Absolute Twin Magician

Absolute Twin Magician
Liliana Rossweis ( bagian 2 )


__ADS_3

Pagi hariku disekolah berjalan sebagaimana mestinya. Tak ada masalah sama sekali. Keadaan dua sahabat itu juga sama, tak ada yg berubah. Mungkin yg sedikit berbeda adalah, Liana terlihat lebih ceria dari biasanya. Sepertinya ada sesuatu yg membuat suasana hatinya berbunga-bunga seperti ini.


   Setiap jam istirahat, ia selalu keluar dan berdiri didepan pintu kelas, seperti sedang menunggu seseorang. Saat kulihat Kayn lewat didepan kelas, Liana segera menyapanya. Kayn terlihat seperti biasa, menanggapi Liana seperti teman pada umumnya. Tapi sepertinya Liana tak memandang Kayn seperti teman biasa. Ia juga terlihat lebih ceria ketik sedang didekat atau bicara dengan Kayn. Berbeda dari sifatnya yg biasa. Setahuku, Liana bukan tipe orang yg mudah terbuka dengan orang lain. Dia tipe penutup dan pemalu. Jika sampai ia bertindak seperti itu terkhusus pada Kayn, itu artinya dia menyimpan perasaan pada nya. Hmm, aku mengerti. Sepertinya Liana jatuh hati pada Kayn.


   Sepertinya Elie tak menyadari tingkah Liana yg satu ini. Soalnya beberapa hari ini ia terlihat sangat sibuk. Ia juga sudah mulai jarang mengajakku jalan keluar. Yah, sudah sewajarnya bagi seorang bangsawan sepertinya, selain itu ia juga perwakilan kelas. Ia selalu sibuk dengan posisinya sebagai perwakilan kelas.


   Tapi aku masih sedikit penasaran dengan Liana. Apa benar ia memang jatuh hati pada Kayn? Aku perlu memastikannya. Kalau memang benar, ini bisa jadi berita yg mengejutkan bagi Kayn.


   Pada saat istirahat, ketika Elie sedang sibuk aku sengaja memanggil Liana dan bicara empat mata dengannya. Seperti biasa, aku duduk di deretan paling belakang. Liana pun tiba dan menghampiriku.


" Liana, sebenarnya apa hubunganmu dengan Kayn?" Tanyaku langsung tanpa pikir panjang. Dan tentu saja ia langsung panik. Mukanya sedikit memerah. Seperti yg kuharapkan.


" A-apa maksudmu? Kami hanya teman kok" jawab Liana. Kata-katanya sedikit gagap. " Ah, seperti kau dan Elie, kami hanya teman"


" Benarkah? Kalian terlihat sangat dekat" ucapku " tidak, kau yg terlihat berusaha mendekatinya"


   Liana terdiam, kemudian tersenyum tipis. Ah, aku merasa kalau ia memikirkan sesuatu.


" Kenapa kau bertanya seperti itu Zayn? Apa jangan-jangan kau menyukaiku lalu cemburu melihatku dekat dengan orang lain?" Tanya Liana. Sialan ini mencoba menggodaku.


" Tentu saja tidak. Malah sebaliknya, kalau kau memang menyukainya aku bisa membantumu" ucapku santai. Kalau Kayn punya pacar, aku akan semakin jauh dari pengawasannya. Ini hal yg bagus untukku " selain itu, aku heran melihat sikapmu yg berbeda jauh dari biasanya. Setahuku kau bukan orang yg mudah akrab dengan orang lain. Kau bisa akrab denganku karena Elie yg memulainya. Intinya, kau bukan tipe gadis yg bisa dengan mudah memulai pembicaraan dengan pria lain."


" Eh? Apa menurutmu aku seperti itu?" Tanya Liana terkejut.


" Ya... setidaknya itu yg bisa kusimpulkan selama semingu lebih disini." Jawabku.


