
Suasana hutan Grand Central yg hijau dan sejuk ini selalu menjadi asupan pagi hariku. Tiap pagi, aku dan Kayn pergi keluar, berjalan sambil menghirup udara hutan pagi yg segar. Suara siulan burung terdengar dimana-mana. Benar-benar membuat hati kami kembali sejuk.
Sambil menatap hutan dari atas bukit, aku dan Kayn istirahat sejenak sambil memakan beberapa roti lapis yg kami bawa dari markas. Pemandangan yg hijau ini membuat suasana sarapan kami jadi terasa lebih nikmat.
Walaupun begitu, saat ini kami sama-sama memiliki masalah yg serupa.
" Kutukan ditubuh Liana sudah hilang, dan kita juga sudah bebas dari hukuman..." Gumamku. " Setelah ini.....apa yg akan kita lakukan?"
Kayn diam, sambil memakan roti lapisnya. Ini dia masalah yg saat ini menimpa kami. Setelah semua yg telah berlalu ini, kami tak punya alasan untuk tetap berada di kota Bluelagoon. Itu berita buruk bagiku dan juga Kayn yg saat ini sedang menjalin hubungan dengan dua gadis bangsawan kota tersebut. Ya, siap lagi kalau bukan Elie dan Liana. Kami tak bisa terus-terusan tinggal dikota itu dan meninggalkan pekerjaan kami, tapi kami juga tak ingin meninggalkan dan berpisah dengan mereka berdua. Huh, ini yg kubenci dari yg namanya perasaan.
" Bagaimana menurutmu Kayn?" Tanyaku lagi.
" Aku tak tahu... pikiranku buntu" jawabnya.
" Ayolah, dimana otakmu yg pintar itu?"
" Ini bukan masalah yg bisa diselesaikan hanya dengan kepintaran Zayn. Kau tahu itu kan?"
" Ya.... Kau benar" jawabku " tapi mereka sudah bergabung dengan kita, kalau begitu bukankah seharusnya mereka tetap tinggal di markas?"
" Kau pikir bangsawan seperti mereka mau melakukan itu? Lagipula mereka masih terlalu cepat untuk berpisah dengan orang tua mereka " balas Kayn " ya, Liana pengecualian. Masalahnya ada di Elie... Selain itu Elie juga belum berani memberitahu keluarganya soal ini.."
" Benar juga..."
Aku menghela nafas, menatap kawanan burung yg terbang melintasi kami. Aku benar-benar tak tahu harus melakukan apa.
" Bagaimana kalau kita serahkan saja masalah ini ke paman Oliver? Aku yakin dia pasti mengerti" tanyaku
" Kuharap begitu, tapi masalahnya dia belum juga datang."
" Huh, padahal sudah hampir seminggu kita disini..."
" Mau bagaimana lagi kan? Misi harus tetap dilaksanakan" jawab Kayn " apalagi paman Oliver ketua kita. Dia yg mestinya paling bertanggung jawab dan menjadi panutan kita. Bukan sepertimu yg selalu saja lalai "
" Ya ya, berhentilah menceramahiku"
Padahal ini masih jam 7 pagi, tapi suasana kami sudah jadi seberat ini. Ini sudah hari ke-7 sejak kami kembali, dan sehari setelah penobatan Liana dan Elie. Kami harus segeralah menyelesaikan masalah ini sebelum Liana dan Elie kembali ke Bluelagoon.
Beberapa saat kemudian, sebuah lingkaran sihir muncul dibawah kaki kami. Ini sihir teleport Zero. Apa yg dilakukannya? Apa terjadi sesuatu? Kalau begitu kenapa tidak langsung pakai telepati saja?
Beberapa detik setelah itu, tubuh kami sudah berada di ruang tengah markas, begitu juga dengan yg lain. Tapi aku tak melihat Liana, Elie dan nona Stephanie. Zero juga tidak ada.
" Ada apa?" Tanya ku.
" Sepertinya ada suatu hal penting hari ini" ucap kak Marry berdiri disampingku
" Liana dan Elie dimana?" Tanya Kayn.
__ADS_1
" mereka sedang diruang uji coba bersama nona Stephanie dan kak Chezie. Sepertinya mereka sedang mengajari dua pemula itu " Tony menimpali. " Huah, mereka semangat sekali. padahal masih pagi buta begini"
" Apanya yg pagi buta? Ini sudah jam 7 pagi" ucap Kayn.
" Bagiku itu masih terlalu pagi untuk memulai aktivitas"
" Benar! Fiera sependapat dengan Tony!" Seru Fiera.
" Hahaha, kau harus menghilangkan sifat pemalasmu itu Tony, padahal kau itu berbakat" sahut Gale bersemangat seperti biasa. " Dan dik Fiera.... jarang-jarang kau sepemikiran dengan Tony. Apa latihan mu berjalan lancar?"
" Karena kak Chezie sedang melatih dua orang baru itu, Fiera jadi senggang" balasnya " ini hari libur Fiera! Waktu yg tepat untuk bersantai"
Ditengah-tengah perbincangan itu, seseorang muncul dari balik pintu. Dan Tentunya orang itu langsung menjadi pusat perhatian kami. Padahal baru saja tadi aku dan Kayn membahasnya.
" Wah wah, pagi-pagi begini sudah ribut saja"
" Ketua Oliver!"
