
" baiklah Zayn, kau sudah siap ?"
" Tentu saja "
Aku berdiri ditengah-tengah ruangan bebentuk kubus, berhadapan dengan paman Oliver. Ini bukan ruang ujicoba tempat biasanya kak Chezie berada. Ini ruangan lain yg serupa tapi sedikit lebih kecil. Disini hanya ada aku, Hughes dan juga paman Oliver. Kami tak bisa menggunakan ruang ujicoba yg biasa karena kak Chezie sedang melatih Elie dan Liana. Karena itu Hughes membuat ruangan baru yg serupa untuk tempat kami berlatih.
Seperti yg dijanjikan, sore ini akan menjadi permulaan latihan ku. Latihan untuk menguasai sihir yg cukup langka, Sihir penyerap sihir, Absorb.
" Sebelum itu aku akan menjelaskan padamu apa sebenarnya sihir Absorb itu ,Zayn. Dengarkan baik-baik" ucap paman Oliver
" Baik "
" Seperti namanya, Absorb adalah sihir tanpa wujud yg dapat menyerap segala jenis sihir serangan. Ia dapat menyerap, lalu mengolah sihir yg diserapnya menjadi tenaga bagi penggunanya." Jelas paman Oliver " apa kau tahu sihirku, sihir Synthesize?"
" Aku tahu" jawabku " tapi aku tak terlalu paham konsepnya"
" Sihir Synthesize milikku ini memiliki konsep yg sama dengan Absorb. Sihir ini menyerap Manna alam yg ada disekitar untuk kemudian di konversi kan menjadi bentuk sihir lain " jelasnya " dengan kata lain, sihir ini menyerap dan menggunakannya untuk hal lain. Sama seperti Absorb "
Jadi seperti itu. Kalau begini aku bisa menutupi masalah pemborosan Manna ku dengan Sihir ini
" Apa karena itu kau bisa menguasainya paman?" Tanya Hughes, juga ikut menyimak penjelasan paman Oliver.
" Yah, bisa jadi begitu. Tapi itu tak menutup kemungkinan kalau orang yg tak memiliki kemampuan ini bisa menguasainya. Yah, mungkin saja akan lebih sulit bagi orang yg tak memilikinya"
" J-jadi begitu..." Gumamku.
" Dasar penggunaan sihir Absorb ada tiga tahap. Pertama adalah pembentukan, lalu penangkapan, dan kemudian penyerapan." Lanjut paman Oliver " pertama-tama kau perlu membentuk wujud Manna di tanganmu atau dimanapun. Untuk tahap awal, kau perlu membentuknya dengan wujud spiral untuk memudahkanmu menjerat Manna sihir lawan..."
" Pembentukan ya...kurasa ini cukup sulit"
" Sulit katamu? Kalau kau beranggapan seperti itu kau tak akan bisa menguasainya " ucap Paman Oliver " pembentukan ini adalah hal paling mudah. Kalau kau tak bisa menguasainya kau tak akan bisa menggunakan sihir Absorb"
" Hahahah berjuanglah Zayn" sahut Hughes
" Sekarang cobalah Zayn"
"B-baiklah...."
Tidak ada waktu untuk ragu dan menyerah. Aku harus mencobanya.
Aku mengarahkan tanganku kedepan, sambil membuka telapak tangan. Sebisa mungkin kufokuskan penggunaan Manna di tanganku, berpusat di tengah telapak tangan. Perlahan, wujud Manna muncul berupa aura berwarna merah kehitaman. Aku tak tahu kenapa aku memiliki warna Manna seperti ini, tapi biarlah. Aku harus fokus dengan latihannya.
" Warna Manna mu masih mengerikan seperti biasa ya Zayn" ucap Hughes
__ADS_1
" Ini bukan salahku. Dari dulu memang begini"
" Sekarang cobalah membentuknya"
Seluruh konsentrasi kufokuskan ke pembentukan Manna. Sebenarnya ini tidak sulit, aku hanya tak terbiasa melakukan ini. Beda dengan Kayn yg mengandalkan sihir dan Manna, aku lebih mengandalkan kekuatan fisik dan stamina. Karena itu aku kurang hebat dalam masalah penggunaan sihir.
Perlahan, aura Manna di tanganku bergerak membentuk wujud tali-tali hitam. Dan kemudian perlahan bergerak naik dan memutari telapak tanganku seperti kipas angin yg baru dihidupkan. Hanya saja gerakannya amat sangat lambat. Tapi untuk permulaan ini cukup bagus.
" Terus pertahankan wujud itu dan percepatan putarannya. Kau tak akan bisa menangkap apapun dengan jaring yg payah seperti itu" sindir paman Oliver
" Bicara saja mudah" keluhku sambil menahan tangan kananku. Keringat mulai membasahi peluhku.