   Liana diam, kemudian kembali tersenyum. Senyum yg sangat manis. Itu menunjukkan kefeminiman yg sangat melekat pada dirinya. Pipinya kembali memerah. Ia terlihat begitu gugup. Tangannya meremas ujung bajunya, seperti sedang ragu untuk menyatakan sesuatu.


" Ya... sebenarnya semenjak aku bertemu dengan Kayn dihalaman sekolah dihari pertama kita bertemu itu, aku sudah memandangnya sebagai orang yg luar biasa. Ia memiliki kepribadian yg baik, dan juga perhatian. Ia bahkan sangat menyayangimu sebagai adiknya walaupun kau sering melawannya. Mulai saat itu entah kenapa setiap melihatnya jantungku berdegup kencang. Apalagi ketika sedang berbicara dengannya, aku jadi lebih semangat. Dan ketika kau bilang kalau aku telah berubah dari sifatku yg biasa kau lihat, aku jadi sangat senang. Itu artinya dia adalah orang yg spesial untukku, sampai membuatku merubah sifat asliku. Sama seperti Elie."


  Liana menjelaskan panjang lebar. Aku hanya diam mendengarkan.


" Asal kau tahu, Elie itu dulunya bukan orang ceria dan cerewet seperti yg kau lihat sekarang. Ia adalah gadis pemalu yg bahkan tak punya teman selain diriku. Tapi setelah bertemu denganmu, ia berubah. Sepertinya perasaanku pada Kayn sama seperti perasaan Elie padamu Zayn" ucap Liana tersenyum " sepertinya aku menyukai Kayn sejak pandangan pertama"


   Aku terdiam. Bukan masalah bagiku kalau Liana menyukai Kayn, malah itu menguntungkan ku. Tapi masalahnya adalah apa yg Liana katakan barusan. Ia bilang kalau perasaannya sama seperti apa yg Elie rasakan padaku. Kalau ia bilang menyukai Kayn, itu secara tidak langsung seperti mengatakan kalau Elie menyukaiku.


   Elie menyukaiku?! Yg benar?!! Ini sama sekali tak masuk akal?!! Apa bagusnya orang sepertiku?!! Itu sama sekali tak bisa diterima oleh akal sehatku!


   Tapi kalau kupikirkan lagi, jika dilihat dari sikapnya padaku belakangan ini, apa yg Liana katakan masuk akal. Dimulai dari Elie yg bersikeras untuk bisa berteman denganku, sampai bersedia meluangkan waktunya untuk menemaniku. Mengajariku dengan sukarela, mengajak makan bersama bahkan memberikan setengah bagiannya untukku. Juga sering menatap wajahku. Dan hal-hal lainnya. Ini semua memperkuat hipotesis Liana.


   Kalau memang begitu, lalu apa yg harus kulakukan?!


   Seruan Elie membuyarkan lamunanku. Ia datang menghampiri kami setelah lelah menyelesaikan tugas yg diberikan padanya


" Hey, apa yg kalian lakukan berduaan disana?" Tanyanya sambil berjalan menghampiri kami.


" Liana, rahasiakan yg tadi" bisikku.


"B-baiklah...kau juga Zayn"


" Apa yg kalian lakukan berdua disaat aku sedang tak ada disini?" Tanya Elie. Ia seperti seorang gadis yg memergok pacar yg sedang selingkuh. " Kuharap tak ada hal aneh yg terjadi"


" Tenang saja, aku tak akan merebutnya darimu Elie" jawab Liana tersenyum lebar.


   Lantas muka Elie kembali memerah. Ia langsung memukul-mukul lengan Liana.


" A-apa yg kau katakan Liana?! Jangan mengatakan yg tidak-tidak!"


   Liana kembali tertawa. Keadaan kembali seperti biasa.

__ADS_1


   Yah, ini bisa jadi kabar baik untuk Kayn, dan kabar buruk untukku. Kabar baik karena target pengawasan kami ternyata jatuh cinta pada Kayn. Dan kabar buruk karena Elie menyukaiku diriku yg menyedihkan ini. Setelah mendengar itu dari Liana, aku jadi sedikit canggung jika bertemu dengan Elie. Semoga saja itu tak berlangsung lama.


sesampainya dirumah, aku dan Kayn kembali menggelar pertemuan.


