
Tak terasa, hari sudah semakin gelap. Kira-kira saat ini pukul 6 sore. Masyarakat sipil sudah diarahkan untuk segera masuk ke rumah masing-masing. Dan kami juga bersiap-siap untuk pekerjaan malam ini.
Zero tengah bersiap di tenda komando bersama pak Vestine dan nona Stephanie. Seperti yg Zero katakan tadi, ia akan menunjukkan kemampuan para Magic Knight dengan sihir uniknya, Spectral Layer. Kak Marry, Tony, Hughess, Guts, dan Kayn juga tengah bersiap untuk penyerangan malam ini, dibantu oleh Shiki, Aoi dan anggota ReVoid lainnya. Semua berjalan lancar. Meskipun begitu, ada satu hal yg membuatku risih.
"Zayn, ini sudah malam. Bagaimana dengan jawabanmu yg tadi hah?"
"Y-ya ... Aku juga tak tahu."
Suasana yg mencekam ini sungguh mengganggu. Ini semua karena Fiera dan Liana yg tak kunjung kembali. Aku jadi harus menghadapi kemarahan kak Chezie yg ia lampiaskan padaku.
"Hey Zayn, sebaiknya kau segera memberitahu dimana mereka sekarang." Kak Chezie meremas kepalaku sambil tersenyum murka. Aku seketika tegang seakan melihat sesosok malaikat maut sedang meremas kepalaku.
"S-sungguh aku tak tahu kemana mereka!" Balasku. "H-hei Elie ... Apa kau tak bisa menolongku? Sebenarnya kemana mereka berdua pergi!?"
"Ya ... Mungkin saja mereka di rumahku?"
Mendengar jawaban Elie, kak Chezie melepaskan kepalaku dari cengkeraman tangan mautnya dan menoleh ke Elie.
"Apa yg membuatmu berpikir mereka ada disana?"
"Eh, y-yah, soalnya saat ini Liana tinggal di rumahku." Elie menjawab dengan sedikit tergagap.
"Huh, sepertinya kita perlu memeriksa nya, Chezie."
Dari belakang, Gale tiba-tiba muncul dan bergabung dengan kami. Melihat kedatangannya, kak Chezie seketika memasang wajah santai, seakan kemarahan yg sebelumnya tak pernah ada. Sepertinya, kedatangan Gale sudah menyelamatkan kami.
"mau bagaimana lagi. Sepertinya menunggu mereka juga percuma." Tak kusangka, kak Chezie bisa jadi lunak hanya karena kedatangan si Gale.
"Kalau begitu Elizabeth, tolong antar kami ke rumahmu." Dan seperti biasa, Gale selalu bersikap sopan pada perempuan. Mungkin hal itu yg membuatnya dijuluki pendekar pedang playboy.
Dalam upaya pencarian Fiera dan Liana, kami akhirnya secaw terpaksa pergi ke rumah Elie. Jarak rumahnya dari markas kami cukup jauh, karena kami perlu melewati distrik 7 dan 6 untuk bisa sampai ke area kediaman bangswan. Kira-kira membutuhkan waktu setengah jam untuk sampai jika berjalan kaki.
Selama itu, aku dan Elie berpikir keras tentang apa yg akan kami katakan ke orang tua Elie jika mereka bertemu dengan kak Chezie dan juga Gale.
Setengah jam berlalu, akhirnya kami sampai di depan gerbang kediaman Bathory. Kami bergegs masuk ke halamannya. Tapi sebelum itu, kami harus menunggu diluar sementara Elie masuk dan memeriksa keadaan.
"Selamat malam, nona Elizabeth."
Seperti biasa, para pelayan menyambutnya di depan pintu.
"selamat mala— ah, hey kalian berdua! Apa yg kalian lakukan disini?!"
__ADS_1
Ucapan salam Elie seketika terpotong tatkala menyadari kalau Fiera dan juga Liana sedang duduk dengan santai di sofa depan sambil memakan cemilan yg ada di meja. Kelakuan Fiera yg seenaknya itu tentu saja membuat sang tuan rumah kesal.
