Absolute Twin Magician

Absolute Twin Magician
Kebenaran ( bagian 2 )


__ADS_3

   Setelah perjalanan yg cukup melelahkan didalam gua, akhirnya kami berempat sampai di luar. Sesegera mungkin kami berjalan menyusuri pepohonan besar di hutan ini. Tujuannya tentu saja, kembali ke kota Bluelagoon. Selama di perjalanan, ada sesuatu yg sejak tadi terpikir oleh. Dan disaat yg kurasa tepat, aku memberanikan diri untuk bertanya.


" Elie, aku sudah pernah menanyakan hal ini sebelumnya. Tapi kali ini aku akan menanyakannya lagi, dan kau harus menjawabnya dengan jujur." Ucapku. Elie diam menatapku. " Sebenarnya, kenapa kau ingin sekali berteman denganku. Sampai melakukan ini semua?"


   Elie terdiam. Disampingnya, Liana tampak tak senang dengan pertanyaan ku. Sama seperti saat pertama kali aku menanyakannya dulu.


" Hei Zayn, bukankah sudah kubilang ada batasannya"  protesnya " kau tak boleh sembarangan bertanya masalah pribadi orang lain"


" Tenang lah Liana, sebenarnya aku memang berniat memberitahukan nya." Ucap Elie. Ia kemudian menatapku. Kuharap ia serius menjawab kali ini.


" Jadi, apa jawabanmu?" Tanyaku.


" Seperti yg kukatakan waktu itu...ini soal masa lalu. Sebenarnya keluarga Bathory sangat berhutang budi pada keluarga Endarker. Terutama ayah kalian Zayn, Kayn..." Jawab Elie.


" Pada...ayah kami?" Tanyaku dan juga Kayn bersamaan. Jujur, aku tak tahu tentang ini.


" Dulu saat aku masih kecil, keluarga Bathory sering kali mendapat masalah. Bermacam-macam masalah selalu berdatangan. Dan tak ada satu orangpun yg mampu menolong kami. Sampai ayah kalian, Zean Endarker datang." Jelasnya." Sebenarnya, bukan hanya keluarga kami yg mendapat masalah ini, tapi juga beberapa keluarga bangsawan kota Bluelagoon. Dan entah kenapa, ayah kalian bersedia menolong kami dengan sukarela....


" Awalnya ayahku mengira kalau beliau memiliki niat tersembunyi, soalnya ia adalah orang asing, dan sama sekali tak dikenal. Ia juga terlihat lebih fokus membantu kami dibanding bangsawan lain. Tapi kecurigaan ayah salah. Itu semua terbukti saat semua masalah kami selesai begitu saja. Disaat yg sama masalah milik keluarga lain juga selesai. Dan beliau pun pergi secara terhormat tanpa meminta imbalan sedikitpun. Saat itu ayah sadar, kalau tuan Zean benar-benar tulus membantu kami. Dan ketika ayah hendak memberinya beberapa imbalan, serat Merta ia menolaknya mentah-mentah. Saat itu ia bilang " aku melakukan ini karena keinginanku sendiri, untuk membalas kejahatan kotor dalam pekerjaan kotorku "....itu yg ia ucapkan.


" Saat tuan Zean sudah pergi, dan kehidupan kami kembali normal, ayahku pun berpesan padaku sebagai putri tertua keluarga Bathory. Jika suatu hari aku bertemu dengan. Keluarga Endarker, aku harus membalas perbuatan yg telah tuan Zean lakukan untuk kami. Aku terus memegang pesan ayah sampai ketika kau datang ke kelas kami, Zayn..."


   Aku dan Kayn menyimak baik-baik penjelasan Elie. Dari sini, aku mulai mengerti. Ini semua hanya karena untuk membalas Budi ayahku. Bukan karena hal lain. Dan juga bukan karena perasaan tertentu. Jujur saja, aku jadi sedikit kecewa. Aku terlalu banyak berharap.


   Walaupun memang begitu, lantas apa maksud perkataannya waktu itu? Kata-kata yg ia lirihkan ketika dirumah Liana, apa maksudnya kata-kata itu? Kenyataan ini sungguh membuatku berpikir lebih keras. Serasa otakku berputar dan tak menemukan ujungnya. Sialan, ini mengganggu kondisi mentalku.


   Liana menatapku, seakan menyadari sesuatu. Ah, tentu saja. Dia menyadari gelagat anehku dan langsung tahu isi otakku. Benar-benar orang yg sangat peka. Tapi insting itu mengerikan sekali. Aku yakin Elie tak mengatakan isi hatinya ke Liana, melainkan Liana sendiri lah yg menyimpulkan nya. Ia melihat isi hati Elie berdasarkan pengamatan yg ia lakukan tiap hari.


   Liana mulai tersenyum tipis.


" Nah Elie..kalau itu memang karena balas Budi, bukankah itu artinya kau telah menunaikannya? Kau sudah berhasil mengubah kepribadian Zayn dan membuatnya jadi lebih baik. Kalau begitu balas budimu sudah selesai dan tak ada alasan lagi untuk terus bersama mereka" ucapnya.


" Apa yg kau katakan Liana? Masih ada budi yg harus kubalaskan. Mereka sudah menyelamatkanmu. Sebagai teman, aku harus membalas budi..."

__ADS_1


" Dan sebagai teman, kami tak memerlukan balas budi darimu " sanggah Kayn. Tentu saja Elie jadi sedikit kaget " lagi pula, aku melakukannya dengan sukarela"


" Nah Elie, selanjutnya apa yg akan kau lakukan?" Tanya Liana. " Atau mungkin kau menyukai Zayn, karena itu enggan meninggalkannya?"


