padaku.
" Sepertinya Kayn dan Zayn sudah menceritakannya pada kalian. Namaku Stephanie Grace, wakil ketua organisasi Sihir bernama Magic Assosiation" ucapnya. " Kau sudah mendengarnya bukan?"
Ah, jadi mereka ya orang-orang dari organisasi yg Kayn dan Zayn tinggal dalamnya. Mereka terlihat seperti orang-orang yg baik dan ramah. Benar-benar tak berkesan seperti pembunuh kejam. Aku jadi lega melihatnya.
Nona Stephanie menatapku lamat-lamat, kamudian menanyaiku sesuatu.
" Sepertinya kau telah mengalami masalah yg cukup serius, Liliana" ucapnya " kutukan iblis di tubuhmu, apa itu yg membuatmu ikut dengan Kayn dan Zayn?"
Aku mengangguk pelan. Nona Stephanie mengalihkan pandangan dan menoleh ketempat Elie, Kayn dan Zayn. Terbaring. Ia kemudian berjalan menghampiri mereka.
" Segelnya hampir rusak..." Gumamnya pelan ketika melihat muka Zayn " apa yg terjadi sebelum kami tiba?"
" Zayn... terlihat seperti kehilangan kendali dan berubah menjadi monster" jawabku.
Wajah nona Stephanie terlihat sedikit kaget. Ia kemudian menatap Elie yg terbaring disebelah Zayn.
" Dan gadis ini?" Tanyanya lagi.
" Elie...berkorban untuk menolong Zayn..dan terluka" jawabku pelan.
Kak Marry lantas bergerak membisikkan sesuatu ke telinga nona Stephanie. Seketika nona Stephanie tersenyum. Mukanya terlihat lebih cerah.
" Liliana, sepertinya aku mesti membawa kalian ke markas segera. Ketiga orang ini harus segera diobati" ucapnya " kau tak keberatan kan?"
" T-tentu saja. Lagipula itulah alasan saya ikut bersama Kayn dan Zayn " jawabku.
" Tak usah formal begitu, anggap saja kita ini teman lama, oke?" Ucap nona Stephanie tersenyum. Aku pun balik tersenyum.
kak Marry kemudian menyuruh penunggang kuda kami kembali ke kota dan membawa pulang kereta kami. beliau juga menyuruh agar mengatakan pada orang tua Elie bahwa kami telah sampai dengan aman.
" Sudah waktunya ya..." Ucap Zero.
" Zero, mohon bantuannya"
" Baiklah..." Jawab Zero " Teleport!"
__ADS_1
Seketika lingkaran sihir biru kembali muncul dibawah kaki kami. Dan dalam hitungan detik, tubuh kami pun terbawa ke tempat lain. Menuju markas Magic Assosiation.