"Hah? Apa kau tidak lihat? Kami sedang istirahat," jawab Fiera dengan santainya. "Kami lelah sehabis jalan-jalan tadi siang. Jadi malam ini kami akan istirahat saja."
"A-apa yg kau bicarakan?! Kita ada tugas kan?!"
"Itu bukan hal yg penting. Menjaga kesehatan tubuh Fiera jauh lebih penting."
"Haah?! Kalau begitu bagaimana dengan tugas—
"Abaikan saja. Elie juga istirahat saja disini. Ini, Fiera kasih cemilan," ucap Fiera sambil menyodorkan cemilan yg sedang ia makan.
"Jangan bertingkah seolah ini rumahmu!" Teriak Elie. Ah, dia mulai emosi. Tapi wanita yg sedang menunggu di depan pintu bersamaku dan Gale jauh lebih emosi lagi.
"Hey Fiera. Ayo kembali. Ini tugas kita, kita tidak boleh bermalas-malasan disini." Liana yg merasa tak enak dengan ini mulai membujuk Fiera. Tapi sifat keras kepalanya itu sudah mendarah daging dan tak dapat dihilangkan.
"Tidak, Fiera lelah!!"
"Hey Fiera, kalau sampai kak Chezie mendengar ini dia bisa malah besar." Ucap Liana.
"Huh, orangnya kan tidak ada disini jadi jangan khawatir. Selama Fiera disini tak akan ada ap—
"Oh ya? Tak ada apa-apa ya?!"
Ah sial, emosinya sudah tak terbendung lagi. Aku dan Gale tak sanggup menahannya lebih lama lagi. Kak Chezie segera menerobos masuk ketika mendengar perkataan Fiera itu. Elie yg juga mendengarnya menatap kak Chezie cemas sekaligus takut. Dan untuk Fiera, ia seketika merinding saat mendengar suara kak Chezie barusan. Hal yg sama juga terjadi pada Liana. Mereka benar-benar dalam masalah.
"Apa ada masalah dengan itu?!"
"T-tidak, maafkan Fiera!! Fiera tidak ngomong apa-apa!!"
Fiera sontak bangkit hendak melarikan diri. Tapi percuma saja, jaring Manna dari sihir Puppet kak Chezie sudah mengendalikan tubuhnya. Tubuhnya seketika terdiam, dan berjalan perlahan kearah kak Chezie yg sedang marah besar.
"Hey Fiera ... Tadi kudengar kau mau bermalas-malasan ... Apa itu benar?"
"T-tidak! Fiera tidak bilang begitu!! Mohon maafkan Fiera!! Ampuni Fiera tolong!!!"
"Diam! Kau dilarang bicara sampai aku menyuruhmu!!"
Seketika Fiera diam hening. Ia kemudian duduk di kursi, dengan wajah yg menyedihkan. Kak Chezie dan juga Gale ikut duduk di sofa. Kupikir kita kesini hanya untuk mencari Fiera dan Liana. Apa mungkin ada yg ingin mereka berdua bicarakan?
"Elie, berhubung kita sekarang ada di rumahmu, kami ingin bertemu dengan kedua orangtua mu."
"Eh? O-orangtuaku?"
__ADS_1
"Kau belum memberitahu mereka tentang keadaanmu kan?" Tanya Gale. Elie seketika menunduk.
"Kau tak bisa terus menyembunyikan itu dari orangtuamu. Cepat atau lambat mereka pasti akan sadar dan mengetahui kebenarannya. Sebelum itu terjadi, lebih baik kau segera memberitahu mereka dan bicara dengan jujur sebelum semuanya menjadi buruk."
