
"penyusup katamu, Zayn Endarker?"
Mata Osamu melotot tajam. Itu benar-benar sebuah tatapan dingin yg penuh diskriminasi. Tapi anehnya, tatapan itu tak tertuju ke Shiki dan Aoi, melainkan padaku. Dan itu membuatku sedikit resah.
"Penyusup yg diam-diam masuk ke sekolahku memang membuatku marah, tapi murid yg tak sopan dan tak tahu diri itu membuatku jauh lebih marah lagi, Zayn...."
Ah, dia masih berakting sebagai seorang kepala sekolah. Aku jadi malu pada diriku yg merasa resah hanya karena akting ini.
Aku menghela nafas, menatap wke Osamu. Sepertinya aku harus menjelaskan keadaannya dengan jelas sekarang.
"Sudahlah, hentikan akting mu itu Louis. Sebenarnya mereka ini tamu yg sangat langka." Ucapku.
"Apa maksudmu, Zayn Endarker?" Tanya Osamu, masih mengarahkan tatapan tajam.
"Huuh...biar kuperkenalkan, mereka Shiki Mikoto dan Aoi Mikoto...." Ucapku lagi "mereka orang Jepang asli."
"Hah?"
Ruangan hening seketika.
Osamu tampak bingung dengan pernyataanku barusan. Dan yg lebih anehnya lagi, dua bersaudara ini juga sama bingungnya.
"Apa...maksudmu?" Tanya Osamu. Sekarang nadanya mulai merendah.
"Seperti yg kukatakan, mereka ini orang Jepang...."
"Yah...nama dan wajah mereka memang mirip orang Jepang sih...tapi aku masih ragu." Kini Osamu benar-benar menjadi orang yg berbeda dari sebelumnya. Ia kembali ke sifat aslinya.
"A-anu...Kenapa kalian bisa tahu soal Jepang?" Shiki yg dari tadi kebingungan mulai angkat suara.
"Tak hanya tahu tentang katana dan handgun, ku juga tahu tentang Jepang...."ucap Aoi menatapku. "Sebenarnya kau ini siapa?"
"Eh? Yg benar ini?!!"
Osamu sepertinya telah memutuskan untuk percaya. Ia segera mengaktifkan Infinity Chamber dengan satu jentikan jari. Seketika waktu berhenti disekitar kami. Osamu juga sudah melepas kacamatanya, mengacak-acak rambutnya dan memasang ekspresi yg benar-benar berbeda dari sebelumnya.
"Benar-benar kabar yg mengejutkan!!" Teriak Osamu.
"A-apa ini?! Sebenarnya apa yg terjadi?!" Shiki pun mulai panik.
__ADS_1
"Tenanglah, ini sihir ruang dan waktu, Infinity Chamber." Jawabku "dia sengaja menggunakannya karena mulai saat ini semua yg akan kita bicarakan adalah rahasia."
"Yup, benar sekali." Sahut Osamu.
Yah meskipun begitu, mereka berdua tetap saja cukup terkejut dengan perubahan situasi yg tiba-tiba ini.
"S-sebenarnya ada apa? Dan juga kenapa kalian terlihat akrab begitu? Padahal tadi dia terlihat sangat mengerikan tapi kenapa tiba-tiba berubah jadi seperti ini?" Tanya Shiki. Aoi meneruskan dengan anggukan.
"Hmmm...kalau begitu kami akan kembali memperkenalkan diri lagi...." Ucapku "namaku Eugene Scott, tentara asal Jerman...yah walaupun sekarang aku hanyalah seorang bocah bernama Zayn Endarker...."
"Aku mahasiswa teknik asal Indonesia... Sekarang namaku adalah Ryuu—"
"Louise Lawrence, itu namanya."
"Hey jangan memotong perkenalanku sialan!!" Teriaknya "Louise Lawrence itu namaku yg dulu. Sekarang namaku Ryunosuke Osamu. Ingat itu baik-baik!"
"Sama seperti kalian, kami juga berasal dari bumi itu. Kami di reinkarnasi kedunia ini setelah mati dulu...."
"B-baiklah... sepertinya aku mengerti. Tapi ada satu hal yg harus kusanggah...." Ucap Shiki "kita mungkin berasal dari bumi yg sama, tapi dalam kondisi yg berbeda."
"Apa maksudmu?"
"Kami bukan reinkarnasi...." Jawab Aoi. "Di Silverstone, ada sebuah ritual yg dapat memanggil jiwa murni seseorang dari dunia lain. Kami datang karena ritual itu...."
