
Lawan kami hanya satu vampir bangsawan. Seharusnya ini bukan sesuatu yg sulit karena kami berempat menang dalam jumlah.
Tapi, vampir yg satu ini tak seperti vampir bangsawan lainnya. Ia terlalu kuat untuk ukuran vampir bangsawan. kelihatannya, ia jauh lebih kuat dari vampir bernama Nebula yg menyerang kami malam itu.Dan lagi, ia cukup cerdik meskipun ia kalah jumlah.
Kekuatan nya begitu besar, dan juga aura Manna gelapnya sangat pekat. Jika diperkirakan, ia hampir setara dengan vampir bernama Zuan yg menjadi sekutu kami itu.
"Dia lebih kuat dari perkiraanku," ucap Gale, memasang kuda-kuda bertahan.
"Aku setuju, dia terlalu kuat untuk vampir bangsawan biasa," ucapku.
"Ya ... Itu benar," Hughess juga sependapat.
"Jadi apa yg harus Fiera lakukan disini, kak Chezie?" Disisi lain, Fiera benar-benar tak dapat diandalkan.
Vampir dengan rambut berwarna coklat ini terus menyerang dan menyerang. Sejauh ini, ia menyerang secara tiba-tiba dengan serangan jarak dekat. Dengan Blood Sacrified miliknya yg menyerupai sebuah sarung tangan, kekuatan serangannya terasa seperti serangan sihir kelas atas.
"Fiera, di atasmu!!"
Vampir itu lagi-lagi muncul dari arah yg tak terduga. Kali ini, ia muncul dari atas mengincar Fiera yg kehilangan tempat berlindung.
Cepat-cepat aku menggunakan sihir "Puppet" ku untum menarik mundur Fiera. Untungnya aku masih sempat melakukan itu. Terlambat sedikit saja, Fiera pasti sudah terbunuh karena serangan tak masuk akal itu.
"Kau baik-baik saja, Fiera?" Tanyaku.
"Y-ya, maafkan Fiera kak Chezie ...." Jawabnya lesu.
"Memanfaatkan area untuk menutupi kekurangannya. Dia benar-benar cerdik," ucap Gale.
"Ditambah lagi, sihir "Puppet" kak Chezie sama sekali tak mempan padanya. Ini benar-benar buruk," ucap Hughess.
"Ya, kau benar," jawabku.
Setelah serangannya barusan meleset, vampir itu berdiri memandangi kami dari jauh. Entah apa yg ia pikirkan, tapi kelihatannya ia tak sedang beristirahat.
"Aku akan maju. Kalian Serang dia dari jarak aman," ucap Gale.
"Jika terjadi sesuatu, aku akan menarikmu mundur. Ingat itu Gale," ucapku.
"Ya, aku mengandalkan mu Chezie."
Akibat serangannya, lapangan tempat kami bertarung ini penuh dengan lubang. Tiap kali menyerang, ia meninggalkan sebuah kawah ditempat serangannya.
Satu-satunya cara untuk mengatasi kemampuan nya adalah dengan selalu menjag jarak. Kekuatan fisiknya sangat mengerikan, tapi ia hampir tak pernah menggunakan serangan jarak jauh. Dalam hal ini, aku harap Gale akan baik-baik saja.
Fiera berusaha menyerangnya dari jarak jauh. Aku dan Hughess membantu dengan mengandalkan gollem yg dibuat oleh Hughess. Sedangkan Gale maju dengan pedang sihirnya menyerang dari depan.
Hughess memunculkan beberapa Golem tanah, bergerak untuk mengganggu vampir itu. Sebenarnya, Hughess sendiri saja bisa mengendalikan semua Golem itu. Hanya saja, keakuratan serta pergerakan nya akan sangat kaku. Karena itulah, aku membantu mengendalikan beberapa Golem dengan menggunakan sihir "Puppet" ku. Dengan ini, gerakan mereka akan lebih terorganisir, dan lebih fleksibel.
"Fire Spirit : Inferno."
__ADS_1
Aliran sihir muncul mengaliri pedang Gale. Seketika, gelombang api yg membara muncul melapisi pedang panjangnya.
"Divine Step."
Aura putih bersinar menyelimuti tubuh Gale. Berkat cahaya itu, kecepatan serta kelincahan Gale meningkat drastis. Itu bukan lah sihir, melainkan sebuah skill.
Bagi seorang ksatria, skill adalah salah satu kemampuan terpenting yg wajib dimiliki. Tanpa skill, seseorang itu tak bisa dianggap sebagai ksatria. Mudahnya, skill adalah sihirnya para ksatria.
