Absolute Twin Magician

Absolute Twin Magician
Keseharian baru


__ADS_3

"hey hey, itu mereka, si kembar Endarker." Bisik seorang gadis ke temannya.


"Aku tak begitu mengenal mereka, tapi seperti yg dirumorkan, mereka terlihat gagah." Balas temannya, sama-sama berbisik.


"Selain itu, mereka berdua juga terlihat tampan."


"Apa mungkin kau mengincarnya?"


"Mana mungkin. Semuanya sudah tahu kan kalau mereka berdua sudah punya pacar."


"Eh eh yg benar? Aku malah baru dengar soal ini."


"Kalau tidak salah, putri keluarga count Bathory, dan temannya. Si Elizabeth Bathory dan Liliana Rosweiss dari kelas 2-A."


"Eh, yg benar? Bukankah itu terlihat seperti pasangan yg ideal?"


"Karena itu, tak akan ada celah untuk mu."


"Selain itu, soal anak baru bernama Fiera Flamie itu, kudengar dia juga teman masa kecil mereka berdua."


"Ya, itu benar. Kalau dilihat, anak itu cukup imut dan juga polos."


"Kau benar, benar-benar imut dan sangat polos."


Ini sudah ke sekian kalinya aku mendengar gosip tentang itu. Dan hebatnya, semua itu kudengar di sekolah. Apa menurut mereka sekolah adalah tempat bergosip? Selain itu, siapa sangka mereka juga sampai tahu tentang hubungan kami? Itu privasi lho, tidak seharusnya kalian membongkar semua hal tentang kami.


Benar saja, gadis tukang gosip itu benar-benar mengerikan. Mereka sudah seperti stalker saja.


"Kayn, lagi-lagi kita dijadikan bahan gosip gadis-gadis sekolah ini ...." Gumamku ke Kayn, yg saat ini sedang melahap makan siangnya di kantin dengan santai.


"Yah, abaikan saja mereka. Lagipula mereka tak menunjukkan permusuhan atau semacamnya," jawabnya santai.


"Tapi itu menggangguku."


Ini sudah hampir tiga Minggu setelah kejadian tempo hari. Setelah Rozalia dikalahkan dan keadaan kota kembali damai, butuh waktu dua hari untuk memulihkan kembali keseharian kota. Dan hebatnya, setelah dua hari itu mereka sudah bersikap seakan tak pernah terjadi apa-apa sebelum nya. Hanya saja, satu hal yg menurut ku cukup baik terjadi.


Semenjak hari itu, pandangan kerajaan Bluelagoon terhadap Magic Assosiation sedikit berubah. Entah karena hutang Budi atau apa, tapi itu adalah hal yg bagus. Pemerintah sudah menyebar luaskan berita tentang keikutsertaan kami dalam pembasmian vampir. Dan secera resmi, aku, Kayn dan Fiera dijadikan sebagai perwakilan Magic Assosiation di kota ini.


Sebelum nya, tak banyak warga sipil yg mengetahui tentang Magic Assosiation. Mungkin hanya para bangsawan dan warga pelancong yg datang dari luar kerajaan yg tahu tentang kami. Dan, yg mereka tahu hanyalah tentang kami yg dirumorkan sebagai tentara bayaran yg sangat kuat dan berbahaya. Mereka tak tahu lebih detail lagi. Mereka bahkan tak mengetahui tentang Tato yg menjadi simbol Magic Knight. Karen itulah aku bisa dengan santainya menunjukkan tato itu di kota ini tanpa perlu menyembunyikan nya.


Tapi setelah kejadian tempo hari, pemerintah menyebarluaskan informasi tentang kami, tapi dalam pandangan yg positif. Mereka membuat para warga melihat kami seperti sosok pahlawan pemberani yg memberantas para monster. Mereka juga memberitahukan kalau kami adalah pelindung mereka. Aku tak terlalu suka ini, tapi mau bagaimana lagi. Kalau aku ikut campur nantinya akan semakin rumit.


Dan sekarang, setelah hari disebarkan nya berita itu, kami semua menjadi bahan obrolan satu sekolah. Dan tentunya, akan ada banyak gadis yg berusaha mendekati kami berdua, mengingat cerita kalau kami lah yg telah mengusir para vampir dan membunuh pimpinan mereka, yaitu Rozalia. Meskipun bukan kami yg membunuhnya.