"Aah...begitu ya, seperti itu rupanya...." Gumam Osamu.
"Sebenarnya ada beberapa orang yg terpanggil sebagai Arrival di Silverstone. Dan sejauh yg kuketahui semuanya berasal dari zaman yg berbeda-beda." Jelas Shiki.
"Lalu kalian dari tahun berapa?" Tanyaku.
"2036."
Eh?! Mereka berasal dari masa depan?!
"Aku dan Aoi adalah merupakan pewaris perusahaan senjata militer di Jepang, tepatnya di kota Yokohama. Sejak kecil kami sudah terbiasa dengan senjata tajam sungguhan. Bisa dibilang aku sudah cukup percaya diri dalam hal merakit dan menciptakan senjata tajam." Jelas Shiki lagi.
"Wah wah, sepertinya ada saingan berat disini Osamu...."
"Berisik, itu sudah wajar kan? Lagipula mereka dari masa depan lho, kepintaran mereka pastinya diatas rata-rata kalau menyangkut mesin. Apalagi mereka dari Jepang."
__ADS_1
"Yah, kau benar sih...." Ucapku "lalu, bagaimana kalian bisa bergabung dengan ReVoid?"
"Tunggu dulu...jadi mereka dari ReVoid? Organisasi pemburu vampir yg Oliver bicarakan?"
"Eh, anda juga mengenal tuan Oliver?" Tanya Shiki antusias. Aoi juga tak kalah semangat.
"Ya...begini-begini dia sebenarnya anggota senior Magic Assosiation." Ucapku.
"apa maksudmu ' begini-begini ' hah?"
"B-benarkah?! Kenapa tidak bilang dari tadi?! Ini benar-benar mengejutkan!"
"Ya...itu bukan sesuatu yg pantas untuk disombongkan sih." Balas Osamu.
"Sebenarnya kami dipanggil kedunia ini sekitar 2 tahun yg lalu. Tentu saja yg melakukan pemanggilan adalah pihak ReVoid. Tapi saat itu, pemanggilan kami memakan tumbal yg cukup besar, dan pada saat yg sama slaah satu petinggi terpenting ReVoid mengalami suatu kejadian yg memaksanya untuk pensiun. Karena hal itu ketika kami muncul kami langsung diangkat menjadi pemegang Void di cabang kota Bluelagoon ini. kami tak bisa menolak. Lagipula awalnya kami dipanggil untuk menjadi senjata perang. Untungnya kami mendapat kondisi yg lebih nyaman dengan posisi ini. Karena itulah kami bergabung dengan ReVoid." Jelas Shiki panjang lebar.
Kami pun mengangguk paham.
"Hmm...aku sudah sangat mengerti sekarang. Jadi karena ini kau tahu tentang senjata kami Zayn?" Tanya Aoi.
"Yah, itu sudah jadi pengetahuan umum prajurit militer dunia." Jawabku. "Dan si Otaku ini, dia bercita-cita menjadi seorang pencipta senjata modern. Jadi setidaknya dia juga tahu konsep utama persenjataan."
"Siapa yg kau panggil otaku hah?" Tegur Osamu
"Hah? Itu benar kan?"
"Terserah padamu...." Ucap Osamu. Ia pun kemudian menoleh ke Shiki dan Aoi "lalu, apa yg pendatang gelap seperti kalian berdua lakukan disekolahku?"
"Ya... sebenarnya ketua menyuruh kami untuk melatih para Magic Knight. Dan Karena kami belum tahu banyak tentang Magic Knight, jadi kami berencana untuk mengmati mereka. Dan masuk ke sekolah ini sebagai murid adalah jalan tercepat."
"Huh, padahal lebih bagus kalau kalian masuk dan bilang baik-baik padaku."
"Maaf, kami menyesal."
"Ya karena kalian bilang begitu besok ulangi lagi dan masuklah sebagai murid baru. Karena kalian ingin mengamati para Magic Knight, kalian seharusnya satu kelas kan? Aku akan membantu kalian mengurusnya...." Ucap Osamu.
"T-terimakasih banyak!"
"Tapi sebelum itu aku perlu mendengar penjelasan kalian." Ucapku.
__ADS_1
"Penjelasan? Tentang apa?"
"Tentu saja tentang para vampir." Ucapku serius "makhluk seperti apa mereka sebenarnya. Aku perlu mendengar kisah lengkap serta asal usul mereka secara langsung."