Absolute Twin Magician

Absolute Twin Magician
Fussion [ Chezie Moonwhale ]


__ADS_3

Aura disekitar Hughess berubah. Tak seperti dirinya yg biasa, kali ini Hughess menunjukkan emosi yg selama ini ia pendam.


Selain perkataannya yg mengatakan bahwa ia mencintaiku, ini pertama kalinya aku melihat Hughess sampai marah sampai seperti ini. Dan juga, ini pertama kalinya aku melihat Hughess menggunakan sihir alkemi nya sampai seperti ini.


Tanah disekitarnya bergerak-gerak seperti gelombang air laut. Sekilas, aku merasa sedikit merinding. Ia benar-benar tak seperti si santai Hughess yg kami kenal.


"Kubunuh ... Kau pasti akan kubunuh, Kuvra!" Teriak Hughess.


"Apa yg telah kulakukan padamu sampai membuat mu harus membunuh ku?"


"Apa yg telah kau lakukan, katamu?"


Aku heran, apa dia benar-benar serius bertanya seperti itu, si Kuvra itu? Dilihat dari manapun, seseorang pasti akan marah jika melihat teman atau orang yg ada didekatnya disakiti.


Dan berkat pertanyaan bodohnya itu, amarah di diri Hughess semakin memuncak. saat ini, hawa membunuhnya jauh lebih besar dari siapapun yg kami lawan semenjak menginjakkan kaki disini.


Menyadari keadaan itu, Kuvra mengambil langkah awal dan menyerang Hughess. Ia maju melesat langsung kehadapan Hughess. Tak hanya itu, ia juga mengendalikan tubuhku, membuatku memerintah para Golem dan Griffin yg kupanggil untuk menyerang Hughess secara bersamaan. Tak kusangka, ia bahkan dapat melakukan pengendalian tubuh sampai seperti itu. Jika seperti ini, bisa-bisa Hughess terbunuh.


Tapi, apa yg kubayangkan tak sesuai dengan apa yg terjadi di depan mataku.


Hughess mengarahkan tangannya ke depan, tepatnya kearah Kuvra yg tengah melaju kearahnya. Sesaat setelah itu, seluruh Golem yg dikendalikan Kuvra melalui kekuatan ku hancur lebur menjadi serpihan debu. Tapi, tak hanya itu. disaat yg sama seonggok tanah muncul membentuk sebuah tangan raksasa yg mengapit seluruh tubuh Griffin sampai membuatnya tak bisa bergerak.


Aku benar-benar tak menyangkanya. Golem-golem itu Ming bisa ia hancurkan dengan mudah, mengingat kalau dia sendiri yg menciptakan nya. Tapi menghentikan Griffin yg besarnya dua kali dari kereta kuda hanya dengan satu serangan, aku tak habis pikir.


Gumpalan tanah lain juga muncul dibawah kakiku, terus naik sampai menutupi seluruh tubuhku kecuali bagian kepala. Ia pasti melakukan ini agar aku tak bisa mengendalikan apapun lagi. Meskipun begitu, ia melakukan nya selembut mungkin agar tak melukaiku. Bahkan ditengah pertempuran seperti ini, ia masih memikirkan ku.


Sebagai seorang wanita pada umumnya, aku sedikit tersentuh dengan kesungguhannya. Sepertinya, perasaannya mulai menyentuh hatiku perlahan.


Melihat Golem hancur dan Griffin dilumpuhkan, Kuvra berhenti mendekat dan mulai waspada. Sepertinya, ia mulai merasakan kalau Hughess bukan lagi lawan yg bisa dihadapi dengan mudah.


Ditempat lain, Hughess terus menatap Kuvra dengan sinis. Itu tatapan yg penuh dengan amarah dan kebencian.


"Beraninya kau mengendalikan tubuh Chezie seakan-akan ia adalah boneka mu. Kau tak akan pernah kumaafkan ...." Ucap Hughess. "Fussion : Elemental Dream."


Sebuah aliran Manna yg begitu besar mengalir ke bawah tanah. Semua Manna itu berpusat ke Hughess. Kemampuan apa itu sebenarnya?


Seketika, seluruh daratan dalam radius 200 meter berguncang dan mulai bergelombang, seakan-akan mereka hidup. Tak lama setelah itu, secara mengejutkan belasan naga yg terbuat dari berbagai macam mineral bumi muncul dari bawah tanah, dengan ukuran masing-masing mereka dua kali lipat dari ukuran Griffin. Kulit luar serta gigi-gigi runcingnya terlihat seperti kumpulan Orihalcum, mineral terkeras di benua ini. Belasan naga tanah itu bergerak meliuk-liuk, bagaikan ular yg mencari mangsa. Sekarang, Kuvra terdiam tak mampu berkata-kata. Lebih tepatnya, ia tercengang takut.


