
Kemunculan vampir yg diduga sebagai Rozalia le Porte, sang ratu vampir ke-9 itu membuat pihak ReVoid ricuh. Sepertinya makhluk itu benar-benar sangat ditakuti bahkan oleh ReVoid itu sendiri. Tapi meski begitu, menyerah bukanlah pilihan yg tepat. Bagaimana pun sudah menjadi tugas mereka untuk menghadapi vampir siapapun itu. Dan kami sebagai bantuan juga tak bisa tinggal diam, apalagi kami sudah cukup terikat dengan kota ini. Tak akan kami biarkan kota ini jatuh di tangan vampir.
Setelah kejadian itu, vampir bernama Rozalia itu tak muncul lagi sampai pagi harinya. Sepertinya ia hanya muncul di satu tempat dan kebetulan bertemu dengan kelompok Zoe. Itu kabar baik untuk kami, karena dengan ini setidaknya pihak korban yg jatuh tak bertambah banyak.
Zoe yg saat itu terluka parah sudah berhasil selamat dari masa kritisnya, meskipun dia masih belum bisa kembali bertugas karena luka yg ia derita. Dari penuturan Zoe yg saat itu berada di tempat kejadian, vampir yg menyerang mereka saat itu memang Rozalia. Tak ada keraguan lagi, Rozalia memang benar-benar muncul di kota ini.
Bagi ReVoid, kemunculan Rozalia adalah suatu pertanda akan datangnya bencana besar.
Di pagi harinya, kami mengadakan rapat dadakan. Tentunya untuk membahas tentang serangan tempo hari. Semua pihak petinggi ReVoid di kota Bluelagoon hadir, begitu juga semua anggota Magic Assosiation yg bertugas disini. Ini rapat besar-besaran pertama kami semenjak bertugas membantu ReVoid.
"Kemunculan Rozalia sudah bukan sangkaan lagi. Saat ini, pihak vampir sudah mengirimkan kartu as mereka. Ditambah lagi mereka memiliki jumlah bangsawan yg cukup banyak. Kita kekurangan kekuatan."
"Berdasarkan laporan, jumlah korban dipihak kita cukup banyak. Jika dihitung dari hari-hari sebelumnya, korban sudah mencapai 20 dari 200 orang. Untungnya, masih belum ada korban dari warga sipil. Sejauh ini mereka masih mengikuti instruksi kita untuk tidak keluar rumah ketika hari mulai gelap...."
"Sifat vampir tak bisa memasuki area yg memiliki cahaya yg terang. Meskipun itu bukan matahari tapi mereka juga akan merasakan sedikit rasa sakit jika berpapasan terlalu lama dengan cahaya yg sangat terang. Itu cukup bagus."
"Sepertinya bukan itu alasannya, mungkin itu karena penjagaan kita cukup ketat sampai para vampir tak sanggup memasuki area perumahan warga."
"Lampu biasa tak akan bisa menyakiti vampir. Memasang penghalang yg terbuat dari perak lah yg membuat mereka enggan memasuki rumah."
Cahaya matahari dan juga logam mulia perak murni. Dua hal itu merupakan sesuatu yg sangat ditakuti oleh para vampir. Karena itu ReVoid memasang semacam penghalang di tiap sisi bangunan yg dihuni oleh warga. Di sekeliling area tenda juga ditanam beberapa pilar yg terbuat dari perak murni, tujuannya agar tak ada vampir yg memasuki area ini.
"Meskipun begitu, tak ada jaminan kalau perak berpengaruh banyak pada ratu vampir. Vampir setingkat bangswan memiliki ketahanan terhadap perak, walaupun mereka tak benar-benar tahan tapi setidaknya itu tak akan menghambat pergerakan mereka."
"Sepertinya kita perlu mengubah formasi di tiap distrik...."
__ADS_1
"Tidak, untuk sementara kita akan tetap bergerak dalam formasi ini. Tapi pastikan tiap kelompok saling mengabarkan kondisi setiap saat."
Pada akhirnya, kami kembali bergerak dalam kelompok kecil seperti sebelumnya. Sepertinya ketua beranggapan kalau saat ini menghadapi vampir dengan kelompok lebih besar hanya akan menambah tingkat bahaya.
Hari demi hari pun berlalu. Dan seperti hati itu, korban dari pihak kami bermunculan. Tiap hari, hampir ada 5 orang dari pihak ReVoid yg terbunuh dengan kondisi yg sama. Rozalia yg membunuh mereka semua.
Semakin lama, korban makin bertambah banyak. Sudah 4 hari berlalu, korban yg tewas sudah mencapai 20 orang lebih. Dan semuanya terbunuh oleh vampir yg sama, Rozalia. Sudah cukup dengan keadaan tak menentu ini. Kami harus segera mengambil tindakan.
