
Tony melayang dengan sihir gravitasi nya di dalam ruang yg ia buat di tubuh Evilian. Tatapan tajam yg begitu menyeramkan ia arahkan ke Eleanor, membuat nya kaku karena ketakutan. Hanya dengan tatapan saja, ia mampu membuat vampir bangsawan kelas atas seperti Eleanor bergetar ketakutan. Dia bukan lagi manusia biasa, dia adalah monster. Tidak, semua anggota Magic Assosiation adalah monster. Tatapan yg ia berikan sama seperti saat Kayn dan Fiera mengamuk dulu.
Manna yg abnormal muncul bagaikan badai, menyelimuti tubuh Tony. Manna yg sama juga berkumpul di tangan serta kaki Tony. Aku tak tahu apa yg akan ia lakukan, yg pasti itu bukan sesuatu yg normal untuk ukuran manusia biasa.
"Gravity Manipulation : Gauntlet."
Sekejap, Tony muncul tepat diatas kepala Eleanor. Benar-benar gerakan yg mustahil untuk disadari oleh siapapun. Bahkan Eleanor yg merupakan vampir bangsawan kelas atas yg terkenal dengan kecepatan gerak dan responnya sama sekali tak bergeming.
"B-bagaimana bisa kau—
Sadar kalau kata-katanya akan percuma, Eleanor segera bereaksi dan memilih untuk mundur dari Tony. Ia sempat mundur ketika tinju Tony hampir mengenai kepalanya.
"Percuma."
Tiba-tiba sesuatu yg terasa begitu berat menghantam tanah tempat Eleanor berpijak, tepat di arah tinjuan Tony. Padahal masih ada satu meter sebelum tangan Tony menyentuh tanah, tapi hentakan akibat serangannya sudah membuat tanah tempat Eleanor berpijak hancur lebur. Sebuah ledakan besar itu membuat tubuh Eleanor terhempas kebelakang. Seketika, Evilian menghilang dari pandangan kami.
"M-mustahil ... Kekuatan macam apa itu?"
Eleanor terduduk ditanah, dengan sebuah kawah berdiameter sekitar 4 meter terbuka lebar di hadapannya. Kawah itu tak lain adalah hasil dari serangan Tony barusan. Benar-benar kekuatan yg mengerikan.
Beberapa pedang petir muncul menembaki Eleanor. Ini kesempatan kami untuk menghabisi nya. Dan kak Marry yg lebih dulu berniat untuk memanfaatkan situasi ini. Tanpa Evilian, seharusnya Eleanor hanyalah vampir bangsawan biasa sekarang.
"Kurang ajar kalian!!"
Sepertinya, tidak semudah itu mengalahkan nya. Serangan jarak jauh kak Marry masih bisa dihindari oleh Eleanor, bahkan tanpa Evilian. Kami harus segera mengalahkan nya sebelum Evilian kembali muncul.
Jika prediksi ku benar, sepertinya Blood Sacrified milik, Evilian memiliki jangka waktu penggunaan. Sama seperti cooldown dalam game. Tapi, kami tetap saja tak tahu berapa lama lagi ia mampu menggunakan Evilian kembali.
Saat ini, waktu adalah segalanya.
"Aoi, serang Eleanor dari jarak aman!" Ucapku. "Aku akan mencoba maju menyerangnya."
"Eh?! Ah, berhati-hatilah!"
Aku bergerak maju secepat yg kubisa untuk mencapai jangkauan serangan katana ku. Serangan dari teknik katana ku memiliki kecepatan yg lebih tinggi dari teknik pedang lainnya, karena itu seharusnya aku bisa mengimbangi kecepatan gerak Eleanor. Tapi tetap saja, jangkauan nya yg pendek cukup beresiko.
Tebasan pedang ku beradu dengan tangan Eleanor. bunyinya bagaikan dua bilah pedang yg saling beradu. Sial, sepertinya ia memiliki refleks yg sangat cepat. Ia sempat melapisi tangannya dengan aura darah dan memperkuatnya.