"Matilah, Kuvra Antonuette ...."


Setelah kata-kata itu keluar, seluruh naga itu bergerak menyerbu Kuvra seorang diri. Seakan memiliki kesadaran sendiri, mereka terus mengejar dan menyerang Kuvra tanpa ampun. Sedangkan Hughess yg seharusnya mengendalikan mereka mendekati ku, berdiri disisi ku. Dari raut mukanya, seakan ia berkata "aku akan melindungi mu", meskipun ia tak mengatakan apapun.


Naga-naga itu begitu kokoh, dan juga tangguh. Kuvra yg sedari tadi menyerang mereka bahkan tak mampu menghancurkan satupun dari mereka. Serangan massif Kuvra yg dapat menghancurkan rumah dengan satu serangan itu sama sekali tak mempan dihadapan naga yg hampir sepenuhnya terbuat dari Orihalcum itu.


Kuvra terus berjuang, tapi semuanya tetaplah percuma. Tangannya mulai hancur karena serangannya sendiri. Seketika, satu naga berhasil menggigit lengan kanannya. Kuvra tak mampu kabur, apalagi melawan balik. Ia benar-benar habis ketika belasan naga itu mulai mencabik-cabik tubuhnya sampai tak tersisa satu bagian pun yg utuh.

__ADS_1


Ekspresi Hughess masih belum berubah, seakan ia merasa kalau ini masih belum selesai.


"Satu terbunuh ... Masih ada satu lagi yg masih berkeliaran," gumamnya. Ia lalu menatapku dengan lembut. Meskipun Kuvra yg satu itu berhasil dibunuh, aku masih belum bisa menggerakkan tubuhku. Sepertinya, efek sihir itu masih belum hilang. "Sepertinya ... Aku benar-benar harus membunuh keduanya ya ...."


Hughess mengatakan itu sambil menghela nafas. Sepertinya, ia tak sepenuhnya berniat untuk membunuh. Dari ekspresi nya barusan, ia terlihat seakan terpaksa melakukan ini semua. Dan itu semua agar aku dapat kembali terbebas dari sihir pengendali ini.


Bahkan disaat-saat seperti ini, sisi lembut Hughess masih belum hilang.


Gumpalan tanah yg menutupi tubuhku perlahan menghilang. Aku masih tak bisa bergerak. Rasanya seperti aku adalah boneka tanpa tuan.


Dengan lemah lembut, Hughess mengangkat tubuhku. Ia menggendong ku layaknya tuan putri. Sambil menatapku, ia berkata dengan lembut.


"Tunggu sebentar lagi Chezie ... Aku pasti akan mengembalikan mu seperti semula. Aku berjanji meskipun itu akan mengubahku menjadi seorang pembunuh ...."


Kata-katanya terdengar tulus. Sepertinya, ia tak tahu kalau aku masih bisa mendengar dan melihat semua yg ia lakukan. Disaat seperti inilah, aku dapat melihat sisi sebenarnya dari Hughess.


Dan itu membuat hatiku luluh. Tak kusangka, sepertinya aku jadi menyukainya. Rasanya ingin sekali aku memeluknya, dan mengungkapkan rasa terimakasih ku sebanyak-banyaknya.


Semasa hidupku, orang-orang selalu segan dan menjauhiku karena sifatku yg tegas. Karena itu, aku tak pernah merasakan apa yg namanya romansa dan cinta seumur hidupku. Tapi sekarang, sepertinya aku telah menemukannya. Orang yg kucintai, dan juga dapat mencintai ku bahkan dengan sifatku yg seperti ini.


Tanah dibawah kami bergerak dan membentuk sosok naga seperti yg sebelumnya. Naga ini bergerak membawa kami berdua diatas kepalanya, menuju ketempat Gale dan Fiera berada. Sementara itu, belasan naga tadi juga bergerak mengikuti.


Ditempat Gale, sepertinya keadaan sedang tak bagus. Kelihatannya Kuvra yg disana mengendalikan alur pertarungan. Ia kelihatannya mengincar Fiera yg lebih lemah. Tapi ia mampu bertahan dengan sihir ruangnya. Sementara itu, Gale masih kesulitan menghadapi Kuvra dengan sarung tangannya yg berbahaya itu.


"Sepertinya, kalian memang bukan lawan yg sepadan untuk—


"A-apa yg terjadi tadi?" Kuvra mulai menggigil. Sepertinya, ia juga merasakan niat membunuh serta aura Hughess yg begitu besar ini.


Satu naga lagi muncul dan dengan cepat menghantam tubuh Kuvra, membuatnya terhempas ke bangunan dibelakangnya.


"Kau benar Kuvra, kita memang bukan lawan yg sepadan."


