
Sehari setelah kejadian penyerangan Margaret, tubuhku dan Kayn sudah sembuh total. Sihir penyembuhan nona Stephanie benar-benar luar biasa. Kami bahkan sama sekali tak merasakan sakit sedikit pun. Benar-benar sembuh total.
Mengingat tentang kejadian itu, ada satu hal yg mesti kami lakukan hari ini. Setelah mengatakan kata-kata dengan sangat yakin itu, sudah saatnya Liana melakukan ritual penobatan. Sama seperti yg kami lakukan dulu. Penobatan untuk Magic Knight yg baru.
Aku, Kayn, Liana dan juga nona Stephanie diam-diam pergi ke ruang altar, bagian terdalam dari labirin markas rahasia yg sangat besar ini. Kami harus melakukan ini diam-diam karena satu alasan. Tentu saja agar Elie tak menyadarinya. Kalau dia sampai tau tentang ini sudah pasti dia akan dengan keras kepalanya ikut. Tidak, aku tak bisa membiarkan Elie bergabung. Karena itu kami meminta Zero mengawasinya dan menyuruh Gale agar selalu membuatnya sibuk. Dengan begitu kami bisa pergi dengan aman.
Selama 10 menit lebih kami berjalan menyusuri lorong bawah tanah. Sepanjang perjalanan, nona Stephanie menjelaskan segala sesuatu yg berkaitan dengan organisasi pada Liana. Ini pengetahuan dasar sebelum ia benar-benar bergabung sebagai Magic Knight No 14.
" Magic Assosiation ini adalah organisasi penyihir yg bertugas mengurusi segala pergerakan Iblis di benua Fitzgerald. Dan markas kita saat ini berada di daerah netral, tepatnya di Hutan terbesar di benua ini, Grand Central Forest " nona Stephanie menjelaskan, menatap kearah Liana. " Dan seperti namanya, organisasi ini hanya berisikan penyihir saja. Karena lawan kami adalah makhluk yg hanya bisa diatasi dengan sihir..."
" T-tunggu, kalau begitu bagaimana denganku?" Tanya Liana " aku bahkan sama sekali tak pernah menggunakan sihir. Apa aku benar-benar bisa bergabung?"
" Itu tergantung dengan apa yg akan terjadi nanti. Tenang saja, walaupun kau bukan penyihir, tapi kau memiliki Manna. Selagi kau memiliki Manna, kau pasti bisa menggunakan sihir. Dan setelah beberapa latihan dasar, kau pasti akan sepenuhnya menjadi penyihir " jawab nona Stephanie tersenyum.
" Bagitu ya.... syukurlah"
" Hei, jangan bilang kalau kau tadi berniat mundur?" Tanyaku.
" T-tidak mungkin kan? Bagaimana pun juga aku ini bangsawan. Sebagai bangsawan aku pasti tak akan menarik kata-kata ku" sanggahnya.
" Memangnya bangsawan seperti itu ya?"
" Zayn, jangan mengusili Liana lagi. Saat ini dia sedang gugup" ucap Kayn.
" Oh ya? Kau perhatian juga ya Kayn."
" Aku mengatakan itu sebagai teman Liana dan juga sebagai kakakmu. Seharusnya kau lebih memperhatikan perasaan orang lain. Apalagi dia ini wanita "
" Bilang saja kalau kau tak suka aku mengusiknya karena dia itu pacarmu. Tak perlu berbelit seperti tadi"
" D-dasar kau Zayn " seketika wajah Kayn dan juga Liana memerah. Aku sampai kesusahan menahan tawa. Mereka ini benar-benar membuatku tak bisa menahan diri.
Nona Stephanie kembali menjelaskan. Tentang apa sebenarnya iblis itu, dan apa saja yg perlu kami lakukan sebagai Magic Knight.
" Iblis, mereka sebenarnya adalah manusia seperti kita. Tapi karena sesuatu, mereka kehilangan akal sehat dan menjadi monster pemangsa manusia. "
" Sesuatu?"