"Tak buruk ... Selain monster itu, sepertinya kalian cukup kuat."
"Sial!"
Aku bergegas mundur. Jika aku mendekati nya lebih lama, aku bisa terbunuh hanya karena tebasan tangannya.
"Hey lacur ... Aku belum selesai denganmu."
Suara Tony yg terdengar berat muncul dari balik kepulan asap yg timbul dari ledakan kekuatan nya itu. Seketika, rasa takut Eleanor kembali muncul. Ia juga segera bergerak untuk mundur.
"Jangan kabur ... Dimana rasa percaya dirimu yg tadi?"
__ADS_1
Puluhan batu besar melesat dari balik asap. Batu-batu besar itu melesat begitu cepat, bagaikan sebuah peluru bazzoka. Tidak, itu lebih terlihat seperti bombardir dari puluhan Rocket Launcher.
"Kuh, Blood Sacrified : Evilian!"
Aura darah Evilian kembali muncul. Ini baru lima belas menit setelah serangan pertama Tony. Apa ia bisa menggunakannya kembali dalam waktu secepat itu?
Semua batu-batu yg dilontarkan itu tertahan dengan sempurna oleh Evilian. Seperti sebelumnya, kekuatan nya sama persis. Sepertinya kekuatan itu sama sekali tak melemah setelah berapa kali pun digunakan.
Meskipun begitu, sekarang Eleanor terlihat lebih fokus untuk menahan batu-batu itu. Tak seperti sebelumnya yg terlihat begitu santai, sepertinya saat ini ia sedang kesulitan menahan semua batu-batu itu. Ia bahkan sampai tak menyadari kalau Tony sudah tak berada disana. Bahkan Dari awal serangan, Tony sudah kembali melayang mengitarinya. Dan disaat-saat yg tepat, Tony melesat cepat bagaikan rudal, mengarah ke Eleanor.
"Gravity Manipulation : Gravity Kick."
Sebuah tendangan tak terduga muncul dibelakang Eleanor, dan lagi-lagi melubangi wujud Monster Evilian. Seperti sebelumnya, Tony sekarang kembali berada di dalam tubuh Evilian, tepatnya diatas kepala Eleanor. namun sepertinya Tony tak berniat mengakhirinya langsung.
"B-bagaimana bisa kau ada disini?!"
Tony menghentakkan kakinya keudara, menghasilkan gelombang dorongan yg membuat tubuhnya melesat kebawah dengan kepalan tangan yg siap menyerang. Sama seperti yg ia lakukan sebelumnya.
Tapi kali ini, Eleanor sudah mengetahui trik itu dan berhasil mengantisipasi serangan Tony.
"Kau pikir aku akan terkena serangan yg sama?!" Teriaknya ketika ia berhasil mundur sebelum serangan Tony mencapai tanah. Ia berhasil menghindari serangan mematikan Tony.
Atau, begitulah yg ia kira.
"Gravity Manipulation : Vacum."
Tony mengarahkan tangannya ke Eleanor. Sekilas, aliran Manna yg berbeda muncul di telapak tangannya, dan terhubung ke tubuh Eleanor. Disaat itulah, tubuh Eleanor tertarik oleh gelombang gravitasi yg begitu kuat kearah tangan Tony. Ia tak mampu melawan arus gravitasi yg sangat kuat itu, dan meluncur kembali ke tangan Tony.
Tak habis sampai disana, Tony kembali menarik Eleanor kearahnya. Kali ini, sebuah tinjuan ia lancarkan mengenai bagian perutnya. Dengan kekuatan yg sama ketika ia menghancurkan tanah tadi, Eleanor terhempas sangat keras ke bangunan dibelakangnya. Tak hanya satu bangunan, ia bahkan terus melesat dan menghancurkan sekitar lima bangunan yg ada di jalurnya.
