
Osamu menunjukkan kebolehannya menangkis semua serangan Zuan dengan sebuah pedang bercahaya kuning yg ia sebut "pedang Encounter". Sepertinya, itu adalah sihir yg sama ketika dia membalikkan serangan lawan, yaitu Encounter. Apa itu berarti, ia dapat mengubah wujud sihir itu sesuka hatinya? Apa itu memang bisa dilakukan, aku jadi cukup tertarik.
Mungkin saja aku bisa menerapkan nya ke sihir Absorb ku nanti. Tapi untuk saat ini, perhatianku tertuju pada kemampuan bertarung Osamu. Tak kusangka, kemampuannya menggunakan pedang terlihat seperti seorang profesional.
"Pedang Encounter? Bukankah itu sama saja dengan yg tadi?" Tanya Zuan tak terima.
"Hah? Apa maksudmu? Aku kan bilang tak akan menggunakan "pelindung" Encounter? Aku tak pernah bilang tak akan menggunakan "pedang" Encounter." Balas Osamu. Ia benar, ini sama sekali tak melanggar apa yg ia tetapkan diawal pertarungan.
"Pada dasarnya itu sama saja!" Dan seperti dugaanku, Zuan masih tak menerimanya.
"Tidak tidak, ini sangat berbeda," jawab Osamu. "Biar kuberitahu satu kebenaran. Jika aku menggunakan Encounter dalam wujud pelindung, pertahananku benar-benar tak akan bisa ditembus. Tapi jika aku menggunakan wujud pedang, aku masih punya titik lemah. Jika kau pintar, kau pasti bisa menemukannya."
Zuan terdiam. Tak kusangka Osamu akan memberitahu informasi berharga seperti ini dengan mudah.
"Kenapa kau memberitahu kelemahanmu padaku? Kau bisa terbunuh karena itu."
"Yah, kurasa karena aku ingin kau tahu kalau aku percaya denganmu. Aku ingin kau bekerjasama dengan kami, karena itu aku menunjukkan kepercayaan ku padamu," jawab Osamu. "Lagipula, kau yg sekarang masih belum bisa mengalahkan ku."
"Cih, kau besar kepala juga ya. Baiklah, kali ini aku akan sedikit lebih serius."
"Kalau begitu aku juga."
Seketika, aura monster darahnya meningkat drastis. Dia bilang akan sedikit serius, tapi ini jauh melebihi perkiraanku. Apa Blood Sacrified miliknya, Evilian ini benar-benar kuat?!
"Encounter : Chariot form."
Cahaya lingkaran sihir muncul dibawah kaki Osamu, lalu kemudian menyebar menyelimuti nya. Sesaat kemudian, beberapa armor pelindung muncul di kaki, tangan, kepala, serta dadanya. Ia menyisakan bagian punggung, leher, lengan, serta pahanya terbuka tanpa armor. Jangan bilang kalau armor-armor itu juga merupakan wujud lain dari Encounter? Tak kusangka, seberapa hebat sebenarnya sihir ini. Tidak, bukan hanya sihir. Kemampuannya mengendalikan semua sihir ini luar biasa.
Sebuah bola cahaya kuning muncul dan melayang di sekitar Osamu. Bersamaan dengan itu, mata kiri Osamu yg berwarna merah berubah menjadi kuning, sama dengan warna bola itu. Aku tak tahu benda apa itu, tapi sepertinya itu alat yg mungkin berguna baginya di pertarungan ini.
__ADS_1
"Kalau begitu, aku mulai!"
Zuan dengan segera maju menerobos pertahanan Osamu. Tapi meskipun begitu Osamu masih dapat menangkisnya dengan sempurna. Sisi demi sisi diserang, dan semua itu masih dapat ditangkis. Ia bahkan dapat menangkis serangan dari titik butanya. Aku jadi semakin penasaran dari mana semua kehebatan nya muncul.
Zuan menyerang bersamaan dengan mosternya. Serangan dari dua arah. Jika manusia biasa, sudah pasti lawannya akan terbunuh. Tapi siapa sangka Osamu berhasil melewati tantangan kematian ini. Ia dengan sigap menangkis serangan Zuan, dan memutar tubuhnya untuk menghindari serangan dari titik buta yg diincar monster darah Zuan.
Benar-benar pertahanan yg luar biasa. Kelincahannya sangat bagus, dan reflek atas semua serangannya juga luar biasa hebat.
Tapi pertanyaannya, dari mana ia bisa mengetahui semua serangan Zuan, bahkan di titik butanya sekalipun? Karena penasaran, aku segera memeriksa aliran Manna di tubuhnya. Dan mengejutkan, aliran Manna di mata kirinya sama persis dengan yg ada di bola kuning melayang itu. Itu berarti, ia menggunakan alat itu sebagai mata ketiganya untuk melihat semua sisi yg tak dapat dijangkau kedua matanya. Benar-benar cerdik. Dengan kemampuan bertarung sekuat ksatria perang, kelincahan bagikan pemburu kelas atas, dan alat tak masuk akal itu, wajar saja pertahanannya seperti itu.
"Nah, Zuan. Sepertinya aku sudah mulai bosan bertahan. Kali ini aku yg akan menyerang balik," ucapnya.
"Mengesankan. Majulah, akan kuhadapi kau."
"Jangan menyesal sudah mengatakan itu," ucap Osamu. "Encounter : Battle form."