Elie menunduk. Aku mengerti kegundahan seperti apa yg ia rasakan saat ini. Magic Assosiation adalah kelompok rahasia yg terkenal kuat dan berbahaya, meskipun itu semua hanya rumor belaka. Banyak orang yg menganggap kami sebagai penjahat, namun ada juga yg menganggap kami sebagai pahlawan. Tapi di mata masyarakat umum, kami hanyalah sekelompok pembunuh yg rela melakukan apapun asalkan dibayar. Aku tak tahu apa orangtus Elie mengetahui soal kami atau tidak. Jikalau mereka tahu, seperti apa kami dimata mereka. Pembunuh, atau penyelamat? Tergantung apa yg mereka percayai, reaksi mereka akan sangat mempengaruhi Elie, terkhususnya secara mental. Karena itu ia tetap merahasiakannya dan terus memendamnya.
Tapi kali ini, ia harus mengatakan itu apapun alasannya.
"T-tapi ...."
"Aku tahu apa yg kau cemaskan, tapi kau harus melakukannya. Orangtuamu harus mengetahui ini. Dan menurutku, sekarang adalah saat yg tepat untuk mengatakannya," ucap Gale prihatin. Aku juga ikut meyakinkan nya.
"Ini demi kebaikan kedua orangtua mu, Elie. Kau harus menerimanya. Apapun jawaban mereka, jangan terlalu dipikirkan."
Kuharap apa yg kukatakan mampu untuk menguatkan hatinya. Liana juga berusaha meyakinkannya dengan caranya sendiri.
Setelah beberapa saat berpikir, Elie akhirnya menentukan apa yg akan ia lakukan.
"Baiklah, akan kulakukan. Aku akan segera kembali," ucapnya sambil berjalan kelorong rumahnya. Liana juga ikut menemaninya. Sementara itu aku, Fiera, Gale dan kak Chezie menunggu di ruang tamu.
"Kalian berdua. Selama orangtuanya datang jangan bicara satu patah kata pun. Mengerti?"
"M-mengerti!"
"Jangan khawatir Zayn, biar aku dan Chezie yg mengurusnya untukmu," ucap Gale. Mendengar itu aku jadi sedikit lega.
"Buh, itu kan bukan untuk Zayn! Elie tak ada hubungan apa-apa dengan Zayn! Hanya Fiera yg bo—
"Hah? Bukankah tadi aku menyuruhmu untuk diam?"
"Maafkan Fiera!!"
Selama hampir 10 menit menunggu, Elie dan Liana tak kunjung muncul. Jika dilihat-lihat, sepertinya waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Operasi malam ini pasti sudah berjalan. Ketika semuanya sedang berusahakeras, kami malah bersantai di kediaman bangsawan seperti ini.
20 menit berlalu, akhirnya mereka kembali. Kali ini, mereka datang bersama dengan kedua orangtua Elie. Kepala keluarga Bathory, Vermount Bathory dan istrinya, Celica Bathory. Kami semua lantas berdiri dan memberinya penghormatan sebagai tuan rumah dan seorang bangswan.
"Senang bertemu denganmu lagi Zayn. Dan juga, apa kalian kerabatnya Zayn?" Tanya pak Vermount.
"Maaf terlambat memperkenalkan diri. Nama saya Gale Lion. Knight dari kerajaan Siberia."
"Nama saya Chezie Moonwhale, saya adalah seorang Countess dari kerajaan Huntmoon."
Mendengar perkenalan mereka berdua, pak Vermount dan nyonya Celica sedikit kagum. Aku, Elie dan Liana juga sedikit kaget. Aku tak pernah tahu kalau kak Chezie adalah seorang Countess dari kerajaan Huntmoon.
__ADS_1
"Sepertinya tamu kali ini sangat spesial. Seorang Knight dan juga Countess dari luar kerajaan. Tak kusangka orang sepenting anda bertemu ke kediaman Viscount seperti saya." Ucap pak Vermount juga dengan etika seorang bangsawan. "Nama saya Vermount Bathory, kepala keluarga Bathory. salah satu Viscount dari kerajaan Bluelagoon."
"Nama saya Celica Bathory, istri seorang Viscount dari kerajaan Bluelagoon."