
" Zayn!!!!"
Teriakan Liana terlepas tatkala melihat apa yg terjadi dibalik layar hologram, dan itu juga membuat kami semua yg melihatnya shock. Disana, Kayn terlihat sangat berantakan. Plaides Knight yg dipakainya rusak parah. Darah segar mengalir dari luka sayatan di tiap bagian tubuhnya. Sebuah duri besar seketika muncul dari bawah tanah, menusuk perut Kayn yg sedang lengah. Ia tertancap bagaikan daging tusuk. Benar-benar pemandangan yg menyayat hati.
" I-ini mustahil...Kayn" gumamku, tak kuasa menahan sesal.
" Ini sudah keterlaluan. Zero, kirim aku kesana" ucap nona Stephanie, bangkit mengambil tongkat sihirnya. " Aku akan menyelamatkannya "
" Baiklah, tolong berhati-hati"
" Kumohon bawa aku. Biarkan aku ikut " ucap Liana. Kali ini ia menggenggam erat lengan baju nona Stephanie, enggan melepaskannya. " Kumohon biarkan aku ikut membantumu"
" Liana, itu terlalu berbahaya" ucap Elie tak terima.
" Aku tak peduli. Selama aku bisa menyelamatkan Kayn akan kulakukan apapun" ucap Liana pasti. Matanya terlihat berkobar masih berlinang air mata.
Nona Stephanie menatapnya sambil tersenyum tipis. " Baiklah, aku akan membawamu juga " ucapnya.
" T-tunggu, bukankah itu terlalu beresiko?!" Ucapku. Aku juga sependapat dengan Elie. Ini terlalu berbahaya.
" Tidak masalah. Ia tak akan terbunuh dengan mudah" jawab nona Stephanie dengan senyumannya.
" Teleport!"
Lingkaran sihir muncul, memindahkan nona Stephanie dan Liana ke tempat kejadian. Sekarang yg bisa kulakukan hanyalah melihat dari balik layar, sembari menahan sakit di tubuhku. Penyembuhan nona Stephanie belum selesai, tapi pendarahannya sudah terhenti. Ini bukan masalah. Rasa sakit ini masih belum seberapa.
" Dimana zatrox dan kak Marry? Apa mereka belum datang?" Tanyaku.
" Sedang dalam perjalanan. Kira-kira sekitar 15 menit lagi mereka akan sampai" balas Zero
" 15 menit?! Bukankah itu terlalu lama?"
" Ya... soalnya para penyusup ini sepertinya membawa beberapa pasukan..." Jawab Zero " tak banyak, tapi mereka cukup menghambat "
" Sial, kalau begini bisa gawat kan?"
" Asalkan mereka bisa mengukur waktu itu bukan masalah"
" Tapi Zayn" Elie yg dari tadi menyimak pembicaraan kami angkat suara " lawan kita kali ini iblis kan?"
" Ya, tentu saja"
" Kalau begitu... Bukankah mereka tak akan bisa menyerang Liana?"
" Hah? Apa yg kau....
Aaah!! Benar juga! Aku baru ingat kalau Liana adalah setengah iblis! Bagaimana aku bisa lupa padahal baru kemarin nona Stephanie mengatakannya. Karena kutukan ditubuh Liana mengubahnya menjadi setengah iblis, seharusnya tak akan ada iblis yg bisa melukainya. Mereka akan baik-baik saja, itu pasti.
__ADS_1
Kembali ke pertarungan dengan Margaret, disana terlihat kalau nona Stephanie dan juga Liana tengah bertatap muka dengan musuh. Liana dengan cepat berlari menghampiri Kayn yg telah terbaring tak berdaya ditanah setelah sebelumnya tertusuk oleh duri besar. Dari sini terdengar dengan jelas semua percakapan mereka. Dan untungnya, Kayn masih bisa mempertahankan kesadarannya.
" Kayn! Syukurlah kau masih hidup" ucap Liana, memeluk tubuh Kayn yg bersimbah darah.
" Li...Liana?"
" Jangan bicara dulu, kau terluka parah " ucap nona Stephanie sambil berusaha memberikan pertolongan pertama pada Kayn. " healing tendrils"
Beberapa sulur-sulur tanaman muncul dari dalam tanah, merambat dan menutupi tubuh Kayn. Sulur itu dengan cepat menutup luka dan memulihkan tubuh Kayn yg terluka parah.
" Hei hei...Anak itu sudah mau mati, tapi kalian malah mengobatinya..." Suara Berat itu kembali muncul. Itu suara Margaret " ...kalau begitu usaha kami jadi sia-sia kan?"
Beberapa duri besi kembali muncul mengarah ke mereka bertiga. bersamaan dengan itu, Rebbeca muncul di belakang Liana, hendak menebasnya.
" paralytic void"
Rebbeca melesatkan belatinya mengarah ke kepala Liana. Seharusnya itu adalah serangan telak. Tapi itu sia-sia saja.
Sebuah penghalang berwarna ungu gelap muncul, menahan serangan Rebbeca dengan sempurna. Dan tentunya itu membuat Rebbeca yg tadinya sudah percaya diri jadi kehilangan konsentrasi. Ia bingung sekaligus kaget.
" K-kau..M-manusia setengah...
" Jangan pernah sakiti kami lagi!!"
Tubuh Rebbeca hangus seperti abu. Dan disaat yg sama Margaret menghentikan serangannya. Ia menatap tajam kearah Liana yg baru saja membunuh Rebbeca, anak buahnya.
