
Hari pemeriksaan berjalan lancar, akhirnya selesai sudah apa yg selama ini kami khawatirkan. Kutukan di tubuh Liana telah di jinakkan, dan itu membuat Liana menjadi manusia setengah Iblis. Walaupun ia bukan lagi manusia biasa, Liana masih menginginkan kehidupan layaknya manusia biasa. Itu terbukti ketika ia menolak tawaran nona Stephanie untuk bergabung bersama kami sebagai Magic knight. Memang sifat Nona Stephanie untuk tak menyia-nyiakan kesempatan. Melihat ada manusia setengah Iblis bersama kami tentunya sangat menguntungkan pihak asosiasi. Pasalnya, manusia setengah Iblis adalah makhluk yg kuat dan bukan tandingan bagi musuh kami, yaitu para iblis. Itu akan menjadi senjata andalan kami kalau saja Liana bergabung. Tapi, itu sama saja seperti memanfaatkannya. Kayn pun sebenarnya juga tidak setuju jika Liana bergabung. Karena kalau ia bergabung, itu berarti ia juga akan menjadi pembunuh seperti kami. Itu akan sangat membebaninya.
Sehari setelahnya, atau tepatnya hari ke lima setelah kedatangan kami. Tak ada yg mesti kami lakukan. Karena itu, kami bebas melakukan apa saja yg kami mau. Ini sebagai sarana untuk melepas rasa tegang setelah pertarungan hari itu, dan juga tentang kabar kondisi Liana. Itu berarti sekarang adalah waktu istirahat. Itu lah yg kupikirkan.
" Zayn, aku penasaran dengan kebun yg ada diluar sana. Ayo kita melihatnya "
" Zayn Zayn, Fiera ingin dengar cerita Zayn di kota itu. Ayo cepat ceritakan ke Fiera"
Ya, benar saja. Tak ada waktu istirahat bagiku selama dua gadis ini tetap berada disampingku. Lihat, bahkan mereka berdua menarik-narik kedua lenganku. Elie yg ingin melihat pemandangan diluar, dan Fiera yg ingin mendengar ceritaku selama di Bluelagoon. Ini menganggu waktu istirahat ku.
" Hey, bisakah kalian membiarkanku istirahat sejenak?" Tanyaku.
" Hah, bukannya kau sudah tidur selama tiga hari? Apa itu masih kurang?" Balas Elie.
" Zayn benar, dia perlu istirahat. Berjalan keluar itu melelahkan, makanya lebih baik cerita saja dengan Fiera. Ya kan Zayn?"
" Aah, aku berubah pikiran. Sepertinya aku perlu meregangkan otot-otot ku " ucapku. menurutku bersama Elie jauh lebih baik daripada Fiera. Aku tak tahan dengan mulutnya yg selalu asal ngomong itu.
" Kalau begitu ayo kita latih tanding" usul Fiera " itu bagus untuk peregangan otot kan?"
" Itu hanya akan membuat Zayn terluka. Jalan-jalan keluar lebih bagus untuk peregangan otot" ucap Elie.
" Kalau begitu pergilah sendiri. Zayn akan ikut dengan Fiera "
" Hei, siapa bilang aku akan ikut denganmu?" Tanya ku.
" Itu benar. Lagipula Zayn harus melindungiku kan? Soalnya kudengar banyak monster mengerikan diluar sana" lanjut Elie.
" Huh, salah mu. Siapa suruh jadi gadis lemah?"
" Hah? Memang sifat asal wanita itu lemah!"
" Tidak ada yg mengatakan seperti itu! Itu pendapatmu saja"
Mendengar ocehan mereka berdua membuatku semakin pusing. Aku harus segera memisahkan mereka, sebelum aku benar-benar pingsan menghadapi tekanan ini.
Aku bangkit dari tempat dudukku, mulai berjalan menyusuri lorong bawah tanah yg bagaikan labirin. Elie dan Fiera juga ikut berjalan, masih menarik-narik kedua lenganku. Aku tak tahu harus pergi kemana, keributan mereka berdua membuat akal sehatku hilang. Tapi aku tetap berjalan tanpa arah, berharap sebuah ide terlintas di pikiranku.
Kami berjalan masuk ke dalam ruangan yg cukup luas. Tempat ini adalah tempat latihan fisik. Tempat para pejuang Magic Assosiation membentuk tubuh mereka. Disana, kami sempat berpapasan dengan dua sahabat yg sedang adu tinju. Ya, mereka berdua adalah Gale dan juga Guts. Seperti biasa, ini adalah rutinitas pagi mereka.
__ADS_1
" Hei Zayn, sepertinya kau sudah baikan" sapa Gale, sedikit tertawa kecil.
" Tidak, ini sama sekali tak ada baiknya. Apa kau tidak lihat? dua orang ini sedang berusaha meremukkan badanku"
Mendengar jawabanku, tawa mereka berdua pun lepas.
" Tunggu Zayn, Fiera tak bermaksud meremukkan badan Zayn. Fiera cuma mau melindungi Zayn dari gadis tak tau diri itu" balas Fiera.
" Hah?! Siapa yg kau bilang tak tau diri?!" Balas Elie.
" Kalian berdua, kumohon tenanglah sedikit" ucapku lirih.
Sekali lagi, Gale dan Guts tertawa keras mendengar perkataan ku. Aku jadi bahan tertawaan saja.