" Ada yg bilang karena emosi gelap yg terlalu berlebihan, atau karena sihir hitam, kutukan, cacat, atau hal-hal lainnya. Walaupun begitu tak ada bukti pasti yg menjelaskan semua itu. Yg ada hanyalah fakta kalau para iblis ini adalah makhluk abadi yg sangat rakus dan juga kejam. "
" K-kalau begitu bagaimana dengan lokasi mereka?" Tanya Liana " mereka pastinya punya satu lokasi yg menjadi sarang mereka kan?"
" Ya, itu sudah pasti. Tapi sayangnya, belum ada yg pernah melihat atau mendapatkan informasi tentang letak markas mereka. Mereka datang dan pergi bagaikan angin...." Jelas nona Stephanie.
Liana mengangguk. Sepertinya semua penjelasan tadi bisa ia cerna dengan cepat.
" Selain itu, kita bukan hanya mengurus soal iblis saja. Dengan kata lain, akan ada beberapa misi yg sama sekali tak berkaitan dengan iblis. Soalnya alasan lain dibentuknya organisasi ini adalah untuk menolong orang yg meminta pertolongan. Apapun permintaannya. Dibayar atau tidak itu tergantung siapa yg melaksanakan tugas itu...."
" Yah, walaupun akhir-akhir ini hampir semuanya meminta imbalan. Lama-lama kita semakin terlihat seperti kelompok pembunuh bayaran." Komentarku.
" Ya....itu ada benarnya" Kayn juga ikut menimpali.
Pintu keluar mulai terlihat. Akhirnya kami tiba di tempat altar itu. Sebuah ruangan yg cukup lebar dengan sebuah altar kecil di tengahnya. Ukiran dilantai ruangan ini membentuk sebuah lingkaran sihir besar. Dari sini, aku dan Kayn hanya melihat dari jauh. Liana berdiri di tengah altar, dan nona Stephanie berada sekitar lima meter darinya.
" Apa kau sudah siap, Liana?"
" Ya, aku siap kapanpun"
" Kau yakin? Masih belum terlambat untuk berubah pikiran" ucapku
" Aku tak akan berubah pikiran!" Jawabnya dengan lantang. Yah, sepertinya dia benar-benar sudah yakin.
" Kita mulai ritualnya"
Nona Stephanie membaca sebuah mantra yg cukup panjang. Cahaya berwarna merah pun muncul dari tiap sela-sela ukiran di lantai. Begitu juga juga dengan altar itu. Sebuah lingkaran sihir muncul di sekitar altar, menutupi lantai. Seluruh ruangan diterangi dengan cahaya berwarna merah ini. Benar-benar membuatku mengingat hari ketika kami menjadi Magic Knight.
__ADS_1
Cahaya dengan motif yg sama dengan tato di mataku muncul dari balik baju Liana, tepatnya di bagian pundak. Itu tanda yg sama seperti milikku dan anggota lainnya. Simbol utama Magic Assosiation.
" Sepertinya berjalan lancar ya" gumam Kayn.
" Kau senang? Padahal dia baru saja menginjakkan kakinya di dunia baru yg kejam lho" ucapku.
" Ya....aku tahu itu"
Seperti yg Kayn katakan tadi, ritual penobatan ini berjalan dengan lancar. Tepat setelah tato merah itu muncul di pundak Liana, sebuah tulisan sihir muncul mengambang di depannya. Seperti kami saat itu, tulisan itu merupakan data tentang sihir di tubuh Liana.
Cahaya merah di lantai altar lenyap, begitu juga cahaya merah di lantai ruangan. Ritual telah usai, kami pun berjalan mendekati Liana yg terlihat bingung melihat tulisan di depan matanya.
" A-apa ini? Tulisan apa ini?" Tanya Liana keheranan.
" Seperti yg kubilang tadi Liana, kau memiliki bakat sebagi penyihir. Tulisan itu menunjukkan potensi tersembunyi di dirimu. Itu memuat informasi tentang sihir di tubuhmu..." Jelas nona Stephanie.
" Anu....itu...Prototype " ucap Liana, mengeja tulisan di depannya " apa ini? Sihirku?"
" Ya, kau benar Liana" puji Kayn.
Liana mengangguk, kemudian menoleh kearahku. Tunggu, apa yg mau dilakukannya?
" Zayn, maaf. Aku perlu mencobanya"
" Eh?! T-tunggu dulu Liana!"
