Absolute Twin Magician

Absolute Twin Magician
Kebetulan atau direncanakan?


__ADS_3

Kami duduk disebuah ruangan yg tak begitu luas. Hanya berukuran sekitar 9×7 meter saja. Ini adalah kantor ruangan milik paman Oliver. Kami duduk diatas sofa, dengan dua cangkir teh hangat didepan kami. Sedangkan paman Oliver duduk di kursi lain didepan kami. Aku yakin kalau paman Oliver pasti ingin membicarakan tentang kami di kota Bluelagoon. Aku yakin pasti itu.


" Jadi Zayn, bagaimana menurut kalian kota Bluelagoon?" Tanya paman Oliver " kota yg indah bukan?"


" Ya... menurutku tak terlalu buruk" jawabku.


" Kau ini memang tak bisa jujur pada diri sendiri ya Zayn."


" Menurutku itu memang kota yg indah" ucap Kayn juga.


" Dan apa keadaan kota itu membuat sifatmu juga berubah, Zayn?"


" Bukan karena kota itu, tapi karena salah satu gadis penduduk kota" potong Kayn.


" Hey berhentilah menjawab pertanyaan yg ditujukan padaku!" Protesku.


" Gadis?" Tanya paman Oliver


" Gadis bangsawan bernama Elizabeth Bathory. Gadis yg baru saja bergabung dengan kita itulah yg telah merubah Zayn" Lanjut Kayn. Aku seketika menatapnya tak senang. Anak ini selalu saja berbuat seenaknya.


" Ooh, jadi begitu. Sepertinya aku mesti berterimakasih padanya nanti" ucap paman Oliver " selain itu Kayn, kau tampak lebih berseri dari sebelumnya. Sepertinya sesuatu juga terjadi padamu disana ya?"


" Y-ya...soal itu..."


" Kayn telah mendapatkan belahan hatinya di kota itu, tentu saja hatinya jadi berbunga-bunga seperti itu" ucapku.


" Z-zayn!!"


Paman Oliver sontak tertawa mendengarnya. Kayn langsung memerah malu. Aku jadi tak tahan untuk menahan tawaku.


" Jadi begitu ya... selamat Kayn" ucap paman Oliver masih sedikit tertawa "


" Dan hebatnya, gadis itu juga bergabung dengan kita. Namanya Liliana Rosweiss" sambungku.


" Berhentilah Zayn!"


" Benarkah? Wah pantas saja kalian berdua jadi cerah dan bersemangat seperti ini" ucap Paman Oliver " ternyata itu karen pujaan hati kalian sudah menjadi bagian dari kita ya. Aku tak masalah soal itu tapi jangan sampai melalaikan tugas karena itu ya Kayn, Zayn"


Kami berdua menunduk malu. Sial, aku terkena kata-kataku sendiri. Aku harus lebih menjaga mulutku.


Paman Oliver diam sebentar, meneguk secangkir kopi. Ia lantas kembali menoleh kami


" Aku yakin kalian sudah bertemu dengan Louise kan?" Tanya Paman Oliver. Kami mengangguk " dan dia pasti sudah menceritakan semua tentang ayah kalian kan?"


" I-itu benar.." jawab kami.


" Maaf karena merahasiakan nya. Ini karena ayah kalian sendiri yg memintaku agar merahasiakan tentang keterkaitannya dengan organisasi" ucap paman Oliver " aku akan menjelaskan kembali kejadiannya pada kalian berdua. Dengarkan baik-baik"


" Baik"


Paman Oliver lantas bercerita panjang lebar pada kami, tentang semua yg menimpa ayah. Ceritanya sama persisi dengan apa yg Osamu atau Louise ceritakan. Dan kali ini Kayn bersamaku mendengarnya secara langsung tanpa perantara.


Lima belas menit kami larut dalam cerita masa lalu itu. Setelah paman Oliver selesai bercerita, wajah Kayn melihat muram. Ia terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu. Tapi aku tak terlalu menganggapnya serius. Ia pasti masih tak terima dengan kematian ayah.


Seusai bercerita, paman Oliver kembali menyeruput kopinya. Aku juga menyeruput cangkir teh yg disediakan untuk kami.


" Baiklah Kayn, Zayn, kita masuk ke topik utama kita."