" Apa ada perkembangan Kayn? " Tanyaku.


" Belum, aku sama sekali belum menemukan jalan keluar terbaiknya"


   Aku dan Kayn duduk di kursi ruang tengah. Mendiskusikan apa yg akan kami lakukan untuk mengatasi masalah ini. Seperti yg Kayn katakan, masalah kami buntu. Tak ada cara lagi selain mengantarkan Liana ke markas dan meminta Stephanie menetralkan kutukannya. Tapi kami tak bisa melakukannya. Kami terpaksa mencari cara lain.


" Zayn, bagaiman denganmu? Apa ada sesuatu aneh hari ini?" Tanya Kayn.


" Ada " jawabku serius. Kayn juga ikut serius.


" Apa itu?"


" Si Liana itu, sepertinya ia menyimpan perasaan padamu" jawabku " dalam kata lain, ia menyukaimu "


" Hmm.. begitu ya.."


   Ruangan kami hening sebentar. Aku menutup mata, menghitung mundur dalam hati. Tiga, dua ,satu...


" Haaaaaaaahh???!!"


   Seperti yg kuharapkan, Kayn berteriak histeris setelah menyadari maksud dari kata-kataku. Walaupun agak terlambat, tapi ini membuatku puas.


" Apa-apaan ekspresimu itu?" Tanyaku sambil berusaha menahan tawa


" A-apa yg kau katakan?! Jangan bercanda Zayn!!"


" Aku serius, ia benar-benar menyukaimu. Dia sendiri yg bilang padaku tadi" jawabku santai.


" Tentu saja, lagipula aku juga sering melihat kalian mengobrol berdua didepan kelas. Apa yg kalian berdua bicarakan?"


" I-itu...dia yg selalu menyapa dan mengajakku bicara. Setiap kali aku lewat didepan kelas kalian, ia selalu saja berdiri didepan kelas dan menyapaku." Jelas Kayn " ya, dia melakukan apa yg teman lakukan pada umumnya."


   Aku mengangguk. Lagipula ini bukan masalahku. Tapi tetap saja ini membuatku semakin semangat. Aku ingin sekali mendengar jawaban Kayn dan langsung memberitahu Liana.


" Jadi, apa jawabanmu?" Tanyaku " tak mungkin kau abaikan saja kan?"


" T-tunggu dulu, kau tidak bercanda kan?" Tanya Kayn memastikan. Sepertinya ia masih belum percaya dengan perkataanku.


" Memangnya untuk apa aku bercanda?"   Balasku. " Jadi , jawabanmu?"


   Kayn diam, berpikir keras mencari jawaban. Ini memang masalah yg tak bisa dipetakan begitu saja. Satu kesalahan dan Kayn bisa menyesal seumur hidup.


" Ya...kalau dia memang berpikir seperti itu...aku tak bisa menolaknya.." jawab Kayn. " Lagipula dia cukup manis...tapi sepertinya masih banyak orang yg lebih baik untuknya daripada ku"


" Jadi kau menerimanya?" Tanyaku lagi sambil berjalan kearah pintu.


" Ya...kalau itu yg diinginkannya...aku akan menerimanya"


" Bagus " ucapku. Tanpa Kayn sadari, aku sudah berada diluar rumah. Sepasang sayap muncul di bahuku. Efek dari transmutation membuat wajahku jadi sedikit menyeramkan. " Akan ku sampaikan"


" Zayn...apa yg kau lakukan?" Tanya Kayn melotot kearahku.


" Aku akan pergi mencari Liana dan menyampaikan jawabanmu padanya"


" K-kau...jangan lakukan itu!!"

