Absolute Twin Magician

Absolute Twin Magician
Perdebatan


__ADS_3

Secercah cahaya lampu mulai menembus kelopak mataku. Seketika kesadaran ku kembali, dan aku pun kembali terjaga. Saat sadar, yg kulihat hanyalah sebuah ruangan kecil dengan satu buah ranjang dan meja kayu di dalamnya. Tapi, aku sangat kenal ruangan ini. Ya, tak salah lagi. Ini adalah kamarku di markas asosiasi. Kalau begitu, kami pasti sudah sampai.


Walaupun begitu, kejadian sesaat sebelum aku kehilangan kesadaranku itu masih teringat jelas olehku. Saat kemarahan menguasai ku, aku seolah-olah sedang berada di tempat yg tak kukenal. Dan seseorang yg tak kukenal mengatakan sesuatu yg tak masuk akal. Leon, siapa dia sebenarnya? Lalu kenapa ia bisa ada di alam bawah sadarku?


Sesuatu bergerak-gerak di sampingku, tepatnya diatas kasur tertutupi oleh selimut tipis. Saat kubuka, ternyata kejutan tak terduga.


" Apa yg dilakukannya disini?" Gumamku.


Didalam selimut itu, Elie dengan nyenyaknya tidur sambil memeluk tangan kananku. Ia terlihat imut dengan pakaian tidur yg ia kenakan. Ekspresi wajahnya ketika tidur itu juga sangat manis. Ini pemandangan pagi hari yg sangat menyejukkan.


Kugerakkan tangan kananku, dan tanpa kusadari gerakanku itu membuat Elie terbangun. Ia perlahan membuka matanya, dan menatapku dengan wajah setengah ngantuk. Sambil menyipitkan mata, ia pun menyapaku.


" Z...Zayn? Kau sudah bangun ya?" Tanyanya. " Syukurlah, aku sangat khawatir..."


" Tak perlu khawatir seperti itu. Lagipula....apa yg kau lakukan di kamarku?"


Seketika wajah Elie memerah. Ia mulai terlihat malu-malu, sambil sesekali mengalihkan pandangan.


" S-soalnya, sudah 3 hari kau tak bangun-bangun. Aku jadi khawatir kalau-kalau terjadi sesuatu padamu" jawabnya " selain itu, Liana bilang kalau aku tidur bersamamu, kau bisa cepat terbangun. Karena itu aku tidur denganmu malam ini. Dan itu bekerja, kau langsung bangun paginya. Aku senang sekali"


" Ah, b-begitu ya .."


jadi ini ulah Liana ya. Dasar, bisa-bisanya ia menyarankan hal seperti itu pada Elie. Selain itu, kenapa Elie bisa sepolos itu dan mengapa yg Liana katakan? yah, tak perlu dipikirkan. Selain itu aku cukup senang bisa melihat pemandangan indah di pagi pertamaku ini.


" jadi...apa kau baik-baik saja Zayn?" Tanya Elie lagi.


" Ya, aku sudah pulih sepenuhnya. Jangan khawatir"


" K-kalau begitu syukurlah"


Suara langkah kaki terdengar olehku, tepat didepan pintu kamar. Suara langkah kaki yg tergesa-gesa, seperti sedang berlari. Beberapa saat kemudian, pintu pun terbuka lebar.


" Zayn!!!"


Seorang gadis yg tampak ceria segera masuk dan berlari kearahku. Ia pun sontak memeluk erat tubuhku yg saat ini sedang duduk diatas kasur. Ah, lagi-lagi gadis ini.


" F-fiera?! Apa yg kau lakukan?! Cepat lepaskan Zayn!!" Respon Elie dengan ekspresi wajah yg terlihat memerah dan juga sangat kesal.


Ya, benar sekali. Gadis itu adalah Fiera Flamie. Gadis ceroboh yg merupakan teman kami saat masih dibawah asuhan Oliver. Dia yatim piatu yg dirawat Stephanie, sama seperti kami. Dan juga, dia termasuk Magic knight peringkat sepuluh besar dengan nomor 9. Seorang pengguna senjata jenis senapan laser yg memanfaatkan Manna ditubuhnya sebagai peluru. Julukannya adalah The Sniper Fiera Flamie.


