
Lorong bawah tanah yang cukup gelap ini kembali kulewati. Kali ini hanya aku dan Elie. Seusai uji coba di ruangan itu, Fiera yg ditahan oleh kak Chezie tak bisa lagi menggangguku. Akhirnya masalah Fiera berhasil kuatasi. Sisanya tinggal mencari hal yg menarik untuk kulakukan.
Ruangan berikutnya yg ingin kukunjungi adalah mata organisasi, ruang pengawas. Disana, semua gerak-gerik apa yg ada disekitar markas diawasi dengan sempurna. Seperti kamera CCTV yg selalu mengintai tiap sudut ruangan. Dan tentunya, itu bukan CCTV sungguhan. Semua gerak-gerik itu diawasi dengan sempurna oleh sang pengintai, Zero dengan sihir uniknya yg luar biasa diluar akal sehat.
Memasuki ruangan itu, yg terlihat oleh kami hanyalah sebuah ruangan yg tak terlalu luas. Cahaya biru terang menyinari ruangan yg gelap itu. Disana, terpampang sebuah layar hologram sihir. Seperti monitor yg menampilkan apa-apa yg direkam oleh kamera pengintai. Benar-benar seperti ruangan CCTV. Didepannya, seorang gadis berumur 19 tahun duduk dengan santainya, menggigit sebatang permen tangkai. Gayanya yg seperti anak tak terurus itu sedikit membuat Elie memandang tak senang. Seakan melihat preman saja. Ya, gadis itu adalah Zero, Magic Knight No 8 The Apocalypse.
" Datang juga ya kau rupanya, Zayn" sapa Zero, tanpa menoleh kearah kami sedikit pun.
" Ah... seperti biasa kau terlihat membosankan Zero" balasku sambil berjalan masuk kedalam ruangan.
" Dan....apa yg kalian lakukan? Laki-laki dan perempuan berduaan di lorong tanpa sepengetahuan siapun" celoteh Zero. " Kalian tak melakukan hal-hal yg aneh kan?"
" Aku hanya melakukan sedikit refreshing. Tak ada apapun yg terjadi" jawabku.
" Oh ya? Kau kejam juga ya Zayn, sampai melupakan Fiera yg kau buang di neraka buatan itu"
Dan inilah sifat yg tak Kusuka darinya. lidahnya sangat tajam, dan lagi ia sangat cerewet dan tak sopan.
" A-anu...kau Zero kan?" Tanya Elie, mencoba untuk menyapanya " aku jarang sekali melihatmu, karena itu kita tak sempat berkenalan"
Zero meliriknya sekilas, lalu kembali menatap layar hologram.
" Ya ya, aku tahu kau. Elizabeth Bathory bukan? Aku sudah tahu itu jadi tak perlu berkenalan. Lagipula aku yakin nona Stephanie sudah memberitahumu tentangku"
" I-itu benar sih, tapi bukankah lebih baik berkenalan secara langsung seperti ini?"
" Ah, tak perlu. Itu merepotkan. Lagipula kau hanya tamu disini kan? Tak kenal pun aku tak peduli"
Elie menatap lesu, mendengar respon dari Zero yg begitu dingin. Aku pun juga sama. Zero memang selalu tak peduli dengan sekitarnya.
" Yah, kau tak perlu memikirkannya Elie, Zero memang seperti ini." Ucapku " selain itu Zero, apa kau tak bosan disini terus?"
" Tidak, malahan disini lebih nyaman daripada jalan-jalan tak jelas di lorong seperti kalian" balas Zero.
" Yah, asalkan kau tak mengintip dengan sihir anehmu itu "
Seketika Zero menatapku dengan wajah malu.
__ADS_1
" K-kau kira aku siapa?! Aku tak sama sepertimu! Dasar otak mesum!" Ucapnya tak terima.
" setidaknya aku tak pernah mengintip" jawabku lagi, sambil tertawa kecil.
" Aah terserah mau bilang apa, yg penting aku sama sekali tak pernah melakukan itu" ucap Zero, kembali menatap layar hologram.
Aku dan Elie mendekat ke layar hologram, sedikit penasaran tentang apa yg sebenarnya Zero lihat.
" Anu, Zero... sebenarnya apa yg kau lihat?" Tanya Elie memberanikan diri.
" Tentu saja semua yg kalian lakukan di tempat ini" jawabnya.
Benar saja, dilayar itu terlihat dengan jelas semua kegiatan di dalam dan luar markas. Setiap ruangan dan setiap sudut terpantau dengan sempurna. Dari sini kami bisa melihat Guts dan Gale yg masih berlatih. Kayn, Liana dan nona Stephanie yg sedang berjalan menyusuri lorong-lorong markas. Kak Marry dan Zatrox yg sedang patroli di luar. Dan juga kak Chezie dan Hughes yg sedang mengeksekusi Fiera. Tony yg sedang beristirahat di ruang Utama. Semuanya terlihat dengan jelas.
" Uwaaa.... benar-benar seorang penguntit sejati" ucapku sedikit terpukau
" Berisik!! Jangan asal omong kau Zayn!!"
Elie sedikit tertawa melihat ekspresi Zero yg terlihat kesal karena ucapanku tadi. Tapi ia buru-buru menyembunyikannya ketika menyadari kalau Zero menatapnya sinis.
