Absolute Twin Magician

Absolute Twin Magician
Dimulainya Pertempuran


__ADS_3

Matahari telah tenggelam dengan sempurna, menyisakan sinar rembulan yg menerangi keseluruhan kota Bluelagoon. Hari telah memasuki waktu malam, itu berarti sudah saatnya bagi para vampir itu bergerak. Dan itu juga berarti dimulainya pertempuran ini.


Seluruh pasukan telah berjaga dibawah, berkumpul di satu titik. Sedangkan kami para Magic Knight dan juga Reign bersiap di posisi masing-masing. Seperti yg Osamu jelaskan sebelumnya, dalam operasi kali ini hanya Magic Knight dan Reign yg akan beraksi. Itu karena hampir keseluruhan pertarungan kali ini akan terjadi di dalam Infinity Chamber. Lawan kami adalah para vampir bangsawan dan juga ratu mereka, Rozalia. Pasukan biasa ReVoid tak akan sanggup menghadapi mereka sebanyak apapun pasukannya. Karena itu untuk mengurangi jumlah korban, mereka hanya akan bertugas sebagai cadangan yg akan menghadapi sisa pasukan vampir. Itupun jika Infinity Chamber hancur atau semacamnya.


Ketika menjelaskan rencana ini, sepertinya Osamu bisa membuat pasukan lain tak terpengaruh oleh efek Infinity Chamber. Yg berarti mereka tak akan bergerak selama operasi ini, sedangkan kami para Magic Knight dan Reign berjuang mati-matian melawan para vampir.


Cukup mengesalkan memang, tapi itu lebih baik daripada melihat mereka semua mati sia-sia. Dalam kondisi saat ini, mereka hanya akan membebani kami. Membiarkan mereka tak melakukan apa-apa jauh lebih baik.


"Para vampir sudah terlihat ...." Ucap Tony, turun dari atas langit setelah mengintai pergerakan vampir. "Posisi mereka saat ini ada di sekitar gerbang barat, menyebar diatas atap bangunan disekitar gerbang ...."


"Kerja bagus Tony. Bagaimana dengan Rozalia?"


"Rozalia sepertinya berniat menonton pertempuran ini dari atas gerbang. Disebelah nya juga ada Zuan, mendampingi nya."


"Itu sesuai rencana. Para vampir sudah memasuki jangkauan sihirmu. Kau boleh melakukan nya kapan saja Louise," ucap nona Stephanie.


"Sudah dimulai ya ... Aku jadi sedikit bersemangat," jawab Osamu.


Dalam operasi kali ini, seperti yg dijelaskan sebelumnya pekerjaan kami hanyalah menjauhkan para vampir bangsawan dari Rozalia. Membuat mereka terpencar, dan menghabisi mereka satu persatu. Dan yg akan melawan Rozalia hanya satu orang, yaitu Kayn yg memiliki sihir Disspell. Tugasnya juga hanya untuk menghilangkan Counter Rozalia. Dan jika itu berhasil, tugas menghabisi Rozalia adalah milik Zuan yg saat ini berdiri di sisinya.


Meskipun aku menyetujui rencana ini, aku tetap saja memiliki firasat buruk mengenai rencana beresiko ini. Karena itu, aku memutuskan untuk mengirim satu clone milikku untuk mengamati keadaan Kayn. Itu akan sangat membantu untuk menenangkan pikiran ku.


Dan seperti yg kuperkirakan sebelumnya, mereka punya bakat akting yg luar biasa, para vampir itu. Karena itulah, Zuan akan bertugas sebagai media untuk membuat para vampir lain menjauh dari Rozalia. Dan tentunya, ia akan membuat tiap bawahnya menyusup ke semua kelompok yg terpencar, untuk membantu kami jika keadaan terdesak.


Dengan ini, Rozalia dan bawahannya akan diserang dari dua sisi. Meskipun aku juga cukup khawatir kalau hal yg sama terjadi pada kami. Aku memang sudah percaya dengan Zuan dan Elsie. Tapi untuk vampir yg lain, aku masih sedikit ragu. Tak ada jaminan kalau mereka tak akan mengkhianati kami ataupun Zuan. Bisa jadi mereka adalah mata-mata yg Rozalia utus untuk mengamati Zuan. Tapi kuharap apa yg ku khawatirkan tak akan terjadi.