" Prototype!"
Liana yg tiba-tiba mengarahkan tangannya padaku itu berteriak keras. Sebuah sinar berwarna abu-abu muncul, dengan cepat aku melompat mundur dengan tangan monsterku. Bola sinar abu-abu itu dengan sempurna kutangkis dengan tanganku. Tapi aneh, aku sama sekali tak merasakan sakit sedikit pun. Apa yg tadi itu sihir serangan? Walaupun aku sudah menangkisnya seharusnya ada sedikit rasa sakit ditanganku.
" Eh? Ap yg terjadi?" Tanyaku heran.
Di depanku, beberapa abu muncul. Ia bergerak dari bawah tanah, naik dan membentuk sebuah wujud. Atau bisa ku ilang sosok yg sangat kukenal. Di depanku, abu yg tadi merambat naik berubah menjadi diriku. Benar-benar mirip. Seperti clone saja. Tapi apa sebenarnya yg terjadi.
" Sepertinya itu adalah sihir yg dapat memanggil Clone dengan wujud yg dapat ditentukan. Ketika sihir tadi mengenai Zayn, sihir itu memunculkan Clone bayangan dari Zayn. Dan jika sihir itu ditembakkan ke orang lain, ia akan meniru wujud fisiknya " Jelas nona Stephanie " itu seperti jenis sihir summon. Benar-benar sihir yg cocok untuk orang sepertimu"
" A-anu...maaf, aku tak terlalu mengerti " ucap Liana.
" Yah, intinya sihir itu membuatmu dapat memanggil tiruan dari wujud yg kau serang. Tiruan itu akan membantumu menyerang dan juga dapat melindungimu " jelas nona Stephanie lagi.
" Hmm, kurasa aku mengerti" gumam Liana.
Suara langkah kaki terdengar dari balik lorong. Suara langkah kaki yg sangat tergesa-gesa. Seperti sedang berlari mengejar sesuatu. Zero sama sekali tak memberi tanda atau apapun. Apa mungkin Zero tak menyadarinya.
" Sepertinya ada yg datang" ucap Kayn.
" Disini kalian rupanya!!"
Ugh, aku kenal suara ini. Suara yg nyaring ini tak mungkin kulupakan. Tapi, bagaimana dia bisa sampai kesini. Dan juga, kenapa Zero sama sekali tak mengabarkan pada kami.
Dari balik lorong, Elie muncul dengan sangat tergesa-gesa. Wajahnya terlihat letih, seperti habis maraton berkilo-kilo meter. Dan juga, ia terlihat sangat kesal.
" E-elie?!"
" Duh, kalian ini teganya meninggalkan aku sendirian!!" Teriaknya. Ia benar-benar terlihat sangat kesal.
" T-tunggu Elie, kami bisa menjelaskannya"
" Apanya yg bisa kalian jelaskan?!" Ucapnya " dan juga kenapa ada dua Zayn disini?!"
Dua aku? Ah, pasti yg dia maksud Clone yg dibuat Liana.
" A-apa mungkin kalian punya kembaran lain?!"
" Tidak mungkin dasar bodoh. Ini sihir. SIHIR" balasku.
__ADS_1
" Bagaimana kau bisa sampai sini Elie?" Tanya Liana bingung.
" Yah, Zero yg memberitahukan jalannya padaku"
Zero?! Yg benar saja?! Bukankah kemarin saja dia meragukan Liana dan Elie?! Lalu kenapa dia malah memberitahu lokasi tempat ini padanya?!
" L-lalu, apa yg kau lakukan disini?"
" Apalagi? Tentu saja aku akan melakukan hal yg sama dengan Liana." Ucapnya " Liana barusan melakukan ritual penobatan atau apalah itu kan? Karena itu aku juga akan melakukan hal yg sama!"
Elie berjalan mendekati kami, masih dengan wajah kesal. Nona Stephanie hanya melihat saja di samping kami, tak memberi respon. Sampai ketika Elie sudah berdiri didepanku, menatapku erat-erat.