Pria berumur 40 tahunan dengan ramvut merah acak-acakan itu adalah Oliver Grace, pemimpin pasukan penyihir ini dan juga suami nona Stephanie. Kedatangannya yg tiba-tiba ini membuat kami bersemangat. Walaupun ini sudah biasa bagi kami, tapi entah kenapa moment seperti ini selalu membawa kebahagiaan. Sepertinya karena pekerjaan kami yg terbilang berbahaya, jadi bisa kembali dengan selamat itu sudah sangat menggembirakan.
" Hmmm sepertinya kalian baik-baik saja ya Kayn, Zayn. Bagaimana? Apa kalian dapat pengalaman baru di kota itu?" Tanya paman Oliver ketika melihat kami.
" Yah...lumayan" jawabku. Paman Oliver lantas tersenyum.
" Sudah kukatakan, ini adalah jalan terbaik" Zatrox tiba-tiba saja berdiri disamping paman Oliver " hasilnya sangat memuaskan kok"
" Kesampingkan soal Zayn " Tony angkat suara dan berjalan mendekati paman Oliver " paman lama sekali, apa pekerjaannya memang sesulit itu?"
" Lama? Waktu di Minggu itu bukan waktu yg lama untuk menuntaskan tugas dengan baik" jawab paman Oliver " itu sudah normal bahkan untukku, Tony"
" Kalau kelamaan nanti nona Stephanie bisa kesepian lho" canda kak Marry juga.
" Ngomong-ngomong soal Stephanie, dimana dia?" Tanya paman Oliver.
" Palingan sebentar lagi muncul"
Dan benar saja, sesaat setelah itu suara langkah kaki yg tergesa-gesa muncul dari balik lorong. Nona Stephanie pun muncul diikuti oleh kak Chezie, Liana dan jug la Elie. Dengan segera mereka pun ikut bergabung menyambut paman Oliver.
Bagaikan suami istri yg lama tak jumpa, nona Stephanie segera memeluk tubuh suaminya itu, sambil memeriksa apakah suaminya ini baik-baik saja atau tidak. Benar-benar pasangan yg serasi.
" Akhirnya datang juga " ucap kak Chezie
" Syukurlah kau kembali tanpa terluka sedikitpun" ucapnya " bagaimana pekerjaanmu? Berjalan lancar?"
" Ya, tentu saja" jawab paman Oliver. Setelah melepas pelukan, lantas ia menoleh kearah Liana dan Elie. " Apa mereka dua anggota baru yg dikatakan Zero?"
" Ya, mereka baru bergabung kemarin, dan mereka juga baru menjadi pengguna sihir. Karena itu aku dan Chezie hendak melatihnya pagi ini " jelas nona Stephanie " tapi karena kau datang sepertinya harus sedikit ditunda "
__ADS_1
" Eh? Jadi ini salahku?"
" Tidak juga, bukan salah siapapun" balas nona Stephanie. Ia lantas menoleh ke Liana dan Elie. " Liana, Elie, perkenalkan ketua besar Magic Assosiation. Oliver Grace. Dia juga suamiku "
" A-ah, namaku Liliana Rosweiss, mohon bimbingannya"
" N-namaku Elizabeth Bathory, mohon bantuannya "
Paman Oliver menatap mereka berdua, dan lantas tersenyum tipis.
" Sepertinya kalian seumuran dengan Kayn dan Zayn... Dan juga pemula yg benar-benar baru mengenal sihir " gumam paman Oliver " yah, itu bukan masalah besar sih. Kalian berdua pasti akan berkembang. Kalian berdua punya potensi yg hebat "
" Y-ya, terimakasih " ucap Liana malu-malu.
" Baiklah Liliana dan juga Elizabeth, mungkin sudah terlambat aku mengatakannya. Tapi, Selamat bergabung dengan Magic Assosiation" ucap paman Oliver.
Sambutan yg hangat dari ketua kami membuat Liana dan Elie jadi sedikit lebih percaya diri. Walaupun mereka benar-benar pemula, tapi mereka punya potensi. Itu yg dikatakan paman Oliver dan itu pula yg menjadi pegangan mereka untuk terus berkembang melampaui batasan mereka.
" Yah yah, kalau begitu sudah cukup sambutannya. Sekarang biarkan tuan Oliver kita ini istirahat dulu" ucap kak Marry, memegang lengan paman Oliver.
" Kau bertindak seenaknya lagi Marry.." keluh Zatrox.
" Hehe tak masalah kan?"
" Hentikan ucapan yg formal itu Marry. Lagipula apa-apaan kata tuan itu?" Singgung paman Oliver
" Apalagi? Tentu saja untuk penghormatan"
" Yah, kak Marry ada benarnya sih. Paman Oliver juga pastinya lelah setelah perjalanan jauh itu" ucap Tony.
" Ya, kau benar" ucapku.
Setelah itu semua anggota bubar kembali melakukan rutinitas mereka masing-masing. Gale dan Guts kembali keruang latihan. Kak Chezie membawa Liana dan Elie kembali berlatih. Nona Stephanie masih bersama paman Oliver. Dan Lain-lain.
" Zayn, waktunya tepat..." Ucap Kayn. " Tak kusangka paman Oliver akan datang hari ini"
" Yah, aku juga tak menyangkanya" ucapku.
" Kita harus segera mengatakannya" ucap Kayn lagi.
Saat semua sudah bubar, paman Oliver tiba-tiba kembali dan datang menghampiri kami berdua.
" Kayn, Zayn, bisa kalian ikut denganku?" Tanya paman Oliver " ada yg perlu dibicarakan pada kalian berdua"
Benar-benar tak terduga. Ini kesempatan kami.
" Baik"
__ADS_1