
Sore harinya, seperti biasa kami duduk diruang utama sambil meregangkan otot-otot kami yg lelah sehabis beraktivitas. Aku duduk di sofa seperti biasa, memungut beberapa roti yg dihidangkan kak Marry diatas meja. Sedangkan Kayn duduk di kursi lain yg ada di depanku, juga melakukan hal yg sama.
" Huah,tak kusangka latihannya bisa seberat ini..."
Elie yg juga duduk disebelah ku mengeluh, sambil sesekali memijat-mijat lehernya.
" Ada apa? Kesulitan dalam latihan?" Tanya Kayn.
" Yaah, begitulah. Kak Chezie benar-benar tegas melatih kami. Kami bahkan tak diberi istirahat jika belum memenuhi keinginannya..."
" Itu kak Chezie, wajar saja " gumamku
" Hee.. apa kau tak merasa kesulitan Kayn?" Tanya Elie lagi
" Yah, karena gurunya kak Marry aku bisa berlatih dengan santai jadi tak masalah " Kayn menjawab santai.
" Enak ya, bisa sesantai itu.."
Elie memungut roti yg disediakan diatas meja dan memakannya.
" Oh ya Elie, dua hari lagi kita akan kembali ke kota Bluelagoon. Jadi sebisa mungkin kau harus lebih fokus berlatih. Kami tak yakin ada orang yg bisa mengajarimu di sana ataua tidak, makanya untuk jaga-jaga sebaiknya kau memaksimalkan latihanmu.." ucap Kayn.
" Eeh? Kenapa secepat itu?"
" Hei yg benar saja. Ini sudah seminggu lebih. Kalau terlalu lama nanti orang tuamu jadi khawatir kan?" Ucapku membuat Elie menunduk.
" Tapi, aku ingin bersama kalian lebih lama lagi..."
" Tenang saja, lagipula kita kembali karena misi. Kami akan ikut ke kota" ucap Kayn
" Misi? " Tanya Elie. Sepertinya ia belum tahu soal misi yg diberikan paman Oliver.
" Ya, paman Oliver memberi kami misi yg kebetulan bertempat di kota Bluelagoon." Ucap Kayn. " Karena kemungkinan musuh yg akan kami hadapi bukan sembarang musuh, karena itu aku dan Zayn berlatih keras beberapa hari ini"
__ADS_1
" Huh, berlatih keras apanya..." Gumamku dengan suara yg sangat kecil. Aku ragu kalau mereka mendengarnya.
Bagaimana pun juga latihan yg kami jalani tak bisa dikatakan sebagai " berlatih keras ". Pasalnya baru dua hari berlatih, kami sudah hampir menguasai sihir yg baru diajarkan pada kami tanpa kesulitan sedikit pun. Ini bagus untuk latihan di waktu sempit seperti ini, tapi tetap saja membuatku semakin kepikiran tentang apa ini sebenarnya.
Tanpa kusadari wajahku terlihat murung. Dan Elie segera menyadari keanehan di diriku.
" Zayn, kau terlihat murung. Apa latihanmu berjalan lancar?" Tanya Elie. " Kudengar kau berlatih dengan kak Zatrox. Dia kelihatannya sangat keras soal mengajar "
" Tidak, bukan begitu "
Aku menatap kedepan. Disana Kayn memberiku isyarat mata. Isyarat agar aku tetpa merahasiakan tentang keanehan ini. Aku tahu itu. Ini bukan hal yg perlu diumbar. Lagipula kebenarannya masih belum nampak. Hal ini masih harus kami rahasiakan.
" Bukan masalah, latihanku lancar saja kok.."
" Tapi kau kelihatan murung begitu"
" Aah...ini pasti karena terlalu lelah "
" Terimakasih atas sarannya Elie..."
Aku bangkit dari kursi, bersamaan dengan Kayn.
" Kalau begitu aku kekamar dulu..."
" Aku juga, kami duluan Elie"
" Y-ya...beristirahat lah dengan tenang"
Aku dan Kayn kembali kekamar. Hari ini, aku sudah menguasai pembentukan sihir Absorb berkat bantuan Zatrox dan paman Oliver. Besok adalah waktu untuk menguasainya secara sempurna. Kayn juga sudah semakin menguasai perubahan armor miliknya. Ia bahkan mendapatkan tambahan armor baru lengkap dengan atribut dan skill sihir element yg berbeda pada tiap perubahan armor. Itu jadi membuatnya dapat menggunakan berbagai sihir element yg berbeda-beda. Walaupun ia mesti mengubah model armor untuk tiap element yg berbeda-beda. Ia jadi semakin mirip kak Marry saja.
" Jadi, bagaimana? Ada perkembangan? " Tanya ku
Kayn menggeleng.
__ADS_1
" Yah, biarlah. Lagipula ini bukan sesuatu yg merepotkan " ucapku santai.
" Kuharap saja begitu.." jawab Kayn " sepertinya kita tak punya pilihan selain menerima fakta ini dengan lapang dada "
" Selain itu, kita punya masalah lain kedepannya. Apa kau sudah menyelidiki informasi mengenai para vampir itu?" Tanya ku.
" Yah, buku-buku itu hanya memuat sedikit informasi " jawab Kayn " aku hanya tahu kalau mereka tak bisa hidup dibawah sinar matahari, Menghisap darah manusia sebagai energi hidup, memiliki kemampuan khusus dengan darah sebagai perantaranya"
Poin pertama dan kedua aku sudah lama tahu. Itu tak beda jauh dengan konsep mitos vampir di dunia lamaku. Tapi yg ketiga itu belum pernah kudengar. Apa maksudnya itu? Apa itu berarti mereka memiliki kekuatan khusus?
" Kemampuan khusus? Apa maksudnya?"
" Aku tak terlalu paham, tapi sepertinya tiap vampir memliki kemampuan khusus yg berbeda-beda..." Ucap Kayn " kemampuan itu diberi nama Blood Sacrified "
Sedikit berbeda dengan vampir diduniaku. Sepertinya vampir di dunia ini sedikit lebih kuat dari vampir biasa di legenda Eropa. Aku tak tahu pasti apa itu blood Sacrified, tapi sepertinya itu adalah senjata yg berbahaya. Seperti kami yg memiliki sihir, para vampir memiliki Blood Sacrified
" Masih ada satu hari sebelum kita pergi... Aku malah jadi sedikit gugup" ucapku.
" Tak seperti biasanya Zayn. Memangnya ada apa sampai kau gugup hah?"
" Entahlah..." Jawabku dan langsung berbaring diatas kasur. " Aku mau tidur, jangan ganggu "
" Ya ya terserahlah "
Aku memejamkan mataku. Mulai larut oleh rasa kantuk. Dan tak lebih dari satu menit, aku sudah benar-benar terlelap dalam mimpi.
" Mengejutkan ya, Zayn Endarker"
Tanpa kusadari aku sudah berada di sebuah ruangan serba putih. Dihadapanku, sosok yg abnormal menyapaku. Ia memiliki tubuh seperti manusia dengan dua buah tanduk di kepalanya. Hanya saja, ia tak memiliki tubuh fisik yg padat. Ia terlihat seperti kumpulan gas berwana tak jelas yg membentuk tubuh itu. Seingat ku aku pernah melihatnya, di tempat yg sama sebelum aku kehilangan kesadaran ketika melawan Orcholenius.
" Kau..."
" Biar kuperkenalkan sekali lagi. Namaku Leon..." Ucapnya dengan mulut seakan tersenyum lebar. Bukan senyum yg ramah, tapi itu terlihat begitu licik dan dingin "...senang bertemu denganmu "
__ADS_1