
Hari-hari sekolahku yg membosankan menjadi lebih mengerikan dari yg ku perkiraan. Dua orang gadis bangsawan itu terus saja mendatangiku. Lengah sedikit saja mereka pasti sudah ada di sampingku. Waktu istirahatku yg berharga sama sekali tak bisa kunikmati. Ah, aku harap waktu berjalan lebih cepat. Semakin cepat waktu berjalan semakin cepat pula aku bisa terbebas dari gangguan mereka. Mereka mungkin bisa menggangguku disekolah, tapi mustahil kalau diluar itu.
Waktu selesainya pelajaran pun tiba. Akhirnya aku bisa terlepas dari mereka. Tapi masih ada hal lain. Setelah pelajaran usai, Kayn datang. Ia bilang kalau kepala sekolah memanggil kami. Apa boleh buat, kami harus menemuinya. Mari kita dengar apa yg orang itu inginkan.
" Selamat datang di ruangannya Kayn Endarker, Zayn Endarker..." Sapa seorang pria dengan jas setelan duduk diatas kursi kerja. Ia memiliki rambut putih yg disisir rapi. Mata merahnya begitu menyala. " Namaku Ryuunosuke Osamu, kalian bisa memanggilku pak Osamu.."
Aku cukup terkejut, nama itu sangat aneh, itu bukan nama dari dunia ini. Nama itu berasal dari Asia timur, negri matahari terbit Jepang. Aku cukup mengenal tentang sejarah mereka. Nama "Ryuunosuke" itu adalah nama dari seorang penulis novel bersejarah, nama aslinya adalah Ryunosuke Akutagawa. Dan nama " Osamu " itu juga diambil dari seorang penulis terkenal, Osamu Dazai. Apa orang ini sengaja mengambil nama dua orang berbeda yg sama-sama penulis? Kalau begitu dia bukan orang biasa. Dia pasti memiliki pengetahuan yg cukup luas. Dan aku berpikir kalau dia berasal dari dunia yg sama denganku.
" Aku adalah teman dekat Oliver Grace, orang yg mengirim kalian kesini" lanjutnya. " Aku dan Oliver sama-sama membangun organisasi itu dengan kemampuan yg seadanya. Saat itu hanya ada kami berempat.."
Aku dan Kayn saling tatap. Jadi dia teman dekat yg Oliver maksud. Kalau begitu dia juga bukan penduduk sipil biasa. Dan juga ia bilang kalau dia bersama dengan Oliver yg mendirikan organisasi itu. Tapi jika ia bilang berempat, lalu siapa dua orang lagi?.
" Berempat? Siapa saja mereka ?" Tanya Kayn. Osamu menatap heran kearah kami.
" Hm? Kalian tak diberitahu?" Tanyanya. Kami menggeleng. " Kalau memang begitu, artinya kalian tak perlu tahu..lupakan saja apa yg kukatakan tadi."
Sialan! Kalau tidak niat memberi tahu jangan buat kami penasaran!
Ryuunosuke osamu, pria misterius ini cukup menarik perhatianku. Ia memiliki wajah tampan yg membuatnya terlihat seperti masih berumur 20-an. Walaupun begitu, aku tahu kalau umurnya sudah mencapai 40-an. Ia seumuran dengan Oliver dan Stephanie.
" Bagaiman kabar Fiera? Apa dia masih sehat-sehat saja?"
" Paman juga mengenal Fiera?" Tanyaku.
" Tentu saja, aku ini gurunya" jawab Osamu " lagipula, kau kira siapa yg bisa membuat senjata yg dipakainya itu? Hanya aku, si Alchemy jenius ini yg bisa melakukannya"
Fiera Flamie, sejak pertama kali aku melihat kemampuannya aku sudah menyadari ada yg aneh. Fiera adalah seorang sniper. Ia menggunakan sebuah senapan Laras panjang. Terlihat seperti senjata laser masa depan. Senjata itu mengubah Manna Fiera menjadi peluru dan melontarkannya. Walaupun amunisinya adalah Manna, benda seperti itu tetap saja asing didunia ini. Karena semenjak aku lahir didunia ini, tak pernah sekalipun aku mendengar ataupun melihat benda yg bernama senapan ini. Dan kalau yg membuatnya adalah orang ini, semakin jelas kalau dia adalah makhluk dari duniaku.
Yg kusimpulkan, ryuunosuke osamu adalah orang yg di Reinkarnasi kedunia ini, sama sepertiku. Tapi ada satu hal yg menjanggal. Itu tentang namanya. Kalau dia dilahirkan ke dunia ini, mustahil ia memiliki nama yg aneh itu. Karena kalau itu yg terjadi,, itu berarti orang tuanya lah yg bukan bersalah dari dunia ini. Tapi yg membuat senjata modern itu adalah dia. Aku semakin bingung.