__ADS_1


   Terlambat, aku sudah melesat terbang keatas langit kota Bluelagoon. Dipancarkan sinar rembulan, pemandangan malam kota ini ternyata cukup indah untuk dipandang mata. Aku berakselerasi bebas diatas sana. Aku tahu kalau Kayn pasti akan mengejarku. Ia pasti akan menemukanku dengan sangat mudah.


   Tapi aku punya kesalahan yg sangat besar. Aku tak tahu dimana Liana tinggal. Kalau begini apa yg harus kulakukan untuk mencarinya.


   Akupun mendarat di atas sebuah menara yg menjulang tinggi ditengah-tengah kota. Aku perlu memikirkan cara untuk menemukan Liana secepatnya. Tanpa kusadari, ada seseorang diatas menara itu. Ia melihat wujud monsterku dan terlihat sedikit ketakutan.


" S-siapa kau? Monster?" Tanya seorang gadis yg ada disana. Aku terkejut. Aku tahu suara ini.


" L-liana?"


" K-kau...Zayn?! Itu benar kau?!"


   Aku berhasil menemukan Liana, tapi dalam keadaan yg tak bagus. Dia melihatku wujud monsterku. Ini buruk. Aku menatapnya lesu.


" Z-zayn, kau... monster?" Liana berjalan mundur menjauhiku. Ia gemetar, yah siapa yg tak terkejut ketika ketika melihat teman yg selama ini bersamanya ternyata adalah seorang monster.


" T-tunggu Liana, aku bisa menjelaskannya " sanggahku. " Ini bukan seperti yg kau pikirkan."


   Aku berusaha meluruskan kesalahpahaman ini. Akan gawat jadinya kalau Liana menyebarkan identitasku yg seperti ini kesekolah. Tapi seseorang muncul dan mengacaukannya.


" Zayn!!!!"


   Suara Kayn terdengar begitu keras, diikuti dengan munculnya sosok kesatria berziarah cahaya melesat kearahku. Ia mendorong tubuhku dan menekannya ke lantai. Aku tak bisa bergerak. Tubuhnya benar-benar berat.


" Apa yg kau lakukan dasar bodoh?!! Ini tempat umum! Jangan sembarangan menggunakan sihir anehmu itu!!" Teriak Kayn.


" K-kayn tunggu dulu—


" Kalau misalnya musuh yg mengenal sihirmu itu ada dikota ini apa jadinya nanti?! Identitasmu sebagai magic Knight akan terbongkar!!"


" Hentikan Kayn!!"


" Organisasi kita ini punya banyak musuh yg menyimpan dendam!! Jangan berbuat sesuka hatimu Zayn!! Pikir dengan kepala matang! Kau bisa membocorkan rahasia Magic Assosiation dasar bodoh!!"


"A-anu...." Liana yg sejak tadi diam menghampiri kami " apa itu benar-benar kalian Kayn, Zayn?"


   Keadaan semakin rumit karena kemunculan si bodoh ini. Kau yg bodoh karena membocorkan semuanya, bukan aku!! Lihat, Liana jadi mendengar semua keluh kesahmu dari awal


" Li-liana?! Kenapa kau ada disini?!" Tanya Kayn histeris. Ia memandangku dengan wajah bertanya.


" Dasar bodoh" ucapku kesal.


   Kayn menunduk. Ia jadi merasa sangat menyesal. Semua ini kesalahannya.


" Magic Knight? Magic Assosiation? Apa itu? " Tanya Liana. Rasa takutnya pada wujud monsterku sudah menghilang.


   Kayn menghela nafas, menatapku


" haruskah ku hapus ingatannya?" Tanya Kayn


" Tidak, sepertinya sudah saatnya kita memberitahunya" balas ku


" Yah, benar juga "


   Setelah keadaan cukup tenang, kami mulai mendekati Liana. Saatnya untuk serius


" Liana, apapun yg kami katakan adalah rahasia besar, jangan bocorkan kesiapapun " ucap Kayn.


" B-baiklah."

__ADS_1


__ADS_2