
" biar kuperkenalkan sekali lagi. Namaku Leon... senang bertemu denganmu "
Tubuhku sedikit merinding. Entah kenapa aura orang ini terasa begitu menyeramkan. Aku tak mampu berdiri dengan tegak. Benar-benar aura yg mengerikan.
" Kau...siapa kau sebenarnya?" Tanyaku berusaha bertahan untuk berdiri.
" Kau tak perlu tahu. Yg pasti aku adalah orang yg akan memberimu kekuatan yg begitu besar" ucapnya.
" Kekuatan yg besar...itu pastinya memiliki efek yg berat juga bukan?"
" Heheheh, tentu saja" ucapnya. " Bagaimana? Apa kau tertarik?"
" Tentu saja tidak bodoh!" Teriakku.
Makhluk itu tertawa terbahak-bahak. Suara tawa itu benar-benar membuatku tak nyaman. Itu adalah suara tawa yg terdengar sangat jahat.
" Begitu ya...tak masalah. Aku hanya butuh momentum yg sempurna untuk membuatmu menyerah" ucapnya " sampai saat itu tiba, sebaiknya kau jaga baik-baik tubuh ini, Zayn Endarker"
" Kau tak perlu memerintahku. Ini tubuhku, sudah pasti aku akan menjaganya!"
" Heheheh, kau benar..." Ucapnya.
Perlahan tubuhnya mulai memudar. Yg awalnya berbentuk seperti manusia sekarang mulai berurai seperti asap.
" Kalau begitu sampai jumpa, monster"
" Kau yg monster!!"
" Tidak, kita lah monster yg sebenarnya"
Seketika aku kembali terbangun. Tak kusangka ternyata sudah pagi. Kayn sudah pergi meninggalkanku sendirian di kamar. Aku pun segera duduk, memikirkan apa yg sebenarnya kulihat barusan.
" Apa itu tadi hanya mimpi?" Gumamku. " Tidak ...itu sama sekali tak terasa seperti mimpi..."
Sensasi mengerikan itu sama sekali bukan mimpi. Itu nyata, bahkan sampai sekarang aku masih merasakannya. Tapi sebenarnya makhluk apa itu? Iblis atau sesuatu yg lain? Kalau begitu kenapa ia bisa ada di tubuhku? Misteri ini benar-benar mengganggu ku.
Yah, selama tak ada masalah aku tak perlu terlalu memikirkannya. Segera aku bangun dan mencuci mukaku. Perutku sudah terasa lapar. Sepertinya aku sudah terlambat untuk sarapan. Dilihat dari suasana markas yg cukup sepi ini, sepertinya yg lain sudah kembali melakukan rutinitas mereka. Aku juga tak melihat Elie dan Liana. Kayn dan kak Marry juga tak ada. Yg ada hanya Tony yg sedang tiduran di sofa dan Fiera yg juga sepertinya baru bangun tidur.
" Huuah....jam berapa sekarang?" Tanya Fiera masih dengan muka mengantuk.
" Jam 9 pagi..." Tony yg berbaring di sofa segera menjawab. " Kalian baru bangun Zayn, Fiera?"
" Ya... begitulah" jawabku.
" Huee...masih jam 9 ya"
__ADS_1
" Masih? Ini sudah kesiangan ku tahu Fiera?"
" Tidak ini masih terlalu pagi.." jawab Fiera " benar kan Tony?"
" Yup benar sekali"
" Sejak kapan kalian jadi sependapat begini hah?" Ucapku " lagian yg lain mana?"
" Kak Marry dan Kayn latihan..kak Chezie dan nona Stephanie masih melatih Elizabeth dan Liliana...kak Zatrox dan kak Guts sepertinya dapat misi.. Hughes sedang membantu kak Gale di ruang uji coba...paman Oliver di kantornya.." ucap Tony " sisanya kau pasti tahu dimana.."
" Sisanya?"
Aku berpikir. Dari semua yg disebutkan Tony, yg tidak disebutkan namanya adalah...
" Ah...dia ya"
" Ya.. seperti biasanya"
Sisanya adalah Zero. Kalau menyangkut Zero pastinya ruang pengintai. Dia hampir tak pernah keluar dari tempat itu. Dia benar-benar pengurung diri profesional.
Aku duduk di depan meja makan. Kebetulan ada beberapa potong roti yg masih tersedia diatas meja. Dengan lahap aku pun memakan roti-roti itu. Fiera juga melakukan hal yg sama mengingat dia juga baru bangun tidur. Alhasil, 10 potong roti yg tersisa itu kami sapu habis tanpa sisa. Walaupun sebenarnya kebanyakan Fiera yg memakannya. Aku hanya memakan 4 potong saja. Aku tak habis pikir, Kenapa nafsu makan anak ini begitu mengerikan?
" Zayn, hari ini kau latihan lagi?" Tanya Fiera.
" Yah... aku juga tidak tahu.." jawabku " sebenarnya aku ingin meningkatkan sihir baruku. Tapi kemarin paman Oliver bilang agar berlatih sendiri saja..."
