Absolute Twin Magician

Absolute Twin Magician
Harapan (bagian 2)


__ADS_3

Setengah jam setelah nona Stephanie dan yg lainnya masuk ke tenda pak Vestine, akhirnya mereka keluar membawa berita terbaru. Pak Vestine mengumpulkan semua anggota ReVoid di lapangan, bersiap mengumumkan keputusannya.


Didepan keramaian pasukan ReVoid yg kini tinggal berjumlah 70an, semua anggota Magic Assosiation yg hadir disini berbaris. Sepertinya, pak Vestine berniat menaikkan moral dan semangat juang para prajurit dengan mengandalkan kehadiran kami sebagai bantuan. Semua anggota berbaris, kecuali Fiera dan juga Liana. Semenjak tadi siang, aku sama sekali tak melihat batang hidung mereka. Entah kemana mereka pergi dan apa yg mereka lakukan. Jika kak Chezie sampai mendengar ini, ia pasti marah besar.


Di depan kami semua, pak Vestine maju memimpin perkumpulan. Bagaikan seorang proklamator, ia bersuara dengan lantang.


"Seluruh pasukan ReVoid yg terhormat! Para pejuang yg gagah berani bertarung di Medan perang dengan nyawa sebagai taruhannya. Bertarung demi mewujudkan kedamaian di negri yg diberkahi ini. Meskipun ini bukan rumah dan juga kampung halaman kalian, tapi kalian tetap berjuang keras menghadapi hari-hari yg menyulitkan. Meskipun banyak rekan kita yg telah gugur, kalian tetap berjuang tanpa ampun. Sebagai pemimpin, aku merasa sangat bangga pada kalian. Mulai sekarang, pengorbanan rekan-rekan kita yg telah gugur tak akan kita sia-siakan. Berkat mereka, kita telah mendapatkan banyak informasi berharga untuk melawan balik musuh kita. Untuk menghargai perjuangan mereka, kita akan terus berjuang sampai kedamaian yg ingin mereka raih diwujudkan. Dan untuk mencapai itu semua, kita akan menjalin kerjasama dengan kerabat jauh kita sebagai sesama pejuang kedamaian, Magic Assosiation!"


Kata-kata bijak dari pak Vestine membuat semangat para prajurit kembali. Dan dengan kabar baik yg dibawa pak Vestine, wajah mereka kembali berseri. Seakan melihat cahaya harapan yg sangat terang.


"Dengan ini, kita ReVoid akan berjuang bersama dengan Magic Assosiation untuk melawan para vampir. Menggabungkan pengetahuan kita tentang vampir dan teknologi, dan kekuatan sihir para Magic Knight yg terkenal di benua Fitzgerald. Aku yakin dengan pasti, kita pasti akan memenangkan pertempuran tiada henti ini!"


Seluruh pasukan bersorak dengan semangat yg membara. Mata mereka berbinar.


Setelah itu, nona Stephanie maju ke sisi pak Vestine.


"Perkenalkan, para prajurit yg terhormat. Nama saya Stephanie Grace. Istri dari pemimpin Magic Assosiation, Oliver Grace. Dengan posisi sebagai wakil ketua Magic Assosiation, saya menyatakan bahwa mulai saat ini, Magic Assosiation akan dengan senang hati membantu ReVoid bertarung melawan para Vampir. Saya Magic Knight No 2, The Doctor Stephanie Grace Grace akan memimpin kalian semua bersama dengan ketua ReVoid, Vestine de Oust."


Seluruh pasukan kembali bersorak riang. Dengan ini sudah resmi, Magic Assosiation bertarung membantu ReVoid mengalahkan para vampir.


Tepat setelah kata-kata nona Stephanie, kami satu persatu maju memperkenalkan diri. Mulai dari nomor ke-4, kak Chezie. Diikuti dengan nomor setelahnya. Sampai diakhir Elie yg maju memperkenalkan diri. Dengan ini, semua personil yg hadir telah resmi bergabung.


Dan tentu saja, itu membuat kak Chezie tahu kalau selama ini Fiera dan Liana tak hadir.


"Untuk pembukaan, kita perlu menemukan keberadaan para vampir yg saat ini bersembunyi di suatu tempat. Salah satu anggota Magic Assosiation yg sebelumnya telah bergabung dengan kita menyatakan kalau kemungkinan besar musuh sedang bersembunyi di dalam hutan rimba di luar kota Bluelagoon." Setelah mengatakan itu, pak Vestine menoleh ke arah nona Stephanie.

__ADS_1


Menyadari maksud dari pak Vestine, nona Stephanie mengangguk.


"Zero, lakukan."


"Baiklah ...." Jawabnya dengan nada malas seperti biasa. Bahkan di situasi formal seperti ini ia masih berlaku seenaknya. "Eye of Tyrant"


Sebuah lingkaran sihir berwarna biru terang muncul di kedua mata Zero, diikuti dengan munculnya lingkaran demi lingkaran sihir lain diatas kepalanya. Diakhir, sesuatu seperti mata raksasa yg terbuat dari rune tulisan sihir muncul. Mata itu sangat besar sampai-sampai bisa menutupi seluruh langit kota Bluelagoon. Sesat setelah itu, sebuah sinar berwarna biru muda muncul dari mata tersebut, menerangi seluruh daerah disekitar kota Bluelagoon. Kira-kira cahaya itu menyinari sampai sekitar 10 kilometer diluar kota.