Aku memperhatikannya ketika dia sedang mengobrol dengan Kayn. Kemungkinan besar dia tak akan tahu kalau aku adalah makhluk Reinkarnasi sebelum aku sendiri yg mengungkapkannya. Tapi aku tak mau Kayn tahu itu. Ini bukan waktu yg tepat. Masih ada waktu, aku tak perlu terburu-buru.
" Nah, sekarang aku akan mengatakan tujuanku memanggil kalian berdua. Tujuan pertama tentu saja untuk menyapa dan berkenalan dengan kalian..tapi bukan itu intinya" Ucapnya. Sekarang ekspresinya menjadi lebih serius. Aku menelan ludah " kudengar kau berniat membunuh rekanmu si Zatrox. Apa itu benar Zayn?"
Aku mengangguk pelan. Aku menelan ludah untuk yg kedua kalinya.
" Dan kau sama sekali tak merasa bersalah akan apa yg kau lakukan. Apa itu juga benar?" Lanjutnya. Aku kembali mengangguk
Tiba-tiba Osamu menjentikkan jarinya.
__ADS_1
Seketika waktu berhenti. Semua yg ada disekeliling kami berubah menjadi tanpa warna, kecuali tubuh kami. Osamu kembali menatapku.
" Kalau memang begitu, sepertinya aku perlu memberikan pelajaran khusus untukmu"
Tanpa kusadari, ia sudah menghilang dari pandanganku. Sesaat kemudian ia muncul dan mencekik leher Kayn dengan sangat erat. Aku terkejut dan sedikit panik.
" Apa yg kau lakukan?!" Teriakku. Melihat Kayn diperlakukan seperti itu membuat naik pitam.
" P-pak...Osamu?" Rintih Kayn, berusaha untuk bernafas.
" Zayn, karena kau berniat untuk membunuh Zatrox, kali ini aku berniat untuk membunuh kakakmu ini sebagai balasan atas apa yg kau lakukan" ucap Osamu dingin.
" Kenapa harus Kayn?!"
" Kalau aku membunuhmu, kau tak akan pernah belajar bukan? Soalnya kau akan mati sebelum menyadari kesalahanmu "
Apa-apaan ini?! Ini bukan seperti yg kupikirkan! Yg hendak membunuh Zatrox adalah diriku, bukan Kayn! Kayn tak bersalah, lalu kenapa dia yg kena imbasnya?! Bukankah itu tidak adil?! Sudah cukup! Aku muak melihat ini semua!.
Mode bertarung kuaktifkan. Berkat sihir transmutation, tanganku.mulai berubah menjadi tangan monster. Sepasang sayap dari kulit yg sangat keras muncul di pundakku. Aku mengaktifkan beberapa sihir, aku melakukannya secepat mungkin. Bersiap menyerang.
" Kau yakin ingin menyerangku nak?" Tanyanya.
" Sayangnya, aku tak bisa melakukan itu"
" Kubunuh kau!! "
" Dan itu juga bukan hal yg bisa kau lakukan"
Omong kosong. Orang ini hanya menggertak. Semua lawan yg kutemui selalu mengatakan itu dan mati ditanganku. Aku pasti akan merebut Kayn!
Aku melesat dengan cakar besarku, menyerang dari depan secara horizontal. Osamu dengan mudah menghindari seranganku dan mengawasi pergerakanku selanjutnya. Sayangnya, itu bukan serangan intiku.
Clone bayangan yg kutinggal ditempatku sebelumnya bergerak. Sebuah sinar laser merah melesat dari lingkaran sihir ditangannya. Aku pun juga menyerang dengan sihir yg sama diwaktu yg bersamaan. Ditambah dengan sihir pengekangan yg kumunculkan untuk mengikatnya, ia tak akan bisa menghindar.
Osamu tersenyum, dan merapal sebuah sihir. Sihir yg sangat aneh dan unik.
" Encounter"
Sebuah Medan pelindung muncul melapisi tubuhnya. Sihir itu menghilangkan sihir pengekangku. Sihir itu juga menahan serangan laser yg aku dan clone ku tembakkan. Bukan hanya ditahan, sihir laser itu juga dibalikkan mengarah ke penggunanya, yaitu aku dan clone ku. Sihir pengekang yg kubuat tadi juga kembali muncul dan mengikat tubuhku. Aku tak bisa bergerak. Sama sekali tak bisa menghindar. Aku akan terkena seranganku sendiri?! Yg benar saja!
__ADS_1
Sinar laser itu mengenai tubuhku dan memberikan efek sentrum yg sangat menyakitkan. Aku mengerang keras. Tak kusangka sihirku sesakit ini. Tubuhku tak bisa kugerakkan dan terjatuh kelantai. Clone ku juga ikut menghilang.