Hughess yg masih menggendongku muncul dengan belasan naga raksasa yg meliuk-liuk disekitar nya. Melihatnya bagaikan badai yg mengerikan. Kuvra tercengang, tak terkecuali Gale dan Fiera.


"Hughess? Dan juga Chezie?" Gumam Gale.


"Apa itu benar-benar kak Hughess? Keren sekali!" Teriak Fiera.


Kuvra melayang diudara dengan kondisi yg mengenaskan. Tangan kanannya putus. Tubuhnya penuh dengan luka dan lecet-lecet, dengan darah yg mengotori seluruh pakaiannya.


"Monster ... Apa kau ini monster?" Tanya Kuvra. "Tidak, kau pasti iblis! Iblis berwujud manusia!"


"Kenapa kau takut? Ini semua salahmu karena telah membangunkan iblis mengerikan ini dari tidur panjangnya ...." Jawab Hughess.


"T-tidak ... Kau pasti bercanda."

__ADS_1


"Oh ya? Kalau begitu mari kita lihat apakah aku hanya sekedar bercanda atau tidak."


Satu lagi naga yg sama seperti tadi muncul melesat dengan cepat kearah Kuvra. Segera setelah menyadari kemunculan naga itu, Kuvra bersiap untuk melawannya. Tapi tentu saja itu percuma. Seperti yg sebelumnya, nasib tangan kiri Kuvra tak jauh berbeda. Karena hantaman dari dua benda yg tak seimbang itu, tangan kiri Kuvra hancur lebur. Sebagai seorang vampir, ia cukup bodoh karena mengira bisa menang melawan benda itu.


Sesaat kemudian, naga lain muncul dari bawahannya. Beberapa naga lain juga muncul dari arah yg berlawanan. Kuvra terkepung dari segala arah. Sekejap, gigi-gigi tajam mereka mengoyak tubuh Kuvra satu persatu. Mulai dari bagian bawah, kemudian bagian atas, kemudian tangan kirinya. Ia benar-benar habis tak tersisa. Ia kalah tanpa perlawanan sedikitpun.


Karena serangan barusan, Kuvra benar-benar terbunuh. Itu bisa diketahui dengan hilangnya efek sihir pengendalian yg mengenaiku tadi. Sesaat setelah Kuvra dikalahkan, aku dapat kembali menggerakkan tubuhku seperti semula. Hanya saja, rasanya seperti sehabis bangun dari tidur. Tubuhku terasa sedikit lemas.


"A-ah, kau sudah sadar ya kak Chezie."


Setelah aku bisa bergerak kembali, sekarang ia memanggilku dengan sebutan "kak" lagi. Sepertinya ia benar-benar mengira kalau aku tak sadarkan diri.


Hughess menurunkan tubuhku perlahan. Sepertinya, ia meras sedikit malu dan tak berani menatap mukaku.


Melihatnya, aku tersenyum.


"Terimakasih, Hughess."


"Eh? Apa yg kau katakan—


Hughess terdiam dan tercengang setelah aku memeluknya dengan erat. Ia memang terlihat memberontak, tapi itu terasa seperti ia tak sepenuhnya ingin memberontak dari pelukan ku.


"K-kak Chezie?" Tanya Hughess salah tingkah.


"Aku sangat berterimakasih padamu, Hughess. Mulai sekarang, jangan panggil aku dengan honorifik lagi. Panggil aku Chezie seperti yg kau lakukan tadi," ucapku lembut, masih memeluk Hughess.


"Seperti tadi ... Eh, jangan-jangan kau mendengar semua yg kukatakan sebelumnya, kak Chezie?!"


"Aku melihat dan mendengar semuanya. Karena itu, panggil aku Chezie seperti tadi," ucapku. "Aku tak akan memaafkanmu kalau kau memanggilku kak Chezie lagi ...."


"B-baiklah ... Chezie—


"Aku mencintaimu, Hughess."


aku menaikkan kepalaku dan dengan cepat mendaratkan sebuah ciuman di bibir Hughess. kali ini, Hughess benar-benar tak melawan sedikitpun.


"Wah itu benar-benar ciuman yg agresif. Seperti yg kuharapkan dari Chezie," ucap Gale.


Sial, aku terbawa suasana sampai lupa kalau Gale dan Fiera masih ada disini! Cepat-cepat aku mengakhirinya dan melepas pelukan ku.


"Kak Chezie luar biasa! Sangat berani!!" Teriak Fiera.


"Selamat karena telah menemukan pacar, Chezie!" Ucap Gale juga.


Sekarang, malah aku yg merasa malu setengah mati. Tak kusangka, jatuh cinta akan membuatku seceroboh ini.

__ADS_1


"D-diam kalian berdua!!"



__ADS_2