Setelah melihat itu, aku menyadari sihir spektakuler apa ini. Ini adalah jenis sihir kuno yg hanya dikuasai segelintir penyihir setingkat Sage. Ini adalah sihir tipe pendeteksi.


Zero mengaktifkan sihir itu hanya dalam semenit. Dan hanya dalam semenit itu, ia sudah menemukan lokasi keberadaan para vampir.


"Mereka ada dibarat kota, sekitar 10 kilometer dari luar tembok, tepatnya di bawah tanah hutan rimba itu. Sepertinya mereka menggali terowongan atau mungkin menggunakan gua raksasa yg ada dibawah tanah sebagai tempat menetap. Hanya ada satu lubang kecil yg menuju ke luar gua. Lubang itu mustahil dilalui oleh manusia. Dan juga, terowongan bawah tanah itu muncul dari luar kerajaan Bluelagoon." Zero menjelaskan dengan detail keadaan diluar sana. "Sepertinya, mereka keluar dari gua bawah tanah itu menggunakan semacam sihir teleportasi. Soalnya aku bisa melihat sisa-sisa penggunaan sihir teleportasi disana. Lagipula mustahil mereka bisa keluar dari lubang kecil yg seperti jalur tikus itu."


Seperti yg kuduga, mereka menggunakan sihir teleportasi. Dan jika kutebak, mereka pasti menggunakan jalur bawah tanah itu dari hutan Grand Central. Sepertinya mereka sudah merencanakan penyerangan ini sejak dulu.


Huh, jika tahu secepat ini mencarinya kami tak perlu repot-repot berkeliling hutan dari pagi tadi.


"Lokasinya sudah ditemukan, setelah itu apa?" Tanya Zero. Dasar tak punya sopan santun.


"Selanjutnya, kita perlu mengetahui kemampuan seperti apa yg kalian semua miliki. Sebelum kita membentuk tim, sebaiknya kita mengetahui seperti apa kemampuan yg dimiliki tiap-tiap anggota. Itu juga untuk memudahkan pembentukan tim yg ideal," jelas pak Vestine.


"Aaah, kalau soal itu biar aku yg mengurusnya. Nanti malam para vampir akan menyerang bukan? Kalau begitu biar kutunjukkan bagaimana kami, Magic Assosiation memantau anggota kami."


Zero mengucapkan itu dengan penuh percaya diri. Tapi tentu saja itu membuat pak Vestine kebingungan. Bagaimana caranya ia bisa menyaksikan semua pertarungan itu sekaligus? Pasti itu yg ia pikirkan.

__ADS_1


"Bagaimana caranya?" Tanya pak Vestine. Yah, sudah kuduga ia pasti menanyakan hal itu.


"Lihat saja nanti malam."


"Tenang saja Vestine. Serahkan saja ini pada Zero. Dia adalah pengintai terbaik Magic Assosiation. Hal seperti ini bukan masalah untuknya," ucap nona Stephanie meyakinkan pak Vestine.


Meskipun belum tentu semua Magic Knight bisa berhadapan dengan vampir, tapi setidaknya cara ini patut untuk dicoba. Sekarang, tergantung bagaimana reaksi para vampir nanti malam.


Dan lagi, saat ini aku kembali terpikir apa yg sebenarnya Osamu lakukan? Sebagai seorang anggota Magic Assosiation, seharusnya ia juga datang membantu kami kan? Sudah pasti ia menyadari situasi saat ini, lalu kenapa ia tak kunjung muncul? Huh, aku benar-benar tak mengerti apa yg sebenarnya ia pikirkan.


Setelah mengumumkan itu, pak Vestine membubarkan para pasukan untuk bersiap dengan serangan nanti malam. Tinggal 2 jam lagi sampai matahari tenggelam, seharusnya ada hal-hal yg bisa mereka siapkan untuk nanti malam. Begitu juga dengan kami, para Magic Knight.


"Aku ingin menanyakan ini dari tadi, dimana Fiera dan Liliana, Zayn?"


Sontak saja aku terkejut setengah mati. Kak Chezie tiba-tiba saja muncul dibelakangku dan menanyaiku tentang keberadaan Fiera si anak bermasalah dan juga Liana. Belum lagi, wajahnya terlihat geram dan juga kesal.


"A-ah ... Ya ...aku juga tidak tahu. Seharian ini mereka berdua tak muncul-muncul. Sepertinya ada sesuatu yg sedang mereka berdua kerjakan. M-mungkin nanti sebelum gelap mereka datang." Aku menjawabnya dengan keringat dingin bercucuran di dahi ku. Salah bicara sedikit saja, aku pasti akan dihajar.


"Huh, aku harap yg kau katakan itu benar. Aku tak akan bekerja sebelum dia muncul. Kau tau itu artinya Zayn?"


"A-apa ... Apa itu?"


"Jika sampai aku tak bekerja karena jawaban mu barusan, kau yg harus bertanggung jawab ...." Ucap kak Chezie dengan aura mengintimidasi yg begitu kuat. Aku menelan ludah.


"B-baiklah ...."

__ADS_1


__ADS_2