" Manusia setengah iblis ya...tak kusangka aku akan melihatnya disini..." Ucapnya, masih menatap Liana.
" Jadi, apa yg akan kau lakukan tuan Margaret yg kini telah kehilangan kaki tangannya?" Tanya nona Stephanie.
" Huh...."
Tiba-tiba beberapa pedang muncul, menghujani Margaret. Ia pun sontak mundur menjauh. Dan disaat yg sama pula, sebuah rantai bayangan muncul mengejarnya. Tapi ia sudah lebih dulu membuat tembok pelindung. Refleknya benar-benar terlalu cepat. Ia bisa melindungi dirinya sendiri dengan sempurna.
" Apa kalian baik-baik saja?" Sekarang, suara seorang pria mucul dari balik bayangan di hutan. Bersamaan dengan munculnya wanita dengan pedang-pedangnya yg melayang.
" Maaf kalau kami telambat"
Itu Zatrox dan kak Marry. Mereka datang, tapi sayangnya mereka terlambat. Margaret sudah terpojok, tapi kelihatannya ia masih bisa bertarung.
" Wah wah, kalian ganas juga ya...padahal kami sedang dalan pembicaraan penting " ucap Margaret tersenyum licik. Ia menatap nona Stephanie dan segera memasang ekspresi serius. " Aku menyerah "
Hah?! Apaan itu?!
__ADS_1
" Apa yg kau katakan?" Tanya Zatrox
" Yah, mengahadapi kalian memang merepotkan. Tapi manusia setengah iblis lebih merepotkan lagi...kalau aku menyerang kalian pun percuma saja. Karenya aku akan mundur sementara dan menyerah" ucap Margaret " aku sebagai perwakilan dari ras iblis hijau mengadakan genjatan senjata dengan kalian, Magic Assosiation.. selama manusia setengah iblis itu bersama kalian, kami tak akan menyerang maupun mengganggu kalian..."
" Kau pikir kami akan percaya dengan omong kosong mu itu?"
Zatrox menyatu dengan bayangan, dan kemudian muncul di belakan Margaret. Ia mengeluarkan pedang bayangannya dan mengincar leher Margaret.
Seketika sebuah naga tanah terbentuk dari tanah di bawah pijakan Margaret. Ia terlihat seperti menelan Margaret, dan membuat Zatrox mundur. Tapi aku tahu kalau itu adalah sihir alchemy. Margaret berniat melarikan diri
" Seperti yang aku katakan tadi, aku menyerah untuk saat ini...." Suara Margaret terdengar dari dalam tubuh naga tanah itu " berbahagialah, manusia"
Naga itu kemudian meluncur kedalam tanah, dan menghilang dengan sangat cepat. Ia seperti ular yg berenang di dalam air.
" Dia... benar-benar pergi?"
" Nona Stephanie..." Ucap Liana. Ia menatap nona Stephanie. Tatapan yg menunjukkan kepastian dan ketetapan hatinya " biarkan aku bergabung dengan kalian. Biarkan aku bergabung dengan Magic Assosiation"
" T-tunggu Liana, apa yg kau katakan?" Tanya Kak Marry, berusaha memastikan.
" Jika dengan keberadaanku Kayn bisa selamat, akan kulakukan apapun" balasnya.
" Kau tak perlu mendengar omongan iblis tadi bocah, itu hanya omong kosong saja" ucap Zatrox menanggapi.
" Aku tidak peduli apa itu omong kosong saja atau bukan, aku sudah memutuskannya!" Kali ini Liana benar-benar sudah membulatkan tekadnya.
" A-apa yg bocah itu katakan?!" Teriak Zero disampingku, mendengar semua yg Liana katakan " bodoh ya? Dia tidak punya potensi apapun!"
Zero benar. Liana yg bukan seorang penyihir tak punya tempat di organisasi ini. Selain itu, kalau misalnya nona Stephanie membiarkan Liana bergabung, aku takut nantinya Elie yg tak lain adalah sahabat baiknya ini juga ikut bergabung. Kemungkinan besar Elie pasti akan melakukannya. Diam-diam aku menoleh kearah Elie yg juga disebelahku, menyaksikan kejadian ini. Matanya sedikit terbelalak, tak percaya dengan apa yg barusan Liana katakan.
" T-tunggu....ini bohong kan? Kalau Liana bergabung dengan kalian...." Mata Elie terlihat sedikit berkaca-kaca. Apa dia akan menangis?
" Elie? Kau.."
" Kalau Liana bergabung tentu saja aku juga ikut kan?! Itu pasti!" Ucapnya. Ugh, itu benar-benar terjadi " soalnya kami ini sahabatyg tak akan pernah terpisahkan "
" Hah? Kau bodoh juga ya? Memangnya apa yg bisa kau lakukan?" Sindir Zero, memasang ekspresi jijik. " Palingan kau bahkan tak bisa merasakan sihir "
" Aku tak peduli"
Ugh mereka berdua benar-benar keras kepala, Elie dan Liana itu.
" Baiklah, Liliana. Akan kukabulkan permohonanmu itu" ucap nona Stephanie
Hah?! Yg benar saja?! Nona Stephanie menerimanya begitu saja?! Ah, tapi kalau dipikir-pikir wajar saja. Soalnya waktu itu nona Stephanie juga meminta Liana untuk bergabung.
Yah, aku menyerah dengan semua kejadian ini. Kita lihat saja apa yg akan terjadi setelah ini.
__ADS_1