" Lian sudah bertekad untuk melindungi Kayn, kalau begitu aku juga akan bersamamu Zayn" ucap Elie " aku mungkin tak bisa melindungimu, tapi aku pasti bisa membantumu... Karena itu aku juga akan bergabung dengan organisasi ini!"
" Wah, semangat yg hebat Elizabeth" ucap nona Stephanie. " Yah, karena kau sudah berada di dalam altar itu mau bagaimana lagi. Mau tak mau kau mesti melakukan ritualnya"
Hah?! Nona Stephanie menerimanya begitu saja?! Ini bercanda kan?! Ini pasti bercanda!!
" Tunggu dulu apa-apaan ini ?! Mana mungkin Elie bisa bergabung!" Ucapku
" T-tunggu Zayn, seharusnya kau mendukungku!"
" Ya...mau bagaimana lagi, soalny Elie sudah masuk ke lingkaran ini" ucap Kayn.
" Hah? Jadi kau masih percaya cerita paman Oliver saat itu?" Tanya ku " tentang orang yg masuk kedalam lingkaran ini tak akan bisa keluar sampai altar itu mengakuinya?"
" I-iya...memangnya kenapa?"
" Sudah jelas itu hanya karangan saja kan?!"
" Eh?! Yg benar?!"
" Yah, mau itu karangan atau bukan, peraturan tetaplah peraturan. Kalau begitu ayo kita lakukan ritual penobatannya lagi " ucap nona Stephanie. Entah kenapa rasanya nona Stephanie terlihat bersemangat. Dia bukannya senang karena dua anggota baru bergabung kan? Bukan begitu kan?!
Pada akhirnya, ritual itu pun juga berjalan. Dan seperti halnya Liana, ritual Elie juga berjalan lancar. Setelah tato itu muncul di bahunya, tulisan sihir pun muncul. Seperti Liana, Elie juga memberikan reaksi yg sama. Dan nona Stephanie kembali menjelaskan semuanya sampai Elie benar-benar paham.
" Indite?" Tanya Elie " sihir apa ini?"
" Sepertinya itu sejenis sihir untuk menciptakan benda " ucap Kayn " bagaimana kalau kau coba saja?"
" Hmmm, baiklah" ucap Elie " Indite!"
Seketika aku merasakan Manna Elie mengalir ke tangannya, membentuk benda dengan wujud sebuah tongkat panjang. Aku dapat merasakan daya tahan yg sangat kuat dari tongkat itu.
" Ap kau barusan membayangkan sebuah tongkat?" Tanyaku.
" M-mau bagaimana lagi, aku tak mau membayangkan benda tajam. Itu bahaya" ucapnya.
" Begitu, ini adalah sihir yg cukup langka. Hanya orang dengan Manna yg melimpah saja yg memilikinya" ucap nona Stephanie. " Itu adalah sihir yg membuat Manna penggunanya berubah menjadi bentuk fisik, seperti senjata atau sebagainnya. Benda yg dibuat memiliki daya tahan yg tinggi, karena benda itu terbuat dari Manna..."
" Aku tak begitu mengerti sih, tapi ini sihir untuk menciptakan benda dari Manna kan?" Tanya Elie. Nona Stephanie mengangguk. " Ini hebat sekali "
Tunggu dulu, apa itu artinya Elie memiliki pasokan Manna yg luar biasa besar?! dasar, bangsawan memang luar biasa. selain itu fakta ini sangat berbalik denganku yg memiliki pasokan Manna yg terbilang sedikit. ditambah lagi caraku menggunakannya bisa dibilang boros.
" kau bisa sangat membantu Zayn dengan pasokan Manna besar ini Elizabeth. aku akan mengajarimu beberapa sihir yg mungkin kau perlukan...." ucap nona Stephanie.
" ya asal kau tahu Elie, Zayn ini boros Manna. kau pasti akan sangat membantunya nanti" ucap Kayn juga.
Dan dengan ini, Magic Assosiation mendapatkan dua anggota baru. Dua orang penyihir pemula yg tak begitu buruk. Mereka pun mendapat gelar mereka masing-masing.
Magic Knight No 14 The Diabolic Liliana Rosweiss.
Dan Magic Knight No 15 The Stalwart Elizabeth Bathory.
Yah, kuharap mereka akan baik-baik saja disini.
__ADS_1