" Ngomong-ngomong Zero...paman Oliver dimana?" Tanyaku.
" Dimana lagi? Tentu saja sedang ada pekerjaan " jawabnya " seminggu yg lalu dia pergi karena ada laporan dari daerah Voracity tentang kemunculan Iblis Kuning yg cukup abnormal disana. Karena itu dia pergi dengan segera "
" Kau pikir mereka bisa menangani hal-hal seperti ini? Mustahil" jawab Zero.
" Tidak, bukan itu maksudku. Royal Paladin dari kerajaan Voracity menganggap kita musuh, bukankah berbahaya kalau paman Oliver pergi ke sana sendirian?"
" Yah, asalkan tidak ketahuan tidak masalah"
Aku diam mengangguk. Benar juga yg dikatakan zero. Paman Oliver sangat ahli dengan hal seperti ini. Terlebih lagi kerajaan Voracity adalah kampung halamannya. Tentunya ini bukan tugas yg sulit untuk orang seperti paman oliver.
Elie yg sedari tadi menyimak pembicaraan kami angkat tangan, membuat kami menoleh kepadanya " A-anu... Apa tak masalah aku menyimak kalian seperti ini? Aku ini orang luar kan? Bukankah yg tadi itu mesti dirahasiakan dari orang luar?"
" Ya mau bagaimana lagi. Lagipula kalau rupanya kau mata-mata aku hanya perlu membunuhmu" jawab Zero santai. Dan tentunya itu membuat Elie sedikit tersentak kaget. Diancam seperti itu pasti membuat bangsawan sepertinya jadi sedikit takut.
"Y-ya...aku bukan mata-mata sih" jawab Elie sedikit gagap.
Zero mengabaikan perkataan Elie dan tetap fokus dengan layar hologram didepannya. Karena tak ada yg bisa kami lakukan disini, kami pun berencana pergi ke ruangan lain.
__ADS_1
" Yah, kalau begitu bekerjalah dengan tenang, kami pergi dulu" ucapku, membalikkan badan.
" Sudah mau pergi? Padahal ada sesuatu yg menarik sedang terjadi lho" ucap Zero, membuatku menghentikan langkah.
" Apa itu?"
Zero menatapku dengan senyumannya yg sinis " Kita kedatangan tamu" ucapnya.
" Tamu?"
" Dua Iblis Hijau yg tersesat di wilayah kita" ucapnya " kau tertarik Zayn?"
Ah, gadis ini benar-benar membuatku yg hobi bertarung ini jadi semangat. Dua Iblis yg berada di ras terbawah dari ras iblis, yaitu iblis hijau muncul di wilayah kami? Bagian mana yg tak membuatku tertarik. Aku jadi ingin sekali maju mengahadapi mereka. Yah, kalau dua saja bukan masalah buatku.
" Wah, tentu saja..." Ucapku.
" Sudah kuduga kau pasti mengatakan itu. Kalau begitu akan ku kirim kau maju kesana Zayn. Kau siap?"
" Kapan pun" ucapku pasti.
" T-tunggu Zayn, kau baru saja pulih lho. Apa kau yakin?"
" Tenang saja Elie, aku pasti akan kembali"
" Kalau begitu kukirim sekarang ya " ucap Zero. Seketika sebuah lingkaran sihir muncul dibawah kakiku. " Teleport!"
Dan dengan sekejap, aku sudah berada jauh didalam hutan, tepatnya sekitar 10 meter dari dua Iblis hijau itu. Aku bisa melihat mereka dengan sangat jelas. Dua orang yg menutupi seluruh tubuh mereka dengan jubah lebar dengan kepala tertutup Hoodie. Tapi aura mereka tak bisa kurasakan. Apa ini? Ada yg aneh. Selemah apapun lawannya ia pasti punya aura walaupun hanya sedikit. Tapi aku sama sekali tak merasakan aura apapun dari mereka berdua. Kalau begitu mereka pasti menggunakan sesuatu untuk menyembunyikan aura mereka. Tapi untuk apa mereka melakukannya?
Disaat aku sedang berpikir, mereka menyadari keberadaan ku dan seketika menatapku dari kejauhan. Salah satu dari mereka berdua melepas jubah yg menutupinya dan membuat seluruh tubuhnya terlihat dengan jelas. Seketika aura iblis yg sangat besar keluar dan menyeruak ke segala penjuru. Ini, aura yg sangat besar dan mengerikan. Dia bukan sembarang iblis.
" Ternyata benar disini ya...Magic Assosiation itu " ucapnya. Suaranya yg berat itu membuatnya semakin menakutkan. Tatapannya terlihat sangat licik.
" Kau...siapa sebenarnya kau ini?"
" Terkejut? Kau pasti mengira kalau yg datang hanyalah para cecunguk yg lemah, karena itu kau hanya datang seorang diri....tapi sayangnya kau salah besar" ucapnya sambil tersenyum sinis. " Namaku Margaret....kau pasti pernah mendengar nama itu kan, bocah?"
Aku tersentak. Margaret, aku pernah dengar nama itu. Iblis yg mempunyai sihir alchemy yg setingkat dengan Hughes, dan juga dijuluki dengan raja Alchemist.
" Margaret...si raja Iblis hijau....ya"
__ADS_1
" Tepat sekali, bocah"