Sejak hari pertama kami masuk sekolah setelah sekian lama membolos, para gadis di sekolah sudah memberikan tatapan penasaran. Beberapa dari mereka bahkan muncul dan mendekati kami diam-diam. Karena hal inilah, Elie menjadi semakin protektif dan mengusir siapa saja yg mencoba mendekati kami. Aku senang jika ia melakukan itu demi kami, tapi mungkin karena hal itulah hubungan kami berdua jadi ketahuan. Yah, lagipula itu bukan masalah kalau hubungan kami ketahuan.


"Hey Zayn, apa yg sedang kau pikirkan? Mukamu terlihat sedang galau." Elie yg duduk disampingku mencoba bertanya.


"Yah, apa lagi kalau bukan tentang gosip itu," dan malah si Shiki yg menjawabnya.


Omong-omong, karena Shiki dan Aoi bertugas sebagai wakil ReVoid di kota ini, ia juga secara sukarela menjadi siswa tetap disekolah ini seperti kami. Jadi wajar saja kalau ia bisa mengobrol bersama kami di kantin sekolah.


"Huh, gosip ya ... Didunia manapun itu memang merepotkan," keluh Aoi.


"Ya, mau di dunia itu maupun disini, yg namanya gosip pasti ada ya ...." Shiki juga ikut-ikutan.


"Abaikan saja, lagipula mereka juga tak membicarakan sesuatu yg berbahaya atau buruk tentang kita," balas Kayn.


"Y-ya, aku sependapat dengan Kayn. Meskipun sebenarnya aku sedikit terganggu dengan para gadis yg mencoba mendekatinya ...." Ucap Liana.

__ADS_1


"Itu pasti berat ya, melihat pacar mu dekat dengan gadis lain," ucap Shiki.


"Ya, begitu— eh, p-pacar?! Siapa?! A-apa maksud mu aku dan Kayn?!"


Entah kenapa Liana tiba-tiba kaget ketika dianggap berpacaran dengan Kayn.


"Kenapa kaget begitu? Bukankah kalian berdua sudah berpacaran?" Tanya Aoi juga.


Mendengar itu, Kayn dan Liana terdiam, dan menatap kebawah dengan raut muka malu.


"Y-ya ... Sepertinya begitu—


"Hey Kayn, apa jangan-jangan kau belum menembaknya secara langsung?" Selidik Shiki.


"Y-ya ... Belum sih."


"Kau ... Apa kau benar-benar lelaki?"


Ketika pembicaraan mereka jadi seperti ini, aku kembali fokus makan dan menghiraukan semua pembicaraan mereka. Lagipula ini bukan sesuatu yg mesti aku dengar.


"Haru Zayn, apa jangan-jangan kau juga belum melakukannya?"


Ugh, Shiki menyadari kalau aku berusaha menghindari pertanyaan itu. Sekarang ia malah beralih menyelidiki ku.


"S-sudah ... Sepertinya."


"Yg benar saja ...."


"Eh, yg benar saja?! Kapan Zayn melakukannya?! Kenapa Fiera tak tahu tentang itu?!"


Ah, lagi-lagi si bodoh ini tak memahami suasana.


"E-elie? Ada apa?" Tanyaku.


"Yah, kau tahu. Aku saat ini sedang merencanakan sesuatu," jawabnya.


"Sesuatu?"


"Ya ... Aku sedang memikirkan cara bagaimana agar Zayn dapat mengenal keluarga ku lebih dekat," lanjutnya. "Dan aku terpikirkan satu cara, yaitu membuatmu menginap di rumahku selama beberapa hari."


"Eh?"


Mendengarnya dari Elie tentu saja membuat kami semua terkejut.


"Untuk apa itu?"


"Apalagi kalau bukan untuk mempererat hubungan antara kau dan keluarga ku? Kalau kau ingin menikahi ku, kau harus bisa meraih kepercayaan dari ayah dan ibuku, Zayn."


"Me ... niKah?" Tanyaku mematung. "Siapa? Siapa yg akan menikah?"