Sesaat kemudian, Gale yg tadi tertawa diam seakan baru saja menyadari sesuatu.
" Oh ya Fiera, bukannya kau ada jadwal latihan dengan kak Chezie hari ini?" Tanyanya. Sontak Fiera kaget dan diam tak berkutik. " Sebaiknya kau jangan membuatnya marah lagi Fiera. Kau tahu kan dia orang seperti apa?"
" T-tidak masalah, Fiera yakin kali ini master tak akan mempermasalahkannya....mungkin " ucap Fiera, dengan nada yg sangat meragukan. Ia seketika terlihat pucat seperti takut tentang sesuatu.
Dan karena info ini, aku mendapatkan sebuah ide yg seharusnya terpikir olehku dari awal.
Aku berjalan, dengan dua orang ini yg masih menggenggam lenganku erat-erat. Kali ini, aku memilki tujuan yg lebih terarah. Ini adalah jalan yg paling tepat untuk membuat Fiera terpisah dariku dan juga Elie.
Kami berjalan cukup dalam menyusuri lorong yg berubah tiap minggunya ini. Walaupun selalu berubah-ubah, tapi aku masih tahu arah mana yg harus kutempuh menggunakan inderaku yg tajam.
" Zayn, jangan jalan terus, Fiera jadi lelah..." Keluh Fiera.
" Kalau begitu jangan mengikutiku terus" balasku.
" Tidak akan, Fiera tak akan membiarkan gadis ini berduaan dengan Zayn. Walaupun itu artinya Fiera bisa mati kelelahan.." balasnya balik.
" Hey, kau ini memang keras kepala ya" sahut Elie.
" Fiera tidak bicara denganmu gadis tak tau diri" balasnya lagi. Dan lagi-lagi itu membuat Elie kembali panas.
Dan lagi-lagi, perdebatan ini semakin memanas. Untungnya, tempat yg kutuju sudah dekat. Sampai saat ini Fiera masih belum menyadarinya. Tapi itu tak lama lagi. Seorang penyerang jarak jauh sepertinya pasti akan menyadari apa yg kupikirkan. Insting dan kemampuan memprediksi mereka pasti akan bereaksi.
" Tunggu...kayaknya Fiera merasakan sesuatu..." Ucap Fiera.
__ADS_1
Seperti yang ku perkiraan, Fiera mulai menyadarinya. Ia sudah mulai merasakan aura unik kak Chezie.
Fiera berhenti berjalan, dan perlahan melepaskan pelukannya dari tanganku. Elie yg tak tahu apa-apa menatapnya keheranan.
" Dasar Zayn jahat!!"
Seketika Fiera berlari sambil berteriak meninggalkanku. Aku tak bisa membiarkannya kabur begitu saja.
" Jangan lari Fiera!" Teriakku.
Tangan monster kumunculkan, melesat mengejar Fiera yg masih berlari setengah mati itu.
Seketika sebuah lubang sihir muncul menelan kedua tanganku, dan memunculkannya kembali dari lubang lain dibelakangku. Ah, aku lupa kalau Fiera punya sihir menyebalkan ini. "Black Hole", itu adalah sihir khusus miliknya. Ia dapat memindahkan suatu mineral ketempat lain menggunakan lubang sihir yg saling terhubung satu sama lain, seperti halnnya sihir teleport. Hanya saja, sihir miliknya tak bisa menembus tempat yg dikelilingi sihir.
" Sial..." Ucapku geram.
" Zayn, memangnya ada apa dibalik lorong ini. Sampai-sampai membuatnya ketakutan seperti ini?" Tanya Elie.
" Yah...hanya sebuah hal yg cukup mengerikan bagi orang sepertinya..." Jawabku.
Seketika aku merasakan aura sihir yg sangat besar menyelimuti tiap sisi lorong. Dan juga, aura kak Chezieyg unik mulai kurasakan, mendekat kearah kami.
" Fiera Flamie!!"
Seketika sebuah dinding terbentuk didepan Fiera, bersamaan dengan suara teriakan yg memanggil namanya itu. membuat dirinya menabrak dinding tanah yg baru terbentuk tadi. Sihir Black Hole nya tak bisa ia gunakan, itu berarti dinding dan seluruh tempat ini sudah ditutupi dengan sihir.
Sebuah lingkaran sihir kecil muncul diatas kepala Fiera. Seketika ia tak bisa menggerakkan tubuhnya. Ia berdiri, dan berjalan perlahan kembali kearah kami. Gerakannya yg berkebalikan dengan ekspresi wajahnya itu cukup membuktikan kalau tumbuhnya sedang dikendalikan dengan sihir.
" Kumohon, kumohon lepaskan Fiera! Fiera menyesal!" Ucapnya sambil merengek-rengek minta tolong.
" Tidak ada ampunan sebelum kau dihukum. Siapa suruh bolos dari latihan mu hah?!"
Suara seorang wanita muncul, bersamaan dengan suara langkah kaki. Di belakang kami, seorang wanita muda berambut pendek berjalan mendekati kami. Disisinya, seorang pria muda berambut putih ikut menghampiri kami.
Ya, wanita dan pria itu tak lain adalah Magic Knight No 4 The Summoner Chezie Moonwhale dan Magic Knight No 10 The Alchemist Hughes Greensword.
" Wah, tepat waktu" gumamku tersenyum tipis.
" waktunya eksekusi, Fiera!"
__ADS_1