Semau personil akan bergerak dalam kelompok kecil beranggotakan 3 sampai 5 orang. Yg berarti, akan ada kira-kira 5 kelompok yg menghadapi bawahan Rozalia. Dengan ini, kami bisa menjauhkan mereka semua dari tiap sisi. Akan gawat jadinya kalau tiba-tiba salah satu dari mereka kabur dan membantu rekannya yg lain. Karena itu kami mesti membuat mereka berjauhan.


Dan untuk operasi kali ini, aku akan sekelompok dengan Elie dan juga Zero. Aku tak masalah kalau hanya Elie, tapi untuk Zero aku sedikit khawatir. Jika soal kekuatan, aku tak perlu memikirkan nya. Lagipula Zero menduduki posisi 5 besar sebagai orang terkuat di organisasi. Karena itu aku yakin dia tak akan kalah dari para vampir. Yg ku khawatirkan adalah kecocokan kami dalam berkelompok. Akan gawat nantinya kalau dia tiba-tiba bergerak seenaknya, atau memerintah sesuka hatinya.


"Akan kumulai ...." Ucap Osamu. Kali ini, ia mengangkat tangannya tinggi-tinggi sebelum memunculkan Infinity Chamber. Sepertinya, kali ini Infinity Chamber yg akan ia munculkan sedikit berbeda dari yg sebelum-sebelumnya.


"Semuanya bersiap diposisi!"


"Infinity Chamber, Ultra Size!"


Sebuah gelombang sihir muncul menutupi seluruh kota Bluelagoon. Mulai dari ujung ke ujung kota Bluelagoon, ia menutupi semuanya dengan Infinity Chamber. Dan tentunya, Rozalia dan vampir yg lainnya terkena efek Infinity Chamber dan menjadi sedikit terheran-heran.


Pasukan ReVoid dan juga pasukan vampir diam membeku, tak bergerak sedikitpun. Seperti yg ia bilang, mereka tak terkena efek sihir ini sama sekali. Semua bagian kota juga sudah tertutup dengannya. Jika begini, tentu saja kami tak akan ragu untuk mengeluarkan kekuatan penuh kami.

__ADS_1


Semua persiapan selesai, saatnya memulai operasi.


"Sihir ini akan lenyap jika aku terkena serangan yg fatal. Karena itu mungkin aku akan lebih sering bergerak dalam bayang-bayang daripada menyerang secara langsung," ucap Osamu.


"Aku tahu itu, tak masalah. Lagipula penyerang utama kita bukan kau," ucap nona Stephanie.


"Senie, kau mengatakannya seakan-akan aku tak berguna di operasi ini ...."


"Ini bukan waktunya bercanda, kita harus fokus ke pertarungan," ucap pak Vestine.


"Ya ya aku mengerti. Aku akan berusaha sebisa mungkin."


"Semuanya, bersiaplah ketika para vampir menyadari kalian," ucap nona Stephanie.


"Aku akan menyadap pembicaraan mereka ...." Ucapku.


"Tolong lakukan Zayn."


Dengan kemampuan pendengaranku yg sangat ekstrim, aku dapat mendengar semua pembicaraan mereka dalam jarak 2 kilometer ini. Hanya saja, aku jadi harus fokus ke pendengaran dan mengabaikan sekitarku. Karena itu akan berbahaya menggunakan kemampuan ini dipertarungan. Tapi untuk misi pengintaian, kemampuan ini sangat berguna.


Dan dari sini, semua pembicaraan mereka adalah milikku.


"Apa yg barusan itu?" Tanya Rozalia. "Sihir?"


"Waktu disekitar kita juga berhenti. Apa mungkin ini efek gelombang sihir tadi?"


"Zuan, bagaimana pendapatmu?"


"Ini pertama kali aku melihatnya. Seperti yg Rosalia katakan tadi, nampaknya sihir ini menghentikan waktu disekitar kita," ucap Zuan.