"Gravity Manipulation : Pull."
Tepat setelah Eleanor terbaring ditanah akibat rasa sakit yg ia terima dari serangan Tony, sebuah lingkaran sihir muncul dibawah tubuhnya. Lingkaran sihir itu memunculkan tekanan gravitasi yg begitu kuat, membuat tubuhnya ditekan ke tanah tanpa dibiarkan bergerak sedikitpun. Tekanan itu juga melukai tubuhnya, membuatnya terlihat seperti sedang ditimpa oleh sesuatu yg sangat-sangat berat. Sejauh yg pernah kuketahui, sihir gravitasi bukan lah sesuatu yg mengerikan seperti ini. Sihir milik Tony, ini bukan lagi sihir gravitasi biasa. Sebenarnya siapa orang ini? Dan darimana semua kekuatannya yg mengerikan ini berasal?
Eleanor sudah tak bisa bergerak, aku dan Aoi jadi sedikit lega, meskipun ini masih belum berakhir. Tapi, nampaknya Tony masih belum ingin mengakhiri nya. Itu terlihat darinya yg saat ini tengah berdiri dihadapan Eleanor, menatapnya rendah.
"Menyedihkan. Melawanmu sama sekali tak membuat ku tertarik. Tapi karena kau sudah membuatku sedikit marah, aku jadi kelewatan ...." Ucap Tony.
"Bagaimana ... Bagaimana bisa aku dikalahkan oleh orang sepertimu?!"
"Hah? Masih belum mengerti juga? Sejak awal, kemampuan mu itu bukan apa-apa. Aku sudah tahu seperti apa kemampuan darah mu. Karena itu, peluang mu untuk menang melawan ku tak pernah ada, kau tahu?" Ucap Tony. Ia kembali memberikan tatapan intimidasi padanya. "wujud monster itu memang terlihat mengerikan, tapi itu hanyalah butiran darah. Aku sudah bilang itu kan? Dan juga, wujud mengerikan itu akan lenyap jika kau menerima serangan. Jika kau terluka, ia akan menghilang. Dan kau baru bisa menggunakannya kembali setelah lima belas menit berlalu. dan selama lima belas menit itu, kau tak bisa melakukan apa-apa selain bertahan. Huh, sepayah itulah dirimu, lacur."
"K-kau, bagaimana kau bisa mengetahui semua itu?!"
"Itu semua terlihat dengan sangat jelas. Bahkan anak kecil pun bisa tahu. Haah, mau sampai kapan kau meremehkan kami terus?"
"T-tidak mungkin!! Evilian ku adalah yg terkuat—
Sebelum ia menyelesaikan kata-katanya, pedang petir milik kak Marry lebih dulu menancap ke jantung dan kepalanya. Serangan telak itu membunuhnya tanpa membiarkannya menyelesaikan apa yg ingin ia katakan.
Dengan ini, urusan kami selesai dengan hasil yg mengejutkan.
__ADS_1
"Mengerikan ... Si Eleanor dikalahkan semudah itu?"
Tanpa kami sadari, sesosok pria dengan wujud yg tak asing muncul didekat kami. Aku dan kak Marry sudah mengetahui identitas vampir ini. Tapi berbeda dengan Aoi dan Tony yg tak hadir saat itu. Mereka segera merespon seakan-akan sedang kedatangan musuh baru.
"Siapa kau?!" Teriak Aoi sambil memasang kuda-kuda pertahanan.
"Aoi, tenanglah jangan panik dulu," ucapku.
"Yah, maaf kalau aku datang terlambat. Sepertinya peranku sudah tak ada lagi disini ya?" Balasnya dengan santai.
"Kau ... Siapa? Vampir ya? Apa aku juga harus membunuhmu?" Tanya Tony. Terlihat jelas dari wajahnya kalau ia masih sedikit marah.