" Tidak, tidak usah. Aku latihan sendiri saja"
" Z-zayn, dengar dulu kalau Fiera ngomong"
" Aku tahu apa yg kau pikirkan. Kau ingin menemaniku berlatih kan?"
" Eh..ya... begitulah" jawab Fiera." T-tapi aku tak akan mengganggu kok, sungguh"
" Aku tak yakin itu~"
Tony yg sedang berbaring itu membuat Fiera jadi sedikit panik. Fiera tanpa kusadari memasang ekspresi memelas.
" Aku tak akan terpengaruh dengan wajahmu itu kau tahu"
" Kumohon, biarkan Fiera ikut"
" Tidak"
" Kumohon.."
__ADS_1
Melihat Fiera memohon seperti itu cukup membuatku kesal, dan juga sedikit kasihan. Kalau aku menolaknya dia jadi menganggur tak ada kerjaan. Aku tak ingin temanasa kecilku jadi pemalas seperti Tony atau jadi pengurung diri seperti Zero. Huh, jadi tak ada pilihan lain selain menerimanya.
" Baiklah...kau boleh ikut" jawabku. Seketika wajah Fiera terlihat berseri " tapi ingat, jangan mengganggu latihanku"
" Tenang saja, Fiera tak akan mengganggu kok"
" Aku kaget kau mau menerimanya setelah mengetahui seperti apa Fiera itu, Zayn.." sahut Tony " yah, kau orang yg paling tahu tentang Fiera, aku tak bisa berkomentar sih. Walaupun begitu ini tak seperti dirimu yg dulu.."
" Apa maksudmu Tony?"
" Yah, aku hanya ingin bilang kalau kau banyak berubah.." ucap Tony " yah selamat bersenang-senang. Jangan sampai latihanmu kacau gara-gara Fiera ya"
" F-fiera tak akan mengacau kok!"
" Huh, Sampai nanti Tony"
Akhir-akhir ini banyak yg mengatakan hal yg serupa. Mengenai diriku yg telah banyak berubah. Apa perubahanku ini buruk? Atau apa diriku yg dulu itu sangat buruk sampai-sampai yg lain terkejut melihat perubahanku ini? Yah sudah lah..
Aku keluar bersama Fiera. Karena bosan berlatih di dalam aku berniat berlatih diluar hari ini. Bukan di bukit tempat biasa aku berlatih, tapi kali ini di dekat sungai di sisi lain hutan ini.
Daerah ini cukup sering kukunjungi karena airnya sangat jernih dan dingin. Daerah disekitarnya juga sangat bagus untuk latihan. Ini tempat yg cocok untuk berlatih.
" Fiera, karena kau ikut aku ingin mencoba sesuatu" ucapku. " Kita akan melakukan latih tanding"
" Latih tanding?"
" Ya, selama ini aku selalu latihan teori sendirian. Jadi kurasa akan lebih bagus lagi kalau aku menguji coba sihir baruku di pertarungan sungguhan"
" Hmmm...jadi Zayn ingin Fiera jadi teman latihan Zayn?"
" Benar sekali"
" Baiklah, Fiera mau" jawabnya tersenyum. Baru kali ini aku merasa kalau Fiera juga punya senyuman semanis ini " kalau dengan ini Zayn jadi lebih kuat Fiera juga akan melakukannya dengan senang hati"
" Yah... terserah padamu"
Latihan kami pun dimulai. Kali ini aku dan Fiera akan latihan adu tanding. Aku perlu mencoba kemampuan Absorb terlebih dahulu sebelum benar-benar menggunakannya di pertempuran sungguhan. Karena itu aku meminta Fiera membantuku. Sepertinya tak ada salahnya membawa Fiera ikut.
Latihan ini berjalan sesuai harapan. Peluru laser Fiera sangat cocok untuk menjadikannya uji coba. Dan hasilnya, aku dapat mengetahui kemampuan sihir Absorb ini. Cukup sulit untuk mengubahnya menjadi Manna, tapi aku bisa menguasainya dengan sekejap mata. Sepertinya ini efek dari kemampuan yg dibicarakan Kayn.
Absorb membentuk sebuah gelombang sihir di tanganku, menahan serangan laser Fiera. Perlahan laser yg tertahan itu melebur, kemudian dikonversikan menjadi Manna dan langsung masuk ke dalam tubuhku. Sihir ini masih menggunakan Manna, walaupun hanya sedikit. itu berarti aku tak bisa menggunakannya jika Manna ku benar-benar habis. Ini benar-benar hanya berguna disaat kritis.
Latihan kami terus berlangsung sampai siang hari. Latihan ini benar-benar menghasilkan informasi yg sangat berguna. Dengan begini aku siap menggunakannya di pertarungan sungguhan. Sepertinya aku perlu berterimakasih pada Fiera nanti.
__ADS_1
Latihan cukup sampai disini, sekarang saatnya fokus untuk misi yg akan kami jalankaj besok pagi. Ya, besok pagi-pagi sekali kami berempat akan berangkat kembali ke kota Bluelagoon. Akhirnya, misi pertama kami melawan vampir dimulai.