Sekali kami mengadakan rapat yg dihadiri para Reign dan Magic Knight. Saatnya rapat serius untuk menentukan nasib kami selanjutnya.
"Kita benar-benar kekurangan kekuatan. Sejauh ini, korban yg tercatat sudah mencapai 50 orang." Ujar Kallen. "saat ini dari pihak kita yg masih bisa bertarung hanya sekitar 150 orang saja."
"Ketua, apa kita tak bisa meminta bantuan Reign tambahan?" Usul Kate. "Setidaknya panggil si kembar itu kesini."
"Saat ini mereka berdua tengah menghadapi vampir yg bermunculan di kerajaan. Kita tak bisa membuat mereka pergi meninggalkan tugas itu." Ucap pak Vestine.
"Shiki benar, kita perlu mencari cara lain." Kayn menimpali.
"A-anu...kenapa kita tak meminta bantuan Magic Knight yg lain?" Elie yg sebelumnya hanya menyimak juga ikut memberi usulnya.
"Itu sudah kuurus, hanya saja ada beberapa kendala dalam hal itu." Jawab pak Vestine.
"Magic Assosiation tak boleh memasuki kota tanpa izin tertulis dari pihak kerajaan. Itu yg membuat paman Oliver tak bisa mengirim lebih banyak orang...." Lanjut ku. "Bahkan disaat seperti ini mereka masih meragukan kita. Benar-benar menyebalkan para bangsawan itu...."
"Lalu apa yg mesti kita lakukan?"
__ADS_1
Pak Vestine hening sejenak, memikirkan jalan keluar untuk masalah ini. Sebelumnya, mereka sempat berpikir kalau mengerahkan pasukan dalam jumlah besar hanya akan mempermudah pihak vampir. Itu karena Blood Sacrified milik Rozalia mampu membunuh puluhan orang dalam sekali serang. Jika kami menghadapinya dengan jumlah yg banyak, mereka hanya akan menjadi tumbal dan makan malam Rozalia. Tapi jika terus seperti ini, penjagaan akan semakin melemah karena jumlah pasukan yg semakin sedikit.
"Sepertinya kita perlu mencobanya...."
Pak Vestine yg dari tadi diam berpikir mulai bicara. Ia kemudian menghela nafas berat, menandakan kalau ini adalah keputusan yg sanagt berat dan beresiko.
"Kita akan bergerak dalam tim berisi 5 orang. Tiap kelompok diketuai oleh Reign dan Magic Knight. Totalnya akan ada sekitar 9 kelompok yg masing-masing berjaga di distrik yg berbeda."
"T-tunggu dulu ketua, itu berbahaya! Formasi itu hanya akan membuat penjagaan kita semakin menurun!" Protes Shiki.
"Shiki benar, apa tak ada cara lain lagi?"
"Semenjak kemunculan Rozalia, apa kalian tak menyadari sesuatu?" Tanya pak Vestine. "Selain Rozalia, tak ada satupun vampir yg muncul di kota...."
Itu benar. Selama 4 hari ini aku sama sekali tak bertemu dengan satu Vampir pun. Kelompok yg lain juga mengalami hal yg sama. Satu-satunya vampir yg muncul adalah Rozalia.
"Sepertinya Rozalia berniat mengurangi jumlah kita agar pasukannya dapat dengan mudah memasuki kota. Jika kita memperluas penjagaan, kekuatan perkelompok akan semakin kecil dan itu membuat mereka menjadi incaran Rozalia. Karena itu kita akan membuat kelompok yg lebih besar dengan diketuai oleh para pembesar kita."
"Apa anda yakin kalau Rozalia yg merupakan ratu vampir ini mau melakukan hal merepotkan seperti ini?" Tanya Kayn. "Sejauh yg kuketahui, vampir memiliki harga diri tinggi dan enggan melakukan hal yg merepotkan jika itu tak memberikan manfaat pribadi baginya...."
"Tidak, Rozalia tak melakukannya hanya untuk mempermudah pasukannya. Ia juga mengincar darah manusia untuk mengisi tenaganya. Tak mungkin Rozalia menolak godaan darah segar manusia yg sangat ia sukai itu kan?"
"Ketua benar, lagipula dia itu terakus dari yg paling rakus. Sudah pasti ia akan mengambil kesempatan ini...."
Sepertinya tak ada cara lain untuk menghadapinya. Jika spesialis vampir sampai menggunakan formasi beresiko seperti ini, harusnya sudah tak ada pilihan lain kan? Kita harus mencobanya.
__ADS_1
"Baiklah, sepertinya kami bisa menerima keputusan ini." Ucapku, kemudian menatap Kayn, Elie dan yg lain.
"Aku sependapat. Berikan kami perintah, pak Vestine." Ucap Kayn.