__ADS_1


Seketika suasana menjadi sangat serius. Aku dan Kayn menatap paman Oliver serius.


" Aku ingin kalian berdua kembali ke kota Bluelagoon" ucap paman Oliver.


Apa? Kebetulan sekali! Apa ini benar-benar kebetulan atau paman Oliver sudah merencanakan ini?


" K-kenapa?" Tanya Kayn heran " apa hukumannya belum selesai?"


" Bukan, ini tak ada kaitannya dengan hukuman Zayn"


" Kalau begitu, apa terjadi sesuatu?" Tanyaku. Firasaatku mulai buruk.


" Dalam beberapa hari kedepan akan ada invasi besar-besaran dari musuh" ucap paman serius " tapi kali ini musuh kita bukanlah Iblis. Kali ini makhluk yg berbeda dengan iblis."


Aku tertegun. Musuh kami bukan iblis. Lalu siapa?


" Kalau begitu makhluk apa mereka?" Tanya Kayn.


" Vampir dari daerah Archarke, bersebelahan dengan kerajaan Silverstone"


Vampir? Baru kali ini aku mendapatkan misi seperti ini. Kami pelum pernah melihat apalagi melawan vampir. Kalau begitu bagaimana bisa kami menghadapi mereka?


" Kali ini para vampir sepertinya mengincar sesuatu di kota Bluelagoon. Tapi karena pemerintah disana merahasiakan informasi tentang organisasi kita, kita tak bisa seenaknya masuk ke tempat itu. Walaupun masyarakat disana tak tahu menahu tentang kita, tapi pemerintah bersikeras untuk membatasi pergerakan kita disana. Karena itu kita hanya bisa mengirim 3 orang anggota saja."


" 3 orang? Selain kami berdua lalu siapa lagi?" Tanyaku.


" Aku masih mempertimbangkannya. Walaupun begitu ia pasti akan datang diwaktunya"


" Kalau begitu bagaimana dengan Elizabeth dan Liliana? Mereka penduduk asli kerajaan itu dan mereka juga masih punya orang tua di kota Bluelagoon" ucapku.


" Kalau begitu baguslah, mereka juga akan ikut bersama kalian. Karena mereka penduduk asli kota itu tak ada yg perlu dikhawatirkan. Lagipula belum ada yg tahu kalau mereka bergabung dengan kita kan?"


" Kalau begitu Kayn, Zayn kalian akan menerima misi ini kan?"


" Tentu saja"


Ini sejalan dengan apa yg kami inginkan. Mana mungkin kami akan menolaknya. Walaupun misi ini terbilang cukup berbahaya karena lawan kami adalah vampir, musuh yg sama sekali tak pernah kami hadapi.


" Kalau begitu Kayn, Zayn, ini misi pertama kalian setelah dibebas tugaskan" ucap paman Oliver " sebisa mungkin cegah Invasi besar-besaran itu sebelum terjadi "


" Baik "


" Kalian akan pergi 4 hari kedepan. Sampai saat itu berlatihlah sekuat tenaga kalian" lanjut paman Oliver " ingat, musuh kalian kali ini bukan iblis, dan tak ada kemungkinan iblis tak ikut campur. Musuh baru harus kalian hadapi dengan kekuatan baru. Berlatihlah dan jadi lebih kuat lagi"


" Baik!"


Setelah mengatakan itu, aku dan Kayn lantas beranjak pergi keluar ruangan. Tapi aku kepikiran sesuatu. Lantas aku pun berbalik hendak kembali menghadap ke Paman Oliver


" Mau kemana Zayn?" Tanya Kayn


" Ada yg lupa kukatakan ke Paman Oliver. Kau duluan saja Kayn"


" Begitu ya, kalau begitu cepat kembali kekamar setelah bertemu paman" ucap Kayn serius. " Ada yg ingin kubicarakan denganmu"


" Eh? Baiklah aku mengerti"


Kayn pergi meninggalkanku dan kembali ke kamar. Tapi apa yg ia bicarakan? Apa yg sebenarnya ingin Kayn bicarakan denganku? Wajahnya sampai terlihat serius seperti itu.

__ADS_1


Aku kembali keruangan paman Oliver dan menemuinya untuk yg kedua kalinya.