Gale melaju menebaskan pedang berlapis apinya. Vampir itu hanya menahannya dengan satu tangannya, tapi ia dapat mengimbangi kecepatan serta kelihaian Gale dalam menggunakan pedang. Tak hanya itu, ia bahkan mampu dengan mudahnya menghindari tembakan laser Fiera yg ditembakkan dari titik butanya. Ditambah lagi, ia dapat menghancurkan Golem Hughess hanya dengan beberapa pukulan saja. Dia terlalu kuat untuk dihadapi dengan kekuatan setengah-setengah.
Tapi setidaknya, dengan kekuatan seperti ini kami bisa menahannya.
"Tetap desak dia seperti itu Gale," ucapku.
Hughess semakin memperbanyak Golem nya, mengepung sekitar vampir itu dengan puluhan Golem batu. Fiera terus menambak dengan menggunakan Unlimited Rays. Dan Gale terus mendesaknya dengan serangan pedang sihirnya.
Di keadaan seperti ini, seharusnya vampir itu sudah mulai terpojok dan melemah.
"Mengesankan. Sepertinya kerjasama kalian lumayan hebat. Disaat seperti ini, aku Kuvra Antonuette merasa dirugikan ...." Setelah sekian lama bertarung, akhirnya vampir itu mulai berbicara dan memberitahu identitas nya. "Sepertinya, aku perlu lebih serius lagi ...."
Vampir itu menghentakkan kakinya ke tanah, membuat dirinya terhempas keudara. Sepertinya, ia berniat untuk melarikan diri dari Gale yg terus menahannya.
"Jangan pikir aku akan membiarkanmu pergi!" Teriak Gale.
Mendengar ucapan Gale, Vampir bernama Kuvra itu menatapnya tajam.
Aura merah darah kembali muncul menyelimuti tubuh Kuvra. Menyadari itu, Gale segera mundur menjauh. Kami tak tahu apa yg akan ia lakukan, jadi menjauh darinya sebelum mengetahui apa itu adalah pilihan terbaik kami.
Aura merah itu terus menebal, sampai membuat tubuh Kuvra tak terlibat lagi, tenggelam didalam aura yg menyerupai asap itu. Aura ia semakin membesar, kemudian membelah menjadi dua bagian.
Dari dua bagian itu, wujud fisik Kuvra mulai terlihat kembali. Seketika, kami tercengang.
Kuvra telah membelah dirinya menjadi dua.
"Hey hey, kau bercanda?" Ucapku. "Satu saja sudah sesulit ini. Dan sekarang kita harus melawan dua?"
Disaat kami masih tercengang, kedua Kuvra itu segera maju menyerang kami. Dan itu membuat masing-masing dari kami berpisah menjadi dua bagian. Aku dan Hughess dihadang oleh satu Kuvra. Sedangkan Gale bersama Fiera juga dihadang oleh yg satunya lagi.
Saat ini, kami sam sekali tak tahu kemampuan seperti apa ini, tapi tampaknya ini bukanlah clone. Ada kemungkinan, kalau kedua tubuh ini sama-sama asli. Jika benar begitu, ini cukup merepotkan. Tidak, ini sangat-sangat merepotkan. Karena jika dua tubuh ini asli, itu berarti kami harus membunuh keduanya sekaligus untuk bisa mengalahkannya.
Membunuh satu saja sangat sulit, aku tak berpikir kami bisa membunuh keduanya sekaligus.
Tapi saat ini, dengan aku dan Hughess setidaknya kami bisa menahannya. Sebagai seorang dengan sihir pengendalian, berada satu tim dengan seorang ahli alkemi yg dapat menciptakan Golem seperti Hughess ini adalah sebuah keuntungan. Lagipula, di Magic Assosiation kami juga merupakan salah satu duet terbaik.
"Hughess, fokuskan dalam pembuatan dan penguatan Golem. Buat setidaknya 5 Golem yg lebih kuat dari sebelumnya," ucapku.
"Baiklah, seperti biasanya?"
__ADS_1
"Ya, seperti biasanya," jawabku. "Summon : Griffin!!"
Sementara Hughess menciptakan beberapa Golem, aku memanggil salah satu monster terbaik yg pernah aku tangkap. Seekor Griffin dari salah satu pegunungan terlarang kerajaan Siberia.
Griffin adalah salah satu makhluk langka yg sangat berbahaya. Ia memiliki tubuh seperti singa, dengan sayap serta kepala berbentuk seperti burung elang. Yg ku panggil ini memiliki tinggi 5 meter. Bagi manusia biasa, Ukuran seperti ini sudah terbilang besar.
"Majulah, Griffin!"
Dengan arahanku, Griffin terbang dan menyerang Kuvra dengan cakar serta Paruh besarnya. Ia menyerang dari udara, sedangkan para Golem yg dibuat oleh Hughess menyerang dari darat. Tentunya, Golem-golem itu berada dibawah kendali ku.
Menyadari itu, Kuvra mempercepat gerakannya. Ia dapat menahan, serta menghindari serangan dari Griffin. Ia juga mulai menjaga jarak dari para Golem dengan cara terbang keudara. Kuvra berada diluar jangkauan Golem, dan Griffin tak mampu menyerangnya sendirian.
