Absolute Twin Magician

Absolute Twin Magician
Pemburu


__ADS_3

Hari ketiga kami bertugas, hari ini keseharian ku mengalami sedikit perubahan. Tidak, ini perubahan yg cukup drastis. Mulai hari ini, aku tak akan datang ke sekolah lagi untuk sementara waktu. Tiap pagi, aku akan berlatih dibawah pengawasan ReVoid. Mereka secara khusus mengajariku cara menggunakan berbagai macam senjata. Hanya pengetahuan dasarnya saja, karena bisa dibilang mustahil aku bisa menguasai semua teknik penggunaan senjata hanya dalam kurun waktu kurang dari seminggu. Yah, setidaknya ini akan berguna untuk meningkatkan kemampuan bertarung ku.


Masalah sekolah, sepertinya Kate sudah mengatur semuanya. Dia bahkan sudah tahu dari awal kalau tujuanku memasuki sekolah itu hanya untuk penyamaran saja. Karena itu ia tak segan-segan membuatku membolos selama seminggu penuh. Sepertinya semua informasi tentang kami sudah dalam jangkauan ReVoid.


Di hari pertama latihan, aku dihadapkan dengan pelaatihan kuda-kuda berpedang. Yg menjadi instruktur hari ini adalah Kallen Von Arthuria, si Reign penguasa pedang. Dilihat dari dirinya yg berwibawa, dan kemampuan berpedangnya yg memukau, aku yakin kalau ia pasti berasal dari keluarga ksatria.


Dia mengajariku dengan cukup tegas, tapi benar-benar mudah dipahami. Dihari pertama ini, aku bahkan sudah mampu menguasai hampir seluruh kuda-kuda yg ia ajarkan. Mungkin karena efek kemampuan itu, atau karena pengajaran darinya yg benar-benar mudah dipahami. Alhasil, saat siang aku benar-benar menguasai seluruh kuda-kudanya. Selanjutnya ia mengajariku teknik penggunaan pedang, dan cara menutupi tiap celah dalam pertahanan ku. Cukup sulit menguasainya, aku tak akan bisa menguasai semuanya dalam satu hari ini saja. Karena hal itu, aku meminta bantuan orang lain setelah latihan di hari ini selesai.


Aku meminta Osamu melatihku di ruang tanpa waktu, Infinity Chamber miliknya. Kayn juga ikut membantuku. Alhasil, dengan cara ini aku mampu menguasai teknik-teknik yg tadi diajarkan oleh Kallen dengan sedikit penyesuaian pada tubuhku.


Dan, tentu saja itu membuat Kallen cukup kaget sekaligus kagum. Ia tak tahu kalau aku diam-diam berlatih dengan Osamu. Tapi itu bukan masalah kan, malahan seharusnya itu menjadi kabar baik karena aku berhasil menguasainya.


Di hari kedua ini, Kallen mengajariku berbagai macam teknik penyerang dan juga pertahanan. Mulai dari serangan balik, pertahanan sederhana, sampai teknik serangan yg mengandalkan kecepatan reflek penggunanya. Cukup sulit, tapi itu bukan masalah bagiku. Berkat pengajaran Kallen yg begitu detail dan kompleks, aku dapat menguasai semuanya dalam kurun waktu satu hari. Tentu saja aku juga meminta bantuan Osamu dan Kayn untuk ini.


"Mengagumkan. Tak kusangka kau benar-benar menguasainya dalam waktu sesingkat ini." Ucap Kate memuji.


"Walaupun ini cukup mengherankan, tapi aku salut padamu Zayn. Kau adalah murid pertamaku yg berhasil lulus hanya dalam waktu dua hari. Kau yg tercepat." Kallen ikut memuji.


"Yah, lagipula ayahku juga seorang mantan ksatria. Kalau aku tak bisa menguasainya itu bisa menjadi aib di keluarga ksatria bukan?"


"Hmm...kau ada benarnya. Tapi tetap saja ini diluar dugaan."


"Ya Kallen benar. Apa kau punya rahasia atau latihan khusus?" Tanya Kate.


"Tidak, dari dulu aku memang bisa menguasai semua yg diajarkan padaku dengan cepat." Jawabku.


Seketika mereka berdua diam, suasana tiba-tiba hening.


"Yg benar?...."


"Ya, begitulah. Aku juga tak tahu pasti. Tapi aku sudah terbiasa dengan ini." Ucapku.

__ADS_1


Aku mengatakan ini bukan karena tanpa alasan. Kalau saja mereka mendengar alasan ini, bisa jadi mereka menyadari sesuatu. Mungkin saja salah satu dari mereka berdua pernah bertemu atau mendengar tentang kemampuan aneh ini. Dengan itu aku bisa mendapatkan sedikit informasi tentang kemampuan ini, dan mungkin saja aku bisa mencari dan bertanya secara langsung dengan orang itu.