" Ya...mungkin sa.."


   Seketika wajah Elie kembali memerah seperti kepiting rebus.


" A-apa yg kau katakan Liana?! J-jangan mengatakan yg tidak-tidak!! B-bisa -bisa Zayn jadi salah paham kan?! Ya kan?!" Teriak Elie panik. Ia memegang bahu Liana sambil sesekali melirik kearahku. " K-kumohon lupakan apa yg liana katakan tadi"


   Aku menghela nafas. Sepertinya Liana benar. Aku sudah mendapatkan jawabanku.


" Ya... sudahlah, lagipula aku juga tak akan lama di kota ini" ucapku memalingkan muka.


" K-kau ..akan pergi?" Tanya Elie. Sekarang nada bicara semakin rendah.


   Aku diam tak menjawab dan menatap ke arah lain. Walau begitu, aku dengar Liana membisikkan sesuatu padanya.


" Elie, ini waktunya untuk terus terang padanya"


" Sudahlah, jangan bohongi dirimu dan menutupinya. Kau menyukai Zayn kan? Kalau kau tak bertindak, bisa-bisa kau malah kehilangannya lho."


   Elie menggerutu tak jelas. dari nada bicaranya, jelas sekali kalau ia sedang gusar, bingung, dan juga panik. Tapi Liana terus mendesaknya.


" Elie, sebenarnya ceritamu barusan membuat Zayn kecewa...kau mungkin tak menyadarinya, tapi sebenarnya Zayn itu cowok yg rapuh"


   Hah?! Apa-apaan perkataan itu?! Ia pikir aku ini cowok lemah dan rapuh? Jangan mengada-ada?!!


" Kenapa begitu? " Tanya Elie 


" Sebenarnya aku pernah mengatakan padanya kalau kau itu menyukainya. Mungkin ia masih kepikiran soal itu..." Jelas Liana lagi. Elie jadi sedikit kesal dan memukul-mukul lengan Liana. " Ketika mendengar ceritamu, ia terlihat murung. Sepertinya ia berpikir kalau persaanmu padanya hanya sekedar balas Budi. Karena itu ia jadi sangat kecewa."


   Suara Elie dan Liana berhenti terdengar.

__ADS_1


" Apa itu benar?" Elie pun akhirnya angkat suara lagi. Nada bicaranya terdengar lirih. " Tapi...aku tak berpikir seperti itu kok...perasaanku bukan karena hutang budi itu"


" Kenapa mengatakannya padaku? Langsung saja katakan pada Zayn" balas Liana. Elie terdiam. " Kalau kau tak mengatakannya, nanti hati Zayn akan semakin tergores karenamu"


   Tempat itu hening seketika. Aku duduk sekitar 8 meter dari Liana dan Elie, menatap langit yg dipenuhi bintang-bintang. Liana dan Elie berhenti bicara. Kayn juga nampaknya saking lelahnya tertidur dalam posisi duduk di sisi pohon.


   Samar-samar, aku mendengar suara langkah kaki Elie mendekatiku. Saat aku menoleh, ia berdiri tepat di belakangku, menunduk mengahadap tanah. Aku memandangi nya. Nah, apa yg akan kau katakan sekarang Elie?


" Ada apa Elie?" Tanyaku. Elie masih diam


   Satu menit menunggu, akhirnya Elie angkat suara.


" Zayn...maafkan aku" ucapnya lirih.


" Untuk apa?"


   Elie kembali diam sebentar.


" Sebenarnya...ada alasan lain kenapa  aku dekat dengan mu. Alasan kenapa aku lebih memilih dekat denganmu dari pada Kayn. Ini bukan karena balas budi. Jika itu memang karena balas Budi


, seharusnya aku mendekati kalian berdua kan? Soalnya kalian kembar." Jelasnya " alasan kenapa aku lebih memilih dekat denganmu...kau tahu kenapa?"


" Kenapa?"


   Elie mengangkat wajahnya, memandang kearahku. Wajahnya merona, dengan mulut yg tersenyum manis. Matanya terlihat berkaca-kaca. Aku terdiam, menatapinya. Angin malam berhembus menerpa rambutnya, membuatnya berkibar diudara tersianari oleh cahaya rembulan malam.


" Karena aku menyukaimu" jawabnya. " Aku menyadari kalau kau memiliki masa lalu yg buruk, karena itu aku memilihmu. Aku ingin membuat kehidupanmu lebih berwarna bersamaku... Yah, walaupun awalnya kita sedikit adu mulut saat pertama bertemu, tapi itulah yg membuatku jadi menyukaimu


" Kau bukan orang yg mudah menerima dan punya harga diri. Karena itu kau menolak opiniku saat itu...tapi karena itulah keinginanku untuk merubah hidupmu semakin menjadi-jadi." Jelasnya lagi " ...ini bukan karena balas budi itu, ini murni karena perasaanku padamu. Aku menyukaimu. Karena itu, kumohon tetaplah bersamaku Zayn..."


   Aku tersenyum, senyuman tulus pertamaku padanya.


" Oh, ternyata kau punya keberanian mengungkapkan itu ya. Apa kata-kata Liana berhasil mengubah tekadmu?" Tanyaku. Elie tersenyum lebar. " Elie, terimakasih karena telah bersedia menemaniku.."

__ADS_1


   Sontak Elie bergegas memelukku erat-erat. Aku tak bisa melawan. Kali ini biarlah ia mendapat hadiah atas kerja kerasnya.


" Kerja bagus Elie...dan juga, aku tak akan pernah meninggalkanmu, Elie" bisikku


__ADS_2