"Hentikan Tony." Kak Marry yg menyadari identitas vampir itu menenangkan Tony. "Dia bukan musuh. Dia salah satu bawahan Zuan, sekutu kita ...."
"Ya, perkenalkan namaku Bayorn Jackal," ucap vampir itu. Ia tiba-tiba menunduk pada kami, seakan memberi hormat pada atasannya. "Setelah melihat seperti apa kekuatan yg dimiliki oleh orang-orang yg dipercayai oleh tuan Zuan, aku jadi merasa malu karena telah menentang rencana ini ... Maafkan aku karena keegoisan ku saat itu, nona Marry, dan juga tuan Shiki."
Ugh, aku benci gelar kehormatan tuan dan nona ini. Bisakah kita segera menyelesaikan nya tanpa perlu mendengar kata-kata itu?
"Sekutu ya ... Jadi kau bawahan Zuan yg seharusnya datang membantu kami itu?" Tanya Tony. Entah kenapa, wajahnya terlihat kesal. Dan Bayorn menyadari itu.
"I-iya ... Itu benar," ucapnya. "Maafkan keterlambatan ku. Tapi meskipun tanpa bantuan ku, kalian berhasil mengalahkan nya tanpa kesulitan sedikitpun. Aku sangat kagum."
"Hah? Tanpa kesulitan katamu?" Balas Tony. Kali ini, ia menunjukkan wajah kesalnya lebih jelas. "Gara-gara kau terlambat, aku jadi harus susah payah mengeluarkan tangan ku dari saku celana ku! Aku juga jadi harus repot-repot menggerakkan kaki dan tanganku hanya karena kau yg datang terlambat. Apa kau tahu sesulit apa keadaanku saat ini?!"
Eh? Dia mempermasalahkan hal itu?!
"E-eh? Aku tak mengerti apa yg kau bicarakan," jawab Bayorn.
"Hey, sebenarnya kau ini niat membantu atau tidak sih?"
"M-maafkan aku. Karena pertarungan sebelumnya, kondisi tubuhku sedikit lemah. Jadi aku perlu memulihkan luka-luka ku terlebih dahulu sebelum membantu kalian. Jika aku datang disaat sedang terluka, aku hanya akan terbunuh," jawab Bayorn.
Yg dikatakan Bayorn ada benarnya sih. Soalnya dari para bawahan Zuan, kondisi Bayorn dan vampir bernama Katherine cukup parah setelah bertarung melawan kami untuk yg pertama kali. Kalau dia tiba-tiba muncul membantu kami disaat ia sedang terluka, Eleanor pasti akan membunuhnya dengan sangat mudah.
"Banyak alasan. Aku tak ingin mendengar alasanmu lagi. Kau harus bertanggung jawab karena telah membuat kedua tangan ku keluar dari saku celanaku," ucap Tony. Dia benar-benar serius mempermasalahkan hal itu?!
"E-eh? Tanggung jawab?"
"Sekarang, kau pijat bahuku sampai aku puas!" Teriak Tony.
Yg benar saja. Dia hanya memanfaatkan keterlambatan Bayorn sebagai alasan untuk mendapatkan pelayanan khusus.
"A-apa kau yakin, memberikan lehermu begitu saja pada vampir haus darah seperti ku?" Tanya Bayorn, meyakinkan. "Leher mu itu adalah godaan yg tak tertahankan. Aku bisa saja tiba-tiba menggigit mu."
"Kalau itu terjadi, aku tinggal membunuhmu kok."
Kata-kata itu terdengar santai, tapi sangat serius. Jika Bayorn melakukan nya, dia benar-benar akan dibunuh oleh Tony. Dan bukan hanya Tony, mungkin kak Marry juga akan ikut membunuhnya.
"Baiklah, aku mengerti."
"Baguslah, sekarang berikan pijatan mu!"
__ADS_1
"Baik!"