" Zayn! Lama tak ketemu! Fiera merindukanmu!!" Ucapnya, enggan melepaskanku dari pelukan eratnya. " Hei Zayn, bagaimana liburanmu? Apa menyenangkan?"


" Itu bukan liburan, selain itu bisakah kau melepaskanku? Pelukanmu membuatku sesak" balasku.


" Kau dengar itu ? Zayn tak suka dipeluk seperti itu. Makanya cepat lepaskan!" Ucap Elie.


" Itu bukan masalahmu. Lagipula akulah orang yg paling dicintai Zayn"


" Aku tak mengatakannya. Tak pernah" balasku.


" Eeh? Padahal kita sudah lama bersama. Kita bahkan pernah tidur seranjang kan?"

__ADS_1


" Itu sewaktu kecil! Jangan samakan dengan yg sekarang"


" K-kalau itu aku juga pernah. Jadi bukan hanya kau yg melakukannya" bantah Elie. Entah kenapa, hari ini Elie terlihat lebih agresif dari yg biasanya.


" Kalau begitu buktikan seberapa dekat hubungan kalian. Fiera tak akan kalah darimu"


" A-ah...soal itu" kali ini Elie bungkam. Ia tak tahu harus mengatakan apa untuk menjawab tantangan Fiera. Tapi tunggu, kenapa aku malah membiarkan ini? Ini memalukan sekali!!.


" H-hei...bisa kalian hentikan itu?"


Aku berusaha melerai, tapi Elie yg sedari tadi terlihat sedang mengumpulkan keberanian itu terlanjur mengatakannya.


" A-aku pernah menciumnya!" Ucapnya sambil menahan malu. " Wa-walaupun hanya dipipi...."


" Hanya.. dipipi ya"


Eh, kenapa tiba-tiba ekspresi Fiera jadi terlihat aneh? Ia menatapku dengan tatapan nakal, sembari mendekatiku. Elie yg masih menahan malu itu pun tak sanggup berkata apa-apa. Ia hanya bisa melihat disaat Fiera menarik kerah bajuku, dan mendaratkan ciuman kecil di bibirku.


Aku terdiam. Ini kesalahan! Kenapa ciuman pertamaku harus dengan Fiera?!!


" Dengan begini Fiera mendapatkanmu, Zayn" ucap Fiera, kembali tersenyum.


" A-A-Apa yg kau lakukan?!!"


Fiera tersenyum puas, melihat ekspresi Elie yg sedang menghadapi kekalahan. Ini benar-benar memalukan untukku.


" Wah wah, seperti biasa kalian ribut sekali ya"


" Padahal masih pagi, tapi kalian sudah membuat Zayn repot begitu" ucap kak Marry. Ia kemudian menatapku.


Aku menunduk, tak berani menatap wajahnya. Aku telah melawan kata-katanya waktu itu, dan karenanya kami mengalami hal ini. Aku merasa sangat bersalah padanya.


" Zayn, memalingkan muka dari seseorang itu bukan sesuatu yg sopan lho. Apa kau tak mau menatap wajah kak Marry yg baik ini?" Tanyanya.


Aku diam sejenak, masih menunduk.


" Kak Marry..maaf" ucapku " waktu itu aku tak menuruti kata-kata mu. Karena itu aku jadi mengalami hal tak bagus seperti ini. Aku sangat menyesal"


" Ah, jadi kau mempermasalahkan hal itu ya. Jangan khawatir, kakak tidak marah kok. Marah karena dendam itu wajar. Tapi jangan diulangi lagi ya. Karena...dendam itu hanya akan menimbulkan dendam lain jika kau membalasnya..."


" Aku..mengerti"


Seperti biasa, kak Marry selalu menasihati ku. Dan itu lah yg membuatku menyanjungnya. Aku mengaguminya karena ia selalu berusaha keras untuk membuat kami semua jadi lebih baik.


" Selain itu, sepertinya kau sudah pulih sepenuhnya Zayn." Ucap kak Marry " sepertinya saran dari Liana itu berefek sekali ya"


" Itu tidak benar. Zayn benar-benar pulih karena Fiera menciumnya barusan!"


Sontak semuanya menatapku.


" Tidak, ini bukan seperti yg kalian pikirkan!" Ucapku. Sontak akupun melemparkan wajah kesalku pada Fiera yg masih menatapku dengan tatapan sok imutnya.