Wujud armor Osamu sedikitnya berubah. Kali ini, hanya tangan dan kaki nya saja yg ditutupi armor. Sementara itu, beberapa pedang Encounter lain muncul dan melayang disekitar tangannya, mengikuti pergerakan pedang yg Osamu pegang. Dan sebuah bola cahaya lain juga muncul melayang di dekatnya. Tak seperti yg sebelumnya, bola itu adalah sihir.
Sesaat kemudian, ia mulai maju menyerang. Serangnya begitu cepat bagaikan seorang ahli. Pedang ditangannya, diikuti dengan 3 pedang lain yg melayang mengikuti gerakan tangan Osamu. Bagikan menghadapi empat orang sekaligus. Tapi meskipun begitu, Zuan masih bertahan dan tak menerima luka serius.
"Seperti yg kuduga, cara seperti ini tak akan mengalahkan mu," ucap Osamu tersenyum kecil. "Aku lelah. Sepertinya sudah saatnya melakukan itu ...."
Dengan gerakan yg lebih lambat dari sebelumnya, Osamu kembali maju menyerang setelah sebelumnya mundur. Gerakannya normal, dan terlihat tanpa semangat. Seakan seorang pemalas yg dipaksa bertarung.
"Apa yg kau lakukan?"
Zuan maju hendak menyerangnya. Melihat itu, Osamu menghentakkan kakinya ke tanah. Karena efek Encounter yg menolak semua serangan, dan hentakan kaki itu dianggap sebagai serangan, tubuh Osamu terlontar keudara. Ia melompat dan langsung melesat kearah Zuan.
Melihat kesempatan, Zuan ikut melompat ke udara. Ia melesat cepat kehadapan Osamu yg juga melesat kearahnya. Bagaikan dua anak panah yg hendak beradu. Namun disaat mereka berdua hampir berpapasan, bola sihir Osamu muncul dengan kecepatan yg tak terduga, juga dari arah yg tak terduga. Bola itu menghantam Zuan, dan menghilang. Hanya saja, itu sama sekali tak memberikan efek serius apapun padanya. Ia masih melesat kearah Osamu.
Dan disaat mereka saling berpapasan, sesuatu yg aneh pun terjadi. Saat itu, Zuan sama sekali tak bereaksi dan membiarkan Osamu lewat.
__ADS_1
Osamu yg telah lebih dulu menginjakkan kakinya ketanah kembali melesat. Kali ini sedikit lebih cepat dari yg sebelumnya. Ia kembali muncul di punggung Zuan yg masih terdiam, dan menebaskan pedangnya ke punggung Zuan secara horizontal. Dengan satu serangan telak di punggungnya, Zuan terhempas kencang ke tanah. Evilian nya hilang, dan ia terbaring diatas tanah.
"Seperti yg kukatakan, aku yg menang," ucap Osamu, setelah dengan bangga menghampiri Zuan yg tergeletak lemas di atas tanah.
"Apa ... yg barusan kau lakukan ... padaku?"
"Silent Eruption. Pernah dengar?"
Silent Eruption, aku tahu sedikit tentang sihir itu. Sihir langka, sangat jarang ada orang yg bisa menggunakannya. Itu karena sihir ini membutuhkan Manna yg sangat banyak untuk menggunakan nya.
Silent Eruption adalah sihir yg berguna untuk merampas sumber energi atau Manna lawannya, sampai ke tahap Status Down karena kehabisan Manna. Tak hanya merampas, sihir ini juga dapat memberikan nya ke orang lain. Efeknya akan membuat korbannya kaku, tak bisa bergerak sampai Manna atau energinya kembali. Dan jika Manna atau energinya tak kunjung kembali dalam waktu setengah jam, ia akan mati terbunuh karena efek Status Down.
Status Down juga merupakan istilah dimana ketika seseorang kehabisan Manna atau energi. Dalam Status Down, orang itu akan melemah, pingsan, dan tak mampu bergerak. Semua kekuatannya hilang. Selain itu jika ia tak dapat memulihkan Manna atau energinya dalam waktu setengah jam, nyawanya akan terenggut. Itu benar-benar sesuatu yg sangat ditakuti oleh para penyihir.
"Aku menggunakan Silent Eruption yg sudah kuubah menjadi bentuk bola kecil padamu. Saat kau sedang fokus menyerangku, aku diam-diam menyembunyikan bola itu darimu, dan menunggu kesempatan. Dan kau ingat, saat sebelum kita berpapasan ada bola kecil yang menghantam mu? Tepat pada saat itu, kau terkena efek Silent Eruption," jelas Osamu.
Oh, jadi itu guna bola kecilnya. Aku paham sekarang.
"Tak kusangka ... Ternyata kau penyihir yg hebat," ucap Zuan. "Tak hanya dalam sihir ... Kau juga punya kemampuan bertarung yg luar biasa ... Aku mengakui kemampuan mu."
"Terimakasih atas pujiannya. Jadi, bagaimana penawaran yg tadi?"
"Aku akan menerimanya. Aku akan bekerjasama dengan kalian. Aku akan meminjamkan kekuatanku pada kalian agar Rozalia itu bisa dikalahkan," jawab Zuan. Osamu tersenyum puas mendengar jawaban itu.
"Kalau begitu, pilihan yg bijak," ucap Osamu. "Selamat bergabung dengan kami, Zuan Von Archimiste."
"Ya. Tapi sebelum itu, boleh kuminta kembali energi ku?"
"A-ah benar juga. Kalau lama-lama nanti kau bisa mati," ucap Zuan. "Sepertinya aku sudah keterlaluan ya ...."
Dengan begini, kami mendapat bantuan dari kubu Zuan. Sebuah kekuatan besar untuk mengalahkan Rozalia.
__ADS_1