Tapi sepertinya itu tak akan terjadi begitu saja.


"Ini pertama kalinya aku bertemu orang sepertimu Zayn." Ucap Kallen. "Apa Kayn juga bisa melakukannya?"


"Aku tak tahu...."


Mereka tak tahu apa-apa tentang itu. Kalau begitu sepertinya aku tak bisa terus membicarakan hal ini. Aku juga tak bisa membiarkan mereka tahu kalau Kayn juga mampu melakukannya. Untuk sementara hanya segini saja yg bisa kuberitahu pada mereka. Maaf, ini rahasia pribadi kami berdua.


"Yah...karena kau sudah menguasainya itu bukan masalah. Dengan begini kita bisa lanjut ke pelajaran ke dua." Ucap Kate. Bersamaan dengan itu, Aoi datang menghampiri. Sepertinya hari ini dia juga membolos sepertiku. "Saatnya mempelajari tentang senjata jarak jauh."


"Kalau begitu aku undur diri dulu. Masalah senjata jarak jauh, kuserahkan pada kalian Kate, Aoi." Ucap Kallen sembari beranjak pergi. Sepertinya ia tak begitu mengerti tentang senjata jarak jauh dan memilih untuk pergi melarikan diri.


Yah, aku tak masalah dengan itu. Lagipula aku adalah mantan tentara. Senjata jarak jauh sudah menjadi mainan bagiku.


Tapi beda halnya jika yg kupelajari adalah busur dan panah. Jujur saja, aku belum pernah menyentuh hal-hal seperti itu. Bahkan dulu sejak aku masih tentara, aku tak pernah berkeinginan untuk menggunakan atau bahkan menyentuh senjata kuno itu.


"Baiklah Zayn, hari ini aku akan mengajarimu cara menjadi seorang pemburu sejati. Senjata yg kau butuhkan saat ini adalah sebuah belati, busur serta anak panahnya."


"Zayn, kau yg mantan tentara ini sudah pasti bisa menggunakan senjata api milikku. Tapi sepertinya kau tak punya kemampuan menggunakan panah...."


Aoi mengatakan itu tepat setelah aku menerima busur dan anak panah dari Kate. Dan itu terdengar seperti sindirian yg serius.


"Hey...kau meremehkan ku?"


"Ya, soalnya lihat. Kau saja memegangnya dengan cara yg salah."


Aku terdiam, sedikit memalukan dikatai seperti itu oleh orang yg bahkan hidup di zaman yg lebih modern dari zaman tempat aku hidup dulu. Cepat-cepat aku membenarkan pegangan tanganku.


"Eh, siapa yg barusan kau panggil mantan tentara, Aoi?"

__ADS_1


"Eh?"


Pertanyaan Kate tentu saja membuat kami kaget. Padahal Aoi mengatakan itu dengan suara yg hampir tak bisa didengar kecuali olehku saja. Ia mengatakannya dengan suara yg amat kecil, tapi Kate barusan bertanya seakan mendengar semua yg Aoi katakan.


"E-eh, a-apa yg kau maksud kak Kate?"


"Tadi kau bilang mantan tentara kan? Apa maksudmu itu Zayn?"


"E-eeeh aku tak mengatakannya, serius!"


"Kau membohongiku Aoi?"


"T-tidak! A-aku tidak berbohong kok, aku serius!"


Aoi, jawaban seperti itulah yg membuat orang lain menjadi semakin yakin kalau kau sedang berbohong.


"Yg dimaksud itu aku. Tapi kau cukup keliru, saat ini aku kan masih tentara, bukan mantan tentara." Ucapku membuat Aoi kaget.


"Z-zayn?!"


"Ooh, jadi maksudmu kau beranggapan kalau Magic Knight itu seperti tentara?" Tanya Kate. Aku mengangguk. "Yah...itu benar juga sih. Kalian memang mirip tentara pasukan khusus pembasmi iblis. Bisa dibilang tentara juga sih...."


Aku dan Aoi saking bertatap, dan perlahan menghela nafas lega. Rahasiaku hampir saja ketahuan.


"...tapi aku yakin sekali kalau Aoi tadi bilang mantan tentara...aku mendengarnya dan aku cukup yakin dengan pendengaranku." Ucap Kate.


"Hei, Aoi mengatakannya dengan suara yg sangat kecil lho... bagaimana kau bisa mendengar nya?"


"Itu karena Indra pendengaranku sudah kulatih hingga setajam mungkin. Soalnya pendengaran itu salah satu poros penting dalam ilmu perburuan. Semakin tajam pendengaranmu semakin hebat pula kau berburu."


Jadi begitu, pantas saja ia bisa mendengarnya.

__ADS_1


"Nah tidak perlu basa-basi lagi. Ayo segera kita mulai latihannya!"


Hari ketiga latihan, latihan menjadi pemburu....


__ADS_2