" Zayn...kau tak ingin kakak tercintamu ini terbunuh bukan? Karena itu kau maju tanpa berpikir panjang. Padahal kau tak tahu kemampuan musuhmu dan terus maju untuk menyelamatkannya. Coba kau bayangkan kalau ini terjadi dan kau tak ada disana untuk menyelamatkannya, apa yg kau rasakan? Sangat menyakitkan bukan?" Tanya Osamu, berjalan mendekati ku.
Entah kenapa, kata-kata itu membuatku kembali teringat kejadian tujuh tahun yg lalu. Saat ayah dan ibu terbunuh, dan aku tak bisa melakukan apa-apa untuk menyelamatkan mereka.
" itulah apa yg akan dirasakan orang yg mencintai Zatrox, orang yg sudah menganggap Zatrox sebagai keluarga, misal kau berhasil membunuhnya waktu itu. Setiap orang pasti memiliki orang yg mereka cintai. Dan mereka pasti tak ingin orang yg mereka cintai menghilang atau terbunuh dan mereka tak bisa melakukan apa-apa untuk membantunya..kau pasti tahu bagaimana rasanya kan, Zayn Endarker?"
Aku berusaha untuk menatapnya. Bagaiman ia bisa tahu kalau aku pernah merasakan hal seperti itu?
" Bagaiman...kau bisa ....tahu?"
" Aku mendengar tentang masa lalu kalian dari Oliver..dan aku juga meminta Kayn menceritakan kisah lengkapnya padaku. Tentang ayah dan ibu kalian yg terbunuh tepat didepan mata kalian. Dan tak ada yg bisa kalian lakukan..." Jelasnya.
" dari...Kayn?" Tanyaku. Tunggu dulu, aku jadi bingung. Aku menatap Kayn yg saat itu sedang berdiri disampingnya.
" Maaf Zayn, ini semua sudah direncanakan..." Ucap Kayn.
Eh?! Apa ini?! Jadi aku sedang dipermainkan?! Oleh si Kayn dan Osamu ini?!
" Aku memanggil Kayn di tengah-tengah pelajaran dan memintanya membantuku. Dia dengan senang hati membantu rencana ku" jelas osamu tersenyum.
" Tega sekali kau melakukan ini Kayn..." Ucapku kesal " padahal aku hampir saja mengamuk dan menghancurkan sekolah ini karena mu"
" Oh, Zayn mengamuk karena ku? Sebagai kakakmu aku cukup terkesan. Kau mau melakukan apa saja untuk menyelamatkan ku ya? Ternyata adikku ini perhatian padaku...aku terharu sekali " canda Kayn. Aku mengerang kesal
" Hentikan! Kata-katamu membuatku jijik!!" Balasku.
" Ya... walaupun itu terjadi, kau tak akan bisa menghancurkan sekolah ini" ucap Osamu. " Saat ini kita sedang berada di dimensi yg berbeda. Aku sudah membuat kita berpindah ke dimensi tanpa waktu yg kubuat. Walaupun kau menghancurkannya, sekolah yg asli tak akan lecet sedikitpun"
" Dimensi lain?" Tanyaku. Sihir hebat macam apa itu?! Dimensi tanpa waktu?! Dengan sihir itu aku bisa saja berlatih semauku tanpa mempedulikan sekitar.
" Ya... selagi aku bisa memastikan kalau kau masih memiliki sisi manusia, aku akan melakukan apapun, bahkan jika ia meminta agar aku benar-benar mati, akan kulakukan " ucap Kayn. Entah kenapa, kata-katanya itu terdengar begitu meyakinkan. Dia tak berbohong. " Dan melihatmu mati-matian berusaha menyelamatkanku sebagai manusia dan adikku, aku benar-benar merasa senang. Aku lega sekali, ternyata kau masih memiliki kemanusiaan. Walaupun itu hanya muncul disaat-saat dan pada orang-orang tertentu..."
" Meskipun begitu, kau masih perlu memperbaiki sisi gelap mu, sepertinya julukan " The Monster " begitu melekat padamu. Tapi jangan khawatir, selama aku mengurusmu, kau pasti bisa mengatasinya. Karena orang sepertimu lah, sekolah ini dibangun" ucap Osamu. Aku terkejut, sekolah ini dibangun hanya untuk memperbaiki orang-orang sepertiku? Si menyebalkan ini juga sama-sama terkejut. " Kalau begitu, selamat menikmati sekolah kalian Endarker bersaudara.."
" Baik!"
" Dan jangan lupa...." Osamu memberi isyarat dengan kedua jarinya " aku akan selalu mengawasi kalian"
__ADS_1
" B-baiklah...."