" Ada apa Zayn?"


" Paman Oliver....aku mendengarnya dari Louise..tentang 3 sihir milik ayah" ucapku.


" Lalu?"


" Kumohon, ajarkan sihir Absorb padaku"


Paman Oliver terdiam, kemudian tersenyum.


" Kalau kau memang ingin, datanglah besok pagi ke ruang uji coba" ucap paman Oliver


" Baik"


Perbincangan yg singkat itu membuat hatiku sedikit lega. Paman Oliver bersedia mengajarkan sihir Absorb padaku. Itu berarti aku harus berusaha lebih keras lagi besok.


Aku keluar ruangan, kembali ke kamar. Aku penasaran dengan apa yg ingin dibicarakan Kayn. Saking penasarannya langkah kakiku jadi lebih cepat dari biasanya. Kayn mengatakannya dengan serius seperti itu, bukan seperti dirinya saja. Ini pasti hal yg sangat penting.


Dikamar, Kayn duduk diatas kasur menatap ke lantai. Ia murung, seperti tadi. Ia pasti sedang memikirkan sesuatu.


" Kayn, apa yg ingin kau bicarakan?" Tanyaku.


Kayn lantas menatapku. Tatapannya serius.


" Zayn, aku sudah lama merasakan ini sejak kau menceritakan tentang ayah dari pak Osamu...tapi aku masih menahannya karena aku tak mendengar langsung ceritanya" ucap Kayn " tapi beda dengan sekarang. Aku mendengar langsung cerita itu dari paman Oliver, dan cerita itu sama persis dengan yg kau ceritakan"


" Lalu, apa masalahnya?" Tanyaku.


" Dari cerita yg sama persis, itu sangat aneh. Ceritanya sangat persis seakan-akan sudah disepakati sebelumnya. Dan itu berkesan dibuat-buat" ucap Kayn.


" Jadi kau mengira paman Oliver dan pak Osamu mengarang cerita itu?"


" Bukan hanya mengarang, mereka sepertinya juga menyembunyikan kebenaran tentang ayah. Tentang apa yg sebenarnya terjadi pada ayah dan ibu 10 tahun lalu"


" Darimana kau menyimpulkannya?"


" Apa kau tidak menyadarinya?" Tanya Kayn " mereka menceritakan kejadian pembunuhan itu dengan detail. Bahkan mereka juga menceritakan kejadian sebelum pembunuhan, tentang ayah yg hendak diracuni....tapi bagaimana mereka bisa tahu?"


" Itu karena.."


" Bagaimana mereka bisa tahu sedetail itu? padahal mereka tak bersama dengan ayah saat itu" jelas Kayn.


Aku terdiam. Apa yg Kayn katakan benar. Paman Oliver datang terlambat saat kejadian itu, mustahil ia bisa tahu semua itu. Selain itu si Louise sama sekali tak ada di tempat kejadian. Lalu begaiman mereka bisa tahu sedetail itu? Setelah kupikirkan, ini tak masuk akal.


" Walaupun begitu aku tak bisa menuduh mereka berdua, soalnya aku masih belum punya bukti" ucap Kayn " tapi satu hal yg membuatku lega"


" Apa itu?"


" Masih ada kemungkinan kalau cerita itu bohong, dan ayah masih hidup" ucap Kayn.


" T-tunggu dulu Kayn. bukankah kau melihat dengan mata kepalamu sendiri? ayah dan ibu sudah dibunuh oleh iblis-iblis itu" bantahku


" apa kau yakin kalau ayah benar-benar sudah terbunuh? apa kita menghadiri pemakamannya? tidak, kita bahkan tidak tahu dimana ayah dan ibu dimakamkan. paman Oliver selalu merahasiakan ini dari kita." Kayn kembali membalas.


" k-kau benar..."

__ADS_1


Aku diam, tak tahu harus berkata apa. Ini benar-benar membuatku tak bisa berpikir apa-apa. Sebenarnya siapa yg benar diantara kami? Paman Oliver dan Louise , atau kakakku ini Kayn?


" Yah, kita lihat saja kedepannya" ucap Kayn " apakah cerita ini benar-benar nyata atau hanyalah fiksi belaka"


__ADS_2