"Hughess, modifikasi!" Teriakku.
"Baiklah!"
Setelah perintahku, Hughess mengubah model Golem yg telah ia buat menjadi lebih ramping. Ia juga menambahkan sayap yg dilapisi sihir, serta tombak besi di setiap satu Golem. Sekarang, Golem-golem itu terlihat seperti pasukan udara penguasa langit, ras Divine di legenda-legenda kuno.
Pasukan Golem udara itu kini mulai terbang, menyerang Kuvra dengan tombak-tombak mereka diudara. Serangan Griffin juga jadi makin efektif. Berkat pengendalian jarak jauhku, Golem-golem itu bisa bergerak selayaknya manusia asli. Mereka mampu menyerang, menghindar, dan bahkan bertahan. Walaupun jika beberapa dari mereka hancur karena serangan dahsyat Kuvra, Hughess bisa dengan mudahnya memperbaiki mereka seperti semula. Rasanya seperti melihat pasukan yg abadi. Dengan ini, Kuvra bisa didesak.
Tapi, sejak tadi ada yg aneh dengan perilaku Kuvra. Ia tak memberikan ekspresi apapun saat melawan kami. Tatapannya kosong, seakan penuh dengan pikiran. Apa mungkin dia palsu? Tidak, jika ia palsu tak mungkin ia dapat membuat rencana dengan sendirinya. Aku yakin kalau sejak tadi ia sedang mengamati kami. Seperti sedang menentukan siapa yg seharusnya ia hadapi terlebih dahulu.
"Blood Sacrified : Mark."
Tanpa kami sadari, Kuvra menghilang dari kepungan para Golem dan Griffin. Ia seketika muncul dibelakang ku, yg saat ini masih kaget dan tak mampu melakukan apa-apa.
"Kak Chezie!!" Teriak Hughess, menyadarkan ku dai lamunan yg berbahaya itu.
Secepat mungkin aku melompat mundur menjauhinya. Aku mengeluarkan dua belati ku sebagai alat pertahanan diri. Dari kelihatannya, Kuvra sedang menargetkan ku.
Kuvra maju menyerangku dengan tangan kosong. Meskipun begitu, aku dapat menyadari ada aura merah aneh ditangan nya. Kekuatan apa yg ia munculkan tadi? Apa mungkin sejenis kemampuan untuk meningkatkan serangan?
Aku menghindar, dan terus menghindar. Aku tak mampu menyerang balik, ia sama sekali tak memiliki celah dipertahanannya. Bahkan dengan bantuan tangan-tangan tanah yg Hughess munculkan untuk membantuku, ia masih belum mundur.
Sesaat kemudian, satu serangan Kuvra mengenai bahuku. Serangannya seperti pukulan manusia biasa, tapi entah kenapa aku merasa ada yg aneh dengan serangan itu. Hanya karena serangan tangan kosong, bahuku bisa terluka. Rasanya tak terlalu sakit. Tapi setelah serangan itu melukaiku, Kuvra mendadak diam dan berhenti menyerang ku. Apa maksudnya ini?"
Seharusnya, ini kesempatanku untuk menyerang balik. Tapi, tubuhku seketika tak mampu untuk bergerak. Aku bahkan tak mampu berbicara, seakan ada sesuatu yg menahan setiap gerakan tubuhku. Dan disaat aku melirik ke tangan ku, sebuah tato aneh muncul menyebar ke tiap bagian tubuh. Apa ini? Apa yg sebenarnya sedang terjadi?
"Kau sudah menjadi bonekaku, nona dengan sihir pengendali benda," ucapnya.
tanganku tiba-tiba bergerak sendiri. dengan isyarat dari tanganku, ia dapat mengendalikan Griffin dan para Golem. seketika, Griffin dan para Golem mundur, lalu bergerak hendak menyerang kearah Hughess. aku hendak berteriak menyuruhnya untuk pergi menjauh, tapi mulut ku tak sanggup bergerak. ini gawat, bisa-bisa Hughess terluka karena kekuatan ku sendiri.
"Kau ... Apa yg kau lakukan ke Chezie, dasar keparat?!" Tanya Hughess. Ia terlihat gemetar, penuh dengan amarah. "Jangan seenak hati mengendalikan nya!! Kubunuh kau sialan!!"
sejujurnya, ini pertama kalinya aku melihat Hughess mengeluarkan amarahnya untuk seseorang. dan saat ini, amarah itu muncul ditujukan ke Kuvra, yg saat ini sedang mengendalikan ku.
"kembalikan Chezie yg kucintai kembali, dasar keparat!!"
dan berkat amarahnya yg tak terkendali, aku dapat mendengar semua kata-kata yg terpendam lama didalam hatinya.
__ADS_1
sungguh, aku benar-benar tak menduga ini semua.