" Bukan maksudku menyindir Zayn, tapi paman Oliver benar. Bentuk spiral mu terlalu lambat"
" Diam dulu, aku juga sedang berusaha. Kalau kalian terus bicara aku tak bisa konsentrasi"
" Kau bilang apa Zayn?"
" A-ah, tidak ada..."
Sepertinya kata-kataku barusan menyinggung paman Oliver. Seharusnya aku tak berkata seperti itu pada orang tua. Tapi aku tetap tak bisa fokus kalau mereka berdua terus bicara.
" Yah, sepertinya ini akan sedikit memakan waktu. Sampai latihan selanjutnya teruslah melatih wujud Manna mu. Itu dulu Zayn. Kita tak akan bisa mulai menggunakan Absorb jika terus seperti itu" ucap paman Oliver menghela nafas.
" Ya, aku tak bisa mengajarimu apa-apa kalaukau masih belum bisa menguasai pembentukan Manna itu" jawab Paman Oliver " berlatihlah sendiri dan temui aku lagi kalau kau sudah menguasainya "
" T-tapi 3 hari lagi.."
" Karena itu, waktumu tak banyak jadi jangan disia-siakan"
Aku terdiam. Itu berarti tak ada istirahat bagiku sebelum bisa menguasainya. Ini lebih sulit dari yg kuperkirakan.
" Kita sudahi latihannya sampai disini dulu. Aku ada kerjaan jadi berlatihlah sendiri"
Paman Oliver berpaling dan pergi meninggalkan aku dan Hughes di ruangan. Ah, dia benar-benar meninggalkan kami.
" Aku kasihan denganmu Zayn"
" Huh, dari dulu aku memang tak pernah menggunakan hal semacam ini, jadi mau bagaimana lagi"
" Tak mau minta diajarkan sama yg lain?"
" Aku tak punya ide meminta pada siapa"
__ADS_1
" Bukannya Kayn ahli soal ini? Kau bisa memintanya ngajarimu kan?"
" Sayangnya saat ini dia sedang berlatih dengan kak Marry. Dia kelihatan sangat terpukul karena kejadian hari itu"
" Hari itu? Serangan Margaret dan anak buahnya?"
" Ya, tentu saja"
" Seharusnya tak ada yg perlu disalahkan. Hari itu kalian sedang tidak fit dan baru pulih. Selain itu lawan kalian adalah raja iblis. Butuh sekitar 3 orang untuk bisa menyamai kekuatan mereka. Jadi kalau kalah pun tak perlu sedepresi itu kan?" Ucap Hughes. " Tapi yah, kalau kalian punya semangat untuk jadi lebih kuat dengan kejadian itu sebagai alsannya tak masalah. Soalnya masa lalu ada bukan untuk disesali, tapi untuk membuat kita berkembang jadi lebih baik..."
" Pengalaman adalah guru terbaik, ya..."
" Begitulah"
Aku diam, menatap tanganku yg masih mengeluarkan aura merah kehitaman. Hughes benar, pengalaman adalah guru terbaik. Masa lalu ada untuk menjadi pelajaran. Aku seharusnya mengambil pelajaran dari yg sebelum-sebelumnya.
" Huah, aku mau kembali ke lobi dulu. Sudah terlalu sore " ucap Hughes. " Mau ikut?"
" Aku masih ingin latihan, duluan saja"
" Ah, baiklah. Jangan sampai tersesat nanti pas kambali ya"
" Kau pikir aku anak kecil?!"
" Bercanda kok. Tak usah dianggap serius" ucap Hughes sambil berjalan kearah pintu keluar. Tapi sebelum pergi, ia menoleh padaku dan mengatakan sesuatu " ah aku lupa, bukankah orang itu cukup ahli untuk melatihmu?"
" Orang itu?"
" Tentu saja Zatrox"
Benar juga. Zatrox memiliki kemampuan yg sangat hebat dalam pembentukan Manna. Ia bahkan bisa mengubah Manna nya menjadi bayangan dan membentuknya menjadi senjata. Tapi aku masih segan meminta hal itu padanya setelah semua yg kulakukan.
" Tak perlu malu, coba saja minta padanya" ucap Hughes " kalau kau masih memikirkan kejadian itu, bukankah kau sudah meminta maaf? Dia juga sudah memaafkan mu jadi tak perlu khawatir"
" Baiklah, terimakasih sarannya"
" Heh, sudah jadi tugar senior untuk memberi arahan pada juniornya." Ucap Hughes " kalau begitu aku pergi dulu"
Perlahan, sosok Hughes menghilang dalam kegelapan lorong-lorong diluar. Sekarang hanya ada aku sendirian disini, ditemani dengan cahaya lampu yg hampir redup.
" Tidak ada waktu untuk ragu, aku harus melakukannya" gumamku.
Setelah semua yg terjadi, aku tak akan mundur hanya karena beberapa alasan kecil.
__ADS_1
" Aku akan memintanya mengajariku"