__ADS_1


" Ya, kesampingkan soal itu. Karena kau baru bangun setelah 3 hari tertidur, seharusnya kau sangat lapar kan?" Tanya Kayn " cepat ganti baju dan makan sana, setelah itu kita akan menemui nona Stephanie"


" Kau pikir aku ini anak kecil?"


" Aku mengatakan ini sebagai kakakmu" jawab Kayn.


" Ya, terserahlah.." ucapku " tapi, kenapa kita harus menemui nona Stephanie?"


" Apalagi kalau bukan itu?"


" Ah, benar juga"


Benar juga, alasan kenapa kami membawa Elie dan Liana adalah karena kutukan iblis itu. Bagaimana aku bisa lupa hal sepenting itu. Ini pasti karena pagi-pagi sekali Fiera mengganggu kedamaianku. Awas saja kau Fiera.


Seperti yg tadi dikatakan Kayn, aku segera ganti baju, cuci muka dan bergegas ke ruang makan. Rasa lapar setelah 3 hari tertidur itu membuatku makan dengan sangat lahap. Rasa lelah juga membuatku semakin lahap.


Sepuluh menit untuk sarapan, kami pun bergegas menuju ruangan nona Stephanie. Kak Marry yg memandu kami, soalnya ruangan di markas ini selalu berubah-ubah tiap Minggu. Hal itu juga merupakan kemampuan salah satu anggota kami. Kemampuan untuk memanipulasi bentuk setiap benda yg disentuhnya. Atau bisa juga disebut Alchemist. Ya, siapa lagi kalau bukan si ramah, Magic knight no 8 The Alchemy Hughes Greensword.


" Heh?! Kenapa Fiera tak boleh ikut?! Fiera mau terus bersama Zayn! Fiera ikut!"


" Kalau dibilang tidak ya tidak" balas kak Marry " selain itu, bukankah kau mesti latihan dengan kak Chezy?"


Sontak Fiera tersentak dan diam mematung.


" Sepertinya tadi kak chezy sedang menunggu di ruang Uji coba..." Lanjut kak Marry " apa mungkin...kau mau membuatnya menunggu lebih lama lagi, Fiera?"


" B-baiklah, Fiera pergi !"


Melihat Fiera yg bergegas berlari pergi itu sudah menunjukkan betapa mengerikannya kak chezy itu.


" Apa kak chezy memang seseram itu?" Tanya Elie.


" Fiera sampai lari terbirit-birit begitu.." Liana juga berkomentar.


" Ya, setidaknya dia itu bukan tipikal orang yg kejam terhadap anak baik seperti kalian berdua" jawab kak Marry. " Nah, ayo kita pergi. Nona Stephanie pasti sudah lama menunggu"


Kami melanjutkan perjalanan kami, menyusuri terowongan bawah tanah markas asosiasi. Ah benar juga, keseluruhan markas asosiasi berada di bawah tanah, kecuali pintu masuknya. Pintu itupun tertutupi dengan alami, seperti sebuah gua kecil. Benar-benar tempat yg rahasia.


" Kita sudah sampai"


Kami berhenti tepat didepan pintu sebuah ruangan. Tak kusangka, butuh waktu sekitar 5 menit untuk sampai disini. Biasanya lebih lama dari itu, soalnya si Hughes itu menyukai pola ruangan labirin yg rumit. Kali ini ia membuatnya lebih dekat dan tak rumit.


Kami pun segera masuk kedalam ruangan. Kak Marry hanya mengantar kami, ia tak ikut masuk dan bergegas pergi. Didalam ruangan yg terlihat seperti pusat kesehatan markas, nona Stephanie duduk di kursinya, sambil membaca sebuah buku. Ia pun tersenyum ramah, ketika menyadari kedatangan kami.


" Selamat datang kembali Kayn, Zayn. dan selamat datang juga, Elizabeth, Liliana" sapa nona Stephanie " namaku Stephanie Grace. kita sudah berkenalan kemarin bukan?"


" Tentu saja" jawab Elie dan Liana. " Magic Knight no 2 The Doctor Stephanie Grace"


Nona Stephanie kembali tersenyum mendengar jawaban mereka.


" kalian ingat rupanya. Baiklah, kalau begitu mari kita mulai pemeriksaannya"

__ADS_1


__ADS_2