"Bukan hanya itu. Sepertinya kita tak bisa lepas dari ruang sihir ini. Kita seperti dikurung."


"Jadi mereka tak ingin kita melarikan diri ya. Berani juga mereka," ucap Rozalia.


"Nampaknya mereka berpencar menjadi 5 kelompok. Apa yg akan kita lakukan, Nyonya?"


"Kita tak bisa keluar dari penghalang ini. Tak ada cara selain membunuh mereka semua," ucap Zuan.


"Tapi mereka sedikit terlihat mencurigakan. Mereka pasti merencanakan sesuatu."

__ADS_1


"Hanya rencana kecil. Manusia-manusia mana mungkin bisa mengalahkan kita."


"Kalau begitu, sepertinya kita perlu menghadapi mereka sekaligus. Kita perlu berpencar dan menghadapi mereka semua secara langsung," ucap Zuan.


"Sepertinya kau semangat sekali ya, Zuan."


"Nyonya, bagaimana pendapat anda?"


"Seperti yg Zuan katakan, hadapi mereka semua secepatnya," ucap Rozalia. Seperti yg kuharapkan dari si rakus.


"Kita semua?"


"Aku akan berada di sisi nyonya. Jadi kalian tak perlu khawatir dengan serangan dadakan yg mereka lancarkan," ucap Zuan. "Lagipula, mustahil juga mereka mampu menggoreskan secuil luka pun di tubuh Nyonya."


"Hah! Itu benar! Mereka hanya serangga-serangga kecil yg tak tahu diri. Mustahil mereka bisa mengalahkan ku." Ucap Rozalia.


"Itu benar."


"Kalau begitu, ini perintahku. Habisi mereka semua yg telah menentang kita. Mereka juga sudah membunuh Vience, Quiela, Ozax, dan juga Hermes. Jangan beri ampun pada satupun dari mereka!" Perintahnya. "Museri, Kuvra, Rosalia, Eleanor, Elsie, Seiyen, Natalia, Lilia, Katherine, Silvia, Gillan, Bayorn, Vanessa, Chase, Nebula ... Serang dan habisi mereka semua tanpa ampun."


"Dengan senang hati, yg mulia!"


Seketika, mereka semua bergerak dengan sangat cepat hendak mengarah ke kami semua. Mereka benar-benar memulai pertempuran ini tanpa basa-basi.


"Mereka bergerak," ucapku.


"Baiklah, semuanya sesuai rencana! Berpencar!"


Akhirnya, pertemuan antara Magic Assosiation dan ReVoid melawan para vampir pun dimulai. Masing-masing personil telah berpencar bersama kelompoknya masing-masing. Clone yg kukirim untuk mengamati keadaan Kayn juga sudah mulai bergerak diam-diam, mengamati dari balik bayangan.


Aku dan kelompok ku yg beranggotakan Elie dan Zero bergerak ke arah tenggara kota, tepatnya di distrik 9 yg merupakan area sekolah dan pendidikan. Vampir yg mengejar ku belum terlihat, tapi aku dapat merasakan hawa keberadaan nya. Dan sepertinya, ada 2 atau 3 orang.


Kelompok kedua, kak Marry, Tony, Shiki, dan Aoi bergerak ke arah Utara kota, tepatnya di distrik 6 yg merupakan area pertokoan.


Kelompok ketiga, kak Chezie, Gale, Fiera, dan Hughess bergerak kearah timur, tepatnya di distrik 7 yg merupakan area perumahan warga.


kelompok keempat, Liana, nona Stephanie, pak Vestine, dan Hallen bergerak kearah barat laut, tepatnya distrik 5 yg merupakan kediaman bangsawan. Tempat yg memiliki banyak bangunan megah dan tinggi.


Dan kelompok terakhir, Kallen, Guts, dan Kate bergerak ke arah distrik 1 yg merupakan istana kerajaan.

__ADS_1


Sedangkan Kayn, ia berdiam di titik awal menunggu semua vampir pergi meninggalkan Rozalia.


Dengan ini, pertempuran terakhir kami resmi dimulai.


__ADS_2