"J-jangan membuatku menjelaskan nya! Tentu saja kau dan aku kan?"


Dan seketika semuanya diam mematung. Kaget sekaligus kagum dengan keberanian Elie untuk mengatakan hal sememalukan itu.


"Eh? Secepat itu? Aku bahkan masih 17 tahun, kau tahu?"


"Aku juga sama! Lagipula itu sudah memasuki umur pernikahan bangsawan muda, kan?"


"I-itu hanya berlaku untuk bangsawan! Aku bahkan bukan bangsawan."

__ADS_1


"Eh? Bukannya keluarga Endarker juga termasuk keluarga bangsawan?" Tanya Fiera dengan polosnya ke Kayn.


Dasar bodoh, dia hanya bisa memperburuk keadaan!


"Ti-tidak, aku masih belum siap untuk itu!"


"Tapi cepat atau lambat itu akan terjadi, makanya kau perlu persiapan untuk kedepannya kan?!"


Kami saling beradu mulut. Untungnya, tak banyak orang yg sedang beristirahat di kantin saat ini. Mungkin hanya beberapa gadis yg sedang bergosip, dan jarak mereka cukup jauh. Tapi tetap saja, membahas hal seperti ini di tempat umum benar-benar memalukan! Apa yg sebenarnya kau pikirkan Elie?!"


"Anu, kami tak terlibat perdebatan calon pasutri ini, jadi boleh kami pergi?" Tanya Shiki.


"T-tunggu, jangan seenaknya memutuskan untuk pergi! Lagipula siapa yg pasutri?!"


"Ugh, ini tak bagus, posisi Fiera sebagai calon pengantin Zayn sedang terancam ...." Gumam Fiera. Aku mendengarnya dasar bodoh!


"Kalau begitu tak ada penolakan, aku memaksa mu untuk menginap di rumahku!"


"Bagaimana caramu memaksaku?! Apa kau berniat menculikku?!"


"T-tidak mungkin aku melakukan hal seperti itu, itu bisa mencoreng nama baik keluarga Bathory!" Balasnya. "Pokoknya harus! Zayn harus menginap di rumahku malam ini!"


Apapun yg direncanakan nya, aku pikir itu tak akan berjalan sesuai rencananya. Jadi, apa sebaiknya aku menerima saja?


"Huh ... Ini merepotkan. Bagaimana menurutmu, Kayn?"


"Aku setuju saja," jawabnya. Itu tak membantu.


"Kumohon, Zayn!"


Ugh, kali ini dia meminta dengan wajah memelas. Kau tahu, itu sangat curang meminta dengan cara seperti itu.


"Argh, baiklah. Tapi hanya malam ini saja," jawabku. Mendengar nya, Elie tersenyum cerah. Seakan semua kerja kerasnya telah terbalaskan.


Dan seperti yg kubilang, rencananya tak mungkin berhasil.


"Kalau begitu, Fiera juga akan ikut!" Ucap Fiera. "Liana juga disana kan?"


"Ya ... Tentu saja."


"Eh?!"


"Kakak, apa aku juga boleh ikut?" Tanya Aoi.


"Untuk apa? Perang bantal dengan para gadis?" Tanya Shiki. "yah, kurasa tak masalah."


"Terimakasih, kakak."


"Eh?! Tunggu! Tunggu dulu! Kenap kalian memutuskan seenaknya?!" Tanya Elie panik. "Tidak, kalian tak akan kuizinkan masuk ke rumahku!"


"Kalau Fiera minta izin ke pak Vermount, pasti diizinkan." Untuk beberapa saat, tak kusangka Fiera sampai bisa mendapatkan jalan pintas seperti itu.


"Yah, kupikir itu pasti terjadi ...." Ucap Liana.


"L-I-A-N-A!!"


"Eh, ah, maafkan aku Elie."


"Tidak, kalian tak boleh datang! Kalau begini jadinya, aku tak bisa berduaan dengan Zayn!"

__ADS_1


Ah, dengan begini rencananya dibatalkan, dan aku selamat dari kejadian ini. Seperti yg kukatakan, rencananya pasti tak akan berjalan sesuai rencananya.


__ADS_2